Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 209


__ADS_3

Pretty baru bangun dari sadarnya. Tadi dia sempat sadar namun mendapat penyiksaan dari Aqis. Bahkan sekarang saja tubuh Pretty banyak yang luka-luka akibat ulah Aqis.


"BANGUNNNN!!!!" teriak Aqis saat tahu Pretty sudah siuman.


"Auuuu.....SAKITTTT!!!!" teriak Pretty kesakitan tatkala tangan Aqis menjambak kuat rambutnya.


"Jangan kau pikir dengan pingsan aku bisa mengurangi hukumanmu yaa!!! jangan harappp!! kau bisa saja lari dari hukumanku, tapi aku jamin kau tidak akan bisa lari dari hukuman tuan Darel!!" ucap Aqis menghempaskan tubuh Pretty begitu saja.


"Kau tahu bagaimana tuanku itu kalau marah bukan?! habis sudah riwayat mu ditangannya!" ucap Aqis menyunggingkan bibirnya.


Pretty tiba-tiba bergidik ngeri. Bulu kuduknya berdiri ketakutan. Amarah Darel saat tahu dirinya sudah tidak per*wan dulu saja sangat mengerikan. Apalagi sekarang saat tahu jika rumah tangganya hancur karena ulahnya. Sudah pasti hari itu adalah hari terakhirnya di Bumi.


"Kau sangat bodoh hingga berani sekali membuka mulut dihadapan nona Mentari. Kau pikir kau siapa hingga beraninya bicara seperti itu kepadanya?" tanya Aqis menyeringai membuat bulu kuduk Pretty berdiri.


"Ikat dia! jangan biarkan dia lolos!" perintah Aqis.


"Lalu kita apakan wanita ini, bos?" tanya salah satu bawahan Aqis.


"Tunggu perintah dari tuan Darel!" ucap Aqis.


Mereka menuruti perintah Aqis. Meskipun Pretty sempat memberontak, namun dia tetap kalah tenaga dengan dua pria kekar bawahan Aqis.


********


Dimobil Abu.


"Emmm, jadi, anda ini kekasihnya pak Rohan?" tanya Abu penasaran.


"Hah, apa?! bukan!! siapa yang bilang?" tanya Suli terkejut.


"Ohhh bukannnn!!" ucap Abu sedikit berteriak.


"Tapi kenapa anda bisa tinggal dirumah pak Rohan?" tanya Abu.


"Emm, aku ada urusan dengannya dan sahabatnya. Dan karena sahabatnya itu sudah punya pasangan jadi aku disuruh tinggal disana agar ada yang menjaga." ucap Suli tidak menjelaskan semuanya.


"Ouhhh!! urusan apa itu?" tanya Abu lagi.


Brukkk....


"Aduhhh!!!!"


"Anda tidak apa-apa? duh, siapa sih yang menghalangi. Nggak tau apa ini jalan umum!" ucap Abu hendak turun dari mobilnya.


"Tunggu! lebih baik telepon saja tuan Rohan agar kesini dengan membawa beberapa polisi. Aku yakin mereka sengaja melakukannya!" ucap Suli.


"Apa? bagaimana kau bisa tahu?" tanya Abu.


"Duhh, kamu nih banyak tanya deh! aku lagi nggak bawa senjata nih buat melindungi diri." ucap Suli kesal.


"Hah?!!" Abu kebingungan.


Masih banyak pertanyaan dipikirannya namun dia tetap melakukan apa yang Suli bilang, yaitu menelepon Rohan.


"Hallo, pak! bisa datang ke alamat yang sudah saya kirim?" ucap Abu.


"Sini biar aku yang bicara!" merebut ponsel dari tangan Abu.


"Hei....hai....aku belum selesai bicara!!!" protes Abu.


"Hallo! sepertinya mereka membuntuti ku! ada kode yang tersembunyi dari setiap plat mobil anggota mereka. Aku yakin mobil yang menghadang kami didepan adalah salah satunya!" ucap Suli tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Baiklah, tunggu sebentar! aku dan beberapa bawahan ku akan kesana segera! jangan keluar dari mobil apapun yang terjadi!" ucap Rohan ditelepon.


Panggilan diputus sepihak oleh Rohan.


"Bagaimana?" tanya Abu.


"Kita disuruh menunggu didalam mobil. Jangan keluar apapun alasannya!" ucap Suli mengulangi perintah Rohan.


"Aku ini seorang polisi! mana mungkin aku takut pada mereka!" ucap Abu sombong.


Abu tidak tahu siapa lawannya sekarang. Terlihat beberapa pria kekar turun dari mobil itu, ada juga dari mobil didepannya. Ternyata ada dua mobil yang menghadang mereka. Masing-masing pria itu membawa senjata ditangan mereka.


"Sudah aku duga! itu pasti mereka!" ucap Suli menatap sengit dari dalam mobil.


"Aku harus keluar!" ucap Abu hendak membuka pintu mobil.


Secepat kilat Suli menarik ujung kerah pria disampingnya itu. Sedikit geram dengan tingkahnya.


"Kau cari mati yaa! lihat jumlah mereka! dan lihat dirimu!" ucap Suli.


"Lalu kita harus apa?!"


"Tunggu saja disini sampai tuan Rohan datang!" ucap Suli.


Duh sial, pake nggak bawa senjata lagi! terpaksa kan aku harus berdiam diri disini! tuan Rohan, cepatlah datang!


Dok...dok...dok...dok....


"Woii keluarrr!!!! keluarrr!!!! Cepat keluarrr!!!!" ucap mereka mulai menyerang mobil.


Pyarrrr....


Salah satu dari mereka berhasil memecahkan jendela mobil didekat Suli dan menarik paksa tangan Suli hingga tergores dan luka.


Suli tidak kehabisan akal. Dia menendang pintu mobil hingga membuat pria yang menariknya ini terjatuh lalu kembali mengunci pintu mobil.


"Si*lan kau wanita!!!" teriak pria yang terjatuh.


"Duh mana sih pak Rohan lama sekali datangnyaaa!" ucap Abu ikut panik


Pyarrr.....


Buk....


Salah satu pria kekar itu berhasil memecahkan kaca disamping tempat duduk Abu dan meninjunya hingga mengeluarkan darah segar diujung bibirnya.


"Si*lan!!!" ucap Abu menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya.


"Kau mau kemana?!" teriak Suli saat Abu hendak keluar mobil.


"Menumpas mereka!!!" ucap Abu emosi.


"Kau gila?! kau bisa kalah telak!! lihat jumlah mereka!!" ucap Suli.


"Tidak perduli! aku seorang polisi!" ucap Abu masih kekeh ingin keluar.


"Jangan bertindak gegabah! kau bukan lawan mereka! kau bukan tandingan mereka! sekarang bersembunyi hingga tuan Rohan datang adalah solusi terbaik!" jelas Suli.


"Dan membiarkan mereka merusak mobil ini dulu baru kita melawan? jangan bo*oh! jika aku mati, aku ingin mati karena bertarung melawan kejahatan. Bukan bersembunyi seperti tikus got!" ucap Abu.


"Tapi..."

__ADS_1


Brak....


Buk....buk...buk....


Abu keluar dari mobil dan langsung melayangkan tinju kepada pria-pria kekar itu. Mereka yang tahu Abu sudah keluar langsung menghampirinya dan terlihat pertarungan tidak seimbang disana.


"Duhh gimana nih, kalau dibiarkan dia bisa mati konyol!" ucap Suli takut.


Suli melihat dari dalam mobil kalau Abu sudah kehabisan tenaga melawan pria kekar itu yang jumlahnya sangat banyak. Ketika Abu hendak dipukul dengan kayu balok dari belakang, Suli langsung datang dan menangkis kayu balok itu dengan tendangan kakinya sehingga tidak mengenai Abu.


"Terimakasih!" ucap Abu lemah.


Abu tersungkur di tanah dengan banyak darah segar mengalir dari wajah dan tubuhnya.


"Sudah aku bilang jangan bertindak gegabah! lihat sekarang akibatnya!" omel Suli menoleh kebelakang tempat Abu.


Suli memasang kuda-kuda bersiap melawan mereka. Meskipun tidak jago bertarung, setidaknya dia punya sedikit ilmu itu. Pria kekar itu mulai menyerang Suli namun berhasil ditangkis dan dihindari oleh Suli. Tidak sampai disitu, Suli juga berhasil melawan balik dengan meninju, menendang dan memuntir pergelangan tangan beberapa pria kekar itu. Samar-samar Abu melihat aksi Suli.


Dasar wanita! kalau kepepet saja bisa langsung jadi wonder woman! batin Abu.


Buk...buk...des...


Suara pukulan dan tendangan yang dilayangkan Suli.


Tidak lama kemudian terdengar suara sirine polisi. Rohan Datang.


"Hei berhentiii!!!" teriak Rohan turun dari mobil polisi disusul bawahannya.


Terhitung ada empat mobil polisi yang dibawa Rohan. Suli melihat kearah Rohan. Karena hilang waspada, Suli tidak menyadari kalau salah satu pria kekar itu mengambil pisau lipat yang ada disakunya.


"SULII AWASSSS!!!!!!" teriak Rohan saat tahu Suli terancam oleh pria kekar yang membawa pisau itu.


Mendengar teriakan Rohan, Suli pun menoleh kebelakang.


Jleppppp.


"SULIIIIIIIIII!!!!!!!"


Rohan berlari dengan cepat kearah Suli.


"Hahahaha, pahlawan wanita sudah tumbang!" ucap pria kekar yang telah men*suk Suli sambil menyeringai puas.


Buk.....


Suli menendang pria itu tepat pada bagian inti bawahnya hingga pria itu mundur beberapa langkah sambil meringis kesakitan. Setelah melakukan serangannya, Suli terlihat sempoyongan. Tangan kirinya memegangi bagian perutnya yang terluka dan mengeluarkan banyak darah.


Saat hampir terjatuh, Rohan langsung merengkuh pinggang ramping Suli dan membawanya pada pelukannya. Dipeluk dari samping?!! ya Tuhan!!! setiap bawahan Rohan melongo melihat pemandangan itu. Terlihat sangat mesra dan raut khawatir sangat kentara diwajah Rohan.


Dor....dor...dor.....


Beberapa tembakan Rohan layangkan kepada pria kekar itu. Ada dua orang yang terkena tembakan Rohan, satu dibagian kaki dan satu lagi dibagian punggung namun kelihatannya hanya tergores saja.


"Mundur!!!! mundur!!!" teriak salah satu dari mereka.


Pria-pria kekar itu berlari menuju mobil mereka lalu pergi meninggalkan tempat itu. Suli yang semula masih sadar perlahan mulai kehilangan kesadarannya. Dia terjatuh dipelukan Rohan.


"Suli?!! hei!! bangun!!! Suli!!!!" panggil Rohan khawatir.


"Cepat bantu aku membawa mereka berdua kerumah sakit!" perintah Rohan kepada bawahannya sambil memberi isyarat kepada Abu yang juga terluka cukup parah.


Mereka membawa Suli dan Rohan menuju rumah sakit Bagas.

__ADS_1


"Cepat sedikit!!!" omel Rohan.


Sepanjang perjalanan hanya itu saja yang Rohan ucapkan namun dengan nada yang tinggi. Omelan Rohan terdengar seperti frustasi, khawatir dan marah. Mereka pun mulai menaikkan kecepatan agar tidak mendapat omelan lagi.


__ADS_2