Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 51


__ADS_3

Ting...tong.....ting....tong....


Kaj berjalan menuju pintu apartemennya dengan mata masih terpejam karena suara bel apartemennya.


Ceklek...


Begitu pintu apartemennya terbuka.


"Dasar anak nakal!!! Bisa-bisanya kamu mau bertunangan dengan seorang gadis dan baru memberitahu mommy sama papi kamu satu minggu sebelum acara?!!! Kamu ini benar-benar!!!!" ucap seorang wanita yang langsung masuk ke dalam apartemen Kaj sambil menjewer telinga Kaj.


Kaj yang semula matanya masih terpejam langsung melotot saat telinganya dijewer oleh mommy nya.


"Aduh sakit, mommy!!! Aduhhh!!! pi, tolong akuu!!!" rengek Kaj menatap papinya yang hanya tertawa.


"Ayo, sayang!! jewer yang kuat telinga anak nakal itu. Dia sama sekali tidak menghargai kamu sebagai mommy nya!!" kompor papi Kaj.


"Pii!!! jangan jadi kompor dongg!!!! Mommy, lepasin telinga aku!!! Nanti kalau sampai telinga aku copot, aku nggak jadi nikah nihhh!!!!" ucap Kaj.


"Ada apa sih ribut-ribut!" ucap Arya yang baru saja terbangun karena suara berisik.


Sontak saja semua orang menatap ke arah Arya. Bahkan mommy Kaj melepaskan tangannya dari telinga putranya itu.


"Dia siapa?! Jangan bilang kamu belok, Kaj!! Astaga, nak!! wanita diluar sana masih banyak, belum langka, kenapa kamu malah milihnya pria begini?!!!!" ucap mommy Kaj.


Mendengar ucapan mommy Kaj, seketika Kaj melototkan matanya sambil tangannya menutup area intinya. Begitu juga Arya yang reflek menutup bagian belakangnya.


"Enak aja tante! Saya masih normal yaa!!! Kalau anak tante sih, aku nggak tau!" celetuk Arya.


"Enak aja gue juga masih normal yaa!!!" ucap Kaj mendengus kesal menatap Arya.


"Terus dia siapa?! Kok ada disini?!" tanya mommy Kaj.


"Dia itu kakak sepupu wanita yang akan bertunangan denganku, mom, pi!" ucap Kaj.


"Ooooo!!!!" sahut papi dan mommy Kaj bersamaan sambil melemparkan tatapan satu sama lain.


"Pertunangan ini juga mendadak makanya aku baru sempet bilang semalam karena papi gadis itu mintanya seminggu tunangan lalu seminggu lagi menikah!" ucap Kaj.


"Ooooo!!" sahut kedua orang tua Kaj lagi.


"Terus kok kalian bisa tiba-tiba ada disini sih?!" tanya Kaj bingung.

__ADS_1


Pasalnya dia semalam menghubungi papi dan mommy nya melalui pesan singkat di aplikasi hijau sekitar pukul sepuluh malam tadi. Lalu tiba-tiba pagi ini mommy sama papi nya sudah ada di apartemennya.


"Semalam waktu kamu Whats*pp, mommy, kami langsung telepon pesawat jet pribadi milik opa dan langsung terbang ke Indonesia. Lagian kamu juga! Kan dulu kamu pamitnya ke Indonesia mau kerja ehhh, malah kasih kabar mau menikah!!" ucap mommy Kaj.


"Ooo! Oh ya, mom, pi, ini namanya Arya." ucap Kaj memperkenalkan Arya.


"Arya?! Arya teman kamu yang dari Jepang itu?! Wahhh sudah lama ya tidak ketemu!!!" ucap mommy Kaj langsung memeluk hangat Arya.


"Kamu sehat-sehat aja kan, nak?" tanya Mommy Kaj.


Raditya dan Kanaya. Mereka sering mendengar Kaj berbicara mengenai Arya. Dia juga sudah mengenal sahabat putranya itu, namun mereka sudah lama tidak bertemu dengan Arya. Jadi tidak heran kalau mereka tidak mengenali Arya tadi.


"Sehat, tante. Bagaimana perjalanan kalian tadi? Lancar?" tanya Arya.


"Ada kendala sedikit karena cuaca buruk disana. Tapi it's okey, semuanya aman kok!" ucap Kanaya.


Walau usianya sudah lebih dari lima puluh tahun, tapi wajahnya masih terlihat segar. Tidak ada keriputan di sekitar wajahnya karena dia selalu berolahraga dan mengonsumsi sayur juga buah-buahan.


"Jadi, adik sepupu kamu itu siapa?! Yang akan dijodohkan dengan Kaj." tanya Kanaya.


"Dia Hyuna, tante! Tante pasti akan langsung menyukai adikku itu saat bertemu nanti." ucap Arya.


"Duhh, jadi nggak sabar ketemu Hyuna ya, pi!" ucap Kanaya menatap kearah suaminya.


Aditya Gama penerus perusahaan Gama Company adalah putra sulung dari Abraham Putra Gama. Pendiri sekaligus CEO pertama perusahaan Gama. Perusahaan Gama bergerak di bidang properti. Tidak heran jika mereka memiliki banyak apartemen, rumah, dan hotel di seluruh dunia.


"Oh ya, om Darel mengundang kita untuk makan malam bersama malam ini. Kalau kalian tidak capek nanti aku sampaikan persetujuan kita untuk acara itu. Tapi kalau kalian capek, kita bisa mengagendakan acara makan malam ini lain hari." ucap Kaj yang sontak saja mendapat pukulan di bagian belakang kepalanya.


"Kita jauh-jauh kesini untuk melihat calon menantu keluarga Gama yaaa!!!! Cepat hubungi calon mertua kamu lalu bilang kalau kita akan datang kerumahnya untuk acara makan malam." ucap Aditnya.


"Aduhhh!!! Iya-iya, pi!" ucap Kaj sambil memegangi belakang kepalanya yang sakit belas pukulan dari papinya.


"Oh ya, mommy sama papi udah bawa kalung peninggalan keluarga kita. Udah mommy siapin buat Hyuna. Duhh, mommy jadi nggak sabar buat lihat calon menantu kita, pi!" ucap Kanaya yang terlihat begitu excited.


"Sama, papi juga udah nggak sabar!" ucap Aditnya.


"Kalau begitu saja pulang dulu ya, tante, om! Sekalian mau mampir ke rumah paman Darel buat beritahu kalau kalian bersedia makan malam bersama, bagaimana?" tawar Arya.


"Ah, iya! Tolong sampaikan pada pamanmu, ya Arya!" ucap Kanaya.


"Siyap, tante! Ya sudah saya pamit dulu!" ucap Arya.

__ADS_1


Setelah mencium tangan Aditnya dan Kanaya, Arya pun pergi menuju rumah Darel. Begitu sampai dirumah Darel, Arya tidak sengaja bertemu Naruka. Dia baru saja turun dari kamar Hyuna.


"Bang, mau kemana?" tanya Naruka.


"Mau cari paman Darel!" jawab Arya.


"Emang ada hal penting apa sampai abang cari uncle?" tanya Naruka.


"Malam ini keluarga Kaj akan datang untuk acara makan malam sekaligus untuk mempersiapkan acara tertunangan dan pernikahan Kaj dan Hyuna." ucap Arya.


Mendengar hal itu seketika darah Naruka mendidih. Namun sedetik kemudian dia berhasil mengontrol emosinya.


"Wah, bagus tuh! Aku tadi lihat uncle ada di ruang kerjanya." ucap Naruka.


Karena Darel hari ini tidak ke kantor jadi dia bekerja di ruang kerjanya. Tadi dia sudah melakukan meeting secara online bersama para pemimpin cabang perusahaanya.


"Oh, oke! abang kesana dulu ya!" ucap Arya.


Begitu Arya pergi ke ruangan Darel, Naruka mengepalkan tangan. Emosi yang tadi sudah mereka kembali berkobar.


"Hanya aku yang pantas menjadi istri Kaj!!! Hanya aku!!!" ucap Naruka lirih menekan kalimat terakhirnya.


**********


Malam telah tiba. Semua masakan telah tersaji dia atas meja makan. Tadi saat Arya mengatakan pada Darel bahwa keluarga Kaj ingin datang makan malam bersama, dia begitu senang. Dia memerintahkan para kokinya untuk memasak berbagai hidangan mewah juga Darel meminta Hyuna untuk mempersiapkan diri secantik mungkin dihadapan calon mertuanya. Hyuna awalnya ogah-ogahan, namun melihat bagaimana gembira papinya itu membuat Hyuna mau tidak mau bersiap sesuai keinginan Darel. Hyuna bersiap dibantu Nakala yang rupanya bisa mendandani dengan sangat cantik.


Pukul tujuh tepat, keluarga Kaj sampai dirumah Darel. Kanaya dan Adit berjalan lebih dulu meninggalkan Kaj yang sibuk dengan hadiah-hadiah yang akan diberikan kepada keluarga Darel.


Tepat saat mereka sampai didepan pintu rumah Darel, seorang gadis cantik nan anggun menyapa mereka.


"Selamat malam, tante, om! Perkenalkan saya Hyuna!"


"Jadi ini yang akan menjadi menantu kami?! kamu cantik sekali sayang!!!" puji Kanaya.


Gadis itu tersenyum mendengar kata pujian dari Kanaya.


"Kaj memang tidak salah pilih!! Kau wanita yang sangat cantik, nak!" puji Aditnya.


Semakin tinggilah angan-angan gadis itu mendengar pujian dari orang tua Kaj.


"Mari om, tante. Semua orang sudah menunggu kedatangan kalian!" ucap gadis itu dengan lemah lembut.

__ADS_1


"Iya-iya, ayo!" ucap Kanaya.


Kanaya menggandeng tangan gadis itu untuk masuk kedalam rumah. Mereka terlihat begitu akrab sekali. Tidak jarang mereka terlihat tertawa bersama, entah apa yang mereka bicarakan.


__ADS_2