Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 113


__ADS_3

Daniar terbangun dari pingsannya. Samar-samar dia mendengar beberapa orang sedang berbincang-bincang.


"Apa kau yakin ini milik istri Darel?"


"Benar tuan, kami menemukan wanita itu sedang memanggil-manggil nama istri Darel, kemungkinan dia salah satu temannya. Bukankah ini berarti mereka masih hidup tuan?"


"Hemm, kabari yang lain! suruh mereka berjaga disekitar hutan! cari Darel dan Mentari kalau perlu habisi saja mereka saat itu juga, mengerti?!!" ucap pria itu.


"Mengerti tuan!" ucap anak buahnya serempak.


Ternyata itu adalah Dendi yang memang tengah mencari Darel guna memastikan bahwa Darel benar-benar lenyap dari dunia. Beberapa hari mencari namun tidak ada tanda-tanda dari Darel dan Mentari membuat Dendi sangat senang. Namun kesenangannya berubah ketika melihat anak buahnya membawa seorang wanita yang memegang jam tangan milik Mentari.


"Siall!!! kenapa mereka masih hidup sih!!!! hehh, bagus juga kalau mereka masih hidup, aku tidak akan membiarkanmu mati dengan sangat mudah seperti ini Darell!!" ucap Dendi penuh amarah.


Daniar yang mulai sadar sepenuhnya mencoba melarikan diri dari tempat itu. Kaki dan tangannya yang terikat sangat kuat membuatnya kesulitan melepaskan diri terlebih dia yang baru saja pingsan. Tidak jauh dari tempat Daniar, dia melihat pecahan botol minuman. Daniar pun berusaha meraih pecahan botol itu.


Dengan susah payah Daniar akhirnya bisa meraih pecahan botol dan menggesekkannya ke tali yang mengikat tangannya hingga putus, begitu juga pada kakinya hingga dia pun bisa bebas dari ikatan itu.

__ADS_1


"Aku harus segera keluar dari sini!!!" ucap Daniar pelan.


Daniar mengendap-endap mencoba melarikan diri. Dia bersembunyi ketika melihat anak buah Dendi datang. Saat tengah bersembunyi, tanpa sengaja Daniar menginjak botol bekas hingga suaranya terdengar oleh anak buah Dendi. Anak buah Dendi pun langsung menuju tempat Daniar, dan hal itu membuat Daniar sangat ketakutan.


Disisi lain, Zanu yang frustasi karena tidak menemukan Daniar terlihat sangat marah dengan dirinya sendiri. Pencarian Darel dan Mentari masih terus dilakukan oleh Tomi, Arul, Jack, sedangkan Zanu, Rohan, dan Bagas mencari keberadaan Daniar.


Daniar maafkan aku, kau dimana? jangan buat aku semakin bersalah karena telah mengabaikan mu!!! maafkan aku!! batin Zanu.


********


Ditempat lain, disebuah perkampungan terpencil.


"Dia sudah agak mendingan, lukanya juga sudah mulai membaik." ucap seorang nenek yang mengerti tentang obat-obatan tradisional.


"Baiklah, jangan sampai mereka kenapa-kenapa!" ucap pria itu.


********

__ADS_1


Kembali ke Daniar, Daniar langsung bersembunyi ketika mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya.


Ya Tuhan, tolong aku! aku tidak mau tertangkap sama mereka!! batin Daniar.


"Hei, ayo tuan memanggil kita semua!" ucap seorang anak buah Dendi.


"Ya baiklah!" ucap anak buah yang hampir saja menemukan Daniar.


Kedua anak buah Dendi itu pergi untuk menemui Dendi. Daniar pun bisa menarik nafasnya lega dan segera keluar dari tempat ini.


Ketika sedang melarikan diri, seorang anak buah Dendi melihat Daniar dan segera memberitahukannya kepada rekannya yang lain dan juga Dendi.


"Sial!!! cepat kejar wanita itu jangan sampai teman-teman Darel menemukannya lebih dulu!! kalau perlu bunuh saja!" ucap Dendi marah.


"Baik tuan!" ucap anak buahnya serentak.


Daniar terus berlari menjauhi anak buah Dendi, namun karena tubuhnya masih agak lemah dia pun terjatuh dan anak buah Dendi menangkapnya lagi.

__ADS_1


"Tidak, aku mohon lepaskan aku, tolongggggg.....tolongggg!!!!!" teriak Daniar.


Disisi lain, Zanu pun mendengar suara teriakan minta tolong yang dia yakini suara itu milik Daniar. Tanpa banyak bicara dia pun langsung menuju sumber suara dan hal itu membuat Rohan dan Bagas kebingungan karena mereka tidak mendengar suara apapun.


__ADS_2