Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 28


__ADS_3

Disinilah dia. Diruangan yang cukup luas. Kamar yang sangat minim dekorasi. Begitu membosankan dengan cat bernuansa dark. Nakala terduduk di sebelah ranjang dengan seseorang yang tengah terbaring lemah diatas ranjang itu. Dia adalah Adi. Pria yang begitu dia cintai. Begitu dalam namanya bermukim dihatinya. Begitu tinggi angannya dulu bersama Adi.


Saat pulang tadi, Nakala mengikuti Adi sampai kamarnya, menunggu diluar kamar. Setelah memastikan Adi telah terlelap, Nakala memasuki kamar Adi, memeriksa keadaan prianya. Prianya?! begitulah jujur Nakala. Sampai kapanpun, Adi adalah prianya. Walaupun tuhan dan takdir memisahkan mereka dengan menyatukan mereka bersama orang lain. Adi akan tetap kekal dihatinya. Janji Nakala pada hatinya.


"Miguela!!! Miguela!!!" panggil Adi lirih.


Adi mengigau dalam tidurnya.


"Ya Adi? aku ada disini!" ucap Nakala mencoba menahan getaran di suaranya karena menangis pilu.


"Miguela! mengapa kau menyakitiku? baik kau hunuskan saja pedang tepat didadaku, daripada aku harus melihatmu menikahi pria lain!" ujar Adi tanpa sadar.


"Tidak, Adi!! jangan katakan itu!!! kumohon, jangan!!!" ucap Nakala menangis tersedu-sedu.


Adi kembali terpejam sesuai mengatakannya. Nakala pun menangis dalam diamnya. Sesak di dadanya tidak bisa dia pungkiri. Adi seperti ini karenanya. Takdir cinta telah dengan luar biasa mempermainkan mereka. Mengapa harus dipertemukan jika tidak bisa mempersatukan??!


Nakala degan telaten mengompres kening Adi agar panas di tubuhnya kian mereda. Nakala bahkan sampai tidak tidur semalaman karena menjaga Adi, takut Adi membutuhkan sesuatu saat Nakala tertidur.


Pukul lima lebih enam menit, Nakala baru saja terpejam sekitar tiga puluh menit lalu.


Ceklek...


Pintu kamar Adi dibuka dari luar. Nakala yang mendengar suara pintu terbuka langsung terbangun, menoleh ke belakang.


"Naka?!" tanya Lukas kebingungan.


"Lukas?!" tanya Nakala.


"Apa kau, disini semalaman? kenapa dengan tuan Adi?" tanya Lukas.


"Dia hanya demam! tapi sekarang sudah baik-baik saja!" ucap Nakala saat Lukas menghampirinya dan mengecek suhu badan Adi.


tidak sepanas semalam, namun wajah Adi masih tersirat luka yang begitu dalam. Lelah diwajahnya terlihat dengan jelas oleh Lukas.


"Ini bukan karena suhu badannya!" ucap Lukas.


"Maksudmu?" tanya Nakala bingung.


"Kau mengerti apa yang aku maksud!" ucap Lukas.


Sedikit banyak Lukas paham alur percintaan Adi dengan Nakala. Tidak bisa dia bayangkan jika dia ada diposisi Adi. Begitu dalam mencintai seorang wanita yang rupanya tidak bisa dia miliki karena terlalu tingginya tembok pemisah antara mereka.


"Lukas, aku..."


"Aku tahu kau juga sama terlukanya seperti Adi! aku tahu kalian sama-sama tersiksa dengan keadaan ini! tapi, Naka, cobalah melunakkan hatimu, kalian berhak bahagia!" ucap Lukas.


Tidak berniat menggurui atau bagaimana. Lukas hanya ingin yang terbaik untuk orang-orang yang dia sayangi.


"Kau tahu posisi kami, Lukas! tidak memungkinkan bagi kami untuk..." terpotong.


"Mengapa tidak memungkinkan? lihatlah tuan Juna dan nyonya Zoe! mereka juga berbeda keyakinan, Naka! tapi mereka bisa bersatu. Jangan nodai cinta sucimu dengan pemikiran-pemikiran seperti itu, Naka! kau tahu tuan Adi tidak akan bisa bersama wanita lain selain mu! cintanya telah habis padamu! hanya kamu!" jelas Lukas.


Benar. Juna dan Zoe juga berbeda keyakinan tapi mereka bisa menikah bahkan telah memiliki seorang putri. Nakala tampak berpikir keras dengan apa yang Lukas katakan barusan. Haruskah Nakala mengikuti jejak Juna?


"Pikirkan lagi, Naka! aku tidak bisa memaksa, apapun keputusanmu semoga kau memilih yang terbaik untuk hatimu dan juga bahagia untukmu!" ucap Lukas hendak pergi.


"Emm, Lukas!" panggil Nakala.


"Ya?!" menoleh kearah Nakala.


"Tunggulah sampai Adi bangun, mungkin sebentar lagi!" ucap Nakala.


"Mengapa?" tanya Lukas.


"Dia tidak akan senang jika tahu aku semalam menjaganya!" ucap Nakala.

__ADS_1


"Kau bercanda, Naka? kau wanita yang begitu diidamkan oleh pria yang kau rawat selama semalaman penuh dan kau berpikir dia akan marah karena kau merawatnya? leluconmu ini tidak lucu, Naka!" ucap Lukas.


"Kumohon!!!" lirih Nakala.


Lukas tampak menghela nafas berkali-kali.


"Baiklah! kali ini saja! sudah sana pergilah." ucap Lukas.


Nakala tersenyum senang, dia menoleh ke arah Adi sebentar lalu pergi meninggalkan kamar Adi.


********


Hyuna baru selesai sekolah. Cuaca kali ini tidak begitu panas.


"Hi, Hyuna kan?" tanya seorang anak laki-laki.


Hyuna mengenali pria ini, dia adalah kapten tim basket sekolah sekaligus ketua OSIS. Banyak siswi dari berbagai tingkat mendambakan dirinya.


"Kai, Kairo! ada apa?" tanya Hyuna.


Hyuna tidak terlalu mengenali pria ini. Hanya sekilas saja dia tahu bahwa namanya Kairo.


"Emm, apa kau punya waktu besok sore?" tanya Kairo.


"Besok yaa, emmm!" ucap Hyuna seolah mengingat-ingat jadwalnya.


"Sepertinya aku tidak ada kesibukan besok, kenapa?" tanya Hyuna.


"Tidak apa-apa, aku berniat mengajakmu ke pantai besok sambil berbuka bersama. kebetulan besok aku ada acara pembukaan restoranku, jadi aku ingin sekalian mengundangmu, bagaimana?" tanya Kairo.


"Pantai yaa?! boleh deh, lagian aku juga suka pantai!" ucap Hyuna.


"Baiklah, besok aku jemput jam setengah lima yaa!" ucap Kairo.


Kairo pun meninggalkan Hyuna.


"Cieeee yang lagi pdkt sama cowok terpopuler disekolah!!!" ucap Raisa yang tiba-tiba datang mengejutkan Hyuna.


"Duhh, Raisa!!! untuk aja jantung aku nggak copot!!!" keluh Hyuna.


"Dihh, nggak mungkin lahhh!! ehh ngomongin apaan tadi si Kairo?" tanya Raisa kepo.


"Kepoo!!!" jawab Hyuna berjalan meninggalkan Raisa.


"Eh, Hyun!!! tungguin gueee!!!" teriak Raisa.


Hyuna mampir ke rumah Raisa karena ada tugas kelompok. Hyuna juga telah mengirim pesan pada papinya kalau dia akan pulang terlambat.


"Oke, gue buat tugas 1, Alvan tugas 2, Venu tugas 3 dan Hyuna tugas 4!" ucap Raisa membagi tugas.


"Kok aku dikasih yang tugas 4 sih! kan ini susah!" ucap Hyuna protes.


"Ya karena susah itulah makanya itu bagian lo! lo kan pinter, Hyun!" ucap Venu.


Venu seorang laki-laki tapi berlagak seperti perempuan. dia juga salah satu teman Raisa dan Hyuna namun Hyuna lebih sering bersama dengan Raisa. Alvan laki-laki yang pernah tinggal kelas. Bukan karena bodo*, melainkan karena kenakalannya hingga harus mengulang kelas. Sebenarnya Alvan satu angkatan dengan Alvaro, tapi saat kelas dua SMA, Alvan tidak naik kelas hingga akhirnya menjadi satu angkatan bersama dengan Hyuna.


"Tau tuh! Lo kan pinter Hyuna, makanya bagian lo yang susah. Lah kalau gue atau Raisa yang kerjain mana sanggup apalagi nih b*nci!" ucap Alvan.


"Ihhh, apasih, Alvan!!! kalau suka sama aku mah ngomong aja langsung, aku nggak apa-apa kok!!" ucap Venu dengan gaya kemayunya.


"Nggak apa-apa matamuuu!!!" ucap Alvan.


"Ehhh, puasa tau! mana boleh berkata kasar!" tegur Hyuna.


"Nih anak ngeselin sih!! bikin darah tinggi gue kumat aja!!" kesal Alvan.

__ADS_1


"Udah-udah, cepet kerjain!! lusa udah dikumpulin nih!!" ucap Raisa.


Mereka pun mengerjakan bagian masing-masing. Sebenarnya Hyuna tidak kesulitan dengan bagiannya karena menurutnya ini mudah-mudahan saja.


********


"Papiii!!!! aku kangen banget sama papiiii!!!" ucap Ana berlari menghampiri papinya.


"Papi juga kangen banget sama putri kesayangan papi ini!!!" ucap Jo.


Ana adalah putri angkat Jo. Jo menikah dengan seorang wanita bernama Sarah. Sarah adalah wanita yang dulunya bekerja di bar. Pertemuannya tanpa sengaja dengan Jo membawa cinta tumbuh di hati mereka. dua tahun menikah belum juga mereka memiliki momongan hingga mereka pun memutuskan untuk konsultasi ke dokter. Hasilnya, Sarah divonis tidak bisa mengandung karena rahimnya sangat lemah dan bisa membahayakan jika sampai dia mengandung. Sarah terpuruk mendengar kabar itu. Berbulan-bulan dia mengurung dirinya, bahkan Jo pun didiamkannya.


Hingga pada suatu hari, Jo membawa Ana. Ana, gadis kecil yang dia adopsi dari panti asuhan mendekati Sarah, memeluknya atas permintaan dari Jo. Sarah pun senang dengan kehadiran Ana. Dia mulai kembali ceria setelahnya. Kehadiran Ana mengubah seluruh atmosfer di hidup Sarah. Sarah yang awalnya putus asa mulai memiliki gairah hidup lagi.


"Oh ya, kayaknya kamu mau keluar ya? rapi banget?" tanya Jo.


"Iya, papi! aku mau keluar sama Iwang!" ucap Ana.


"Iwang, putra Darel?" tanya Jo.


Jo sebenarnya tahu kedekatan putrinya dengan Iwang, putra Darel. Namun Jo ingin mendengar langsung dari mulut putrinya sejauh apa hubungan dua muda-mudi itu.


"Iya, papi! aku ingin menemani Iwang ke suatu tempat!" ucap Ana.


"Baiklah, kalian janjian ketemu dimana?"


"Nanti Iwang datang ke rumah kok, pi!" ucap Ana.


Tidak lama kemudian bel rumah Jo berbunyi tanda ada tamu yang berkunjung.


"Itu pasti dia!" ucap Ana bersemangat.


Ana membukakan pintu, tepat dihadapannya telah berdiri Iwang. Terlihat tampan walau dengan style yang sederhana.


"Hai, sudah siap?" tanya Iwang dengan senyum lebarnya.


"Hai! udah!" jawab Ana.


"Iwang!" sapa Jo yang berdiri disamping putrinya.


"Oh, hai om! lama tidak ketemu, bagaimana kabar om?" tanya Iwang.


"Baik, bagaimana kabar kamu dan adik-adik mu?" tanya Jo.


"Mereka semua juga baik om!" ucap Iwang.


"Yaudah pi, kami pergi dulu yaa! bye papii!!!" ucap Ana mengecup pipi Jo.


"Kalau gitu kami permisi dulu, om!" ucap Iwang berpamitan kepada Jo.


"Saya titip anak saya ya, Iwang! awas kalau pulang-pulang sampai lecet!" ucap Jo memperingati.


"Siap om!" ucap Iwang.


Iwang dan Ana pergi dari rumah Jo dengan mengendarai motor milik Iwang.


"Mereka sangat dekat yaa!" ucap Sarah dengan senyum lebarnya.


"Haruskah aku mengirim lamaran untuk melamar Iwang untuk putri kita?" tanya Jo.


"Hahahaha, kamu ini selalu saja! ayo masuk dulu!" ajak Sarah.


Jo dan Sarah pun masuk kedalam rumah mereka. Tentu saja kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya. Jo memang jarang dirumah karena harus meneruskan perusahaan peninggalan keluarganya. Sebenarnya Jo ingin sang adik, Sharina ikut membantu mengurus perusahaan dia juga bagian dari keluarga Jo. Namun Sharina menolak dan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga saja.


Jika kalian lupa siapa Sharina, dia adalah Shiren, istri dari Tomi.

__ADS_1


__ADS_2