
"Celaka!!! Daniarrr!!!!" ucap mereka berdua bersamaan.
Tidak menutup kemungkinan disaat seperti ini Daniar bisa gelap mata dan tersesat didalam hutan terlebih hutan seperti ini sangat asing bagi orang seperti Daniar, lain halnya dengan Darel dan kelima sahabatnya yang memang sudah terbiasa dengan hutan-hutan seperti ini. Zanu dan Rohan pun menyusuri hutan untuk menyusul Daniar.
Di posisi Daniar. Daniar terus berjalan tanpa tentu arah meninggalkan Zanu dengan air mata yang entah mengapa jatuh begitu saja dipipinya. Sungguh rasa ini menyiksa Daniar hingga untuk mengatakan bahwa dia sakit pun dia tidak mampu.
Daniar berhenti didekat pohon besar menuntaskan emosi dan air matanya.
"Kenapa? kenapa Tuhan, kenapa?? kenapa rasanya sakit sekali hikss....hiksss...hikss..??? jika aku tahu kalau dia akan menyakitiku hikss....hiks....hiks.... aku....aku tidak akan menaruhnya dalam hatikuu..... Biarkan aku melupakannya, jangan siksa aku dengan pertemuan lagi dengannya!!!!" ucap Daniar sambil menangis.
Rasa hancur dan perih dihatinya tidak akan sembuh secepat ini, bahkan jika Daniar mendapat cinta yang baru. Karena terkadang orang yang memberi luka itulah yang menjadi penawar dari luka tersebut. Daniar hanya bisa mencintai dengan tulus, apakah dia salah jika dia mencintai seseorang? dia rasa tidak.
Mata Daniar tertuju kepada sebuah benda yang tidak asing didepannya. Daniar mendekati benda itu memungutnya.
"Jam? jam ini kann???" ucap Daniar berusaha mengingat-ingat.
Mentari????!!!!
"Ya, ini jamnya Mentari. Dia pasti ada disekitar sini! Mentariii....Mentariiii......" teriak Daniar sambil berlari kesana-kemari.
__ADS_1
Jleppppppp......
Sebuah peluru bius tertancap di leher Daniar, Daniar pun pingsan seketika.
Tiba-tiba ada beberapa orang yang menggendong tubuh lemas Daniar dan membawanya pergi.
********
Zanu dan Rohan terus mencari Daniar dari rute yang mereka lalui tadi namun hingga keluar dari hutan mereka tidak juga menemukan Daniar. Tomi, Bagas, Jack, dan Arul juga baru saja kembali dari penyelaman. Mereka tidak menemukan apa-apa disana bahkan sampai tabung oksigen mereka habis dan mereka memutuskan untuk mengambil tabung yang baru.
Melihat Daniar tidak bersama Zanu dan Rohan membuat Bagas bertanya kepada mereka.
Tomi, Arul dan Jack langsung celingukan mencari keberadaan Daniar ketika mendengar pertanyaan Bagas itu.
"Eh, kalian nggak berantem lagi kan?" tebak Arul.
Bagas menatap Zanu lekat seolah mengatakan apa benar tebakan Arul barusan? Zanu yang merasa ini memang kesalahannya pun hanya diam tidak berani mengatakan apapun.
"Brengsekkk, kau Zen!!!!!" ucap Bagas sambil melayangkan pukulannya kewajah Zanu.
__ADS_1
Zanu diam saja menerima pukulan dari bagas, sedangkan yang lainnya berusaha memisahkan Bagas yang sangat emosi itu.
"kamu itu cowok apa bukan sih?!!!! Daniar itu cewek loh, dan kamu membiarkan dia sendirian dihutann!!!!! nggak ada otak kamu Zennn!!! lepas!!!!! lepasin saya!!!!" maki Bagas yang sudah dijauhkan dari Zanu.
Dengan sekuat tenaga Arul dan Rohan memegangi Bagas agar tidak melakukan hal nekat. Zanu mengelap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah segar akibat pukulan Bagas barusan.
"Aku salah, dan aku sudah mencarinya tadi tapi tidak ketemu! aku janji aku akan membawanya kembali!" ucap Zanu menyakinkan.
Bagas yang masih tertahan meminta untuk dilepaskan, dan mendekati Zanu dengan tatapan kesal.
"Kalau sampai dia kenapa-kenapa bahkan jika ada luka sedikitpun ditubuhnya, aku pastikan tidak akan memberimu kesempatan kedua lagi untuk mendekatinya!" ucap Bagas memberikan penekanan disetiap katanya.
"Aku janji akan membawanya dengan selamat!! terimakasih sudah mengalah untukku!" ucap Zanu merangkul Bagas.
Seketika amarah Bagas melunak, dia tidak bisa lama-lama marah dengan sahabatnya itu.
"Aku tidak mengalah karenamu! tapi aku tahu kebahagiaan Daniar ada padamu, jadi aku biarkan kau menjaganya! namun jika sekali lagi kau ceroboh, jangan salahkan aku jika aku akan mengambilnya darimu!" ucap Bagas sambil memeluk Zanu.
"Nah, gitu dong ini baru namanya sahabattt!!!!" ucap Arul kemudian ikut memeluk Bagas dan Zanu disusul Rohan dan yang terakhir Tomi.
__ADS_1