
Disinilah Alvaro. Disebuah kantor polisi dimana Rohan bertugas. Alvaro menatap nanar penuh kekecewaan pada Amanda yang berada tepat dihadapannya. Keduanya kini tengah duduk di kursi pengunjung.
"Sejak kapan?!" tanya Alvaro nanar.
Matanya bahkan mulai berkaca-kaca. Dia menahan sekuat tenaga agar air mata itu tidak jatuh ke pipinya.
"Sudah lama." jawab Amanda tanpa beban.
"Kenapa kau melakukan ini padaku?!" tanya Alvaro.
"Kenapa?! kamu benar ingin tahu alasanku?" tanya Amanda sambil melipat tangannya di dada.
"Kau tidak pernah ingin menyentuhku, Varo. Kau pengecut. Selain karena uang dari ayahmu, mana mungkin aku mau menjadi pacarmu." ucap Amanda.
"Kau tau, aku sangat jijik padamu. Siapa saja yang telah meniduri mu, haa!!!" tanya Alvaro.
Tidak ada lagi raut kekecewaan diwajahnya. Yang ada hanyalah amarah. Alvaro merasa dibohongi selama ini.
"Sejak sebelum kenal sama lo. Gue deket sama lo biar bisa naikin followers gue, secara lo itu anak orang kaya. Gue bahkan udah pacaran sama Aldian sebelum pacaran sama lo. Dan lo, jadi selingkuhan gue. Semenjak kita keluar dari penjara kemarin, lo ngejauh dari gue. Aldian juga nggak bisa gue hubungin karena dia ada di London sekarang dan lo tau karena ulah siapa dia kesana. Sejak saat itu gue deket sama Kairo. Dia royal sama gue. Dia turutin semua kemauan gue. Dan gue, juga udah muasin hasrat dia." ucap Amanda sambil tersenyum.
Melihat bagaimana frustasinya Alvaro saat ini membuat Amanda senang.
"Gue udah minta sama Kairo buat bebasin gue juga, dan setelah kita bebas. Dia janji bakal nikahin gue. Dan bisa lo tebak?! Gue bakal jadi nyonya Kairo, hahaha!!!" ucap Amanda tertawa puas.
"Gila!!! Lo gila!!! Sakit lo?!!! Gue nyesel udah pernah pacaran sama lo. Mulai hari ini, kita nggak ada hubungan apa-apa lagi. Jauh-jauh dari gue pelacu*!!!" maki Alvaro lalu pergi dari kantor polisi.
Mengenai Aldian, dia telah dipindahkan oleh orang tuanya ke London untuk tinggal bersama kakeknya. Sejak saat itu memang Amanda tidak pernah lagi berhubungan dengan Aldian karena semua sosmed miliknya diblokir oleh pemuda itu. Amanda yang telah terjun ke dunia se* itu pun berusaha mencari pria lain untuk memuaskan hasra* nya. Dan dia bertemu dengan Kairo. Pria yang memiliki hasra* tinggi namun terlihat seolah-olah pria baik. Mereka sering melakukannya di apartemen milik Kairo. Entah Kairo yang meminta atau Amanda sendiri yang datang kesana. Tidak jarang Amanda bahkan menginap beberapa hari di apartemen milik Kairo. Mereka tinggal satu apartemen. Dan bisa Kelian tebak bagaimana akhirnya bukan?!
__ADS_1
********
Alvaro pulang ke rumahnya dengan penuh amarah. Dia bahkan tidak menghiraukan sapaan Daniar juga Zanu yang tengah duduk di ruang tamu. Alvaro langsung memasuki kamarnya, membanting pintu dengan sangat kencang hingga membuat Daniar dan Zanu khawatir pada putra mereka
"Varo?! Nak?! Kamu kenapa, sayang?! Varo?!!!" tanya Daniar khawatir.
"Varo buka pintunya, nak?! kalau ada masalah kamu bisa bicara sama papi dan mami, jangan dipendam sendiri!! Varo?!!!" ucap Zanu.
Daniar dan Zanu sudah mencoba mengetuk pintu kamar Alvaro berulang kali. Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar. Akhirnya Zanu membawa Daniar pergi dari kamar Alvaro dan memberi ruang pada putra mereka itu untuk sendiri.
Didalam kamar Alvaro. Dia tengah tidur terlentang di ranjang sambil menatap langit-langit kamar. Matanya menatap kosong ke atas sana.
"Hyuna..." lirih Alvaro.
Bayang-bayang Hyuna yang masih mengejarnya mulai menari-nari di ingatan Alvaro. Bagaimana gigihnya gadis itu mengejar cintanya dan bagaimana sikap Alvaro pada Hyuna selama ini begitu jelas diingatkannya. Alvaro bingung mengapa dia bisa sebenci itu pada Hyuna. Hyuna hanyalah seorang anak sahabat ibunya telah meninggal waktu melahirkannya dan juga saudara kembarnya. Perhatian Daniar pada Hyuna dulu membuat Alvaro merasa iri. Alvaro kecil itu pun mulai memupuk rasa irinya terhadap Hyuna yang bahkan tidak salah apa-apa. Memang tidak salah jika Hyuna mendapatkan kasih sayang dari Daniar yang memang sudah menganggap Hyuna sebagai putrinya sendiri. Namun iri di hati Alvaro kecil telah mendarah daging hingga membuatnya begitu membenci seorang Hyuna. Gadis periang itu harus merasakan pahit kala menerima penolakannya. Bahkan tidak jarang kata-kata toxic keluar dari mulut Alvaro.
"Maaf! Aku benar-benar menyesal, Hyuna..." lirih Alvaro.
********
"Maaf tuan Darel sedang tidak ingin diganggu!" ucap Lukas.
Lukas nampak kacau hari ini. Namun begitu, dia tetap profesional menjalani tugasnya sebagai kepala keamanan di rumah Darel.
"Kamu itu cuma bawahan!! Saya kemari untuk bertemu atasan kamu! Jangan macam-macam ya kamuuu!!!" bentak papa Kairo.
"Tau!! Pelayan aja belagu!!! Cepat panggil tuanmu!!" perintah mama Kairo dengan mengibas-ngibaskan tangannya karena kepanasan.
__ADS_1
"Tidak perlu!!!"
Darel keluar dari dalam rumah diikuti Iwang, Shaki, Kaivan, Adi dan Harri. Melihat kedatangan Darel, papa dan mama Kairo langsung bersikap baik dihadapannya. Sungguh bertolak belakang dengan pribadi yang ditampilkan dihadapan Lukas tadi.
"Tuan Darel, kami kesini untuk membicarakan masalah anak-anak kita." ucap papa Kairo dengan tidak tahu malunya.
"Anak-anak kita?! Heh!!!!"
"Maaf! Tapi anak saya tidak bermasalah! Justru yang bermasalah adalah putra anda. Jangan lupa bahwa perusahaan anda ada dibawah perusahaan saya. Saya bisa saja mem-blacklist perusahaan anda dan membuat perusahaan anda itu bangkrut!" ucap Darel menatap tajam ke arah papa dan mama Kairo.
Keduanya menelan saliva takut. Darel benar. Perusahaan mereka dipertaruhkan disini. Jika Darel meminta semua perusahaan untuk menarik saham di perusahaan papa Kairo, dia bisa mengalami kebangkrutan.
"Adi!" panggil Darel.
"Iya, tuan?!" ucap Adi mendekat ke arah Darel.
"Laksanakan apa yang aku katakan tadi. Biar menjadi pelajaran bagi semua orang yang berniat menyentuh keluargaku. Aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku. Dan juga, blacklist nama Kairo dari universitas manapun. Gunakan kekuasaan kita untuk itu, aku mau mereka hancur seperti rencananya yang ingin menghancurkan putriku!!!!" ucap Darel tegas.
Tubuh mama Kairo lemah mendengar penuturan Darel. Papa Kairo langsung sigap menangkap tubuh istrinya yang terhuyung ke samping agar tidak terjatuh.
"Tidak tuan!!! Anda tidak bisa melakukan itu. Perusahaan dan masa depan putra saya bisa hancur, tuan!!!" ucap mama Kairo meraung menangis.
"HARUSNYA KALIAN BERPIKIR MASA DEPAN PUTRAMU SEBELUM DIA BERANI MENYENTUH PUTRIKU!!!" ucap Darel menekankan setiap kata yang dia ucapkan.
"Maafkan putra kami tuan, jika dia diblacklist dari sekolah manapun, bagaimana dia bisa meneruskan hidupnya. Hidupnya akan hancur tuan!!!" mohon papa Kairo.
"Aku tidak perduli!!!! Lukas!!! Adi!!! Usir mereka dari rumahku. Jika mereka tidak mau, seret saja mereka keluar!!!" perintah Darel.
__ADS_1
Lukas dan Adi menyeret orang tua Kairo pergi dari rumah Darel. Sebelum pergi, mereka kembali berteriak, meminta Darel untuk mencabut perintahnya untuk mem-blacklist perusahaan dan juga Kairo. Mereka terancam miskin jika benar itu terjadi. Terlebih, Kairo akan susah mendapatkan jodoh juga pekerjaan karena jika Kairo dikeluarkan dari SMA nya yang sekarang, maka ijazah terakhir yang dia punya hanyalah ijazah SMP. Sedangkan pekerjaan apa yang bisa didapatkan hanya dari tamatan SMP?!
Mereka tidak berpikir sejauh itu saat Kairo merencanakan rencananya. Mereka berpikir hal baiknya saja jika Kairo berhasil menjalankan rencananya. Mereka akan bergelimpangan harta karena harta milik Darel Sanjaya sangatlah melimpah. Namun mereka tidak menyangka bahwa putra mereka gagal melaksanakan rencananya dan berakhir menghancurkan seluruh keluarga mereka.