Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 157


__ADS_3

Broto dan anak buahnya meninggalkan Daniar yang masih tidak sadarkan diri terikat di sebuah tiang kapal. Karena aksi Zanu dan yang lain tadi membuat Broto cukup kewalahan hingga dia memutuskan untuk minum-minum bersama kedua anak buahnya.


"Ahh, hari ini kalian puas-puaskan minumnya! setelah menjual barang-barang itu kita akan untung besarrrr!" celoteh Broto ketika sudah mabuk.


"Benar sekali bos! tapi kayaknya ada yang kurang nih bos!" ucap salah seorang anak buah Broto.


"Apa ....apa....hekkk!" ucap Broto sembari bersendawa.


"Bagaimana kalau kita bersenang-senang dengan nona tadi, bos?! buat hiburannn, hahahahaha!"


"Aaaaa....yaaa....ya...yaaa!!!" mengacungkan telunjuknya seolah membenarkan ide anak buahnya.


"Ide mu itu sangat brilian!!!!! wahhh...wah! pasti otak ku yang cerdas itu sudah menular padamu!!" menepuk pundak anak buahnya.


"Ayoo!! kita bersenang...hekkk....senang...dengan wanita tadi!!!" berjalan dengan sempoyongan.


Mereka menuju ke tempat Daniar disekap. Karena mereka meminum cukup banyak alkohol, membuat langkah mereka menjadi tidak seimbang dan menabrak benda disekitarnya.


********


Pagi itu Mentari terbangun dari tidurnya. Melihat ke sisi lain ranjang yang kosong membuat Mentari berpikir bahwa Darel pasti belum pulang. Selesai mandi dan mengganti pem****t, Mentari menekan bel untuk sarapan.


"Iya nona, ada yang bisa kami bantu?" tanya dua penjaga yang masih setia berjaga diluar kamarnya.


"Aku mau sarapan smoothies dan roti dengan selai strawberry." ucap Mentari.


"Baik nona, akan segera saya beritahu koki untuk membuatkannya untuk anda!"


"Apa Darel belum pulang dari semalam? apa tidak ada kabar darinya? bagaimana dengan sahabatku?" tanya Mentari cukup cemas.


"Tuan semalam tidak pulang nona! semalam tuan menelepon sedang dalam perjalanan pulang. Tuan bilang kemungkinan sampai dirumah waktu siang." jelas salah satu penjaga.


"Ah, syukurlah kalau Daniar sudah diselamatkan!" ucap Mentari lega.


"Baiklah, kalian tolong bawakan pesananku ya?!"


"Baik nona, kami permisi dulu!" memberi hormat lalu pergi dari kamar Mentari.


Mentari beranjak dari tempat tidurnya, berjalan menuju lemari baju dan memilih baju mana yang akan dia pakai untuk menyambut kedatangan suaminya. Beberapa dress sexy dan paling indah yang dibelikan ibu mertuanya sudah tergeletak diatas ranjangnya.


Tok....tok...tok...


"Permisi nona, saya mengantarkan makanan anda!" ucap seorang wanita.

__ADS_1


"Iya, masuklah!" ucap Mentari tanpa berpaling dari baju-baju sexy itu.


"Ini sarapannya, nona!" ucap mbok Tini.


"Eh, mbok!" menatap mbok Tini dengan tatapan aneh.


"Iya nona, apa ada yang bisa mbok bantu lagi?" tanya mbok Tini.


"Kalau menurut mbok, baju mana yang harus saya pakai untuk menyambut Darel nanti?" tanya Mentari sembari menunjukkan beberapa baju.


Mbok Tini memperhatikan baju-baju itu dengan seksama.


"Yang ini bagus, non! cocok dengan kulit nona yang putih! modelnya juga bagus, nggak terlalu terbuka!" ucap mbok Tini sembari menunjuk sebuah dress berwarna navy.


"Ah, makasih mbok! untung ada mbok Tini tadi!!!" ucap Mentari bahagia.


"Ya sudah, mbok kembali ke dapur ya non! kalau ada apa-apa panggil mbok Tini!" ucap mbok Tini kemudian keluar dari kamar Mentari.


Mentari menata kembali baju-bajunya ke dalam lemari, menyisakan satu baju yang dipilihkan oleh mbok Tini tadi. Mentari menaiki ranjangnya, mengambil sarapan dan mulai menyantapnya sembari menonton televisi.


Disisi lain Daniar yang sudah diselamatkan tengah tertidur di pelukan Zanu. Untungnya mereka tiba tepat waktu sebelum Broto dan anak buahnya melakukan hal tidak senonoh kepada Daniar. Dan karena dalam kondisi mabuk, mereka dengan mudah mengalahkan Broto dan membawanya ke kantor polisi untuk diadili.


Zanu menatap wajah sembab Daniar sambil mengusap lembut wajah Daniar. Wajah yang biasanya cantik berseri sekarang penuh luka memar bekas tamparan dan beberapa bagian tubuh Daniar terdapat bekas gigitan hewan pengerat.


Masih ingatkan sebelum Darel dan yang lain menyerang tempat persembunyian pertama mereka, dimana Daniar dibawa ke ruang tahanan? disana Broto telah menyimpan tikus-tikus lapar dan Daniar dimasukkan kedalam sana.


"Apa kita antarkan Daniar pulang dulu?" tanya Tomi.


"Em, sebaiknya begitu! apalagi aku yakin kalau ibunya pasti sangat khawatir kepadanya!" ucap Zanu.


"Baiklah! Jack, melaju dengan kecepatan penuh!" ucap Tomi.


Didalam mobil sekarang hanya tinggal, Zanu, Daniar, Tomi dan Jack. Rohan dan anak buahnya sudah lebih dulu pergi ke kantor polisi untuk mengurus Broto dan yang lain. Sedangkan Darel, Adi dan Harri berada di mobil lain yang tengah menuju rumah Darel.


# Flashback On


Broto dan anak buahnya sampai di tempat Daniar diikat. Daniar yang saat itu sudah siuman terlihat ketakutan menatap wajah mesum mereka. Daniar ingin berteriak namun usahanya sia-sia saja karena mulutnya telah disumbat dengan kain. Daniar hanya bisa menangis sambil memberontak berharap dia bisa melepaskan diri.


"Lihat tuh boss! wajahnya cantik, bodynya baguss!! uhhh!!!" ucap salah satu anak buah Broto.


"Benar juga!! hahahaha, aku akan duluan! setelah itu baru kalian!" ucap Broto.


Broto melepas sabuk celananya sembari mendekati Daniar. Daniar yang melihat itu terus memberontak berusaha melepaskan diri.

__ADS_1


Ketika tangan Broto hendak menyentuh Daniar.


"Hah, apa-apaan ini!!!!" marah sambil menatap ke sampingnya.


Zanu berdiri disamping Broto, menjauhkan tangan Broto dengan keras agar tidak menyentuh Daniar. Zanu memuntir tangan Broto kebelakang dan menguncinya hingga Broto berteriak kesakitan.


"Ini peringatan keras untukmu! berani kau menyentuh wanitaku! ku pastikan tanganmu akan hancurrr!!!!" ucap Zanu tidak main-main.


Sepasang matanya menatap tajam kearah Broto dan dengan sekali serangan Zanu berhasil melumpuhkan Broto.


Krekkkk.....


"Ahhhh!!! sakitttt!!!!! sakitttt!!!!" teriak Broto kesakitan.


"Ini balasanmu karena berani menampar wanitaku!!" mematahkan pergelangan tangan kanan Broto dengan brutal.


Kreekkkk.... bukkkk


"Ahhhh, ampunnnn!!!! sakittt!!!!! ampunnnn!!!! lepaskan akuuu!!!!" teriak Broto kesakitan dan tersungkur ketanah.


"Ini karena kau telah berani menendang wanitaku hingga terjatuh!!!" ucap Zanu setelah mematahkan kaki kanan Broto.


Bukkkkk....


Sebuah tendangan keras dilayangkan Zanu tepat ke perut Broto hingga membuat Broto terguling dilantai.


"Ini karena kau berani membuat wanitaku mangalami hal pahit di hidupnya!!!!"


Ketika Zanu ingin menendang Broto lagi, Rohan menghentikannya dan langsung menyuruh anak buahnya untuk mengikat Broto dan dua kaki tangannya.


"Daniar!!!" berlari kearah Daniar.


Zanu melepaskan ikatan dan kain yang menyumpal mulut Daniar.


"Zanuuuu!!!!! aku takutt!!! hiikss....hikss....hikss....merek....mereka mau menyentuhku tadiii!!! aku takut, Zanu!!!" ucap Daniar langsung memeluk Zanu dan menangis sejadi-jadinya.


"Tenanglah, sekarang kau aman bersamaku!!!" memeluk Daniar dengan erat seolah dia tidak akan melepaskan Daniar lagi.


"Aku sudah berjanji akan menjagamu kan?! dan aku sudah menepati janjiku bukan?" tanya Zanu kepada Daniar.


Daniar hanya bisa menganggukkan kepalanya dan kembali memeluk Zanu.


"Tidak akan aku biarkan siapapun menyakitimu lagi, mengerti?!" janji Zanu pada Daniar.

__ADS_1


Daniar sekali lagi menganggukkan kepalanya dan menangis terharu. Bisa mendapatkan pria seperti Zanu adalah keberuntungan bagi semua wanita.


Dicintai, dilindungi, diterima baik oleh keluarganya, dan dijadikan ratu oleh orang yang paling kita sayang adalah harapan semua wanita. Hal itu jugalah yang dirasakan oleh Daniar. Dicintai seorang pria seperti Zanu serasa mimpi yang nyata baginya.


__ADS_2