Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 31


__ADS_3

Didalam rumah tuan Sanjaya, Darel, nyonya Ardi dan tuan Ardi sudah duduk diruang keluarga menanti wanita yang ingin dijodohkan dengan Darel.


Ini benar-benar tidak masuk akal! masa iya sih aku dijodohin? sama wanita yang tidak pernah aku kenal pula! lelucon yang buruk!! gerutu Darel dalam hati.


"Kenapa? kau masih tidak setuju dengan perjodohan ini?" tanya tuan Ardi melihat ekspresi Darel.


"Mau gimana lagi, nasib buruk ku saja yang harus dilahirkan di keluarga Sanjaya!" melirik papanya sekilas.


"Sayang, jangan bicara begitu dong! kamu kan belum lihat wanitanya, dia baik kok kamu pasti akan cocok dengan dia!" ucap mama Darel lembut.


"Iya ma!" ucap Darel.


Dalam hatinya masih ada yang mengganjal. Entah mengapa dia merasa tidak nyaman dengan perjodohan ini.


Tidak lama kemudian terdengar mobil berhenti diluar.


"Selamat sore, tuan, nyonya!" sapa Supri.


"Dimana dia?" tanya tuan Ardi berdiri menatap Supri.


Supri menggeser tubuh kekarnya, dan terlihat wajah wanita dibaliknya.


"Ah, Mentari sayang ayo kemari!" ucap mama Darel sambil tersenyum ramah. Ya wanita yang hendak dijodohkan dengan Darel adalah Mentari.


Mentari tidak menghiraukan ucapan nyonya Ardi, matanya tertuju pada lelaki yang berdiri dibelakangnya, Darel begitu pula dengan Darel yang sedari tadi terus menatap Mentari tanpa berkedip.


"Kau?!!" ucap Darel dan Mentari bersamaan sambil menunjuk satu sama lain.


Tuan dan nyonya Ardi melihat mereka bergantian. Sedangkan Harri dan Adi yang berdiri tidak jauh dari mereka juga terkejut dengan kedatangan Mentari.


Nona Mentari? kenapa ada disini? apa jangan-jangan?? batin Adi.


Mentari ada disini? apa wanita yang ingin dijodohkan dengan tuan Darel adalah Mentari? batin Harri.


Joni yang melihat ketegangan yang terjadi diruangan itu menatap dengan penuh pertanyaan.


Apa tuan Darel mengenal wanita itu? batin Joni.


"Sayang kalian sudah saling kenal?" tanya mama Darel.


"Tidak pernah!!" ucap mereka bersamaan lagi sambil mengalihkan perhatian kesisi lain.

__ADS_1


"Mentari, apa sebelum ini kau pernah bertemu putraku?" tanya tuan Ardi sedikit tegas.


Mentari awalnya diam enggan untuk mengenang kejadian waktu itu dimana dia dihina oleh kata-kata Darel yang bahkan masih membekas dihati dan pikirannya.


Oh ya Tuhan, kenapa kau memasukkan ku ke kandang singa lagi! melihat dia saja aku sudah sangat kesal!


Kenapa wanita ini ada disini? ti...tidak mungkin kan dia yang dimaksud papa dan mama?!


"Sayang, ayo jawab apa kalian sudah saling mengenal?" tanya mama Darel lembut sambil membelai rambut panjang Mentari yang dibiarkan terurai.


"Emm, kebetulan saja sebenarnya tante!" ucap Mentari getir.


Kebetulan apanya! kesal Darel.


Mata Mentari dan Darel saling menatap dengan tajam.


"Bagus dong kalau begitu, sayang. Kalian bisa cepat akrab satu sama lain. Oh ya, jangan panggil aku tante dong, aku kan calon mertuamu jadi panggil aku mama saja, dan panggil dia papa!" menunjuk kearah tuan Ardi.


Tuan Ardi sedari tadi masih tidak mengalihkan pandangannya ke Darel karena merasa ada yang ditutup-tutupi oleh mereka berdua.


"Loh, Harri dan Adi juga ada disini?" tanya Mentari yang menyadari kehadiran Adi dan Harri dibelakang.


"Hahaha, tentu saja, nona. Kemana pun tuan kami pergi kami akan selalu ikut, hehehe!" jawab Harri.


Harri tutup mulut lemesmu itu! apa kau tidak melihat aura membunuh disekitar tuan Darel sekarang! jangan cengengesan aja! batin Adi menatap kearah Harri yang masih senyam-senyum.


"Kau juga sudah mengenal mereka, Mentari?" tanya tuan Ardi.


"Tentu saja, om eh papa. Saya selalu melihat mereka berada disekitar tuan Darel!"


Mata nyonya Ardi, tuan Ardi dan Joni langsung membelalak mendengar kata 'tuan' dari mulut Mentari.


Kenapa Mentari memanggil Darel dengan sebutan 'tuan'? batin nyonya Ardi.


"Tuan?" tanya tuan Ardi mengernyitkan dahinya.


"I...iya, pa. Memangnya kenapa?" tanya Mentari takut.


Apa aku salah kata?


"Sayang, jangan panggil tuan Darel dong. Panggil saja Darel dia kan calon suami kamu sekarang." ucap nyonya Ardi.

__ADS_1


"Emm, ta....tapi!" ucap Mentari sedikit ragu.


"Hei gadis bodoh, kalau mamaku bilang sesuatu maka itu yang akan terjadi, jangan membantah!" melontarkan tatapan membunuh kearah Mentari.


Cih, tempramental banget sih jadi cowok! batin Mentari.


"Hem, baiklah!" ucap Mentari lalu tersenyum kearah mama Darel.


Senyumnya manis juga! eh apa yang kau pikirkan Darel!! sadar!!! batin Darel yang keceplosan.


"Sudah-sudah, ayo kita makan saja, masakannya sudah siap! ayo!" ucap mama Darel menggandeng tangan Mentari kemeja makan.


Mereka pun menuju meja makan. Tuan Ardi duduk diujung meja makan, nyonya Ardi duduk disamping kanannya, Mentari duduk disamping nyonya Ardi, sedangkan Darel duduk berseberangan dengan Mentari.


Mereka menyantap masakan yang sudah dihidangkan oleh pelayan disana. Suasana terlihat hening tanpa pembicaraan sepatah katapun.


********


Disebuah kontrakan kecil.


"Tuan saya sudah berhasil masuk ke perusahaan Sanjaya!" ucap seorang wanita yang sedang bertelepon.


"Hem, bagus teruskan tugasmu, jangan sampai ada yang mengetahui rencana kita! jika ada yang mengetahui rencana ini, maka kakak iparmu yang sedang mengandung itu akan.." ucap seorang pria dari sebrang telepon.


"B..baik tuan saya akan menjalankan perintah tuan, ta...tapi tolong jangan apa-apakan kakak ipar saya, hanya dia yang sa..." terpotong.


"Kalau begitu bergerak cepat dan selesaikan sesuai rencana!" ucap pria itu meninggikan suaranya.


Panggilan terputus.


Aku harus bisa mendapatkan dokumen itu secepatnya! kakak tunggu aku, aku akan segera menyelamatkan mu! batin gadis itu.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Hallo kakak-kakak, mohon maaf ya nggak bisa update rutin kayak biasanya soalnya owner lagi sibuk banget. Jadi buat menebus keterlambatan update beberapa hari yang lalu, aku kasih extra part😊 jangan lupa dukung lewat vote, like, komen ya buat nambah semangat aku untuk update ceritanya😉🤭 buat yang udah like dan komen aku ucapkan terimakasih atas apresiasinya😗❤️🙏


__ADS_2