
Hyuna memandang kepergian orang-orang itu dengan senyum tulus terukir di bibir indahnya. Bahagia rasanya bisa membantu orang lain.
"Mas, ini ada sedikit uang mohon diterima." ucap Hyuna sembari memberi uang kepada laki-laki yang mengantarkan pesanan berasnya.
Hyuna memberikan uang kepada mereka dengan cara disembunyikan dalam genggaman tangannya lalu seperti orang tengah bersalaman memindahkan uang dari tangannya ke tangan laki-laki itu.
"Loh, non, ini banyak sekali!!" ucap laki-laki itu setelah melihat berapa uang yang diberikan oleh Hyuna.
Sepuluh lembar uang bergambar Ir. Soekarno berada ditangan laki-laki itu. Gemetar, tidak percaya bisa memegang uang sebegitu banyaknya.
"Nggak apa-apa, itu untuk kalian! di bagi yaa. terimakasih!" ucap Hyuna.
"Alhamdulillah, makasih non!!! pasti saya bagi-bagi nanti!" ucap laki-laki itu tersenyum bahagia.
Berulang kali kata terimakasih terucap dari bibirnya yang bergetar karena bahagia. Sekali lagi, Hyuna merasa bahagia melihatnya.
"Hyuna?!" panggil seseorang saat Hyuna tengah fokus melihat mobil pick up tadi pergi.
Hyuna menoleh ke belakang melihat siapa yang memanggilnya.
"K...kaj?" tanya Hyuna terkejut.
"Kamu, ngapain ada disini?" tanya Kaj.
Kaj tidak sengaja melewati jalan ini saat akan kembali ke apartemennya dan tanpa sengaja pula melihat Hyuna tengah berdiri di pinggir jalan raya. Kaj melihat Hyuna membagi-bagikan sembako juga snack kepada orang-orang tadi. Kaj terkesan dengan perilaku Hyuna yang menurutnya lain dari yang lain itu.
Kebanyakan wanita yang Kaj temui, mereka tidak rela membagi uang yang telah mereka dapat dengan kerja keras kepada orang lain. Jika mereka memberi itu pun dengan kamera ponsel atau awak media yang meliputnya. Berbuat demikian agar orang-orang percaya bahwa mereka adalah orang baik yang senang berbagi.
Namun Hyuna?! Hyuna berbeda!! tidak ada kamera ponsel atau awak media disekitarnya. Bahkan orang lainlah yang merekam aksi Hyuna dalam berbagi itu.
"Aku....tadi...emm kamu ngapain disini?" tanya Hyuna mencoba mengalihkan perhatian.
"Aku akan pulang ke apartemen saat tanpa sengaja melihatmu membagikan sembako pada orang-orang tadi." jawab Kaj.
Hyuna terdiam.
"Kamu, melihatnya?" tanya Hyuna.
"Tentu saja!" ucap Kaj lalu bersidekap dada.
"Emm, ya sudah ya, aku sudah telat pulang ke rumah, byee!" ucap Hyuna langsung buru-buru memasuki mobilnya.
Hyuna langsung tancap gas meninggal tempat itu. Kaj yang melihatnya hanya bisa terkekeh gemas.
"Hyuna!!!" lirih Kaj dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya.
Beberapa hari kemudian, Hyuna datang ke rumah warga yang dia bantu kemarin. Tapi kali ini Hyuna datang dengan baju-baju, makanan, dan beberapa mainan untuk mereka. Tentu Hyuna tidak bisa membawanya sendirian dengan mobilnya melainkan Hyuna menyewa beberapa pick up untuk membantunya membawa barang-barang tersebut.
"Kakak baikkkkk!!!!!" teriak anak yang ditemui Hyuna pertama kali.
Anak laki-laki itu berlari riang menyambut kedatangan Hyuna yang saat itu tengah membawa tiga kardus besar berisi makanan. Anak-anak lain juga ikut berlari ke arah Hyuna. Mereka berkerumun mengelilingi Hyuna.
"Hai, gimana kabar kalian?" tanya Hyuna.
"Baik kak!!!" jawab mereka serentak.
"Kakak ada hadiah nih buat kalian, kalian seneng nggak?" tanya Hyuna.
"Wahhh, hadiah apa tuh kak?!" tanya mereka.
__ADS_1
"Bentar biar kakak turunin ini dulu!" ucap Hyuna.
"Taruh disana saja kak, ada tempat luas!" saran seorang anak.
"Boleh, ayo kesana!" ucap Hyuna.
"Biar aku bantu kak!" tawar anak laki-laki yang pertama kali ditemui Hyuna.
"Aku juga mau bantu kak!" ucap anak laki-laki lain.
"Makasih semuanya!!!" ucap Hyuna dengan senyum terus mengembang.
Sampailah mereka di tempat yang dituju. Tepat yang cukup luas.
"Tolong taruh disini saja ya, terimakasih. Ini sedikit rasa terimakasih saya karena kalian sudah mau membantu." ucap Hyuna memberi selembar amplop kepada orang-orang yang membantunya membawa barang-barang.
Terhitung ada enam orang yang membantu Hyuna karena memang barangnya sangat banyak. Mereka pun mengucapkan terimakasih lalu meninggalkan tempat itu menyisakan Hyuna dengan orang-orang di tempat itu.
Para orang tua yang mendengar kedatangan Hyuna juga ikut berkumpul di tempat itu. Sekarang, tempat seperti aula itu telah ramai dipenuhi orang-orang.
"Ini ada snack, pakaian, dan mainan untuk kalian semua." ucap Hyuna.
Beberapa orang ikut membantu Hyuna membagikan barang bawaan Hyuna. Mereka menerima dengan penuh keceriaan.
"Wahhh baju ku bagus kan?! lihat nih ada gambar superhero nya!!!" ucap seorang anak.
"Punyaku lebih bagus!! tuh ada gambar princess yang cantik!!" balas seorang anak perempuan.
"Saya selaku pemimpin di dusun ini mengucapkan terimakasih non Hyuna karena sudi membantu warna sini." ucap Pak Acep, ketua RW di tempat itu.
"Sama-sama, pak! saya juga senang bisa membantu mereka. Emm, ngomong-ngomong ini tempat apa ya pak? kayak aula?" tanya Hyuna.
"Iya benar nona! dulu sering sekali kami dapat bantuan karena ekonomi kami yang kurang. Tapi sudah lebih dari enam tahun ini tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah. Bahkan bidan yang biasa memeriksa kesehatan warga juga tidak pernah datang lagi. Makanya warga sini sering sakit dan karena tidak segera ditangani, mereka pun meninggal dunia. Contohnya anak saya. Dulu dia cuma panas biasa tapi karena sampai satu minggu tidak turun-turun juga panasnya, dia pun akhirnya meninggal. Sedih sekali saya nona." curhat seorang ibu.
Hyuna mengerti berat sekali derita ibu itu. Tidak ada seorang ibu pun yang ikhlas melihat anaknya menderita, apalagi meninggal dihadapannya.
"Apa bapak tidak pernah membicarakan hal ini pada pihak terkait?" tanya Hyuna.
"Sudah nona! sudah berulang kali saya dan ketua RW sebelum saya datang untuk membicarakan hal ini, tapi hasilnya tetap nihil. Tidak ada tindakan dari atasan padahal saat saya datang ke kantor desa mereka berjanji akan mengurus masalah ini." jelas pak Acep.
Lagi-lagi Hyuna hanya bisa menggelengkan kepalanya. Jengah juga dengan tingkah para oknum seperti ini. Bukan hanya meresahkan tapi juga menyusahkan warganya. Mereka yang dulu berbondong-bondong mendatangi masyarakat dengan segala target yang ingin diraih, namun setelah mendapat kursi, mereka malah jadi lupa diri.
********
Tok...tok... tok....
"Masuk!" sahur Darel.
"Permisi tuan!" sapa Adi.
"Ada apa? apa ada masalah?" tanya Darel menatap anak buah kepercayaannya itu.
"Saya mendapat informasi dari anak buah saya yang ditugaskan untuk mengawasi nona..."
"Apa Hyuna dalam masalah lagi?! apa ada yang membully dia lagi?" tanya Darel khawatir.
"Tidak, tuan!! semuanya aman!" ucap Adi.
"Syukurlah!" Darel menghela nafas lega.
__ADS_1
"Lalu berita apa yang kamu mau sampaikan?" tanya Darel kemudian.
"Beberapa hari kemarin, nona melakukan aksi bagi-bagi sembako dan snack kepada orang-orang sekitar lingkungan ****. Hari ini, nona kedapatan kembali ke tempat ini dan membawa banyak barang." ucap Adi memperlihatkan sebuah video yang direkam oleh anak buahnya.
Darel mengamati rekaman video dimana Hyuna dengan senyum lebarnya membagikan sembako kepada orang-orang itu. Tanpa terasa air mata Darel keluar begitu saja.
"Dia sangat persis seperti ibunya!!! Mentari juga suka berbagi kepada orang yang membutuhkan. Dia suka berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Dia paling tidak bisa melihat orang lain kesusahan. Kau ingat itu bukan Adi?" tanya Darel dengan air mata membasahi pipinya.
"Saya sangat ingat dengan jelas tuan! nona Hyuna seperti nona Mentari dengan dua tubuh yang berbeda. Sifat dan sikap mereka hampir mirip." ucap Adi.
Darel mengambil ponselnya, lalu menekan sebuah nomor lalu meneleponnya.
"Hallo, kirimkan beberapa dokter terbaikmu ke lokasi yang sudah aku kirimkan. Segera!" ucap Darel mematikan panggilan sepihak.
"Tetap awasi putriku, jangan sampai kalian lengah, mengerti?!!" ucap Darel.
"Mengerti tuann!" ucap Adi.
Sayang, kamu lihat kan?! putri kita sangat mirip dengan kamu. Suka berbagi. Aku bahkan kadang bisa melihat dirimu dalam dirinya. Kalian begitu banyak kemiripan. Semoga takdirnya lebih baik darimu, sayang!! aku tidak sanggup jika Karus kehilangan dia!!! batin Darel.
********
Hyuna berbincang-bincang kepada beberapa warga, tersenyum bahagia, bercanda tawa, sedangkan anak-anak bermain dengan mainan baru yang dibawa Hyuna.
"Selamat siang, nona!" sapa seseorang.
"Kalian?! kenapa kalian ada disini?" tanya Hyuna bingung.
Para warga juga kebingungan karena kedatangan orang dengan jas berwarna putih secara tiba-tiba. Sekitar sepuluh orang datang ke tempat itu dengan jas putih dan wajah ramah menyapa mereka semua.
"Kami ditugaskan oleh tuan Darel untuk memeriksa keadaan warga disini nona!" ucap seorang dokter.
"Papi?! benarkah papi yang mengirim kalian?" tanya Hyuna girang.
Hyuna sempat berpikir ingin mengundang dokter untuk memeriksa keadaan warga disini, tapi ternyata papinya lebih dulu memanggil dokter dari rumah sakit milik Bagas kemari.
"Benar nona, baru saja kami dihubungi untuk memeriksa lokasi ini." ucap seorang dokter.
"Wahh, bapak-bapak dan ibu-ibu ini datang untuk memeriksa kami ya?" tanya pak Acep.
"Benar pak, kami datang untuk memeriksa kondisi warga disini!" ucap seorang dokter wanita berhijab.
"Mari!!! mari pak! sebentar, biar kami siapkan tempatnya!" ucap pak Acep gembira.
Para warga berbondong-bondong menyiapkan beberapa kursi dan meja untuk digunakan dokter-dokter itu memeriksa. Meja dan kursi ini dulu juga mereka gunakan saat masih mendapat bantuan dari pemerintah. Namun karena lama tidak digunakan, kursi dan meja itu pun berdebu dan harus dibersihkan lebih dulu.
"Mari saya periksa, bu!" ucap seorang dokter wanita pada ibu-ibu yang kehilangan anaknya tadi.
"Apa ada keluhan, bu?" tanya dokter wanita itu.
"Tidak ada bu dokter. Cuma kadang saya merasa pusing sekali sampai rasanya pandangan saya itu kabur." jelas ibu tadi menceritakan keluhannya.
"Baik, saya periksa dulu ya ibu!" ucap dokter.
masingmasing dari setiap dokter memegang satu orang pasien sedangkan yang lainnya antri di belakang mereka. Mereka antri dengan tertib. Untuk anak-anak juga ada dua orang dokter khusus menangani anak-anak. Mereka semua senang sekali mendapat pengobatan gratis dari Darel.
"Nona Hyuna, sekali lagi terimakasih karena berkat nona kami bisa merasakan kembali berobat tanpa memikirkan biaya yang terkadang cukup mahal itu!" ucap pak Acep.
"Sama-sama pak, semoga warga disini bisa sehat kembali." ucap Hyuna.
__ADS_1