Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 53


__ADS_3

Pagi harinya, Hyuna telah bersiap karena akan membeli perlengkapan pertunangan dengan Kanaya dan juga Kaj. Kaj telah mengabarinya bahwa dia akan menjemput tepat pukul delapan pagi.


"Dek, Kaj udah sampai!" panggil Iwang dari depan kamar Hyuna.


"Iya kak!!" sahut Hyuna.


Hyuna mengambil jepitan berbentuk pita besar yang lagi viral berwarna merah dan memakaikannya di belakang rambutnya. Rambut bagian depan diberi poni ala-ala Korea lalu sedikit rambut di bagian belakang di jepit menggunakan jepitan pita itu. Penampilan Hyuna terlihat sangat anggun apalagi dia saat ini mengenakan dress hitam selutut, tidak terlalu press body namun membuat kesan slim di tubuhnya.


Setelah bersiap, Hyuna langsung turun menemui Kaj. Dia saat ini tengah duduk bersama Iwang. Entah apa yang mereka bicarakan.


"Hai!" sapa Hyuna saat dia berada dihadapan Kaj dan Iwang.


"H...hai!" balas Kaj.


Kaj mendadak gugup. Penampilan Hyuna yang sederhana ini selalu bisa menarik perhatiannya. Mungkin gadis ini memiliki sesuatu yang bisa menariknya untuk selalu menatapnya.


"Kita pergi sekarang? Mommy udah nunggu di mall nya!" ucap Kaj.


"Tunggu sebentar lagi." ucap Hyuna membuat Kaj bingung.


"Nungguin apa lagi?" tanya Kaj.


"Nungguin Naru. Semalam dia bilang ada yang mau dia beli juga di mall, jadi sekalian kita berangkatnya." ucap Hyuna.


"Nah itu dia!" ucap Hyuna.


Naruka turun dengan dress yang sangat ketat juga sangat mini. Iwang bahkan sampai melotot melihatnya. Dress Naruka sangat mini sampai diatas pahanya.


"Naru, kamu mau pakai baju ini?" tanya Iwang.


"Iya kak, kenapa?" tanya Naruka.


"Tapi..." ucapan Iwang terpotong.


"Nggak apa-apa lah kak, lagian kita juga udah telat. Kasian tante Kanaya nunggu lama nantinya. Kita jalan dulu ya kak, bye kakak!!!" ucap Hyuna.


Hyuna, Kaj dan Naruka berjalan meninggalkan Iwang.


"Kenapa aku merasa semakin kesini, Naruka semakin aneh yaa?!" lirih Iwang.


Iwang tersadar dari lamunannya lalu melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Astaghfirullah!!! Aku udah mau telat!!!" ucap Iwang menepuk dahinya.


Iwang bergegas berlari menuju kamarnya. Mengambil jas kedokterannya juga alat-alatnya.


********


Kaj, Hyuna dan Naruka berjalan menuju mobil Kaj.


Bip....Bip....


"Eh, kak Hyuna. Aku boleh ya duduk di depan? Aku agak pusing sejak semalam jadi kalau duduk dibelakang takutnya nanti malah mutah. Boleh yaa." bujuk Naruka.


Saat ini Hyuna baru saja hendak membuka pintu bagian depan disamping tempat Kaj namun Naruka menahannya.


"Oh gitu ya! yaudah kamu duduk aja didepan. Kakak biar dibelakang." ucap Hyuna.


Hyuna mengalah lalu membuka pintu bagian belakang.


"Makasih kak!" ucap Naruka.


Baru saja Naruka hendak membuka pintu mobil, Kaj menahannya.


"Ini!" ucap Kaj memberikan kunci mobil membuat Naru mengernyitkan dahinya bingung.


"Apa ini?" tanya Naruka.


"Kunci mobil!" jawab Kaj.


"Iya tapi buat apa?" tanya Naruka sebal.

__ADS_1


"Lo kan nggak bisa duduk di belakang, jadi lo aja yang mengemudi. Gue sama Hyuna duduk dibelakang!" ucap Kaj lalu langsung masuk kedalam mobil bagian penumpang tepat disebelah Hyuna.


"Loh, kamu ngapain disini? Terus siapa yang mengemudi?" tanya Hyuna terkejut saat Kaj memasuki mobil dan duduk tepat disebelahnya.


"Naruka!" jawab Kaj singkat.


Naruka menggenggam erat kunci mobil Kaj di tangannya dengan penuh marah. Karena Naruka masih diam mematung di tempatnya, Kaj pun menurunkan sedikit kaca mobil dan berteriak pada Naruka.


"Ayo cepat kita berangkat!!! Kasian mommy udah nungguin!!!" teriak Kaj dari dalam mobil.


Mau tidak mau, Naruka harus menyetir mobil Kaj.


Sial!!!! Dia nyuruh gue nyetir, tapi mereka malah enak-enakan dibelakang berduaan!!!! Batin Naruka jengkel.


"Maaf ya Naru! Kamu jadi duduk sendiri." ucap Hyuna tidak enak.


"Ah, iya nggak apa-apa kok kak!" ucap Naru berusaha senyum.


Setelah menghabiskan perjalanan yang menjengkelkan itu, akhirnya mereka pun sampai di mall yang di maksud oleh Kanaya.


"Mommy bilang udah nunggu di toko perhiasannya. Kita disuruh langsung kesana katanya." ucap Kaj ketika mereka turun dari mobil.


"Yaudah ayo!" ucap Hyuna.


Naruka langsung berjalan disamping Kaj. Sekarang posisinya Kaj berada di tengah-tengah antara Hyuna dan Naruka.


"Kalian dari mana aja sih?! Kok lama banget!" keluh Kanaya saat mereka tiba di toko perhiasan.


"Maaf tante kami terlambat!" ucap Hyuna.


"Iya, maaf ya tante! Tante jadi nungguin lama deh!" ucap Naruka.


"Yaudah nggak apa-apa! Sini, mommy udah pilihin beberapa yang bagus! Kamu suka yang mana Hyuna, atau mau pilih model lain juga boleh." ucap Kanaya.


Hyuna dan Kaj mendekat ke arah Kanaya begitu juga dengan Naruka. Dihadapan Kanaya sudah ada lima kotak set perhiasan dengan model berbeda-beda ,lalu ada tiga kotak cincin couple pertunangan. Hyuna jadi bingung memilih cincin pertunangannya. Pilihan Kanaya memang tidak usah diragukan lagi, semuanya sangat indah.


"Sayang, kamu suka yang mana?" tanya Kanaya menatap Naruka.


"Mom, kenapa mommy menatap kerahnya?" tanya Kaj.


Naruka was-was. Keringatnya mulai bercucuran. Kalau sampai Hyuna tahu Naruka menggunakan identitasnya dan mengaku sebagai Hyuna kepada Kanaya dan Aditnya bisa-bisa dia disidang oleh Darel.


Mendengar pertanyaan Kaj itu membuat Hyuna mendongakkan kepala menatap Kaj dan Kanaya bergantian. Sedangkan Kanaya sendiri bingung dengan pertanyaan putranya. Dahinya berkerut dengan tatapan penuh kebingungan.


"Loh, bukannya dia calon istri kamu? Gimana sih kamu ini?" tanya Kanaya menunjuk ke arah Naruka.


Hyuna dan Kaj sama-sama terkejut sedangkan Naruka semakin ketakutan.


"Mom, wanita ini yang bernama Hyuna. Calon istri, mommy, bukan dia! Dia adalah Naruka!" ucap Kaj tegas.


"Loh?!!" Kanaya menatap bingung kearah Naruka dan Hyuna.


Naruka jelas terlihat ketakutan dan cemas, sedangkan Hyuna sendiri bingung dengan situasi ini.


"Tunggu! Naru! Kamu mengaku-ngaku sebagai aku kepada tante Kanaya?" tanya Hyuna pada Naruka.


Naruka diam, tidak berani menjawab.


"Naru jawab!!!" ucap Hyuna setengah membentak.


"E...enggak, kak! Mu....mungkin tante Kanaya yang salah dengar!" ucap Naruka mengelak.


"Tidak-tidak! Saya mendengar jelas kamu menyebut diri kamu sebagai Hyuna! Maka dari itu saya memperhatikan dan mengakrabkan diri pada kamu!" bela Kanaya.


"Masalah ini biar dibicarakan lagi nanti. Sekarang kita pilih saja dulu cincin pertunangannya." ucap Kaj.


"Hyuna, bagaimana? Kamu suka yang mana?" tanya Kanaya menatap ke arah Hyuna.


Naruka berdiri menjauh, dia malu pada Kanaya. Malu pada Kaj. Dia merasa diasingkan, tidak dianggap. Naruka membenci keadaan ini. Keadaan yang membuatnya malu. Dia menatap sekeliling. Ada beberapa orang yang menatapnya aneh, bahkan beberapa orang berbisik-bisik. Perdebatan tadi sempat mencuri perhatian banyak orang karena memang toko perhiasan ini sangat ramai pengunjung. Naruka pun pergi dari tempat itu dengan air mata yang menggenang dan amarah membuncah didadanya.


"Aku suka yang ini, tante!" ucap Hyuna menunjukkan cincin couple berbentuk love dengan berlian yang mengelilinginya.

__ADS_1


"Aku juga suka yang ini!" ucap Kaj.


"Mbak, saya beli yang ini ya. Sama perhiasan ini saya beli semuanya!" ucap Kanaya dengan entengnya membeli lima set perhiasan yang tadi ada dihadapannya.


Kanaya mengeluarkan black card untuk membayar tagihan belanjaannya. Sebelum pulang, mereka menyempatkan diri mampir di restoran sushi untuk makan siang yang ada di mall.


********


Darel baru saja pulang dari kantor bersamaan dengan kedatangan mobil Rangga, Juna, dan Arya. Kaj telah menceritakan semuanya kepada Darel. Darel marah mendengar Naruka mengaku sebagai Hyuna pada orang tua Kaj.


"Darel, ada masalah penting apa yang ingin kamu bicarakan sama kami?" tanya Randita begitu keluar dari mobil dan menghampiri adiknya.


"Iya kak, aku sampai harus membatalkan acara dinner ku dengan Zoe karena ini!" ucap Juna.


"Sebaiknya kita bicarakan ini didalam saja!" ucap Darel datar.


Darel menyuruh keluarga kakak dan adiknya duduk lebih dulu di ruang keluarga sementara dia mandi dahulu agar tubuhnya lebih segar. Darel juga meminta putra-putrinya turun karena ada hal penting yang ingin dia bicarakan. Iwang yang baru saja selesai mandi juga langsung ikut turun bersama Shaki, Hyuna dan Kaivan.


"Ada masalah penting apa sih kak? Kok kayaknya papi terlihat marah tadi waktu nyuruh kita ke bawah!" tanya Hyuna sembari.


Mereka berjalan menuju ruang keluarga beriringan berempat.


"Kakak juga nggak tau! Kita tunggu ayah aja untuk jelasnya." sahut Iwang.


Begitu mereka sampai, mereka langsung duduk di sofa panjang berempat. Iwang duduk di ujung sofa ujung, lalu Hyuna, Shaki dan ujungnya lagi Kaivan.


Tap...tap...tap....


Terdengar derap langkah mendekat ke arah mereka.


"Darel, sebenarnya ada apa?! Kenapa kamu mengumpulkan kami semua disini?" tanya Randita tidak sabaran begitu melihat Darel datang.


"Ini menyangkut Naruka, kak!" ucap Darel.


Naruka yang mendengar itu semakin ketakutan. Ini pasti bersangkutan dengan kejadian di mall tadi karena ustahil Darel tidak tahu apa yang terjadi di mall tadi. Zoe yang duduk di samping putrinya itu menatap kearahnya yang terlihat begitu gelisah. Zoe menggenggam tangan Naruka seolah mengatakan semuanya akan baik-baik saja.


"Naruka?! Ada apa dengan putriku, kak?" tanya Juna khawatir juga penasaran.


"Naru, apa yang kamu lakukan?" tanya Juna menatap putrinya.


Naruka diam saja. Menunduk semakin dalam. Dia tidak berani berucap sepatah katapun.


"Kemarin, waktu Kanaya dan Aditnya makan malam disini, Naruka mengaku pada mereka kalau dia adalah Hyuna. Kanaya dan Aditnya juga percaya karena mereka belum pernah bertemu Hyuna sebelumnya." ucap Darel menatap tajam ke arah Naruka.


Beberapa saat mata elang Darel bertemu dengan mata gelisah Naruka, hingga membuat Naruka menunduk semakin dalam. Tatapan mata mengintimidasi dari Darel membuat nyali Naruka semakin menciut.


"APA?!!! NARU?! APA BENAR APA YANG DIKATAKAN KAK DARELLLL?!!!!" bentak Juna murka.


Naruka ketakutan mendengar bentakan Juna. Jujur saja selama ini Juna tidak pernah meninggikan suaranya dalam mendidik Naruka. Namun perbuatan Naruka kali ini benar-benar kelewatan. Naruka berlindung dibalik punggung Zoe.


"Sayang, tolong maafkan dia. Mungkin dia khilaf!" bela Zoe.


"KAMU JANGAN BELA DIA!!! DIA BERSALAH!!!!" bentak Juna pada Zoe.


"Sudahlah Darel, lagian orang tua Kaj juga tidak mempermasalahkan hal ini kan?! Naruka hanya sedang khilaf saja saat itu. Sudahlah tidak usah diperpanjang!" ucap Rangga membela Naruka.


"Kau tau seberapa malu aku pada Kanaya dan Aditnya?! Sangat-sangat maluuu!!!! Keluargaku sendiri mengaku-ngaku dirinya sebagai putriku!!!! Mau ditaruh dimana muka ku inii!!!" ucap Darel tajam.


Harri, Lukas, Adi dan Nakala berdiri tidak jauh dari tempat itu. Mereka juga geram dengan tingkah Naruka yang menurut mereka semakin menyusahkan padahal dulunya gadis itu tidak seperti itu.


"APA TUJUANMU MENGAKU SEBAGAI HYUNA, NARUU???!!!" bentak Juna lagi.


"AKU MUAK, PAPI!!! AKU MUAKKKKK!!!!" teriak Naruka.


Naruka berdiri menatap tajam papinya seolah menantang Juna. Air mata yang telah membasahi pipi Naruka semakin deras mengalih. Suasana menjadi hening beberapa saat setelahnya. Hyuna yang melihat itu tidak percaya. Dia tidak menyangka Naruka akan seperti ini. Tapi alasan mengapa dia mengaku-ngaku sebagai dirinya juga membuat Hyuna begitu penasaran.


"AKU SUDAH BILANG SAMA KAK HYUNA AKU MENCINTAI SEORANG PRIA. DIA JUGA SEORANG MODEL TERKENAL SAMA SEPERTIKU!!!! AKU MENYEBUTKAN NAMANYA PADA KAK HYUNA!!!! PRIA ITU ADALAH KAJ!!!! AKU MENCINTAI KAJ!!!! BAHKAN SEBELUM KAK HYUNA MENGENAL KAJ AKU YANG LEBIH DULU MENGENALNYAAA!!!!" teriak Naruka.


Hyuna terkejut mendengar pengakuan ini. Dia lupa!!!! Bagaimana bisa dia melupakan kalau Naruka mencintai Mr. K, yang tak lain adalah Kaj!!!!


"AKU BERUSAHA MATI-MATIAN MENDEKATKAN DIRI PADA KAJ YANG TERNYATA SAHABAT BANG ARYA!!!! AKU BERUSAHA AGAR KAJ MELIHATKU!!! NAMUN DIA MALAH SELALU MENATAP KAK HYUNA!!!!! APALAGI SETELAH UNCLE DAREL MENJODOHKAN KAJ DENGAN KAK HYUNA!!!! DAN TANPA RASA BERSALAH, KAK HYUNA MENERIMA PERJODOHAN INI TANPA BERPIKIR PERASAANKU!!!!! KAU MUSUH DALAM SELIMUT, KAKKKK!!!!" teriak Naru menatap tajam ke arah Hyuna sedangkan Hyuna menatapnya penuh rasa bersalah.

__ADS_1


"Naru, maaf!! Aku lupa kalau kau menyukai Kaj!!! Maafkan aku, Naru! Aku menyesal!!!" ucap Hyuna meminta maaf.


__ADS_2