Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EXTRA PART VIII


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu. Peluncuran desain baju terbaru dari perusahaan Darel hampir tiba. Darel juga telah menyewa beberapa model untuk mempromosikan desainnya ini. Namun ada satu kendala dimana desain baju anak perempuan belum ada yang cocok. Darel tidak ambil pusing, dia pun meminta Hyuna untuk menjadi modelnya. Dengan syarat, wajah Hyuna harus dibuat sebeda mungkin dengan wajahnya.


Hari pemotretan telah tiba. Hyuna ditemani oleh Iwang dan kedua kakak kembarnya memasuki perusahaan Darel.


"Ayah!" sapa Iwang saat mereka tiba di ruang pemotretan.


"Sayang! ayo cepat kamu ganti baju. Kalian, dandani dia, rubah wajahnya agar tidak dikenali. Buat seperti dia adalah orang lain. Saya tidak ingin wajah asli putriku terekspos." perintah Darel kepada MUA.


"Baik, tuan!" ucap MUA.


MUA itu pun mulai mendandani Hyuna seperti yang diminta Darel. Walaupun begitu, wajah Hyuna tetap menampilkan kesan imut dan lucu dari gadis kecil itu walaupun wajahnya seperti orang lain. Selesai dirias, Hyuna diminta berganti baju yang akan di luncurkan.


Baju bernuansa merah dengan warna putih itu pun melekat indah di tubuh Hyuna. Bagian bawah dress dibuat mengembang setinggi lutut, berkerah sabrina.


"Oke, ayo selanjutnya!" ucap fotografer.


Hyuna berjalan ke tempat pemotretan. Berpose dengan lentur seolah-olah dia adalah model profesional.


"Oke, bagus!! terus!! Yap!! cantik sekalii!" puji fotografer saat melihat pose Hyuna yang tampak indah di depan kamera.


Tidak sampai sepuluh menit acara pemotretan pun telah selesai. Darel menghampiri fotografer untuk melihat hasil dari fotonya.


"Putri anda sepertinya sangat berbakat di bidang ini, tuan. Dari pose-posenya, ekspresinya, semuanya sangat sempurna." puji fotografer.


"Terimakasih atas pujiannya. Nanti bayarannya akan saya kirim setelah foto ini jadi sesuai perjanjian." ucap Darel.


"Tentu, kalau begitu saya permisi dulu!" ucap fotografer pamit.


"Silahkan!" ucap Darel.


"Papi, aku haus!" rengek Hyuna saat fotografer itu baru pergi.


"Bentar ya sayang! papi masih ada urusan ini, bentar lagi selesai kok." ucap Darel.


"Tapi aku haus, papi!" rengek Hyuna lagi.


"Sama kakak aja, biar papi selesaikan urusannya dulu, gimana?" tawar Iwang.


"Boleh deh. Papi, Hyuna beli minum sama kakak ya?" ijin Hyuna.


"Oke, jangan jauh-jauh ya! habis itu langsung balik ke sini!" ucap Darel.


"Oke!" jawab keduanya serempak.

__ADS_1


Shaki dan Kaivan memutuskan untuk ikut karena mereka juga bingung mau berbuat apa disana. Untungnya di dekat sana ada sebuah supermarket, mereka pun memutuskan untuk membeli minuman disana.


"Kalian ambil yang kalian mau ya, nanti biar kakak yang bayar!" ucap Iwang pada ketiga adiknya.


"Oke, kakak!!" jawab ketiganya.


Mereka pun membawa keranjang belanjaan sendiri-sendiri lalu berpencar untuk membeli yang mereka inginkan. Supermarket itu termasuk lengkap, buah-buahan, jajanan, kue, daging, sayuran dan lain-lain tersedia disana. Hyuna mengambil beberapa minuman susu dengan rasa strawberry. Iwang yang melihat itu langsung memborong semua varian susu dengan merk itu kedalam keranjangnya.


"Kak, kok banyak banget?!" tanya Hyuna.


"Nggak apa-apa, kamu kan suka! ayo apalagi?" tanya Iwang.


Lalu Hyuna berjalan ke rak berisi snack. Dia mengambil beberapa bungkus snack yang menarik perhatiannya. Seperti sebelumnya, Iwang kembali memborong semua snack yang dibeli Hyuna.


"Kak, jangan banyak-banyak!" tegur Hyuna.


"Udah nggak apa-apa, kakak yang bayarin kok!" ucap Iwang.


Lalu Hyuna berjalan lagi ke tempat buah-buahan. Dia mengambil satu pack kecil strawberry korea yang terkenal dengan rasanya yang manis. Lalu Hyuna juga mengambil satu pack durian monthong. Selain strawberry, Hyuna juga sangat menyukai buah durian, dan masih banyak lagi. Biasanya jika Hyuna membeli durian, dia akan kembali manggis juga.


Iwang lagi-lagi mengambil satu semua strawberry korea yang ada di rak itu, juga durian monthong yang hanya tinggal 5 buah. Iwang juga memborong satu karton buah manggis.


"Sudah? apalagi yang mau dibeli?" tanya Iwang pada Hyuna.


"Sudah-sudah, kak! itu aja!" ucap Hyuna.


"Dek, kalian ke depan aja dulu biar kakak yang bayar." ucap Iwang.


"Beneran kak?" tanya Shaki memastikan.


"Iya, beneran!" ucap Iwang.


"Ivan sama Hyuna, kalian kembali ke mobil aja dulu, biar aku disini bantu kakak." ucap Shaki.


"Ya sudah boleh kalau gitu. Ivan, jaga Hyuna ya! jangan usil sama dia." ucap Iwang memperingati.


Sebagai seorang kakak, tentunya Iwang paham benar dengan sifat masing-masing adiknya. Kaivan yang memang lebih sering menjahili Hyuna itu selalu membuat Iwang geleng-geleng kepala namun juga merasa lucu dengan tingkah keduanya.


"Iya-iya kakak, aku nggak bakalan jahilin Hyuna kok!" ucap Kaivan dengan wajah ditekuk.


"Hyuna duluan ya kak." ucap Hyuna.


Hujan berjalan keluar supermarket itu disusul Kaivan. Sesaat hendak memasuki mobil, Hyuna meminta ijin kepada Kaivan untuk pergi ke toilet karena dia mendadak ingin buang air kecil.

__ADS_1


"Eh, kak, aku mau ke toilet bentar yaa!" ucap Hyuna.


"Biar kakak temenin yaa." ucap Kaivan.


"Nggak usah! Hyuna kan udah besar, nggak perlu ditemenin. Kakak tunggu sini aja, Hyuna nggak bakalan lama kok." ucap Hyuna.


"Yaudah, tapi beneran jangan lama-lama loh. Nanti kak Iwang nyariin kamu!" ucap Kaivan.


"Iya-iya!" ucap Hyuna.


Hyuna pun berjalan meninggalkan Kaivan menuju ke toilet umum yang memang tersedia di supermarket itu.


Selang lima belas menit berlalu, Iwang dan Shaki akhirnya keluar dari supermarket itu membawa belanjaan mereka.


"Loh, Ivan, Hyuna mana?" tanya Iwang saat melihat Kaivan yang berdiri di dekat mobil namun Hyuna tidak ada didekatnya.


"Kakak!!" panggil Kaivan dengan raut wajah panik.


"Kenapa? Hyuna kemana?" tanya Iwang.


"Tadi Hyuna ijin mau ke toilet, kak. Aku juga udah nawarin buat nemenin dia tapi dia nggak mau akhirnya Hyuna pergi sendiri. Tapi udah lima belas menit Hyuna belum balik-balik juga. Aku udah coba periksa ke toilet tapi dianya nggak ada!!" jelas Kaivan.


"Apa?! Hyuna nggak ada?! maksudmu dia hilang?!! Ivan, kan kakak udah bilangin jaga Hyuna. Terus gimana kita ngomongnya ke ayah kalau begini??" tanya Iwang panik.


Shaki langsung melihat ke sekitar. Bola matanya menangkap sebuah kamera CCTV yang terpasang di sekitar sana.


"Kak, hubungi papi saja. Karena untuk melihat rekaman kamera CCTV hanya papi yang bisa melakukannya." ucap Shaki.


Iwang melihat sekeliling. Dan benar saja, ada beberapa kamera CCTV yang terpasang di sekitar sana. Dengan segera Iwang mengambil ponselnya, menghubungi Darel untuk memberitahu masalah Hyuna.


"Hallo, ayah! ayah ada kabar buruk! Hyuna hilang, ayah! ayah cepat kesini ya, aku udah kirim alamatnya." ucap Iwang.


Darel dari sebrang telepon sana terdengar sangat panik saat mendengar Hyuna hilang. Panggilan pun terputus tidak lama kemudian.


"Gimana kak?" tanya Shaki.


"Ayah dalam perjalanan kesini!" ucap Iwang.


"Maafin Ivan, kak! Ivan nggak becus jagain Hyuna!" ucap Kaivan lirih.


Terlihat bocah itu sangat menyesal karena merasa gagal menjaga adiknya.


"Sudah nggak apa-apa. Ini bukan salah kamu kok. Kakak yakin ayah juga nggak bakal nyalahin kamu! yang terpenting sekarang, kita harus bisa temuin Hyuna secepatnya!" ucap Iwang menyemangati adiknya.

__ADS_1


Kaivan menatap Iwang yang menatapnya dengan teduh. Selalu saja seperti ini. Iwang selalu menjadi penyemangat bagi Shaki, Kaivan, dan Hyuna. Aura positif yang ada di diri Iwang seolah memberikan kekuatan tersendiri bagi mereka bertiga.


Dimana kamu, dek?! semoga kamu baik-baik saja!! batin Iwang.


__ADS_2