Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 34


__ADS_3

Hyuna baru tiba dirumahnya. Dengan langkah perlahan bak pencuri yang ingin merampok rumah mangsanya, Hyuna berjalan mengendap-endap memasuki rumah.


Click....


Lampu yang semula padam tiba-tiba saja menyala membuat Hyuna membeku di tempatnya seperti tengah tertangkap basah.


"Baru pulang?" tanya Iwang.


"Hehehe, kakakk!!!" Hyuna meringis menatap Iwang yang bersidekap dada dengan ekspresi yang sulit diartikan olehnya.


"Nggak lihat ini udah jam berapa? besok kan masih sekolah?!!"


"Iya, i...ini, Hyuna mau langsung tidur! bye kakakk!" ucap Hyuna langsung berlari menaiki tangga.


Hyuna memasuki kamarnya dan langsung mengunci pintu kamarnya. Nafasnya tidak beraturan padahal Iwang hanya menanyakan kenapa dia pulang larut. Salahnya juga sih karena jam sebelas malam baru tiba dirumah.


Tok...tok...tok....


"Kak Iwang, ini Hyuna juga mau langsung tidur kok!!" teriak Hyuna dari dalam kamarnya karena mengira Iwang lah yang mengetuk pintu kamarnya.


"Ini kakak!!" ucap Shaki.


Rupanya Shaki yang mengetuk pintu kamar Hyuna. Hyuna pun membuka pintu kamarnya dan terlihatlah kakaknya kembarannya itu berdiri dengan celana joger hitam dan kaos hitam.


"Kak.... maaf, Hyuna kira tadi kak Iwang." ucap Hyuna.


"Nggak apa-apa. Nih!" ucap Shaki.


"Kakak tau kamu belum makan! cepat dihabiskan terus mandi habis itu tidur, besok masih sekolah!" ucap Shaki dengan wajah datar.


"Makasih kakakkk!!! sayaanggg deh!!" ucap Hyuna dengan senyum termanisnya.


"Yaudah, kakak balik ke kamar dulu!" ucap Shaki.


Hyuna pun kembali menutup pintu kamarnya, memakan makanan yang dibawa Shaki, mandi, lalu tidur.


********


"Gila!!! kita trending nomor satu di sosial mediaaaa!!!!" teriak Raisa kegirangan sekaligus tidak menyangka.


Raisa saat ini tengah menelepon the Queen karena saat bangun tidur tadi, dirinya dikejutkan dengan kabar kemenangan the Queen semalam menjadi trending topik. Bukan hanya di salah satu media sosial saja, melainkan di beberapa media sosial pencarian terbanyak adalah saat the Queen melakukan aktraksi di penghujung balapan.


"Udah aku bilang!!! dia nggak ada apa-apanya!" ucap the Queen dari sebrang telepon.


"Oke, eh udah dulu lah! gue mau berangkat udah siang nih!" ucap Raisa.


"Oke, bye!!" ucap The Queen.


Raisa mematikan panggilannya, keluar kamar lalu turun ke lantai satu sambil menenteng tas di pundak kirinya.


"Pi, Ica berangkat dulu, bye papiii!!!" ucap Raisa saat melihat papinya.

__ADS_1


"Raisa, tunggu!!" ucap papi Raisa menghentikan langkahnya.


"Ada apa, Pi?" tanya Raisa heran.


"Apa kamu masih berteman baik dengan Hyuna?" tanya Admana, papi Raisa.


"Masih, pi! kenapa? tidak biasanya papi bicara soal Hyuna!" ucap Raisa penuh selidik.


"Nak, kamu tahu siapa orang tua Hyuna. Papi harap kamu berhati-hati dalam berucap padanya, papi tidak ingin mendapat masalah karena berurusan dengan perusahaan papinya Hyuna." ucap Admana dengan penuh wibawa.


"Pi, Hyuna tidak seperti yang papi pikirkan! oke mungkin dia bodoh dalam hal percintaan dan mencintai seseorang, tapi, pi! Hyuna orang yang sangat baik, jauh dari kata baik malah. Kalau papi tahu, dia lebih sering menghabiskan hari-harinya dengan membantu orang yang membutuhkan. Yah, tapi sesekali dia bisa menyebalkan juga sih!" ucap Raisa terkekeh kala mengingat berapa menyebalkannya sahabatnya itu, namun juga yang paling tersayang.


Admana tersenyum simpul melihat putrinya. Admana hanya takut. Bukan pada Hyuna. Hyuna orang baik, tentu Admana tahu itu. Tapi sikap protektif Darel tentu membuat Admana gelisah, takut putrinya melakukan kesalahan tanpa disengaja dan berimbas buruk pada putrinya atau keluarganya.


"Yah, papi hanya ingin kamu berhati-hati saja. Sudah sana berangkat, hati-hati ya!" ucap Admana.


"Oke, bye papii!!!!" ucap Raisa mengecup pipi Admana sebelum pergi.


Admana menatap kepergian putrinya. Berharap semua kekhawatirannya tidak akan pernah terjadi.


********


Kaj baru keluar dari apartemennya. Saat tiba di loby, Kaj terkejut melihat kedatangan Naruka dengan menenteng sebuah rantang.


"Pagi, aku bawakan sarapan nih! kamu cobain ya! ini aku masak sendiri loh!" ucap Naruka sambil menyodorkan rantang yang dia bawa ke hadapan Kaj.


"Ah, iya! terimakasih. Maaf jadi merepotkan." ucap Kaj terpaksa menerima rantang dari Naruka.


Kaj membuka rantang itu. Ada ayam goreng belum matang, cap cai, dan telur goreng yang satu sisinya gosong. Kaj mencoba cap cai yang terlihat lebih layak dimakan dari dua makanan lainnya.


"Huekkk...."


Kaj memuntahkan kembali cap cai itu rasa asin yang terlalu dominan itu membuat lidahnya mati rasa.


"Ini dia kasih garamnya berapa dus sih?! asin banget!!" ucap Kaj.


Karena tidak ingin mengambil resiko, Kaj pun meminta cleaning service di apartemen itu untuk membuang makanan dari Naruka.


"Duh, pagi-pagi udah dapat sial! mana rasa asinnya nggak ilang-ilang lagi!" gerutu Kaj sambil meneguk air mineral.


Kaj tau kalau Naruka mencoba mendekatinya. Perasaannya sebenarnya sangat peka, namun hati Kaj sama sekali tidak tertarik pada Naruka.


********


Alvaro duduk diatas motornya. Pagi ini dia ingin menjemput Hyuna untuk mengantarkan gadis itu ke sekolah.


"Hyunaa!!!" teriak Alvaro saat melihat Hyuna keluar dari pintu rumahnya.


"Kakak ngapain disini pagi-pagi?" tanya Hyuna heran.


Bukan karena perduli, melainkan heran saja pria yang dulu begitu membenci dirinya tiba-tiba bersikap sangat baik.

__ADS_1


"Sengaja. Gue mau nganterin lo ke sekolah, mumpung gue nggak ada mata kuliah hari ini." ucap Alvaro.


"Maaf kak, kayaknya Hyuna berangkat sendiri, kakak pulang aja!" tolak Hyuna.


"Tapi gue udah nunggu dari tadi!" ucap Alvaro.


"Kakak sendiri kok yang datang kesini bukan aku yang minta!" kesal Hyuna.


Tin....tin....


Sebuah mobil sport memasuki pekarangan rumah Darel membuat Hyuna dan Alvaro menoleh ke arah mobil itu. Kairo. Pria itu terlihat sangat tampan dengan seragam sekolah.


"Selamat pagi, Hyuna!" sapa Kairo setelah turun dari mobilnya.


"Pagi, Kai!" sapa balik Hyuna.


"Jadi lo nolak berangkat bareng gue gara-gara dia?!" kesal Alvaro membuat Hyuna menatap tajam kearahnya sedangkan Kairo menatap bingung pada Alvaro.


"Untuk kakak ketahui ya, pertama, aku nggak minta kakak untuk datang jemput aku. Kedua, aku nggak akan mau dekat-dekat sama orang yang akh benci!!" ucap Hyuna menekankan setiap katanya.


"Hyuna, gue minta maaf! gue tau gue salah! nggak seharusnya gue kayak gitu sama lo, apalagi setelah kejadian waktu itu, gue bener-bener minta maaf!" ucap Alvaro jujur namun Hyuna tetap meragukannya.


"Rasa sakit hanya dibalas dengan kata maaf itu tidak adil, kak!!!" ucap Hyuna.


Benar. Rasanya begitu sakit saat dulu Alvaro secara terang-terangan menolak dirinya, mencaci maki dirinya, bahkan berniat hendak melecehkannya bersama teman-temannya.


"Lo mau gue ngapain supaya lo bisa maafin gue, Hyun?!" tanya Alvaro memohon.


"Jauhi aku kak! jika dulu aku begitu bodoh masih menyukai pria seperti kakak, tapi sekarang tidak lagi. Aku sebegitu bencinya sama kakak!" ucap Hyuna.


"Ayo, Kai! kita jalan, nanti malah terlambat lagi!" ucap Hyuna mengajak Kairo pergi.


Kairo dan Hyuna pun masuk kedalam mobil sport milik Kairo lalu pergi meninggalkan Alvaro yang masih berada disana.


Gue harus apa biar lo suka lagi sama gue, Hyuna?! batin Alvaro.


Alvaro masih menatap sendu ke arah mobil Kairo yang semakin menghilang dari pandangannya.


********


Didalam mobil Kairo.


"Sorry, tapi aku begitu penasaran sama apa yang terjadi tadi dan mulut ini begitu gatal untuk tidak bertanya tentang itu." ucap Kairo setelah mereka meninggalkan kediaman Darel.


Hyuna menghela nafas panjang menunduk sebentar lalu menatap Kairo yang menatapnya seolah meminta jawaban.


"Mungkin kamu udah tau apa yang terjadi antara aku dengan kak Varo." ucap Hyuna.


"Tentu! gadis pintar yang menyatakan cintanya kepada kakak tingkat sebanyak puluhan kali dan puluhan kali juga ditolak?! aku sudah mendengarnya." ucap Kairo.


Hyuna tersenyum getir. Dulu, dia memang sebodoh itu masih menyukai Alvaro yang jelas-jelas telah menolaknya bukan hanya puluhan mungkin sudah ratusan kali pria itu menyuruhnya menyerah dan berhenti mengejarnya. Miris memang. Dulu, Hyuna seolah membuang harga dirinya yang begitu berharga hanya demi memohon cinta dari pria breng**k seperti Alvaro. Kenapa juga dulu Hyuna bisa menyukai pria itu yaa?! sekarang Hyuna jadi ilfil padanya.

__ADS_1


__ADS_2