Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 5


__ADS_3

Di meja makan, Hyuna tengah fokus pada makanannya.


"Ehemm, Hyuna, papi mau bicara serius sama kamu." ucap Darel membuka suara.


Hyuna menghentikan aktivitasnya, menatap papi dan kakaknya secara bergantian. Hyuna berpikir kalau Iwang memberitahu Darel semuanya, pikirannya pun menjadi sedikit was-was.


"I...iya papi, mau bicara apa?" tanya Hyuna gugup.


"Papi dan orang tua Alvaro sudah memutuskan akan menjodohkan kamu....dengan Alvaro! ini juga sesuai perjanjian mami kamu dengan tante Daniar waktu mereka masih mengandung." ucap Darel.


Bisa kalian bayangkan betapa bahagianya Hyuna saat ini?! dijodohkan dengan pria yang menarik hatinya sejak masih kecil?!!! kabar apalagi yang bisa lebih membahagiakan dari ini?!! Hyuna berteriak dalam hati, bersorak penuh kesenangan.


"Papi, serius?! kalau kak Varo nggak mau gimana?" tanya Hyuna berusaha menetralisir perasaan bahagianya.


Namun dasarnya Iwang dan Shaki itu adalah orang yang peka, mereka bahkan bisa melihat senyum tipis dari bibir Hyuna meskipun sudah Hyuna coba untuk menyembunyikannya.


"Tadi paman Zanu sudah menelepon kalau Alvaro setuju dengan perjodohan ini." ucap Darel.


"SERIUSSS?!!" teriak Hyuna sambil berdiri saking terkejutnya.


Semua mata menatap ke arah Hyuna, terutama Darel yang menatapnya dengan aneh.


"Eh, maksudku, beneran kak Varo mau?? nggak dipaksa kann?" tanya Hyuna kembali duduk.


"Kamu mengenal paman Zanu kan, mana mungkin dia berani memaksa putra kesayangannya??" ucap Darel.


Ah iya, benar juga! Zanu memang seperti itu. Apa yang tidak Varo sukai, dia juga tidak akan memaksa. Tapi masalahnya, apa benar Alvaro mengatakan setuju tanpa paksaan? maksudnya, kita semua tahu kan bagaimana Alvaro pada Hyuna??


Hyuna bergegas menyelesaikan makan malamnya, lalu pergi ke kamar dengan alasan ada tugas sekolah padahal aslinya tidak ada. Begitu pintu kamar tertutup....


"Aaaaaaa!!!!! kak Varo dijodohin sama akuuuuu!!!!!! ya aammpunnn, mimpi apa ya gue semalammmm!!! aaaaaaaaa!!!" teriak Hyuna kegirangan.


Hyuna menaiki ranjangnya, meloncat-loncat diatasnya saking gembiranya.


"Raisa!!! Raisa harus tau ini!!" ucap Hyuna.


Hyuna turun dari ranjangnya, mengambil ponsel lalu menekan nomor Raisa.


"Hallo, Hyuna?? ada apa???" tanya Raisa dari sebrang telepon.


"Raisa, kamu tau nggak??" tanya Hyuna.


"Ya enggak lah, kan lo belum ngomong, gimana si!!" omel Raisa.


"Oke-oke!! dengerin baik-baik yaaa!! gue....bakalll... dijodohin....sama......KAK VAROOO!!!! aaaaa senengnya akuuuuu!!!!" teriak Hyuna lagi.


"Eh, serius?! emang tuh cowok mau apa?? secara dia kan benci banget sama lo?" tanya Raisa.


"Seriusss, papi gue sendiri yang ngomong kalau kak Varo mauu!! eh udah dulu yaa, besok gue cerita lagi okeee??!!" ucap Hyuna mematikan ponselnya.


Hyuna merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Dia telah menyetel alarm untuk jam lima pagi besok. Mau tau apa yang akan dia lakukan jam lima besok?!!


********


Rinngggg........


Alarm di kamar Hyuna berdering dengan sangat keras, membangunkan Hyuna dari tidur nyenyak nya. Dengan mata yang masih terpejam, Hyuna meraih alarm itu dan mematikannya.


"Eh, iya, jangan sampai terlambat!!!" ucap Hyuna yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.


Hyuna mencuci wajahnya, lalu turun ke bawah, menuju ke dapur.


"Nona muda?? nona muda kenapa ada disini?? apa nona muda butuh sesuatu?" tanya mbok Rumi, anak mbok Tini yang telah pensiun saat Hyuna berusia tiga tahun lalu digantikan oleh anaknya.


"Aku mau belajar memasak!" ucap Hyuna dengan santainya.


Para koki dan pelayan yang ada disana mendadak diam membisu. Mereka terkejut dengan ucapan Hyuna.


"Kenapa?? ada yang salah?" tanya Hyuna dengan polosnya.


"Tapi, kenapa nona mau belajar memasak? kan ada kami?" tanya mbok Rumi.


"Yaa pengen aja!! dimana bahan-bahannya?" tanya Hyuna.


"Nona mau masak apa?" tanya mbok Rumi.


"Emm, nasi goreng spesial aja deh, yang gampang dibuatnya!!" ucap Hyuna setelah berpikir.


"Bahan sayur nya ada di lemari itu


Kalau telur, daging sapi, daging ayam ada di lemari yang itu. Terus kalau seafood ada di sebelahnya, tapi kami belum belanja mingguan, jadi untuk seafood masih tersisa udang, crabs, dan cumi saja. Kalau untuk bahan-bahan lainnya seperti bawang, kentang, jahe, kunir, dll, ada di gudang sebelah sana. Kalau butuh daun bawang, seledri dan sejenisnya ada diluar, non. Kita menanam sendiri." jelas mbok Rumi.


Hyuna melongo mendengar penjelasan mbok Rumi. Baru mendengar penempatan bahan-bahan masakan saja sudah bikin pusing tujuh keliling. Apalagi kalau sudah memasak.

__ADS_1


Semangat Hyuna!!! kamu pasti bisaa!!! yaa, kamu pasti bisaaa!! batin Hyuna menyemangati dirinya sendiri.


"Oke, makasih yaa!" ucap Hyuna.


Hyuna berjalan menuju gudang lebih dulu. Niat hati ingin mengambil bahan-bahan untuk membuat nasi goreng. Tapi dia malah kebingungan sendiri saat sudah ada di gudang.


"Emm, mau saya bantu, nona?" tawar Azizah, salah satu pelayan koki disini.


"Boleh deh kalau gitu! makasih yaa!" ucap Hyuna.


"Sama-sama, nona! ini kan sudah menjadi kewajiban saya!" ucap Azizah.


Umur Azizah tidak terpaut jauh dari Hyuna, hanya selisih tiga tahun lebih tua dari Hyuna. Azizah juga baru bekerja di rumah ini belum ada dua tahun, tapi karena dia adalah orang yang disiplin, dan pekerjaan nya juga bagus, Darel akhirnya mempekerjakan dia sebagai asisten koki. Azizah mengambil keranjang yang ada disana, lalu dengan cekatan mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan Hyuna.


Setelah semuanya selesai, Azizah meletakkan keranjang itu ke meja. Sekilas Azizah melihat sayuran dan daging apa yang diambil oleh Hyuna.


"Anda, mau membuat nasi goreng dengan kangkung?" tanya Azizah.


"Kangkung?! enggak kok, ini sawi kann??" tanya Hyuna sambil menunjukkan seikat kangkung.


Azizah tersenyum getir. Memang anak orang kaya mah beda yaa, membedakan kangkung dan sawi saja tidak bisa, batin Azizah.


"Em, nona, itu kangkung bukan sawi." ucap Azizah.


"Kangkung? ini kangkung???" bingung Hyuna.


"Iya, emm, mau saya ambil kan saja sawinya??" tawar Azizah lagi.


"Ya, boleh deh! nih tolong balikin yaa!! makasih!!" ucap Hyuna memberikan kangkung itu kepada Azizah.


"Ehh tunggu dulu!! bikin nasi goreng ada yang pakai smoke beef nggak sih??" tanya Hyuna saat Azizah hendak melangkah pergi.


"Ada kok nona, yang pakai udang juga ada, atau cumi." ucap Azizah.


"Okee, aku mau bikin nasi goreng spesial apa chef Hyunaaa!!" ucap Hyuna dengan bersemangat.


Azizah menuju ke kulkas tempat menyimpan sayuran. Diletakkannya kembali kangkung yang telah diambil oleh Hyuna tadi, lalu dia mengambil secukupnya sawi hijau.


"Azizah, tolong kamu awasi nona yaa!! takutnya nanti dia kena api! atau kena cipratan minyak panas!" bisik mbok Rumi.


"Tenang aja, mbok! aku pasti jagain nona kok!" ucap Azizah.


"Ya sudah sana pergi, nona udah nungguin tuh!" ucap mbok Rumi.


Azizah berjalan menuju ke arah Hyuna yang terlihat tengah kebingungan.


"Ini cara bikinnya gimana? aku nggak tau!" ucap Hyuna dengan polosnya sambil menunjukkan bawang merah kehadapan Azizah.


"Ohh, itu harus dikupas dulu kulit luarnya nona, begini..."


Azizah mengambil satu buah bawang merah lalu mengupas kulit luarnya dan dipotong-potong tipis, begitu juga dengan bawang putih dan bahan lainnya.


Hyuna pun mengikuti cara Azizah dengan penuh hati-hati walau hasilnya tidak serapi milik Azizah.


"Nah, kalau bumbunya udah siap, kita siapkan dulu wajan untuk membuat nasi gorengnya." ucap Azizah setelah semua bahan halus selesai dibuat.


Hyuna melihat kanan dan kirinya, mencari yang namanya wajan.


"Ini namanya wajan, nona!" ucap Azizah yang datang membawa wajan sedang.


"Ohh, ini toh yang namanya wajan! aku kira wajan itu nama orang!" ucap Hyuna cengengesan.


"Terus ini diapain?" tanya Hyuna lagi.


"Masukin dulu minyaknya, itu ada disebelah sana!" tunjuk Azizah.


"Ini??" tanya Hyuna.


"Bukan nona, itu kecap asin. Minyak itu yang warnanya kuning itu." ucap Azizah.


"Ini?!" tanya Hyuna menunjukkan botol berisi minyak goreng.


"Nah, itu namanya minyak goreng. Masukkan sedikit saja kedalam wajan." ucap Azizah.


Hyuna menuangkan minyak itu sedikit, sesuai instruksi dari Azizah.


"Terus?" tanya Hyuna.


"Tunggu panas dulu minyaknya, baru bumbu ini dimasukkan." ucap Azizah.


Azizah memberi instruksi step by step cara membuat nasi goreng kepada Hyuna. Hyuna pun melaksanakan instruksi itu dengan cukup baik. Tiga puluh menit sudah Hyuna bergulat di dapur, hingga akhirnya masakan pertama dalam hidupnya pun telah siap.


"Akhirnya masakan aku udah siap!!!" ucap Hyuna dengan bangga.

__ADS_1


"Kak, tolong cicipi dong! enak nggak?" tanya Hyuna.


"Azizah mengambil sebuah sendok,lalu mencicipi nasi goreng buatan Hyuna.


"Gimana?? enak??" tanya Hyuna penuh antusias.


"Enak nona!!! enak banget!!" jawab Azizah.


"Yesss!!! makasih yaa udah bantuin Hyuna! besok-besok kalau Hyuna mau minta les memasak sama kak Azizah boleh dong?" tanya Hyuna.


"Boleh dong nona, apa sih yang enggak buat nona Hyuna!" jawab Azizah.


Hyuna memasukkan nasi goreng buatannya kedalam kotak bekal, lengkap dengan irisan telur, dan beberapa udang.


Semoga dia suka!! batin Hyuna.


********


Di sekolah.


"Hyunaaaa!!!" panggil Raisa saat baru turun dari mobilnya.


"Heii!!" sapa Hyuna.


"Wihhh, apaan tuh?" tanya Raisa melihat kotak bekal yang dibawa Hyuna.


"Nasi goreng!" jawab Hyuna.


"Wahh, enak tuh!! kebetulan gue laper!! buat gue yaa..." hendak meraih nasi goreng buatan Hyuna.


"Eitttss!! ini tuh buat kak Varoo!! enak ajaa!!" ucap Hyuna menjauhkan kotak bekalnya agar Raisa tidak bisa menjangkaunya.


"Dih, pelit banget sih! ngomong-ngomong gimana soal semalam?" tanya Raisa.


"Aku seneng banget deh, nggak nyangka aja kalau kak Varo bakal setuju sama perjodohan ini!!" ucap Hyuna.


"Jangan-jangan selama ini dia tuh sebenarnya suka sama lo, tapi gengsi aja buat ngakuinnya, secara dia kan sok cool gitu!" ucap Raisa.


"Bukan sok cool, Raisa!! tapi emang cool kok!" bantah Hyuna.


"Iya-iya si paling cool!! eh itu kak Varo!!" tunjuk Raisa.


"Eh, iyaa! aku pergi dulu yaa!!" ucap Hyuna.


"Semoga berhasil bestieee!!!" teriak Raisa.


Hyuna berlari mengejar Alvaro sampai ke depan kelas Alvaro.


"Kak!!" panggil Hyuna.


Hyuna berjalan ke hadapan Alvaro.


"Apa lagi?" tanya Alvaro.


"Enggak apa-apa, aku cuma mau ngasih ini aja buat kakak!" ucap Hyuna menyerahkan kotak bekal berisi nasi goreng buatannya.


Alvaro menatap jengah ke arah Hyuna.


"Apaan nih?" tanya Alvaro.


"Nasi goreng buatan aku! enak loh kak, kakak cobain yaa!" ucap Hyuna penuh semangat.


Alvaro menghela nafas muak, namun tetap diraihnya nasi goreng itu.


"Aku juga udah dikasih tau sama papi kalau kita bakal dijodohin. Aku senenggg banget karena kakak mau terima perjodohan ini!!" ucap Hyuna namun tidak ditanggapi oleh Alvaro.


Alvaro membuka kotak bekal itu lalu membuangnya ke tempat sampah yang ada disampingnya. Hyuna terkejut karena Alvaro membuang nasi goreng buatannya padahal dia sudah capek-capek buat nasi goreng itu khusus untuk Alvaro.


"Kak, kok dibuang sih nasi gorengnya?!" tanya Hyuna.


"Lo mau bikin gue mati, haa?!!" bentak Alvaro.


"Maksudnya?" tanya Hyuna tidak mengerti.


"Gue alergi udang!! dan lo malah ngasih udang ke gue!!! lo mau nyelakain gue?!!" bentak Alvaro lagi.


"Maaf kak, aku nggak tau kalau kakak alergi udang!! besok aku buatin lagi ya, tapi nggak pakai udang." ucap Hyuna merasa bersalah.


"Nggak perlu!! gue juga ogah makan masakan dari lo!" ucap Alvaro langsung masuk ke kelasnya untuk memulai ujian.


Hyuna menatap nasi goreng yang ada di tempat sampah itu, lalu memungutnya lagi. Untung saja tadi Alvaro menutup kotak bekalnya sebelum dibuang jadi masih bisa dimakan.


"Duhhh kasian dehh, makanannya dibuang sama Varo!! makanya jadi cewek tuh punya harga diri dikit!!! udah ditolak juga masih mau-mau nya deketin Varo!! Varo tuh jijik sama loo, tau nggakk!!" cibir Amanda.

__ADS_1


"Tau tuh, makan tuh sampah, hahahaaa!!" tambah Oliv.


Amanda dan geng nya memasuki kelas itu meninggalkan Hyuna sendirian disana. Hyuna pun memilih kembali ke kelasnya karena ujian akan segera dimulai. Dia berjalan dengan perasaan sedih bercampur kecewa. Harusnya Alvaro tidak membuang nasi gorengnya begitu saja, kan Alvaro juga bisa memakan nasi gorengnya aja tanpa memakan udangnya. atau setidaknya cicipi saja telur dadar buatannya, tapi ini malah dibuang tanpa mencicipi sedikit pun.


__ADS_2