Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 47


__ADS_3

Darel berada didalam kamarnya, raut wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang kesal saat ini.


"Berani-beraninya dia mematikan panggilanku bahkan sebelum aku selesai bicara!! lihat saja kau nanti!!" ucap Darel sambil meremas ponselnya.


Ponsel itu hanya sedikit retak dibagian samping akibat remasan Darel yang kuat.


********


Mentari dan Wisnu masih berlama-lama dikios kaki lima itu. Mereka bercerita banyak hal, tertawa bersama seperti sepasang kekasih.


Mereka berdua bahkan tidak mengetahui kalau sedaritadi banyak pasang mata yang menatap kearah mereka terutama para wanita.


"Lihat wanita itu, kok bisa sih wanita sederhana seperti dia bisa dapat pria yang keren dan gagah itu!" sirik seorang wanita pada temannya.


"Iya, aku rasa dia pasti bermain curang buat dapetin tuh cowok!" timpal sahabatnya dengan memandang Mentari sebelah mata.


Banyak diantara mereka yang iri akan kedekatan Mentari dengan Wisnu yang dipikir sepasang kekasih itu, namun tidak banyak juga dari mereka yang memuji dan mencocokkan keduanya bahkan mereka berdoa agar diberi kekasih seperti Wisnu.


"Permisi, nak kalian ini pasangan muda ya?" tanya ibu-ibu yang kira-kira sudah berumur 58 tahun.


Mentari dan Wisnu saling bertatapan bingung. Mereka tidak tahu harus menjawab apa dengan pertanyaan itu.


"Ke...kenapa ya bu?" jawab Mentari yang dibalas dengan pertanyaan juga.


"Tidak apa-apa hanya bertanya saja. Jadi kalian ini pasangan muda atau bukan?" tanya ibu itu dengan nada sedikit meninggi.


"Bukan kok bu, kami hanya teman saja!" Jawa Wisnu yang sebenarnya merasa canggung dengan situasi itu.


"Oh hanya teman toh! ibu pikir kalian ini pasangan muda." ucap ibu itu sambil melirik tidak suka pada Mentari.


Mentari dan Wisnu hanya diam saja. Wisnu memang tidak se-kharismatik Darel, namun tubuh atletis, wajah tampan, dan kekayaannya tidak jauh berbeda dari Darel. Bahkan sebenarnya Wisnu sendiri memiliki beberapa butik terkenal peninggalan ibunya, sebuah rumah sakit dan 3 buah mobil sport peninggalan ayahnya dan beberapa tanah serta rumah mewah hasil dari kerja ayahnya yang telah mengabdi pada keluarga Sanjaya selama hampir 40 tahun lamanya. Bahkan sampai akhir hayatnya pun ayah Wisnu masih mengabdikan dirinya pada keluarga yang sekarang Wisnu juga mengabdikan dirinya disana.


Tentu saja para wanita itu tergoda dengan mobil dan pakaian bermerk yang dikenakan Wisnu. Meskipun terlihat sederhana namun barang-barang bermerk tidak terlepas dari style seorang Wisnu. Yah, meskipun harganya tidak terlalu selangit sih, berbeda dengan Darel dan yang lainnya.


Selain baju kantor, Wisnu lebih menyukai kaos dan celana joger khususnya atau pakaian simpel lainnya. Jika dalam acara formal dia lebih memilih memakai setelan jas dengan celana senada yang dia buat khusus dari butik peninggalan ibunya.

__ADS_1


Memang setelah sepeninggal orang tuanya, semua harta yang orang tuanya punya semasih hidup berpindah tangan atas nama Wisnu, makanya dia harus menggaji karyawan butik yang berjumlah 10 orang itu.


Bahkan meskipun tidak bekerja dikeluarga Sanjaya, Wisnu sendiri bisa menghidupi dirinya dan karyawannya. Namun dia lebih memilih mengabdikan dirinya pada keluarga Sanjaya sama seperti ayahnya.


Kembali ke Mentari dan Wisnu ya....


"Saya....saya belum punya pasangan kok buk." jawab Wisnu sedikit ragu dengan perkataannya sendiri.


"Nah kebetulan dong kalau begitu, ibu punya anak gadis cantik, baik dan pinter masak lagi pasti masnya suka deh!" ucap ibu itu berniat mencomblangkan anaknya dengan Wisnu.


"Shuru, sini!" panggil ibu itu pada anaknya.


Si anak yang bernama Shuru itu datang menghampiri ibunya.


"Ada apa bu?" tanya anak itu pada ibunya.


"Nah, ini anak saya mas, cantik kan? nggak kalah cantik sama si nooo!" ucap ibu itu melirik kearah Mentari.


Wisnu dan Mentari menahan tawa melihat anak dari ibu itu yang dibilang cantik.


"Hallo, kenalkan nama aku Shuru!" ucap wanita itu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.


"Wisnu!" jawabnya mengjabat tangan Shuru sebentar.


Shuru, gadis yang sedikit tinggi dengan tubuh kurus, rambut kuncir dua dan berponi yang dibelah tengah serta giginya yang dongos yang memakai lipstik tidak beraturan itu membuat Wisnu dan Mentari menahan tawa setengah mati.


"Mentari, kalau gitu kita pulang yuk, udah malam!" ajak Wisnu berusaha melarikan diri.


"Yaa aku rasa juga begitu!" ucap Mentari mengerti dengan yang dipikirkan Wisnu.


Mereka pun berdiri hendak pergi namun tangan si ibu mencekal tangan Wisnu agar tidak pergi.


"Eh, mau kemana? kan ini belum selesai perkenalannya!" ucap si ibu ngotot.


"Maaf ya bu, tapi ini sudah larut jadi kami harus pulang ya!" ucap Wisnu berusaha melepas cekalan ibu itu pelan.

__ADS_1


"Loh nggak bisa gitu dong, ini anak ibu paling cantik loh sedunia! entar nyesel lagi nggak dapetin anak ibu!!" ucap ibu itu ngotot tidak ingin Wisnu pergi.


Mentari membantu melepaskan cekalan tangan ibu itu, saat sudah terlepas merekapun langsung menuju mobil mewah milik Wisnu dan bergegas pergi. Mentari meninggalkan motornya diparkiran karena situasi yang tidak memungkinkan untuknya mengendarai motornya.


"Jangan khawatir monitorku sayang, aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarmu pulang nanti!" ucap Mentari melayangkan flay kiss pada motor kesayangannya itu lewat jendela mobil.


Mobil pun melaju kencang meninggalkan tempat itu.


Suasana sempat hening sekejap lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahahahahahaha!!!" tawa mereka berdua.


"Bisa-bisanya dia bilang seperti itu cantik sedunia! hahahaha" ucap Mentari merasa geli dengan ucapan ibu-ibu tadi yang melebih-lebihkan anaknya padahal tidak sesuai kenyataan.


"Apa kau tidak lihat caranya memakai lipstik? hahahahahaha!!" tambah Wisnu sambil tertawa.


"Kau benar, jika aku jadi....jadi kau aku pasti akan memilih menjadi jomblo seumur hidupku, hahahaha!" ucap Mentari sambil mengatur nafasnya sambil tertawa.


Mentari dan Wisnu terus tertawa membayangkan kejadian tadi, tanpa sengaja Mentari menepuk-nepuk tangan kiri Wisnu yang sedang menyetir membuat Wisnu mengalihkan pandangan pada Mentari sesaat.


Dia sangat unik! apa....apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? apa aku sedang jatuh cinta? batin Wisnu yang menatap lurus jalanan sambil tersenyum.


"Kau sangat cantik kalau tertawa begitu!" ucap Wisnu keceplosan.


Mentari samar-samar mendengar ucapan Wisnu.


"Apa kau mengatakan sesuatu?" tanyanya.


"Ahahaha tidak kok, lupakan saja!" jawab Wisnu salah tingkah.


Ayolah Wisnu, kau sudah banyak kali bertemu wanita bahkan berbicara pada wanita, tapi yang ini.... kenapa yang ini terasa berbeda sekali?!! batin Wisnu yang merasakan keanehan pada dirinya.


"Oh ya rumahku ada disana!" tunjuknya pada sebuah jalan yang cukup untuk dilewati 1 buah truk.


"Yang itu?" tanya Wisnu menunjuk jalan itu.

__ADS_1


"Ya rumahku ada dipaling ujung!" jawab Mentari memberi arahan.


__ADS_2