Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 45


__ADS_3

Hyuna mulai mengeluarkan ******* indah dari mulutnya. Tubuhnya juga tidak bisa diam karena pengaruh obat perangsan* tadi. Sepertinya Kairo memberikan dosis yang tinggi pada minuman Hyuna. Pria yang menolong Hyuna bahkan sampai mencekal kedua tangannya dengan tangan kirinya agar Hyuna tidak bisa membuka pakaiannya. Tadi Hyuna sempat ingin membuka pakaiannya yang sangat kurang bahan itu. Untungnya pria itu langsung mencekal tangannya. Walau begitu, Hyuna masih merasa kepanasan dan meliuk-liukkan tubuhnya.


Pria yang menolong Hyuna tadi adalah Kaj. Tadi tanpa sengaja Kaj melihat Hyuna dan Kairo pergi. Karena perasaannya menuntunnya untuk membuntuti mobil Kairo, Kaj pun mengikutinya hingga sampai ke sebuah bar. Kaj awalnya bingung kenapa mobil Kairo berhenti di tempat seperti itu. Kaj pun terus mengikuti mereka dan memesan ruangan VIP juga dengan jarak cukup jauh namun masih bisa memantau Hyuna dan Kairo.


Saat Kairo pergi ijin ke toilet tadi, Kaj juga mengikutinya. Entahlah, perasaannya menyuruhnya untuk mengikuti pria itu dan benar saja. Kaj melihat Kairo menyogok seorang pelayan untuk memberikan sebuah botol kecil. Awalnya Kaj tidak berpikir negatif. Namun saat dia melihat Hyuna mulai menunjukkan gelagat aneh. Kaj jadi paham bahwa yang Kairo berikan tadi adalah obat perangsan*.


Akhirnya, disinilah mereka. Kaj membawa Hyuna ke apartemen miliknya karena tidak mungkin membawa pulang Hyuna dalam kondisi seperti ini. Sepanjang perjalanan menuju apartemennya, Hyuna berusaha untuk mencium bibirnya. Karena tidak ingin berlama-lama dan memancing sesuatu dalam dirinya, Kaj pun melepaskan darinya lalu membekap mulut Hyuna. Kaj juga sebelumnya membeli sebuah tali yang kini digunakannya untuk mengikat tangan Hyuna. Entahlah apa yang akan Hyuna pikirkan setelah sadar nanti.


Sesampainya di pintu kamar Kaj, Kaj bergegas membuka pintu kamarnya menggunakan kartu khusus untuk membuka pintu apartemennya. Hyuna yang digotong seperti karung beras oleh Kaj meronta-ronta. Terlebih panas tubuhnya semakin meningkat.


Begitu pintu terbuka, Kaj langsung membawa Hyuna ke kamar mandinya. Mengisi bathub dengan air lalu....


Byurrrr......


Kaj menceburkan Hyuna kedalam bathub yang terisi air. Kaj membuka ikatannya di tangan Hyuna juga mulutnya lalu keluar dari kamar mandi. Kaj membiarkan Hyuna menurunkan suhu tubuhnya didalam kamar mandi sedangkan dia berganti pakaian di kamar ganti karena pakaiannya tadi basah karena terkena air saat menceburkan Hyuna kedalam bathub.


Sekitar tiga puluh menitan, Hyuna keluar dengan tubuh menggigil. Pakaian yang tadi dia kenakan telah dia lepas dan kini dia memakai handuk berbentuk kimono.


"K...k..kenapa...a...aku...bisa disini?!" tanya Hyuna menggigil.


Kaj menatapnya heran.


"Ke...kenapa...menatapku seperti itu?!" tanya Hyuna.


"Kau lupa? Apa harus aku yang mengingatkan?" tanya Kaj.


"Apa?!" tanya Hyuna.


Kaj mengambil ponselnya lalu membuka sesuatu. Hyuna mengernyitkan dahinya. Entah apa yang Kaj ingin tunjukkan padanya.


"Lihatlah!" ucap Kaj sembari menyodorkan ponselnya.


Hyuna mengambil ponsel Kaj lalu melihat apa yang ingin Kaj tunjukkan. Dilihatnya sebuah video berisi Kairo yang menyogok seorang pelayan untuk memberikannya obat perangsan*. Hyuna terkejut melihat fakta ini. Dia kira Kairo orang yang baik. Sekali lagi, Hyuna salah melabuhkan hati.


Hyuna mengembalikan ponsel milik Kaj.


"Aku tidak punya baju wanita. Untuk sementara pakailah bajuku. Terserah kau mau pakai yang mana." ucap Kaj.


Kaj merebahkan tubuhnya diatas ranjang lalu terpejam. Hyuna yang melihat itu sangat kesal. Bagaimana bisa Kaj memintanya mengambil sendiri pakaian yang jelas-jelas itu adalah pakaiannya. Pakaian seorang pria dan dia seorang wanita.


"Kau, serius menyuruhku mengambil sendiri?!" tanya Hyuna memastikan.


"Ya!" jawab Kaj singkat.


Hyuna menghentakkan kakinya lalu pergi ke ruang ganti milik Kaj. Sepeninggal Hyuna, Kaj membuka sebelah matanya lalu melirik ke arah Hyuna yang memasuki ruang gantinya. Matanya kembali terpejam sambil tersenyum.


Di sisi Hyuna. Hyuna kebingungan. Untung saja underwear milik Kaj tidak terpampang dengan nyata. Hyuna rasa benda itu ditaruhnya di laci yang memang ada di lemari itu.


"Aku pakai mana yaa?!" tanya Hyuna sambil melihat kemeja dan kaos milik Kaj.

__ADS_1


Akhirnya pilihan Hyuna jatuh pada sebuah kemeja putih. Hyuna juga mengambil celana pendek milik Kaj sebagai bawahan. Karena dasarnya Hyuna yang memiliki tubuh yang lebih kecil daripada Kaj, sehingga kemeja milik Kaj itu nampak seperti daster sepanjang lutut kala dipakai Hyuna. Setelah memakai kemeja milik Kaj, Hyuna pun keluar dari ruang ganti.


Kaj yang mendengar suara langkah kaki mendekat langsung terduduk dari tidurnya.


"Kenapa pakai kemaja yang itu?!" tanya Kaj langsung berdiri menghampiri Hyuna.


Hyuna reflek memundurkan tubuhnya beberapa langkah sambil menyilangkan tangannya di dada.


"Eitsss!!! Kan tadi bilangnya terserah aku mau pakai yang mana!!" ucap Hyuna mengulangi perkataan Kaj.


"Ya nggak yang ini juga!!! Besok akan aku pakai!!" ucap Kaj berusaha menarik kemeja yang dipakai Hyuna.


"Lepass!!!" ucap Kaj terus menarik bagian bawah kemeja yang digunakan Hyuna.


"Nggak mauuuu!!!!" teriak Hyuna sembari mempertahankan kemeja yang melekat di tubuhnya.


"AAAAA!!!" teriak Hyuna.


Karena tarikan Kak begitu kuat membuat bagian bawah kemeja itu robek sehingga membuat Hyuna terhuyung jatuh ke belakang. Hyuna menabrak sebuah vas kecil hingga terjatuh dan pecah lalu mengenai kakinya.


"Maaf!! Sini biar saya bantu!" ucap Kaj.


Kaj membantu Hyuna mendudukkannya ke tepi ranjang.


"Biar saya ambilkan p3k dulu." ucap Kaj.


Kaj pun pergi lalu kembali membawa sebuah kotak obat.


Hyuna menyodorkan kakinya sebelah kiri yang terkena pecahan vas. Terlihat oleh Kaj kaki Hyuna mengeluarkan sedikit darah. Dengan telaten, Kaj membersihkan darah di kaki Hyuna lalu menempelkan plaster.


"Udah!" ucap Kaj.


Kaj pun merapikan kotak obatnya lalu meletakkan kembali kotak obat ke tempat asalnya.


"Bisa jalan nggak?! Aku nggak mau ya gendong kamu." ucap Kaj.


"Emang kita mau kemana?" tanya Hyuna.


"Pulang lah! Emang kamu mau nginap disini?" tanya Kaj.


"Oh, lupa!" ucap Hyuna meringis.


Hyuna berdiri dari duduknya. Kaj dengan sigap merentangkan tangannya waspada menjaga Hyuna. Siapa tahu nanti malah tersungkur lagi di lantai kan Kaj juga yang repot.


"Aku bisa sendiri kok. Heels ku tadi mana?" tanya Hyuna.


"Nih!" ucap Kaj.


Bukannya memberikan heels milik Hyuna, Kaj malah memberikan sandal milik Kaj.

__ADS_1


"Aku kan tanya heels kenapa kamu kasih sandal kamu?!" tanya Hyuna.


"Kaki kamu aja udah sampai lecet tuh pakai heels. Mending pakai ini aja udah!" ucap Kaj sedikit memaksa.


Mau tidak mau Hyuna pun memakai sandal Kaj. Mereka pun keluar apartemen dengan Kaj yang membantu Hyuna berjalan.


"Kau ini terlihat kecil tapi tubuhmu sangat berat!!" gerutu Kaj.


"Diamlah!!!" maki Hyuna.


"Lagian kau juga aneh!" ucap Kaj saat sudah mendudukkan Hyuna di mobil.


Kaj menutup pintu mobil disamping Hyuna lalu berjalan mengitari mobil.


"Apa maksudmu kalau aku aneh?" tanya Hyuna tidak sabaran saat Kaj tengah memasang sabuk pengaman.


"Ya aneh lah! Sudah tahu tidak biasa pakai heels sok-sokan pakai heels. Jadi lecet kan kakimu. Itu juga, bajumu. Biasa juga pakai hoodie sok-sokan pakai dress ketat lagi. Biar apa coba?!" ucap Kaj.


"Itu kan pilihannya Kairo. Dia bilang aku cantik pakai baju itu." gumam Hyuna lirih namun masih sangat jelas di telinga Kaj.


"Harusnya kamu sadar kalau yang dia mau bukan cinta tulus kamu melainkan hal lain. Kalau dia memang menyayangi kamu dengan tulus, mau kamu memakai daster pun dia akan tetap menyukainya." ucap Kaj masih fokus ke jalanan.


Perkataan Kaj seolah menyentil dirinya. Dua kali melabuhkan hati pada orang yang berbeda, dua kali pula Hyuna disakiti dan ditipu.


Memang aku tidak pantas untuk dicintai, hahaha....


Hyuna tertawa dalam hati. Menertawakan dirinya, juga nasibnya yang selalu salah memilih laki-laki.


"Oh ya, kamu charging dulu ponsel kamu. Kayaknya kehabisan baterai makanya mati." ucap Kaj memberikan ponsel Hyuna.


Hyuna meraih power bank milik Kaj lalu menyambungkannya ke ponsel Hyuna untuk diisi dayanya.


"Hallo?!" tanya Hyuna.


"Kamu dimana?! Kenapa menghilang?! Kenapa juga ponsel kamu nggak aktif?! Pergi sama pria itu kamu?!!" teriak Shaki dari sebrang telepon.


Tadi, begitu ponsel Hyuna hidup, panggilan dari Shaki langsung terhubung lalu diangkat oleh Hyuna.


"Dimana kalian?! sharelok sekarang biar kakak jemput!!!" ucap Shaki lagi.


"Maaf, kak! Tapi ponsel aku kehabisan baterai. Aku udah dijalan mau pulang kok. Kita ketemu dirumah aja yaa. Hyuna baik-baik aja kok." ucap Hyuna.


"Awas ya kalau kakak sampai tahu kamu diapa-apain sama tuh orang, bakal habis sama kakak. Nggak perduli dia pacar kamu, kalau dia berani nyentuh kamu, kakak nggak bakal tinggal diam!!!" ucap Shaki terdengar seperti sebuah ancaman.


Tutt...


Panggilan pun terputus. Hyuna menghela nafas panjang. Kakak-kakaknya berusaha mati-matian melindunginya, sedangkan dirinya selalu saja berbuat ulah.


"Hallo, iya sorry tadi aku keluar sebentar. Oh Hyuna?! Ini lagi sama aku. Panjang lah ceritanya nanti aja kamu nanyanya. Ini udah mau deket rumah om Darel." ucap Kaj sembari bertelepon.

__ADS_1


Rupanya Kaj bertelepon dengan Arya. Arya menanyakan keberadaan Kaj berniat meminta bantuan mencari Hyuna. Namun tidak disangka oleh Arya, justru sekarang Hyuna berada bersama Kaj. Arya bingung, bagaimana bisa Hyuna dan Kaj bersama-sama? Lalu dimana Kairo?! pikir Arya.


__ADS_2