Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 73


__ADS_3

Disisi lain, dimarkas besar Drago Mark, Dendi sedang membicarakan suatu hal kepada bos besarnya. Dia beserta tiga tawanan yang membuat onar di perusahaan Darel ikut dalam pertemuan tersebut.


"Tuan, mereka baru saja menikah, apa tidak sebaiknya kita menculik wanita itu sekarang?" tanya Dendi.


"Tidak, jangan! tunggu dulu sebentar lagi, jika kita menculiknya sekarang itu tidak akan berkesan padanya." jawab bos besar.


"Kenapa anda bisa sangat yakin tuan?" tanya Dendi yang tidak paham maksud perkataan tuannya ini.


"Dendi... Dendi, sudah berapa lama kau bersama dengan keluarga itu ha? apa kau lupa bagaimana sifat anak ingusan itu?" tanya bos besar sambil mengulas senyum liciknya.


Dendi merasa diingatkan kembali pada kisah dulu. Rasa sakit dan api dendam yang sampai sekarang bahkan tidak pernah ingin dia matikan.


"Apa yang anda maksud karena Darel tidak memiliki perasaan pada wanita itu?" tanya Dendi setelah cukup lama terhanyut dalam kehidupannya dahulu.


"Hahaha, kau cerdas juga ternyata, tidak salah aku mempekerjakan mu sebagai tangan kananku sekarang!" ucap bos besar sambil tertawa.


Ketiga orang pembuat onar itu hanya diam, mendengarkan perkataan kedua orang yang sudah menyelamatkan hidup mereka.


Ada hubungan apa orang-orang ini dengan Darel? batin Banu.

__ADS_1


"Setelah benih-benih cinta itu muncul diganti Darel, barulah kita rampas wanita itu dari sisinya. Aku akan buat wanita cantik itu sebagai budak s*x ku dan aku akan membuatnya memuaskan ku setiap hari, hahahahaha!" tawa bos besar menggelegar.


Dendi ikut tertawa mendengar rencana bosnya itu. Sungguh rencana yang sangat matang pikirnya. Dia tahu bahwa saat ini mungkin benih cinta itu sudah mulai tumbuh, namun Darel masih belum bisa menerima hal itu.


Tidak apa-apa hanya menunggu waktunya saja, dan aku akan merampas dia dari mu Darel! batin Dendi penuh dendam.


Dendam yang teramat mendalam pada keluarga Sanjaya, terlebih kepada Darel dan tuan Ardi. Entah sudah berapa lama api dendam itu terus menyelimuti diri Dendi, yang jelas ia menginginkan perpecahan dan kesengsaraan untuk keluarga Sanjaya.


********


Pagi mulai menyapa, rerumputan sudah bermandikan embun yang menyejukkan. Mentari mulai bangun dari tidurnya. Dia sedikit terkejut ketika melihat dirinya yang tengah tidur diranjang, sedangkan Dar yang kini resmi menjadi suami sahnya sedang tertidur disofa. Padahal seingatnya semalam dia yang tidur disofa dan Darel tidur diranjang.


Tidak ingin ambil pusing dengan masalah itu, Mentari memilih untuk mandi pagi. Saat Mentari baru masuk kekamar mandi, Darel ternyata juga baru bangun. Matanya langsung menyapu mencari seseorang.


Dimana wanita bodoh itu? batin Darel.


Suara gemericik air di kamar mandi membuat Darel tahu dimana wanita yang dia maksud. Darel pun memilih untuk menghubungi Wisnu untuk mengatur meeting dengan klien dari Korea.


"Hallo Wisnu, tolong aturkan meeting dengan klien dari Korea. Dan tolong juga kau yang mengatur segala sesuatunya dikantor selama aku cuti." perintah Darel dalam telepon.

__ADS_1


"Baik tuan, akan segera saya laksanakan perintah anda!" jawab Wisnu.


Panggilan pun berakhir. Begitu juga Mentari yang baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya yang setengah basah membuat aura tersendiri bagi Darel.


Kenapa dia terlihat sangat menggoda hanya karena rambutnya yang agak basah? batin Darel.


Mata Darel tidak lepas dari Mentari yang sudah menggunakan dress selutut. Merasa aneh dengan tatapan suaminya itu, Mentari pun mengernyitkan dahinya bingung.


"Ada apa?" tanya Mentari sedikit ketus.


Darel tersadar dari lamunannya, dia segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Mentari.


"Lama!" ucap Darel langsung masuk kekamar mandi.


Mentari tertegun dengan perkataan Darel dan sontak berbalik arah menuju kamar mandi dengan raut wajah kesalnya.


"Hei, apa kamu bilang tadi!!!" ucap Mentari sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi hotel.


"Hah, enak aja dia ngatain aku lama. Orang cuma 30 menit aja kok!" ucap Mentari kesal.

__ADS_1


Dasar tuan muda sombong, angkuh, dingin, seenak jidatnya aja ngatain orang lama! batin ?Mentari.


__ADS_2