Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 37


__ADS_3

Setelah pesanan jadi, Daniar dan pria asing itu langsung kembali ke mobil.


"Terimakasih ya, udah menolongku tadi dan sekarang malah ditraktir lagi!" ucap Daniar melirik dua bungkus sate ditangannya.


"Heemm, sama-sama. Oh ya kita belum kenalan kan? perkenalkan namaku Zanu!" ucap pria itu yang ternyata adalah Zanu.


"Oh Zanu, aku Daniar!" menyodorkan tangannya.


Zanu pun membalas dengan berjabat tangan.


Nama yang cantik!!


"Oh ya ngomong-ngomong kamu tadi mau kemana?" tanya Daniar basa-basi.


"Aku tadi mau ke bar temanku." jawab Zanu singkat sambil menancap gas menuju rumah Daniar.


Daniar hanya menggelengkan kepalanya.


"Rumahmu lurus dijalan sana kan?" tanya Zanu yang mengingat jalan saat bertemu Daniar tadi.


"Bukan, rumahku masih agak jauh. Itu setelah belokan baru lurus." jawab Daniar memberi instruksi jalan rumahnya.


"Baiklah aku mengerti." ucap Zanu.


Dia lumayan juga!! sudah tampan, baik hati, jago berkelahi lagi, idaman bangetttt!! batin Daniar yang tanpa sadar tersenyum sendiri.


Zanu melihat kearah Daniar yang tersenyum sendiri namun dia enggan untuk mengusik apapun yang sedang dipikirkan wanita disebelahnya itu.


"Eh, rumah ku terlewat!!!" teriak Daniar tiba-tiba.


Citttt.....


Mobil berhenti mendadak.


"Maaf-maaf, aku pikir masih jauh tadi!" ucap Zanu yang terkejut dengan teriakan Daniar yang tiba-tiba.


Mobil Zanu berbalik arah, kemudian berhenti disebuah rumah yang halamannya lumayan luas dengan tanaman bunga disekelilingnya.


"Apa ini rumahmu?" tanya Zanu memastikan.


"Iya! ayo masuk dulu!" ajak Daniar.

__ADS_1


"Sebaiknya lain kali saja, lagi pula ini sudah larut tidak enak nanti. Kapan-kapan saja aku mampir!" ucap Zanu menolak ajakan Daniar.


Memang benar sih yang dikatakan Zanu, kalau orang tuannya melihat seorang pria mengantarnya pulang pasti akan ada sidang besar dirumah.


"Hahaha, kau benar juga. Ya sudah kalau begitu aku masuk dulu, bye!" ucap Daniar melambaikan tangan lalu masuk kedalam rumah.


Zanu masih berdiri sesaat sampai Daniar benar-benar masuk kedalam rumah, kemudian berlalu pergi menuju bar yang ingin dia datangi sedari awal.


********


Di bar milik Arul.


"Dimana si Zen itu lama banget? katanya sudah dijalan tapi sudah 1 jam tidak datang-datang!" tanya Tomi takut terjadi sesuatu pada sahabatnya.


"Tenanglah! aku baru saja menerima telpon dia segera sampai. Ada yang harus dia lakukan tadi makanya terlambat!" ucap Bagas.


Rohan dan Arul hanya diam menikmati minuman masing-masing. Bagas dan Rohan memang tidak minum alkohol, mereka biasa memesan jus buah daripada minuman keras itu.


Tidak lama kemudian sebuah mobil terdengar berhenti diluar.


"Aku rasa itu dia!" ucap Arul.


"Lihat dia, seperti tidak punya dosa saja!" ucap Tomi ketus.


"Sabarlah! jangan suka marah-marah nanti cepat tua loh!" goda Zanu.


"Hahaha, kau benar tuan Zen. Dia memang sudah tua!" timpal Jack yang baru saja datang.


Semua orang tertawa mendengar candaan Jack, kecuali Tomi yang kini menatap Jack tajam.


"Hei, aku dengar dari Harri, Darel dijodohkan dengan seorang wanita apa itu benar?" tanya Rohan.


"Aku dengar juga begitu!" ucap Arul sambil meneguk minuman ditangannya.


"Aku rasa Darel tidak akan setuju, kalian tahu kan bagaimana cintanya dia dengan si Pretty itu. Tapi aku jadi penasaran bagaimana wanita yang hendak dijodohkan dengannya!" ucap Tomi yang tahu benar sifat Darel.


Zanu langsung diam mendengar perkataan Tomi barusan.


Aku harap wanita itu jauh lebih baik dari Pretty dan semoga saja dia bisa menghapus perasaanmu untuk wanita seperti Pretty itu, Darel! batin Zanu.


"Apa yang sedang kau pikirkan, ha?" ucap Rohan sambil menepuk pundak Zanu pelan.

__ADS_1


"Ah, tidak apa-apa. Lebih baik kita minum saja sekarang. Tidak baik menggibahi teman sendiri kan?!" ucap Zanu.


Mereka semua mengiyakan ucapan Zanu. Mereka tahu bahwa Zanu masih terpukul dengan sikap Darel yang belum bisa memaafkannya sepenuhnya.


Tunggu sebentar lagi sobat, aku yakin Darel akan bisa memaafkanmu nantinya! batin Tomi.


Mereka menghabiskan malam di bar Arul hingga tertidur disana.


********


Pagi itu Mentari bangun dari tidur. Dia melihat sekeliling.


"Dimana ini?" tanya Mentari yang mengedarkan pandanganya menatap ruangan asing itu.


"Kau sudah bangun?" tanya Darel yang tiba-tiba masuk.


"Kau? kenapa kau disini? apa kau mau menculik ku?!" ucap Mentari penuh kewaspadaan.


"Aku? menculik mu? untuk apa!! tidak ada untungnya!!" ucap Darel.


"Ini! ganti pakaianmu disana!" tambahnya melemparkan sebuah pakaian dan menunjuk kamar mandi disudut ruangan kemudian pergi.


Dia itu aneh banget sih! kadang baik kadang ngeselin!!! dasar cowok aneh!! umpat Mentari setelah kepergian Darel.


Sedikit demi sedikit Mentari mengingat kejadian semalam dimana Darel datang menolongnya disaat yang tepat.


Kalau dia tidak datang entah apa yang akan terjadi padaku sekarang! sebenarnya dia tidak buruk juga sih, cuma kadang omongannya suka asal njeplak! batin Mentari mengingat pertengkarannya dengan Darel.


Mentari memutuskan untuk mandi dan mengganti pakaiannya yang sudah robek namun ditutupi jas yang dia yakini itu milik Darel.


*


*


*


*


*


Hallo kakak-kakak, hari ini aku up 7 episode ya. Semoga kalian suka sama ceritanya. Jangan lupa vote, like, komen ya terimakasih 😊😉

__ADS_1


__ADS_2