Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 31


__ADS_3

Hyuna berdiri menatap anak-anak kecil yang kini bermain dirumahnya. Mereka adalah anak-anak tempat daerah kurang mampu kemarin yang Hyuna bantu. Mereka senang sekali bermain di halaman belakang rumah Hyuna yang luas. Sesekali mereka juga makan dan minum yang telah disediakan diatas meja panjang. Minuman berbagai jus dan sirup serta camilan, kue kering, dan makanan lainnya juga tersedia disana, siapa saja yang mau tinggal ambil tanpa malu-malu.


"Senang sekali, lihatin apa?" tanya Kaj yang entah darimana tiba-tiba muncul disamping Hyuna.


Hyuna terkejut dan salah tingkah saat Kaj berada di sampingnya.


"Emm, itu, lihatin anak-anak main!" ucap Hyuna salah tingkah.


"Biasa aja kali, nggak usah salting gitu!" ucap Kaj menyindir Hyuna yang terlihat salah tingkah padanya.


"Dih, gr! siapa juga yang salting!!"bohong Hyuna.


"Kelihatan jelas kali saltingnya!" gurau Kaj.


"Ehh, mana adaaa!!" ucap Hyuna dengan pipi memerah karena malu juga pipinya yang menggembung terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


Kaj sampai terkekeh melihat ekspresi Hyuna membuat Hyuna terheran-heran.


"Kenapa ketawa? emang ada yang lucu?!" ucap Hyuna.


"Kamu!" ucap Kaj menatap intens kedua bola mata Hyuna.


"Kok, aku?" tanya Hyuna malu-malu.


"Kamu lucu!" ucap Kaj lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah Hyuna yang memerah sempurna seperti kepiting rebus.


"Lihatlah, mereka semakin akrab dan kamu yang lebih lama mengenalnya saja dia tidak kenal kamu! kamu mau dia merebut orang yang kamu sukai, lagi?!" bisik Zoe pada Naruka.

__ADS_1


Tanpa Hyuna sadari, sedari tadi Naruka dan Zoe melihat keakrabannya dengan Kaj. Naruka cemburu tapi dia bukan siapa-siapa Kaj. Tapi meskipun begitu, harusnya Hyuna menghargai perasaannya. Padahal Hyuna tau kalau Naruka menyukai Kaj, namun malah dia yang terus berada didekat Kaj membuat Naruka cemburu.


"Kamu harus tegas, nak! jangan sampai karena kamu lembek begini, kamu akan kehilangan orang yang kamu cintai!" provokasi Zoe.


Zoe tahu, putrinya ini memiliki sedikit gen miliknya meskipun lebih banyak menurun pada suaminya, Juna. Sifat ambisi dan keras kepala Zoe menurun pada Naruka hingga pada usianya yang ke 12 tahun, Naruka mendapat banyak penghargaan. Mulai dari model pendatang baru dengan pengikut terbanyak, sampai model terbaik di Belanda.


Semua itu juga atas bantuan Zoe juga ambisi Naruka untuk menjadi model ternama. Bahkan Naruka harus latihan selama 10 jam di sekolah modeling dan 7 jam latihan privat dirumah dengan mendatangkan guru model terbaik di Belanda. Semua itu membuahkan buah yang manis bagi Naruka hingga berbagai macam pencapaian dia raih atas kerja kerasnya itu.


"Ma, kayaknya mama benar! aku nggak boleh ngalah dalam urusan cinta! aku menyukai Mr. Kaj sejak dulu, bahkan aku lebih lama mengenalnya daripada kak Hyuna. Jadi aku yang berhak mendapatkan cinta Mr. Kaj, bukan kak Hyuna!!!" ucap Naruka.


Zoe tersenyum mendengar ucapan putrinya. Niat Zoe baik, dia ingin putrinya mendapatkan kebahagiannya, meskipun dengan cara yang salah, dia tidak perduli.


"Bagus, sayang! kamu harus kejar cinta kamu! jangan mengalah dengan siapapun!! SI-A-PA-PUN!!!" ucap Zoe sengaja menekan kata terakhirnya.


"Iya mama!!" ucap Naruka menatap tajam ke arah Hyuna yang tengah tersipu malu.


********


"Gimana? enakan di Indonesia apa di Belanda?" tanya Arya pada Kaj.


"Entahlah! kurasa aku lebih menyukai disini! tapi kenangannya pun tak kalah mengerikan." ucap Kaj menerawang jauh.


Pandangan matanya terfokus pada Hyuna yang tengah mengambil makan dengan dikerumuni anak-anak dari daerah kurang mampu. Kaj tersenyum melihat ketulusan dimata Hyuna, bahkan dia sama sekali tidak merasa risih saat anak-anak itu mengerumuninya bagai semut mengerumuni gula. Justru yang dilihat Kaj adalah senyum bahagia dari Hyuna. Wanita ini memang sungguh berbeda.


"Kau menyukai adikku?" tanya Arya.


"Eh, enggak!" jawab Kaj terkejut.

__ADS_1


"Jangan berbohong, aku bisa melihat binar itu dari mata mu!" ucap Arya.


"Dia gadis yang kuat, sekali kau mengenalnya maka kau akan semakin tau keistimewaan dia. Dia berbeda dari gadis lainnya, tapi perbedaan itulah yang membuatnya semakin bersinar lebih terang dibandingkan dengan wanita-wanita lainnya. Aku mengatakan hal ini bukan karena dia adikku, tapi aku mengatakan ini karena aku mengenalnya." ucap Arya yang ikut menatap ke arah Hyuna.


Kaj menoleh ke arah Arya, menatap Arya yang tersenyum memandang Hyuna. Jujur Kaj merasa iri dan cemburu karena Hyuna ditatap seperti itu oleh pria lain. Entahlah, rasa itu muncul begitu saja dihatinya.


"Semakin kau mengenalnya, kau akan semakin terjerat dalam keindahan dirinya!" ucap Arya.


Kaj belum mengerti apa maksud Arya, tapi Kaj menganggukkan kepalanya. Baru mengenal Hyuna sebentar saja dia sudah tertarik pada gadis setengah tomboy itu, apalagi jika sudah mengenal lebih jauh?!


Disisi Hyuna, Alvaro mendatangi Hyuna. Hyuna tau kedatangan Alvaro, tapi dia diam saja seolah tidak melihat kehadiran laki-laki itu.


"Gue mau bicara!" ucap Alvaro kemudian.


"Maaf, aku sibuk!" ucap Hyuna tanpa menoleh ke arah Alvaro membuat Alvaro kesal.


Tanpa aba-aba, Alvaro menarik lengan Hyuna ke tempat yang lebih sepi. Karena sekarang orang-orang berada di halaman belakang, Alvaro mengajak Hyuna ke ruang tamu depan untuk berbicara.


"Apa sih lepassss!!!" sentak Hyuna sambil mengibaskan genggaman tangan Alvaro dari tangannya.


"Gue tau lo belum bisa move on sama gue!!! gue ngaku salah, dan gue ingin lo balik sama gue! gue pengen kita mulai semuanya dari awal! cuma ada gue, sama lo!" ucap Alvaro panjang lebar namun lebih terdengar sebagai pemaksaan.


"Apa?! kamu bilang apa tadi?! memulai semuanya dari awal?! sama kamu? pria yang tidak bisa menjagaku saat teman-temanmy hendak melecehkan aku?! bahkan kamu mendukung perbuatan mereka hingga aku harus membuka identitasku dihadapan publik?! hingga mereka tahu siapa aku sebenarnya dan mulai menjilat padaku?! kau bilang kau ingin memulai semuanya dari awal?! nggak punya otak kamu!!!" maki Hyuna.


Hyuna tidak suka saat orang-orang yang semula membencinya jadi baik padanya setelah mengetahui fakta itu. Hyuna benci diagung-agungkan bak ratu tapi dibelakangnya mereka menggunjing dirinya. Hyuna paling tidak suka dengan kepalsuan. Orang-orang fake seperti itu, Hyuna sangat membencinya.


"Gue nggak suka lo deket sama model itu!" ucap Alvaro jujur.

__ADS_1


"Memangnya apa urusannya dengan kakak kalau aku dekat dengan Kaj? jangan lupa kakak bukan siapa-siapa aku lagi! dan tolong jauhi aku!" ucap Hyuna lalu pergi dari tempat itu meninggalkan Alvaro yang masih terdiam ditempatnya.


Tolong jauhi aku!!! kata itu yang dulu sering Alvaro ucapkan saat Hyuna berada didekatnya. Kini kata itu seolah berbalik dan menyerangnya. Rupanya begini sakitnya tidak dihargai!


__ADS_2