Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 32


__ADS_3

Mentari duduk bersama keluarga Sanjaya. Mereka asik mengobrol dan bertanya ini dan itu kepada Mentari. Darel yang melihat keakraban orang tuannya itu menjadi sedikit jengkel.


Sebenarnya yang anak kandung siapa sih? aku apa si gadis bodoh itu!! jengah Darel.


Darel Dwi Sanjaya, meskipun terlihat menakutkan dan dingin namun saat bersama keluarganya dia terlihat seperti seorang anak kecil yang haus akan perhatian.


"Oh ya Mentari, kamu kan tinggal sendiri gimana kalau kamu tinggal saja dirumah Darel. Ya itung-itung pendekatan kalian sebelum menikah." saran nyonya Ardi.


"Apa? ma nggak bisa gitu dong! masa dia tinggal denganku yang benar saja!" Darel tidak setuju.


"Tidak apa-apa kok ma, aku tinggal di rumahku saja, terimakasih." jawab Mentari yang sebenarnya juga tidak setuju.


"Mama kamu benar Darel! lagian toko milik Mentari dengan rumahmu kan tidak terlalu jauh. Kasian kan kalau Mentari ada apa-apa dijalan dan rumahnya jauh. Kan kalau serumah denganmu ada yang menjaga!" ucap tuan Ardi tenang namun seolah menegaskan tidak ingin mendengar bantahan apapun.


"Tuh, dengerin papa kamu. Papa aja setuju! Mentari mau kan?" menatap Mentari.


Mentari tidak enak hati menolak permintaan wanita berumur 48 tahun itu.


"Emm baiklah ma." jawab Mentari pasrah.


Apa? apa dia sudah gila? heh lihat saja kau nanti ya! batin Darel kesal.


"Nah gitu dong, ini baru namanya anak pintar!" memeluk Mentari.

__ADS_1


Pelukan hangat yang diberikan nyonya Ardi membuat Mentari merasakan kehadiran ibunya yang sudah lama meninggal hingga tidak terasa air mata mulai membasahi matanya.


Aku sangat rindu padamu, bu. Lihatlah bagaimana takdir akan membawaku ke jurang neraka! batin Mentari.


Malam semakin larut, Darel dan Mentari memutuskan untuk pulang.


"Mentari kamu diantar Darel saja ya! udah malam juga!" ucap tuan Ardi.


"T...tidak usah pa, saya naik taxi saja!" tolak Mentari.


"Loh, jangan dong sayang, bahaya. Nanti kalau kamu kenapa-kenapa gimana? nanti siapa yang jagain kamu? pokoknya kamu harus dianter sama Darel!" ucap nyonya Ardi sedikit memaksa.


"Benar nona, sebaiknya kami antar saja. Lagian kita kan searah juga!" ucap Harri.


Sebenarnya apa hubungan diantara tuan muda dengan nona Mentari? batin Joni.


"Hahahaha, kalau begitu bagus dong. Darel mama mau kamu antar Mentari nggak boleh nolak!" ucap nyonya Darel.


"Hem, iya ma!" ucap Darel pasrah.


Mereka pun memasuki mobil. Mentari duduk dibelakang bersebelahan dengan Darel, sedangkan Adi dan Harri berada dikursi depan.


Mobil melaju meninggalkan rumah mewah Sanjaya menuju jalanan yang sudah sepi.

__ADS_1


********


Zanu sudah mulai membaik beberapa hari lalu. Dia juga sudah diperbolehkan untuk pulang. Dia sekarang duduk diruang tv rumahnya yang sudah lama tidak berpenghuni. Untung saja ada beberapa pelayan yang merawat dan membersihkan rumah itu, sehingga tidak seperti rumah tidak berpenghuni.


"Tuan, makan malam sudah siap!" ucap mbok Lala salah satu pelayan disana.


"Bawakan saja makanan itu kemari, aku sedang tidak ingin ke meja makan!" ucap Zanu.


Yah, beberapa hari ini Zanu memang tidak makan diruang makan. Dia lebih memilih makan dikamarnya atau jika tidak didepan tv besar miliknya.


Membosankan sekali,! andai saja ada Dwi pasti kami akan bersenang-senang!


Zanu terlihat sangat murung. Meskipun Darel sudah menjenguknya saat dirumah sakit tapi ekspresi yang diberikan Darel padanya tidak menunjukkan kalau dia memaafkannya sepenuhnya.


"Ini tuan, silahkan! kalau begitu saya permisi dulu tuan!" ucap mbok Lala setelah meletakkan makanan dimeja.


"Terimakasih, mbok. Kalau masih ada makanan dimeja, dibawa saja bagikan sama yang lain juga!" ucap Zanu kemudian menyendok sesuap nasi dan lauknya.


"Baik tuan!" jawab mbok Lala kemudian berlalu pergi.


Dirumah Zanu memang ada dibagi 2. Yang 1 untuk para pelayan seperti asrama, dan yang satu lagi rumah utama yang hanya ditempati satu orang saja, yaitu Zanu. Dulu sahabat-sahabatnya sering sekali datang untuk menginap terlebih lagi Darel. Bahkan Darel memiliki ruangan khusus dirumah itu. Ruangan yang didesain khas untuk Darel, bahkan ruangan itu tidak ada yang berani menempati karena peringatan dari Zanu sendiri yang melarang penggunaaan ruangan itu.


"Hah, ayam ini sangat nikmat sekali! mbok Lala memang selalu bisa membuatku teringat masalalu." gumam Zanu yang mengenang masalalunya ketikan melihat ayam saus itu.

__ADS_1


Dulu Dwi dan aku akan berebut untuk mengambil ayam paling banyak, dan Dwi yang selalu menang! Dwi, sampai kapan kau akan membenciku?


__ADS_2