Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 199


__ADS_3

Darel, Zanu dan Adi sudah sampai di tempat mereka mencari Suli. Seperti rencana awal, mereka berpencar untuk mencari keberadaan Suli di tiga titik agar mempercepat proses pencarian.


"Dwi, sebaiknya kita juga berpencar. Siapa tahu ada yang mengenali wanita ini. Adi kau ke sebelah, aku kesana, dan Dwi kau kesana!" ucap Zanu membagi arah.


"Oke!" ucap Darel.


"Baik!" ucap Adi.


Mereka bertiga kembali berpencar dengan membawa sebuah foto milik Suli.


"Permisi, apa anda pernah melihat wanita ini disekitar sini?" tanya Zanu saat menemui beberapa orang.


"Maaf apa anda pernah melihat wanita ini disekitar sini?" tanya Darel kepada siapapun yang dia temui.


"Apa anda mengenali wanita ini?" tanya Adi kepada penduduk sekitar.


Darel, Zanu dan Adi terus mencari Suli hingga sebuah panggilan dari walkie talkie memanggil mereka.


"Hallo-hallo, Zanu! Zanu!" panggil Tomi dari walkie talkie.


"Ya Tomi, ada apa? kau menemukan sesuatu?" tanya Zanu.


Saat ini Darel dan Adi sudah berada didekat Zanu mendengarkan obrolannya dengan Tomi melalui walkie talkie.


"Yah, aku punya informasi mengenai wanita itu. Segera kesini! Tim Bagas sudah dalam perjalanan kemari." ucap Tomi.


"Baik kami kesana sekarang!" ucap Darel.


Darel, Zanu, dan Adi langsung berlari menuju mobil mereka. Secepat mungkin mereka menuju tempat Tomi.


Sesampainya di tempat Tomi, Darel melihat tim Bagas juga sudah berada di sana.


"Kalian sudah sampai! baguslah kalau begitu. Gini, aku mendapat informasi dari salah satu penduduk disini kalau dia pernah melihat Suli dengan seorang anak laki-laki. Dia bilang anak laki-laki itu memanggilnya dengan sebutan kakak." jelas Tomi seperti yang dijelaskan penduduk yang dia temui tadi.


"Dimana tempatnya tinggal?" tanya Darel tidak sabaran.


"Ada di gubuk tua diujung jalan ini!" ucap Arul.


"Kita kesana sekarang!" ucap Darel.


Mereka berjalan menuju gubuk tua tempat persembunyian Suli. Namun saat mereka hampir sampai di gubuk itu...


Dor....dor....dor.....


Terdengar sebuah suara tembakan dari arah. gubuk tua.


"Rel?!" ucap Tomi sembari memandang ke arah Darel.


Darel langsung berlari menuju gubuk itu disusul yang lain.


Terlihat oleh mereka seorang wanita dan anak laki-laki melawan banyak pria yang dia yakini mereka adalah anak buah dari Jo.


"Sial kita keduluan mereka! cepat bantu dia!" perintah Darel.


"Kak, mereka banyak sekali!" teriak Andre mulai pasrah.


"Andre awas!!!" teriak Suli menatap Andre.


Andre yang sudah kelelahan menghadapi anak buah Jo hampir saja ditusuk di bagian belakang perutnya. Untung Darel dengan sigap melumpuhkan tangan anak buah Jo sehingga pisau itu jatuh ketanah.

__ADS_1


"Kau bersembunyi saja! biar kami yang melawan mereka!" ucap Darel melindungi Andre.


"Kalian?!" tanya Andre sedikit ragu dengan kedatangan Darel dan yang lain.


"Cepat!!! tidak ada waktu lagi, bawa kakakmu bersembunyi juga!" perintah Darel.


Andre menuruti perintah Darel dan berlari menuju Suli yang sudah terluka dibagian lengannya. Andre membantu Suli berdiri lalu mereka bersembunyi ke tempat yang aman namun masih bisa memantau Darel dan yang lain.


"Kak, kakak tidak apa-apa?" tanya Andre khawatir.


"Mereka, mereka itu tuan muda di pulau itu!" ucap Suli memegangi lengannya yang berdarah.


"Untuk apa mereka kesini?" tanya Andre.


"Kakak tidak tahu, tapi kakak rasa mereka orang baik! hanya tampangnya saja yang agak seram!" ucap Suli.


Disisi Darel.


"Sudah lama aku tidak bermain tinju! mari kita bermain-main sekarang!" ucap Tomi sembari memukulkan kedua kepalan tangannya.


"Banyak ba*ot!" ucap anak bua Jo.


Tomi menepis semua serangan yang diberikan anak buah Jo kepadanya. Tanpa terluka dan bahkan tanpa mengeluarkan tenaga sedikitpun. Hingga anak buah Jo itu kelelahan, Tomi baru meninju perut pria itu sampai terdorong jauh ke belakang.


"Apa yang kalian lihat? cepat hajar diaa!!" kesal anak buah Jo yang baru saja mendapat tinju dari Tomi.


Tidak jauh berbeda dengan Tomi, Arul, Darel, Zanu, Rohan, Jack, Adi dan Harri juga berkelahi melawan musuh mereka masing-masing. Bagas yang tidak terlalu ahli dalam bertarung memilih menyemprotkan cairan cabai ke mata anak buah Jo hingga mereka berteriak kesakitan.


Serrtttt.....serttt....serrtttt......


Bagas menyemprotkan cairan itu ke mata anak buah Jo yang hendak mendekatinya.


"makanya jangan macam-macam denganku! makan tuh cairan cabai!" ucap Bagas kembali memasukkan cairan cabai itu kedalam saku bajunya.


Di posisi Darel. Zanu yang tengah sibuk melawan musuhnya tanpa sadar ada salah satu anak buah Jo yang membidikkan tembakan kearahnya. Darel yang mengetahui itu bergegas berlari kearah Zanu.


Dorrr.....


"ZENNNN, AWASSSSSS!!!!!!" teriak Darel berlari kearah Zanu.


Zanu melihat kearah Darel yang berlari kearahnya lalu tiba-tiba mendorongnya hingga terjatuh ke tanah.


"Akhhh!!!" teriak Darel.


Untung saja peluru itu meleset dan hanya meninggalkan sedikit luka goresan di pipi Darel.


"Dwi?! Dwi?!!!!" panggil Zanu yang langsung menghampiri Darel.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Zanu khawatir.


"Aku tidak apa-apa hanya luka kecil saja!" ucap Darel.


"Woi, cepat kabur!!!" ucap anak buah Jo yang masih selamat.


Mereka melarikan diri karena sudah kalah telah meskipun jumlah mereka menang banyak.


"Kak mereka sudah pergi!" ucap Andre ketika melihat anak buah Jo sudah meninggalkan gubuk mereka.


Andre dan Suli keluar dari tempat persembunyian mereka lalu menghampiri Darel dan yang lain.

__ADS_1


"Terimakasih sudah membantu kami!" ucap Suli.


"Kami butuh bantuanmu!" ucap Arul.


"Aku? maaf aku tidak bisa! aku bukan lagi penembak jitu seperti dahulu. Sekarang kami hanyalah buronan dari kelompok Nerezza saja, dan kalian sudah melihatnya bukan tadi." ucap Suli.


Memang benar Suli sudah bertekad untuk tidak kembali kedalam dunia bawah lagi. Apalagi ada Andre yang masih harus dia lindungi sekarang.


"Kami bukan memintamu untuk kembali ke dunia bawah. Begini saja ikutlah kami ke pulau dan kami akan menceritakan semua disana! lagipula tempat ini sudah tidak aman untukmu dan juga adikmu!" ucap Zanu.


Suli dan Andre terlihat saling pandang. Cukup lama sekali hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ikut ke pulau Zanu.


"Baiklah! tapi kalian tidak akan memaksa ku kembali ke dunia bawah kan?" tanya Suli menyakinkan dirinya sendiri bahwa pria-pria dihadapannya ini bisa dipercaya.


"Tidak akan!" ucap Tomi.


"Baiklah ayo!" ucap Suli.


Mereka semua kembali menuju pulau Zanu. Suli satu mobil dengan Bagas, Rohan, dan Harri sedangkan Andre satu mobil dengan Tomi, Arul, dan Jack.


Sesampainya mereka dipulau Zanu.


"Wehh-wehhh! mereka kembali bersama Ratna!" teriak salah satu pelayan dirumah itu yang mengenali Suli.


"Apa? Ratna kembali? bersama para tuan muda?" ucap salah seorang koki yang terkejut sambil ikut melihat keluar jendela.


"Sebenarnya apa yang Ratna lakukan sampai-sampai para tuan muda itu mencarinya?" tanya koki yang memberitahu keberadaan Suli tadi.


"Entahlah! apapun itu, pastilah perkara yang besar!" ucap rekannya.


Duh Ratna, kau berbuat apa sih sampai para tuan muda ini mengincarmu? batin koki itu bertanya-tanya.


"Ayo masuk!" ajak Zanu kepada Suli dan Andre untuk memasuki rumahnya.


"Emm iya!" ucap Suli ragu.


Suli merangkul Andre sembari berjalan memasuki rumah. Dia berjalan dibelakang para tuan muda.


"Baiklah semuanya, perkenalkan ini Suli!" ucap Zanu memperkenalkan identitas asli Suli.


Banyak kebisingan setelah Zanu menyebutkan nama Suli dan bukan Ratna seperti yang mereka kenal sebelumnya.


"H...hai semua! kita ketemu lagi, ditempat yang sama!" sapa Suli kepada rekannya walau hanya satu minggu.


"Maaf sebelumnya, bukannya aku berniat untuk membohongi kalian. Tapi ini adalah bentuk dari penyamaran ku agar musuh tidak ada yang mengenaliku!" jelas Suli.


"J...jadi kau itu Suli? bukan Ratna?" tanya koki yang memberitahu alamat Suli.


"Ya, aku Suli! Ratna hanyalah nama samaran untuk aku bisa bekerja disini karena aku juga butuh uang untuk makan. Dan ini adalah Adikku, Andre!" ucap Suli memperkenalkan Andre.


"Tunggu-tunggu! aku masih tidak mengerti Ratna, emmm maksud ku Suli! kau mempermainkan kami?" tanya koki itu terlihat kecewa.


"Mempermainkan darimana? itu bentuk perlindungan dirinya dari bahaya! asal kalian tahu Suli ini adalah penembak jitu yang sedang banyak diburu oleh kelompok mafia lain. Jadi tidak heran kalau dia menyamar seperti itu!" jelas Bagas.


"Sepertinya masalah itu kalian selesaikan sendiri dengan Suli. Sekarang dia akan bersama kami untuk membahas masalah kami!" ucap Darel.


Pada pelayan itu bubar ke tempatnya masing-masing, sedangkan para tuan muda juga Suli dan Andre dibawa keruang rahasia disana.


Pasti teman-teman kecewa banget padaku karena sudah menipu mereka! huhhhh maafkan aku, aku juga tidak ingin seperti ini keadaannya! batin Suli sambil terus mengikuti langkah para tuan muda.

__ADS_1


__ADS_2