
Daniar sampai dirumah Sasa, temannya.
"Niar!!" teriak Sasa senang saat melihat temannya datang berkunjung.
"Hai, apa kabar! lama nggak ketemu!" ucap Daniar basa-basi.
"Aku baik-baik aja kok, kamu sendiri apa kabar?" tanya Sasa balik.
"Aku juga baik kok!" ucap Daniar.
Mata Daniar tertuju pada bunga krisan biru milik Sasa.
"Apa ini bunga yang kau bilang baru beli itu? cantik banget!" ucap Daniar berjongkok dihadapan bunga itu.
"Yups, kau benar. Aku sendiri baru melihatnya tadi ditoko bunga. Dan aku langsung membelinya. Apa kau mau satu?" tawar Sasa.
"Apa boleh?" tanya Daniar tidak percaya.
" Tentu saja! kau tahukan kalau aku tidak suka bunga, begitu juga dengan kau makanya aku beli lebih tadi. Sebentar ya!" ucap Sasa mengambil sebuah pot berisi bunga krisan biru.
"Ini ambilah, jaga baik-baik ya!" ucap Sasa memberikan bunga itu pada Daniar.
"Waaawww, indah banget! makasih Sasa!" ucap Daniar sangat senang.
Sasa dan Daniar pun mengabiskan banyak waktu ditaman rumah Sasa yang terlibat begitu asri dengan ditumbuhi berbagai macam jenis tanaman hijau. Bahkan dihalaman rumah Sasa ada banyak pohon yang berbuah, seperti mangga, rambutan, manggis, kelengkeng, dan ada 3 buah pohon delima dipekarangan belakang. Tidak jarang saat musim panen buah-buahan itu, Daniar dan Mentari mendapat bagian untuk merasakannya karena Sasa selalu membagikan buah-buahan itu pada orang lain dan menyisakan sedikit untuknya.
__ADS_1
Daniar sangat menyukai buah kelengkeng, namun Mentari tidak terlalu suka dengan buah kelengkeng. Makanya saat musim buah kelengkeng bagian Daniar jauh lebih banyak sedangkan Mentari hanya mendapat seperempat dari bagian Daniar saja.
Mentari sangat menyukai buah delima, namun Daniar tidak suka dengan buah itu. Jika musim buah delima, Mentari akan mendapat bagian lebih banyak dari Daniar, dan bagian Daniar hanya akan dimakan oleh orang tuan Daniar saja.
"Wah lihat, kelengkengnya sudah mulai berbunga! hemmmm sebentar lagi panen nih!" ucap Daniar seperti sedang ngidam berat.
"Hahahaha, kamu ini tidak pernah berubah! nanti kalau udah panen, aku kasih yang banyak buat kamu!" ucap Sasa senang.
"Aku akan dengan senang hati menerimanya, hehehe!!" ucap Daniar cengengesan.
Pohon kelengkeng dirumah Sasa berjumlah 8 pohon dihalaman depan 4 pohon, dan dibelakang rumah ada 4 pohon. Pohon mangga miliknya ada 6 buah, dihalaman depan ada 2 buah, dan dibelakang ada 4 buah. Pohon rambutan miliknya ada 5 buah berada dihalaman depan semua, dan untuk pohon manggis ada 9 buah berada dihalaman belakang.
Rumah Sasa sangat luas karena statusnya yang anak pemilik perusahaan marmer terbesar di Indonesia. Jadi tidak heran kalau rumah mewah dengan halaman yang sangat luas itu dia manfaatkan untuk menanam berbagai pohon dan bunga.
"Tidak, kakak ku ada dinegara C, dia akan pulang 1 bulan lagi, selama itu aku tinggal disini sendirian!" ucap Sasa sambil mengganti pot bunganya yang lama dengan yang baru.
"Apa kau tidak takut disini sendirian?" tanya. Daniar.
"Tidak, kenapa harus takut? kamu lupa kakak ku itu overprotektif padaku, makanya dia menyewa penjaga untuk menjagaku baik didalam maupun diluar rumah." jelas Sasa.
Daniar celingukan, tidak melihat siapapun selain dirinya dan Sasa.
"Dimana mereka?" tanya Daniar.
Sasa mengalihkan pandangannya kearah Daniar.
__ADS_1
"Mereka tidak tinggal disini, tapi berada diluar rumah. Aku sudah bilang pada kakak ku kalau aku mau diberikan bodyguard asalkan mereka menjaga jarak dariku." jelas Sasa lalu kembali pada bunganya
"Jika aku dirumah, mereka akan diam diluar, diwarung didepan sana, atau tukang pentol disana, atau orang lalu lalang. Pokoknya mereka ada banyak deh!" ucap Sasa lagi sambil menunjuk tempat- tempat bodyguard sewaan kakaknya.
"Kamu enak dong, ada yang jagain, lah aku kemarin aja ada yang mau melecehkan aku!" ucap Daniar keceplosan.
"Apa? bagaimana bisa? terus gimana, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Sasa khawatir.
"Tidak apa-apa sih, untungnya ada seorang pria yang menolong ku dan mengantarkan aku pulang, jadi aku selamat deh!" jelas Daniar sambil membayangkan wajah pria yang menolongnya malam itu.
"Jangan bilang kalau kamu naksir sama dia, ayo ngaku!!" goda Sasa.
"Apaan sih ya enggak lah, orang kita juga baru ketemu kok!" ucap Daniar berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Sudahlah cepat mengaku, kau suka kan dengan pria itu, ayo ngaku!" goda Sasa sambil mentoel perut samping Daniar membuat Daniar kegelian.
"Sasa, geli tau!" ucap Daniar tertawa karena kegelian.
"Yaudah ayo ngaku!" ucap Sasa memberhentikan aksinya.
"Ya, kalau kita bertemu lagi, berarti kita jodoh!" ucap Daniar malu-malu.
"Aminnnn!!!" ucap Sasa mengamini perkataan Daniar.
Amin!! batin Daniar.
__ADS_1