Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EXTRA PART IX


__ADS_3

Darel datang dengan wajah penuh kekhawatiran. Bagaimana tidak?! tadi putra sulungnya memberi kabar bahwa putri satu-satunya telah hilang.


"Kak, aku takut!" ucap Kaivan lirih bersembunyi dibalik tubuh kakaknya.


"Jangan takut, kan ada kakak!" ucap Iwang.


"Bagaimana bisa Hyuna menghilang?" tanya Darel sesaat setelah turun dari mobil.


"Maaf, ayah! Iwang yang teledor menjaga Hyuna tadi. Iwang salah!" ucap Iwang.


"Tidak papi! ini bukan salah kakak Iwang, ini salah Ivan! tadi Ivan diminta jagain Hyuna selagi kakak Iwang sama kak Shaki membayar belanjaan. Tadi Hyuna minta ijin buat ke toilet, harusnya Ivan tetep jagain Hyuna meskipun Hyuna menolaknya! maafin Ivan papiii!!!" akui Kaivan.


Darel yang semula wajahnya tegang mendadak tersenyum penuh kehangatan. Sepertinya dia berhasil mendidik anak-anaknya untuk bersikap tanggungjawab atas apa yang telah mereka perbuat. Darel berjongkok dihadapan Kaivan yang posisinya berdiri dibelakang Iwang. Darel merentangkan tangannya dan Kaivan langsung memeluk Darel dengan sangat erat.


"Papi, bawa Hyuna pulang, papii!!! Ivan janji, Ivan nggak nakal lagii!!" ucap Kaivan.


"Tentu saja! papi akan segera membawa Hyuna pulang!" ucap Darel.


Darel melepaskan pelukannya lalu menatap Adi dan Harri yang berada di belakangnya.


"Periksa CCTV disekitar sini! aku mau tau apa yang terjadi dengan putriku!" ucap Darel.


"Baik, tuan!" ucap Adi dan Harri bersamaan.


Tidak butuh waktu lama, Adi dan Harri berhasil mendapatkan rekaman kamera pengawas. Mereka pun melihat kejadian yang sebenarnya saat Hyuna menuju ke toilet. Rekaman itu didapatkan dari komputer di ruang penjaga lalu disalin ke flashdisk dan diputar lewat laptop milik Darel.


Dari rekaman itu juga dapat diketahui bahwa saat Hyuna hendak memasuki toilet, ada seorang ibu-ibu yang terlihat tengah hamil besar menjatuhkan tasnya. Hyuna pun membantu memungut isi tas dari ibu hamil itu. Mereka pun bercakap-cakap sebentar lalu seorang laki-laki datang dan ikut bercakap-cakap. Percakapan mereka tidak terdengar jelas oleh Darel dan yang lain, namun dari gerakan bibirnya sepertinya pria itu mengucapkan terimakasih kepada Hyuna.


Tidak berselang lama, ibu hamil dan pria terlihat seperti akan pergi. Namun sebelum itu, mereka menjabat tangan Hyuna. Ketika pria itu menjabat tangan Hyuna, raut wajah Hyuna berubah. Pandangannya menjadi kosong dan tidak berekspresi, berbeda dengan sebelumnya. Hyuna pun diajak pergi oleh dua orang itu, dan anehnya Hyuna mengikuti saja kemana dua orang itu pergi.


"Hipnotis?!" tebak Iwang.


"Iya tuan muda! sepertinya nona muda tengah dihipnotis oleh pria itu. Karena seperti yang kita tahu, nona muda tidak akan mau pergi dengan orang asing, apalagi setelah melihat ekspresi dan pandangan kosong dari nona muda, sepertinya memang nona sudah diincar dari sebelum ini!" ucap Adi.


"Apa kalian tidak mendapatkan plat mobilnya?" tanya Darel.


"Ada tuan! tapi tidak terlalu jelas!" ucap Harri.


Harri menunjukkan sebuah foto yang memperlihatkan mobil itu dari arah samping sehingga plat mobilnya terlihat walau ada beberapa yang buram.


"Hubungi Rohan segera! kita butuh alat-alatnya untuk itu!" ucap Darel.


"Baik tuan!" ucap Adi dan Harri.


********


Disisi Hyuna. Hyuna terbangun dengan tangan dan kaki terikat. Ada beberapa anak lagi didekatnya, beberapa anak terlihat seusia Hyuna dan beberapa lagi sudah sedikit besar. Mereka menatap ketakutan, entah apa yang mereka takuti.


"Hai gadis cantik, kau sudah bangun rupanya?!!" ucap seorang wanita.


"Kok perutnya kempes?!" gumam Hyuna menatap wanita itu.


Beberapa jam sebelumnya, Hyuna yang hendak menuju toilet terhenti karena ada seorang ibu-ibu hamil yang tidak sengaja menjatuhkan tasnya. Hyuna pun berinisiatif membantu memungut barang-barang dari ibu hamil tersebut. Ibu hamil itupun berterimakasih kepada Hyuna dan tidak berselang lama suaminya pun datang. Mereka berbincang-bincang sebentar bertanya nama dan identitas lainnya. Hyuna hanya menjawab sekenanya saja. Pria itu hendak memberi Hyuna sejumlah uang sebagai rasa terimakasih, namun ditolak oleh Hyuna. Akhirnya mereka pun berjabat tangan sebelum akhirnya Hyuna kehilangan kesadarannya.


"Ternyata dia penipu?! dia sebenarnya tidak hamil?!" gumam Hyuna lagi.

__ADS_1


"Heh, gadis kecil! dengar tidak aku bicara apa?!!" omel wanita yang tengah asyik memakan sebuah apel itu.


"Iya!" jawab Hyuna.


"Kalian semua akan aku jadikan pengemis di lampu merah. Dan untuk kamu gadis kecil! wajahmu yang seperti ini pasti akan sangat susah dapat uang, jadi aku akan merombak sedikit wajahmu itu agar terlihat lebih menyedihkan!!" ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Hei, kalian kenapa menangis?" tanya Hyuna polos.


"Kami mau pulang!!! kami udah tiga hari disini. Disini dingin, aku mau pulang!!" ucap seorang gadis seusia Hyuna sambil menangis.


"Tenang aja, papa aku pasti bakal segera menyelamatkan kita!" ucap Hyuna dengan sungguh-sungguh.


"Mustahil! kita ditempat yang tidak ada sinyal sama sekali. Walaupun kita bisa kabur, tempat ini seperti labirin yang akan sangat membingungkan. Hanya mereka yang tahu jalan keluarnya." ucap seorang anak laki-laki yang usianya jauh lebih tua dari Hyuna.


"Iya benar itu! pernah dari kami mencoba melarikan diri, tapi hasilnya nihil dan akhirnya tertangkap lagi karena kelelahan tidak menemukan jalan keluar." ucap seorang gadis lagi.


Hyuna melihat ke sekeliling. Tidak dilihatnya kamera pengawas disekitar sini.


"Apa disini tidak ada kamera pengawas?" tanya Hyuna.


"Tidak! seperti yang aku bilang tadi, disini sangat susah sinyal. Jadi tidak ada kamera pengawas disini." ucap anak laki-laki tadi.


"Baiklah!!" ucap Hyuna.


"Heiii!!!! Halloooo!!!! aku butuh bantuannnn!!!" teriak Hyuna.


Dua orang pria yang berbadan cukup besar datang menghampirinya. Mereka terlihat sangat garang bagi anak-anak lain, namun tidak dengan Hyuna. Menurut Hyuna, tampang papinya yang diam saja itu terlihat sepuluh ah tidak-tidak, seratus kali lipat dari tampang dua orang itu.


"Siapa yang berteriak tadi?!" tanya salah satu dari dua orang berbadan besar itu.


"Aku om!!!" jawab Hyuna.


"Ada apa?!" tanya salah satu pria berbadan besar.


"Aku mau ke kamar mandi om, kebelet!!" ucap Hyuna menampilkan raut wajah ingin buang air kecil.


"Dasar bocil meresahkan! ya sudah ayo ikut kami! yang lain tetap disini!!" ucap pria itu.


"Eh, om!!!" panggil Hyuna saat kedua pria itu berjalan lebih dulu.


"Apalagi???" tanya mereka.


"Buka dulu ini!! Hyuna susah mau jalan!" ucap Hyuna.


"Ya-ya!!! nyusahin amat!!" ucap mereka.


Mereka melepaskan ikatan di kaki Hyuna agar Hyuna bisa berjalan dengan mudah.


"Ayo cepat jalan!!" ucap salah satunya.


Hyuna berjalan ditengah-tengah dua pria itu. Mereka berjalan menuju toilet yang ada disana.


"Sudah sana masuk!!! jangan lama-lama!!" ucap salah satu dari mereka berdua saat sudah sampai didepan toilet.


"Omm!!" panggil Hyuna.

__ADS_1


"Apalagiii?!!!" tanya mereka berdua.


"Bukain ininya, susah kalau diikat begini!" ucap Hyuna menunjukkan tangannya yang masih terikat.


"Dasar bocil nyusahin!!" omel mereka.


"Dahlah lepasin aja! lagian cuma bocil juga, bisa apa dia!!" ucap salah satunya.


"Iye-iyee!!"


Akhirnya mereka melepaskan ikatan di tangan Hyuna.


"Buruan sana masuk!!"


"Iya om, jangan ngintip yaa!!" ucap Hyuna lalu memasuki toilet.


"Sorry, kita bukan pedo**l!!! tapi si bos iyaa, hahahaha!!!" ucap salah satu dari mereka dengan suara berbisik di akhir kalimatnya.


Didalam toilet, Hyuna kebingungan bagaimana caranya keluar dari tempat itu. Saat ini otak Hyuna tidak bisa berpikir.


"Eh, kan ada ituu!!! kenapa aku bisa lupa sihh!!!" ucap Hyuna lirih merutuki kebodohannya.


Hyuna lupa kalau Darel membuatkan alat GPS khusus yang ditanamkan di bagian sepatunya. Alat itu terdapat di bagian hak sepatu sneaker miliknya dan dalam keadaan off. Sepatu itu didesain khusus agar salah satu bagian hak nya bisa dilepas untuk ditanamkan GPS tersebut, sehingga dalam keadaan darurat, Darel bisa dengan mudah menemukan anak-anaknya. Itu juga dilakukan kepada Iwang, Shaki, dan Kaivan.


Hyuna melepaskan sneaker kanannya, lalu melepaskan bagian bawah hak nya. Dan benar saja, terdapat sebuah chip pelacak disana. Hyuna pun mengaktifkan chip itu berharap Darel bisa segera mengetahui lokasinya.


"Hei, bocah, lama banget didalam!!!!" teriak pria berbadan besar.


"Bentar ommm!!!" teriak Hyuna.


"Buruan keluar atau gue dobrak pintunya!!!" teriak pria itu lagi.


Hyuna cepat-cepat mengenakan sneaker nya lalu keluar tepat sebelum pria itu mendobrak pintu toilet.


"Lama amat, ngapain aja loo!!" omel salah satu dari mereka.


"Maaf omm!" ucap Hyuna.


"Udah, ayo kita kembali tuan mengirim pesan untuk mengumpulkan semua anak-anak!" salah satu pria dengan memegang ponsel ditangannya.


"Yaudah ayo!"


Mereka pun kembali ke tempat dimana Hyuna dan anak-anak tadi berada. Disana, sudah ada pria yang Hyuna lihat bersama wanita yang dia sangka hamil tadi juga ada seorang pria lagi yang Hyuna belum pernah melihatnya. Pria asing itu memiliki tubuh tinggi tidak terlalu gemuk dengan perut sedikit buncit. Kumis tipis dan juga alis yang tebal membuat Hyuna merinding saat melihatnya. Hyuna kembali berdiri bersama anak-anak tadi.


"Jadi dia yang kau bilang barang bagus?" tanya pria asing itu.


"Benar tuan! bagaimana, cantik bukan?" tanya pria yang pernah dijumpai Hyuna.


"Sangat menarik!!!" ucap pria asing itu sambil menatap ke arah Hyuna dengan tatapan mesu*.


"Tapi Jafar, aku sedang tidak tertarik untuk bermain dengannya!!" ucap pria itu membuang pandangannya dari Hyuna.


"Lalu, anda ingin bermain bersama yang mana tuan?" tanya pria yang baru Hyuna ketahui bernama Jafar itu.


"Aku ingin bermain dengan dia!!" tunjuk pria asing itu kepada gadis di sebelah Hyuna.

__ADS_1


Gadis itu terlihat sangat ketakutan. Emang dari lima anak perempuan disana, gadis itulah yang terlihat lebih tua. Mungkin usianya empat atau lima tahun lebih tua dari Hyuna. Hyuna menatap curiga ke arah gadis itu juga pria asing itu. Wajah ketakutan, keringat dingin dan bibir yang bergetar itu membuat Hyuna semakin curiga atas apa yang akan dilakukan mereka pada gadis disampingnya itu.


Kenapa dia se takut itu, memang apa yang akan mereka lakukan padanya?? batin Hyuna menerka-nerka.


__ADS_2