Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 74


__ADS_3

Setelah sarapan pagi keluarga Sanjaya memilih untuk kembali pulang kerumah masing-masing. Sebelum kembali, tuan dan nyonya Ardi memberikan Mentari juga Darel sebuah kunci apartemen diparis Paris untuk berbulan madu selama satu minggu


Mentari awalnya ragu-ragu menerima kunci itu, namun Darel memberi kode dirinya untuk menerima kunci itu. Akhirnya Mentari pun menerima kunci apartemen untuk honey moon tersebut dan besok pukul 10 mereka akan berangkat dengan pesawat pribadi milik keluarga Sanjaya.


Darel dan Mentari kembali ke rumah Darel bersama Adi dan Harri. Sedangkan yang lainnya memilih untuk tidak mengganggu pasangan pengantin baru itu dan memilih kembali kerumah utama untuk melepas rindu mereka.


Rencananya Randita dan keluarga kecilnya akan kembali lima hari lagi, Frans untuk sementara akan menetap di Indonesia terlebih dirinya juga sudah membeli sebuah rumah mewah disini. Sedangkan Juna akan kembali tiga hari lagi. Desakan pekerjaan membuatnya tidak bisa meninggalkannya terlalu lama. Terlebih dia baru saja mendapat kabar dari sekretarisnya bahwa perusahaan pesaing mulai menyerang pangsa pasar.


Jika hal ini tidak dikomandoi dirinya dengan baik, maka dapat dipastikan bahwa pasar akan dikuasai oleh perusahaan pesaing.


Kembali ke Mentari dan Darel. Mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki halaman yang tidak kalah luasnya dengan rumah utama. Mentari sedikit terkejut dengan perubahan taman rumah Darel yang berbeda jauh saat terakhir dia kemari dulu. Taman itu yang Mentari lihat dahulu adalah taman yang hanya ditumbuhi rerumputan, sedangkan taman yang dia lihat kini berisikan banyak sekali tanaman yang sudah mulai tumbuh dan ada yang sudah mulai mekar.


"Apa kau merenovasi taman ini untukku?" tanya Mentari antusias kepada Darel.


"Hem!" jawab Darel singkat.


Sebenarnya dia merasa malu karena tertangkap basah sudah merenovasi rumahnya sesuai keinginan Mentari, yang tak lain adalah istrinya saat ini.


"Terimakasih!!" ucap Mentari dengan sorot mata berbinar-binar.


Darel memperhatikan gerak-gerik Mentari yang begitu antusias dengan taman barunya itu. Tanpa disadari senyuman terukir dari bibirnya.


Dasar bocah! bisa-bisanya dia terlihat begitu senang hanya karena melihat taman penuh bunga! batin Darel sambil terus tersenyum.


Sesampainya didepan pintu, Mobil pun berhenti dan Mentari langsung berlari menuju taman yang sudah menarik perhatiannya sedari tadi.


"Hei...hei, masuk dulu!" teriak Darel.


Namun sepertinya teriakan Darel sudah tidak terdengar oleh Mentari dikarenakan Mentari yang sudah berlari jauh menuju taman. Darel pun menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafas berat. Darel pun memutuskan untuk menyusul Mentari setelah memerintahkan kepada pelayan untuk membawa barang mereka dikamar yang berada disebelah kamar Darel.

__ADS_1


Yah jadi mereka tidak tidur di satu kamar ya😂


"Kau ini apa tidak dengar teriakanku tadi!" ucap Darel yang sudah berada disamping Mentari. Mentari menatap Darel sebentar lalu kembali fokus pada taman penuh bunga itu dengan mulut sedikit terbuka saking antusiasnya.


"Wowww! aku tidak pernah melihat bunga secantik dan seindah mereka!" ucap Mentari terus ber-wow dengan rianya.


Darel mengulum senyum samarnya. Entah apa yang membuatnya tertawa namun pemandangan Mentari itu membuatnya tertawa geli. Bagaimana bisa seorang yang penyuka tanaman belum pernah melihat tanaman? batin Darel saat itu yang jelas. Padahal maksud Mentari bukan seperti yang dipikirkan Darel.


"Ayo masuk dulu, aku tunjukkan yang lebih indah dan bagus dari ini!" ucap Darel menggandeng tangan Mentari dan menuntunnya untuk masuk kerumah.


Sesampainya didalam rumah, Mentari dikejutkan lagi dengan dekorasi rumah yang banyak menggunakan tanaman anggrek berwarna biru. Sungguh itu adalah hal paling disukai Mentari terlebih dia berada disekeliling bunga-bunga indah, dan yang pasti bunga kesayangannya, anggrek. Meskipun anggrek miliknya tidak seindah yang ada dirumah Darel saat ini, namun dia tetap menyukai anggrek-anggrek itu.


"Terimakasih!" ucap Mentari sambil tersenyum pada Darel dengan manis.


"Jangan kegeer-an jadi orang!" ucap Darel dingin.


Mentari memanyunkan bibirnya, dan tanpa disadari hal itu membuat Darel semakin gemas padanya.


"Kalau akun emang harus pede. Siapa juga yang tidak mau dekat-dekat denganku, bahkan semut pun kalau melihatku juga langsung terpana!" ucap Darel sombong.


Mentari berdecak kesal. Bisa-bisanya orang seperti Darel bisa hidup didunia ini, terlebih dia sekarang adalah suaminya.


"Ayo aku tunjukkan kamarmu!" ucap Darel yang mengartikan kamar Mentari sendiri.


"Kamar ku?" tanya Mentari mengartikan kamarnya dengan kamar Darel.


"Iya!" ucap Darel.


Mentari mengikuti langkah Darel menuju lantai dua dengan gugup. Pikirannya sudah kemana-mana bahkan memikirkan hal kotor disaat itu.

__ADS_1


Hais otak, pikirkan yang baik-baik kenapa sih! apa dia membawaku ke kamar untuk menyentuhku? tidak-tidak, itu tidak mungkin kan? batin Mentari.


Sesampainya didepan sebuah kamar, Darel langsung berhenti mendadak dan Mentari yang terus melamun sedari tadi tidak respon saat Darel berhenti sehingga akhirnya dirinya pun menubruk tubuh Darel.


"Punya mata nggak sih? kalau lagi jalan itu matanya kedepan pikiran jangan kelayapan!" bentak Darel tanpa berbalik menatap Mentari.


Mentari diam. Dia mengangkat tangan dan meremas-remas diudara dengan kesal ibaratnya itu adalah wajah Darel.


"Jangan bertingkah dirumahku!" ucap Darel seolah melihat apa yang tengah Mentari lakukan.


Apa dia punya mata dipunggungnya? bisa-bisanya dia tahu apa yang aku lakukan padahal sedang tidak melihat kearah ku! batin Mentari.


"Ini kamarmu!" ucap Darel membangunkan Mentari dari pikirannya.


"Eh, oh iya!" ucap Mentari tergagap.


"Kamarku ada disitu!" tunjuk Darel pada pintu yang berada disebelah kamar Mentari.


Eh? aku punya kamar sendiri? batin Mentari terheran-heran.


"Ya sudah aku mau istirahat dulu, semalam tidurku tidak terlalu nyenyak!" ucap Darel hendak melangkah pergi.


"Kenapa?" tanya Mentari penuh selidik.


Mungkinkah dugaannya tadi pagi adalah benar? apa mungkin Darel memindahkannya keranjang semalam sedangkan Darel sendiri yang akhirnya tidur disofa? itu yang terlintas dipikiran Mentari.


"Aku memang sombong, dingin, dan kejam, tapi aku tidak setega itu sampai membuat seorang wanita tidur disofa!" jawab Darel langsung memasuki kamarnya.


Mentari masih berdiri ditempatnya. Tidak menyangka seorang Darel yang dia kenal dingin, arogan dan sombong ternyata memiliki sisi lain dan hal itu entah mengapa membuatnya tersenyum.

__ADS_1


Aku harap hatiku mengatakan yang sebenarnya. Aku yakin kau sebenarnya orang baik, tapi dirimu yang sebenarnya harus bersembunyi dengan topeng arogan, dingin, sombong dan kejam!


__ADS_2