Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 86


__ADS_3

Keesokan harinya, Darel dan Mentari pergi Notre Dame Cathedral yang merupakan salah satu pusat keagamaan di Paris yang sering disebut dengan Our Lady of Paris. Notre Dame adalah sebutan Bunda Maria dalam bahasa Perancis. Katedral tempat wisata di Paris ini merupakan Gereja Katedral Katolik Roma di jantung ibukota Perancis.


Kathedral ini merupakan katedral pertama terbesar yang dibangun di Paris. Dibangun pada tahun 1.200 atas inisiasi dari Uskup Maurice de Sully. Ia memberikan respon pastoral, teologis dan spiritual untuk transformasi dalam keuskupannya dengan membangun katedral yang didedikasikan untuk Bunda Maria dan dianggap sebagai salah satu contoh terbaik arsitektur Gothic Perancis.


Notre Dame Cathedral.



Mentari sangat antusias saat mengunjungi tempat itu selain karena dirinya yang menyukai sejarah, Mentari juga belum sempat ketempat itu saat bersama Daniar ketika mengunjungi kakaknya dulu.


"Wahhh, ini indah banget!!!" ucap Mentari sambil melihat-lihat bagian dalam Cathedral.


Darel hanya memandang wanita yang tengah ber wow ria ini dengan tatapan yang entah bagaimana menjelaskannya.


Aku pasti benar-benar sudah gila! bagaimana bisa wanita ini menarik perhatianku dan membuatku memikirkannya setiap saat! batin Darel yang terus menatap Mentari.


Mereka berkeliling hingga siang hari. Mereka melanjutkan perjalanan menuju sebuah restoran terdekat untuk makan siang. Fery menunggu dimobil. Dia dan salah satu anak buahnya tidak ingin mengganggu bulan madu Darel dan Mentari maka dari itu sedari tadi mereka hanya menunggu dimobil saja dengan sesekali mencari cemilan untuk mereka makan.


"Mentari?" panggil seseorang dari arah belakang.


Mentari menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya tadi. Dan betapa terkejutnya Mentari ketika melihat kakak Daniar berdiri dibelakangnya.


"Kak Galih? apa kabar?" tanya Mentari yang langsung berhamburan mendekati Galih, kakak Daniar.


"Baik, kamu apa kabar? kok ke Paris nggak ngabarin dulu aku kan bisa jemput kamu di bandara." ucap Galih tersenyum manis kearah Mentari.

__ADS_1


Darel yang melihat keakraban istrinya bersama lelaki lain pun mengepalkan tangannya, menahan emosi.


Dia sudah menikah malah kecentilan sama pria lain! apa dia tidak sadar kalau suaminya ada dihadapannya? batin Darel mulai tersulut emosi.


Mentari dan Galih terlihat sangat akrab hingga membuat Darel langsung mendekati mereka berdua.


"Ehemm, maaf mengganggu reuni kalian yang berharga!" ucap Darel sambil berdiri disamping Mentari.


Galih mengernyitkan dahinya, dan memberi kode kepada Mentari siapa pria yang berdiri disampingnya itu.


"Oh iya aku lupa, kenalkan kak ini Dar.....!" ucap Mentari terpotong.


"Darel Dwi Sanjaya, anak dari tuan Ardi Sanjaya pemilik perusahaan terkenal di seluruh dunia. Dan yang paling penting aku adalah suaminya!" ucap Darel menekankan setiap kata-katanya dan bernada sombong.


Mentari bahkan tidak berkedip mendengar kalimat Darel tadi. Bagaimana bisa orang sesombong dan seangkuh Darel bisa hidup didunia ini dan lebih parahnya lagi dia suaminya? batin Mentari saat itu.


Apa kenapa? bagaimana bisa? apa Mentari diancam oleh pria ini? batin Galih yang masih tidak percaya.


Tidak dipungkiri karena kecantikan Mentari serta kebaikan hatinya membuat Galih menaruh perasaan lebih kepadanya. Meskipun selama ini Mentari menganggap Galih sebagai kakaknya namun Galih tidak bisa mengubur cinta yang sudah terlanjut tumbuh dihatinya dengan mudah.


Bahkan Galih memilih meninggalkan Indonesia dan menetap di Paris hanya untuk melupakan perasaannya kepada Mentari, namun perasaan itu muncul kembali saat dia bertemu dengan Mentari beberapa bulan yang lalu saat Daniar dan Mentari mengunjunginya.


"Apa? benarkah itu Mentari?" tanya Galih masih tidak percaya.


Tolong katakan tidak, aku mohon katakan tidak Mentari! batin Galih.

__ADS_1


"I...iya itu benar kak. Bahkan kami kemari untuk berbulan madu." ucap Mentari dengan menampilkan senyuman yang sedikit dipaksakan.


Aku tahu kau tidak bahagia dengan pernikahan ini! beri aku sebuah tanda bahwa kau tidak menginginkan pernikahan ini dan aku akan membawamu keluar dari penjara yang kau sebut pernikahan ini Mentari! batin Galih menatap Mentari nanar.


"Apa kau tidak dengar apa yang dia katakan tadi? dia adalah istriku! dan kau harus menjaga matamu jika kau mau selamat!" ucap Darel tersenyum penuh arti.


Galih tidak menanggapi perkataan Darel barusan. Dia malah menatap Mentari seolah meminta jawaban dari semua pertanyaan yang ada dibenaknya saat ini.


"Emm, apa Daniar tidak mengatakan apapun kepadamu kak?" tanya Mentari berusaha mencairkan ketegangan yang tercipta diantara mereka bertiga.


"Tidak! kalau Daniar memberitahuku, aku pasti akan langsung terbang kembali ke Indonesia!" ucap Galih sendu.


Eh, ada apa ini? kenapa perkataan kak Galih terlihat sangat sedih seperti itu? dan tuan sombong ini apa-apaan sih, biasanya juga biasa aja kalau ada yang mendekatiku malah terlihat acuh kenapa sekarang berbeda? batin Mentari menatap Darel dan Galih bergantian.


"Emm, baiklah kalau begitu, aku masih ada urusan aku pergi dulu! oh ya selamat atas pernikahan kalian, semoga kalian berbahagia selalu!" ucap Galih langsung beranjak pergi.


"Tahu diri juga dia!" gumam Darel lirih.


"Apa?" tanya Mentari yang mendengar sedikit gumaman Darel barusan.


"Aku lapar, ayo makan!" ucap Darel menatap pramusaji yang sudah menyajikan makanan mereka.


Mentari dan Darel pun kembali ke meja mereka dan menyantap makan siang yang sudah mereka pesan tadi. Tidak ada pembicaraan lagi setelah itu. Mereka fokus pada makanan mereka, atau lebih tepatnya pada pemikiran mereka.


Disisi lain, diparkiran restoran....

__ADS_1


"Siall!!! tidak, aku tidak terima kalau kau menikah secara terpaksa Mentari! kau wanita yang baik, dan kau pantas mendapatkan pria yang baik juga!!! akhhh, sial... sial....sial... kenapa tidak dari dulu aku mengungkapkan perasaanku kepadanya, kenapa??!!!!" teriak Galih didalam mobilnya sambil memukul-mukul setir mobil.


Tidak Mentari, selagi aku masih hidup tidak akan aku biarkan siapapun mendekati atau bahkan menyakitimu! termasuk orang yang menjadi suamimu! batin Galih.


__ADS_2