Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 271


__ADS_3

Abdulah mulai bekerja hari ini. Sejak kepulangannya dari perusahaan Sanjaya Group kemarin, Surti sudah berkoar-koar ke para tetangga bahwa Abdulah kembali bekerja diperusahaan elit itu.


"Dek, mas berangkat dulu!!" ucap Abdulah sebelum dia berangkat dengan mengendarai motor Vario nya.


Sepanjang perjalanan, Abdulah hanya diam saja. Memang dia senang karena dipanggil untuk bekerja lagi. Tapi yang membuat hatinya tidak senang adalah pengurangan gaji dan juga penempatan dicabang yang jelek menurutnya. Bagaimana tidak, cabang ke 5 ibaratkan tempat pembuangan. Semua barang yang rusak atau cacat produksi biasanya di taruh di cabang ini. Yahh, mirip tempat pembuangan lah.


"Kang!! kamu satpam baru yaa? kenalkan saya Ucup!" ucap seorang pria yang sedikit gemuk.


"Abdulah!" ucap Abdulah menjabat tangan pria bernama Ucup itu.


"Saya sudah bekerja disini hampir sepuluh tahun. Jadi saya tahu seluk beluk tempat ini!" ucap Ucup.


Abdulah hanya menanggapinya dengan seutas senyum yang amat terpaksa. Sepanjang perkenalan mereka, Ucup lah yang lebih dominan bercerita panjang lebar sedangkan Abdulah menanggapinya dengan malas.


"Tapi enak nya disini tuh, barang-barang reject nya bisa dibawa pulang loh! saya kalau milih mah mau disini aja selamanya sampai masa pensiun! itung-itung buat hemat pengeluaran dapur. Lagi pula disini kan punya semuanya, jadi nggak usah beli lagi. Saya tahun ini saja sudah bisa memberangkatkan orang tua haji, baru berangkat bulan depan, doakan yaa!" ucap Ucup.


"Eh, beneran bisa dibawa pulang? banyak loh produk-produk nya!" ucap Abdulah mulai tertarik dengan cerita Ucup.


"Iya boleh! atas persetujuan tuan Darel langsung ini, makanya kami berani mengambil! biasanya kami mengambil itu pas tanggal 1-3, lalu tanggal 16-18, dan terakhir tanggal 28-30. Yang penting ngambilnya sesuai kebutuhan aja!" ucap Ucup.


Wahhh, boleh juga nih! itung-itung uangku bisa lebih hemat urusan dapur. Nggak apa-apa lah barang reject juga yang penting masih bisa dikonsumsi! batin Abdulah.


"Hari ini jadwalnya truk barang reject dari cabang 9 datang! palingan juga sebentar lagi, biasanya jam-jam sembilan sudah sampai! aku sampai hafal sama setiap truk cabang datang!" ucap Ucup bangga.


Benar saja, tepat pukul sembilan pagi truk berwarna kuning dengan angka sembilan di sisi kiri dan kanannya terlihat menuju gerbang depan. Segera Ucup dibantu abdulah membukakan pintu gerbang agar truk itu bisa masuk. Saat melewati mereka, sopir truk itu mengacungkan jempol ke arah Ucup dan dibalas dengan acungan jempol dari Ucup.


"Ayo kita lihat barang apa saja yang di reject dari cabang 9!" ajak Ucup.


Sebelum pergi, tidak lupa mereka menutup kembali gerbang itu, agar tidak ada yang masuk.


"Hai, kang Ucup! bagaimana kabarnya? oh ya, apa rumah yang kemarin jadi dibeli?" tanya sopir yang tadi mengacungkan jempolnya ke arah Ucup.


"Alhamdulillah, baik, kang Asep! iya sudah! seminggu lagi rencananya mau pindahan, sekalian saya cuti!" jawab Ucup.


"Ohh, bagus-bagus! rumah disana sangat strategis dan bagus kalau mau dibuat jualan! lagian halaman depannya kan cukup luas, disewakan aja biar lebih untung!" ucap sopir itu yang bernama Asep memberi saran.


"Wahhh, ide yang bagus itu, kang! nanti saya coba rundingkan dengan istri dan orang tua saya!" ucap Ucup senang dengan saran Asep.

__ADS_1


"Eh, ada satpam baru ya, kang?" tanya Asep yang menyadari kehadiran Abdulah.


"Eh, iya, kang! baru hari ini mulai kerja! saya sampai lupa sama kang Abdulah, hehehe maaf ya kang!" ucap Ucup tidak enak hati karena telah mengabaikan Abdulah.


"Salam kenal, saya Asep! sopir truk cabang 9. Dan itu teman saya, namanya Lori!" ucap Asep memperkenalkan dirinya dan rekannya kepada Abdulah.


"Abdulah! senang bisa bertemu kamu!" ucap Abdulah.


"Oh iya kang, ada barang apa aja ini yang dibawa?" tanya Ucup.


"Sebentar, saya cek dulu daftarnya!" ucap Asep mengambil selembaran kertas dari clip board miliknya.


"Ada banyak, kang! ada beras juga, terus ada aneka sosis, minuman botol, pokoknya banyak deh! nih akang lihat saja sendiri!" ucap Asep memperlihatkan kertas di clip board nya yang berisi rentetan barang yang di reject.


"Wahhh, banyak bangat, kang!! nggak sabar nunggu dua hari lagi buat ngambilnya!" ucap Ucup senang.


Abdulah juga tersenyum melihat rentetan tulisan itu. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, yang jelas dia mulai menyukai tempat bekerjanya yang baru.


Barang-barang reject yang baru datang itu diletakkan di tempatnya dibantu dengan karyawan gudang. Lalu disortir kembali apa masalah barang itu di reject. Jika salah nya terletak di bungkusan, maka akan di bawa ke ruangan pengemasan lalu dikemas ulang. Sedangkan barang-barang yang reject pada bentuknya biasanya akan diletakkan kembali di gudang menunggu tanggal-tanggal yang sudah ditetapkan untuk nantinya bisa mereka bawa pulang. Biasanya minuman kemasan jarang yang bisa mereka bawa pulang karena hanya rusak di bungkusnya saja, misal penyok, warna atau tulisan dalam kemasan blur.


Hari ini hanya ada satu truk yang datang ke cabang 5, sehingga tidak terlalu melelahkan. Setelah bel pulang kerja berbunyi, Abdulah dan Ucup pun bersiap untuk pulang dan digantikan oleh satpam shift malam yang terdiri dari dua orang juga bernama Jalu dan Silo. Jalu, Silo, dan Ucup merupakan rekan satu kampung. Mereka berasal dari Tasikmalaya yang merantau di Jakarta untuk mencari rejeki. Ketiganya juga keterima di perusahaan yang sama dan dicabang yang sama cuma Ucup beda shift sendiri dari dua rekannya. Setelah menunggu kedua satpam shift malam, abdulah berkanalan secara singkat lalu mereka pulang ke rumah masing-masing.


Dua hari kemudian, tepatnya tanggal 15 Oktober. Abdulah berangkat dari rumah seperti hari-hari sebelumya. Namun kali ini dia membawa dua buah karung besar. Surti sempat bingung dengan fungsi karung itu, namun ketika bertanya abdulah menjawab kalau karung ini memiliki fungsi yang sangat penting hari ini, begitu jawabnya tadi pagi.


Kemarin Ucup berkata pada abdulah sebelum berganti shift agar membawa wadah sebagai tempat untuk barang-barang yang akan mereka bawa. Ucup juga mengatakan kalau dirinya biasanya membawa satu karung besar sebagai wadah.


Sesampainya disana, Abdulah tidak melihat barang-barang itu, ataupun orang-orang yang berkerumun untuk berebut barang. Aneh bukan? biasanya orang akan langsung berkerumun ketika mendapatkan barang gratis, jangankan gratis yang diskon saja banyak yang memburu. Apalagi emak-emak.


"Cup! kok sepi yaa?" tanya Abdulah.


"Kamu nunggu berebut barang reject yaa? tenang aja, kita nggak bakal berebut kok! tampar kita udah disediakan disana, jadi nanti sebelum pulang, kita kesana buat ngambil barang apapun yang kita butuhkan. Semuanya sudah tertata rapi disana! kalau sudah kita susun lagi biar orang gudang enak bawanya besok!" jelas Ucup.


"Ohhh!! begituu!!" ucap Abdulah manggut-manggut.


"Lalu, barang yang tidak kita ambil dikemanakan?" tanya Abdulah penasaran.


"Biasanya dijual lagi dengan harga murah, lalu kalau sudah mendekati expired, maksimal lima hari sebelum tanggal kadaluarsa akan di sumbangkan ke orang-orang yang kurang mampu. Biasanya mereka akan langsung berkumpul didepan gerbang untuk mengambil barang-barang itu. Tugas kita sangat berat saat itu terjadi, karena biasanya mereka berebut sampai ada yang terinjak-injak saking ganasnya mereka rebutan!" jelas Ucup.

__ADS_1


"Serius sampai ada yang terinjak-injak?" tanya Abdulah tidak menyangka.


"Iyaa, pernah dulu ada dua orang yang terluka akibat terinjak-injak. Maklum lah, mereka baru bisa merasakan makan enak kalau ada barang expired dari sini. Maka dari itu mereka mencoba meraih sebanyak-banyaknya barang kebutuhan mereka. Padahal harus tidak sampai berebut juga kebagian semua kok!" jelas Ucup.


"Eh aku punya ide nih! gimana kalau...." Abdulah membisikkan idenya kepada Ucup.


"Wahhh, ide yang bagus itu, kang!! saya yakin ini pasti berhasil!!" ucap Ucup senang dengan usul Abdulah.


"Akang memang paling top dehh, saya saja tidak kepikiran hal inii!" ucap Ucup memuji Abdulah.


"Ah, bisa saja kamu!! ini kan juga biar kerja kita nggak berat-berat banget!!" ucap Abdulah.


"Bener tuh, bener!!" ucap Ucup membenarkan ucapan Abdulah.


Seperti yang dikatakan oleh Ucup pagi tadi, sebelum berganti shift mereka menuju ke tempat yang berada didekat gudang untuk mengambil barang reject.


"Woahhhhh, banyak banget ini!!" ucap Abdulah saat memasuki tempat itu.


"Hahaha, kaget yaa? saya dulu juga begitu saat baru masuk kesini! ayo ambil barang apapun yang kamu butuhkan! kamu sudah bawa wadahnya kan?" tanya Ucup.


"Sudah-sudah! saya bawa dia karung besar ini!" ucap Abdulah menunjukkan karung bawaannya.


"Wahh, kelihatannya kamu senang sekali yaa! tapi harusnya jangan banyak-banyak bawa wadahnya."


"Kenapa?" tanya Abdulah bingung.


"Iya, soalnya kan masih ada tanggal lain buat ngambil barang reject lainnya. Biasanya barang di tanggal ke dua dan terakhir itu barangnya bagus-bagus. Bukan bagus-bagus sih, tapi enak-enak! saya dulu pernah satu kali dapat buah yang sudah kematangan hampir busuk gitu, jadi nggak bisa dijual!" ucap Ucup.


"Wohh, kalau gitu saya ambil satu karung aja lah!" ucap Abdulah.


"Nah begitu juga boleh! ayo ambil!" ucap Ucup.


Ucup, Abdulah, Silo, dan Jalu yang baru saja datang juga ikut mengambil barang reject itu. Baru sebentar saja, karung yang dibawa Abdulah sudah hampir penuh. Dia mengambil banyak barang mulai dari makanan, juga ada beberapa minuman ada juga kebutuhan kamar mandi seperti sabun dan lain-lain. Sabun mandi yang dia ambil ini sudah berada di plastik tebal. Bentuknya tidak rapi dan juga ada bercak dari warna lain sehingga tidak layak jual. Abdulah mengambil lima bungkus sabun itu. Lumayanlah buat stok di kamar mandi, pikirnya.


"Kang, saya pulang dulu yaa? udah semua nih yang mau saya ambil!" ucap Ucup memikul karung miliknya.


"Iyaa saya juga sudah selesai ini! saya pulang juga yaa!" ucap Abdulah.

__ADS_1


Mereka berpamitan kepada Silo dan Jalu yang masih memilih barang yang akan mereka ambil. Memang perusahaan orang yang terlampau kaya memang beda. Apa tidak rugi yaa kalau dibagikan begini? pikir Abdulah kala mengendarai motornya pulang ke rumah.


__ADS_2