
Saat acara peniupan lilin ulang tahun, Hyuna dan Kairo menelusup pergi tanpa sepengetahuan kedua kakak Hyuna. Mereka pergi ke taman samping rumah Jo.
"Hahaha, kayak main kucing-kucingan gini kita!" ucap Kairo tertawa.
"Tauk, kakak ngeselin sih ngikutin kita Mulu!" ujar Hyuna ikut tertawa.
Seketika tawa Hyuna terhenti karena Kairo menatapnya. Tatapan mata yang sulit Hyuna artikan.
"Terimakasih sudah memakai baju pilihanku. Kau sangat cantik mengenakannya!" ucap Kairo memuji Hyuna.
Kairo mendekati Hyuna. Jantung berdetak sedikit cepat.
"Kai..." ucap Hyuna.
Cup....
Satu kecupan mendarat di pipi mulusnya.
"Kau membuatku sangat gemas, sayang!" ucap Kairo.
Sayang?! harusnya Hyuna merasa berbunga-bunga saat Kairo mengatakannya. Namun ini?! Hyuna merasa biasa saja saat Kairo mengatakan kata sayang itu.
"Ayo ikut aku!" ajak Kairo sambil menggandeng tangan Hyuna.
"Kemana?" tanya Hyuna bingung.
Kairo tidak menjawab. Dia langsung membawa Hyuna menuju mobilnya lalu meninggalkan kediaman Jo. Tanpa mereka sadari, ada yang mengikuti mereka sedari tadi.
********
Mobil Kairo berhenti di sebuah bar. Hyuna mengerutkan keningnya bingung. Mengapa Kairo membawanya kesini? Batin Hyuna.
"Kita ngapain disini?" tanya Hyuna.
Kairo yang saat itu tengah melepaskan sabuk pengamannya menoleh ke arah Hyuna.
"Aku ada urusan disini. Kamu temani aku yaa?" tanya Kairo.
Hyuna pun menurut. Sudah terlanjur sampai sini masa mau pulang sendiri pikir Hyuna.
mereka pun mulai masuk ke dalam bar. Kairo memesan tempat VIP di sana. Pelayan pun membawa mereka ke tempat yang diminta Kairo. Hyuna tidak terlalu bisa melihat dengan jelas karena lampu yang sedikit redup dengan alunan musik DJ yang memekakkan telinga.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Kairo berteriak di samping telinga Hyuna
"Jus jeruk saja!" jawab Hyuna berteriak.
Setelah memesan, Kairo ijin ke toilet sebentar. Hyuna yang ditinggal sendiri itu pun hanya melihat sekeliling. Hyuna melihat pria dan wanita berdansa bersama di lantai dansa. Pakaian yang dikenakan wanita itu lebih terbuka dari yang dikenakan Hyuna. Bahkan panjang dress press body itu sampai diatas paha. Sangat mini sekali. Tarian mereka juga begitu eroti* membuat Hyuna jijik sendiri.
__ADS_1
"Maaf lama!" ucap Kairo yang baru datang.
"Kita masih lama ya? Aku nggak betah disini." ucap Hyuna jujur.
"Tunggu minuman kita datang dulu." ucap Kairo.
"Permisi!" ucap pelayan membawakan pesanan Kairo dan Hyuna.
"Ayo diminum." ucap Kairo.
Hyuna yang memang sangat haus itu pun langsung meneguk minumannya hingga tandas. Tanpa Hyuna sadari, Kairo tersenyum penuh arti melihat ke arahnya.
********
Disisi Shaki. Shaki kelimpungan mencari keberadaan Hyuna. Dia dan Kaivan bahkan sampai berkeliling untuk mencari Hyuna. Karena tidak kunjung ketemu, Shaki pun melaporkan hal ini kepada Darel. Darel yang mendapat laporan dari Shaki bahwa Hyuna hilang itu pun langsung menelepon Lukas yang bertugas menjaga Hyuna.
"Hallo, dimana kalian?! Kenapa Hyuna bisa pergi tanpa sepengetahuan kalian?!" tanya Darel murka.
"Maaf tuan! Tadi papa ke rumah dia berteriak hendak menemui anda. Anak buah kita kewalahan hingga akhirnya saya dan Adi pulang ke rumah menemui ayah. Sedangkan yang berjaga disana adalah Harri." jawab Lukas.
"Ada apa lagi dengan ayahmu itu, Lukas?! Sudah aku bilang jangan sampai dia berani mendekati rumahku lagi!!!" sekarang suruh Harri mencari keberadaan Hyuna. Aku akan mengurus ayahmu nanti!!" ucap Darel.
"Ada apa, pi?" tanya Shaki.
"Ada masalah dirumah. Kalian tolong cari Hyuna bersama papi, biar masalah dirumah diurus oleh paman Lukas dan paman Adi." ucap Darel.
"Dimana kamu, nak!!! Kalau sampai kamu kenapa-kenapa papi tidak akan mengampuni pria itu!!!" ucap Darel.
"Kau tadi kemana Harri!!! Kenapa kau lalai?!!" tanya Darel marah.
Darel dari tadi marah-marah kepada Harri karena lalai dalam menjaga putrinya.
"Maaf tuan, saya ikut menyelidiki penyusup yang hendak menyerang pesta nona Ana. Maaf, saya lalai menjaga nona muda." ucap Harri.
Tadi sepeninggal Lukas dan Adi. Harri mendapat informasi dari salah satu anak buah Jo yang dia kenal bahwa ada pergerakan mencurigakan dari arah selatan kediaman Jo. Benar saja, begitu disergap, mereka adalah komplotan pembunuh. Siapa yang menjadi target mereka belum diketahui.
"Dimana penyusup itu?" tanya Darel.
"Ada di ruang bawah tanah rumah tuan Jo, tuan!" ucap Harri.
"Kita urus saja nanti. Sekarang fokus mencari Hyuna. Apa ada kabar dari gps nya?" tanya Darel.
"Tidak ada tuan. GPS di ponsel nona dinonaktifkan." ucap Harri.
"SIA*!!!! Dimana kamu Hyunaa!!!" ucap Darel frustasi.
********
__ADS_1
Di dalam bar. Hyuna mulai merasa aneh dalam dirinya. Keringat dingin mulai mengucur. Dia merasa begitu kepanasan padahal dia saat ini mengenakan pakaian yang terbuka.
"K...Ka..ahh!!" ucap Hyuna setengah mendesa*.
"Hyuna, kau terlihat tidak enak badan. Sebaiknya aku mengantarmu pulang." ucap Kairo.
Hyuna hanya mampu mengangguk. Karena tubuhnya lemah, Kairo pun memapahnya. Sentuhan kulit Kairo di kulitnya menimbulkan sensasi yang begitu aneh.
Sesampainya di mobil, Kairo langsung menjalankan mobil meninggalkan bar.
"Kai....pa...panas...." ucap Hyuna dengan bibir bergetar.
Hyuna meliuk-liukkan tubuhnya di kursi mobil.
"Kai....hausss...." lirih Hyuna.
"Sabar sayang, sebentar lagi aku akan memuaskan dahaga mu!!!" ucap Kairo sambil membelai wajah Hyuna dan berakhir di bibir merah Hyuna.
Citttt.....
Kairo menghentikan mobilnya mendadak karena ada sebuah mobil yang menghalau jalannya. Seorang pria keluar dari dalam mobil begitu pula dengan Kairo.
"Hai!!! Mengapa kau menghalangi jalan ku..."
Bukkk....
Sebuah bogem mentah diterima Kairo. Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Berani kau macam-macam dengan Hyuna?! Akan ku buat kau dan keluargamu menderita!!!" ancam pria itu.
"Kau?!!"
Pria itu berjalan ke tempat Hyuna. Membuka pintu mobil.
"A...ku....ha...hausss..." ucap Hyuna dengan wajah pucat.
Kondisi Hyuna sudah sangat berantakan sekarang. Pria itu lekas membopong Hyuna lalu didudukkan kedalam mobilnya.
"Ku tandai wajahmu!!! Jangan kau kira setelah ini kau bisa selamat!! Aku tahu semua latar belakang mu, orang tua mu bahkan pekerjaan orang tua mu!!!" ucap pria itu.
Kairo terdiam bahkan sampai mobil pria itu melesat jauh dari tempatnya.
"SIALLL!!!! GAGAL SUDAH RENCANAKUUU!!!!" teriak Kairo murka.
Awalnya, Kairo mendekati Hyuna hanya untuk menarik simpati gadis itu. Dia mempunyai niatan lain yaitu untuk bisa mendapatkan tubu* Hyuna dan juga menguras hartanya. Beberapa kali Kairo meminta uang dengan dalih meminjam pada Hyuna. Semua kebaikan yang dia tampilkan sebelumnya hanyalah sandiwara.
Tadi saat ijin ke toilet, Kairo meminta pelayan untuk memberikan obat perangsan* kedalam minuman Hyuna dan menyogok pelayan itu dengan memberikannya sejumlah uang. Saat melihat Hyuna menghabiskan minuman bercampur obat perangsan* itu membuat Kairo tersenyum. Dia bahkan telah membayangkan adegan panasnya bersama Hyuna. Dia juga telah menyiapkan sebuah kamar hotel dan sebuah kamera untuk nantinya digunakan merekam aktivitas panasnya. Dia bisa menggunakan video itu untuk memeras uang Hyuna dan bisa saja nantinya dia meminta untuk berhubungan bada* lagi dengan Hyuna. Namun kini rencananya digagalkan oleh pria itu. Kairo tidak ingat siapa pria itu, namun sepertinya dia mengenali wajah pria itu karena tidak begitu asing baginya. Sepanjang jalan, Kairo hanya mampu mengumpat kesal karena seluruh rencananya gagal bahkan bisnis orang tuanya dipertaruhkan disini. Bukan hanya itu, masa depannya juga pasti akan suram mengingat Darel ada pria yang tidak bisa diremehkan.
__ADS_1