Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 20


__ADS_3

Hari ini, Darel berdandan begitu rapi dengan jas hitam layaknya seorang pengantin. Dia sengaja meliburkan semua karyawannya tepat ditanggal ini.


"Yah?!" panggil Iwang sendu.


"Ayo kita berangkat!" ucap Darel mencoba tersenyum.


Mereka memasuki mobil, lalu meninggalkan kediaman Sanjaya. Membutuhkan waktu cukup lama hingga sampailah mereka disebuah tempat.


Darel menghela nafas panjang sebelum keluar dari mobil. Hyuna yang posisinya lebih dekat dengan papinya mengelus lengan Darel dengan lembut memberinya sedikit kekuatan.


"Papi baik-baik saja!" selalu itu kalimat yang keluar dari mulut Darel.


Setelah menata hati, Darel pun akhirnya turun dari mobil. Ditempat itu sudah ramai orang, keluarga Daniar, Lukas, Harri, dan sahabat-sahabatnya beserta istri-istri mereka.


Mereka semua serempak mengenakan pakaian serba hitam. Untuk pria mengenakan jas dan untuk wanita mengenakan dress. Nakala dan Adi juga ada disana. Nakala memilih berjalan di samping Amira dan juga Laila.


Pemakaman, tempat yang mereka tuju. Mereka berjalan beriringan lalu tibalah di sebuah makam. Sunyi. Tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka. Namun diam-diam, ada air mata yang menetes jatuh ke tanah.


Sekitar tiga puluh menit mereka berdoa dimakam itu, lalu mereka mulai berjalan meninggalkan makam.


Sahabat Darel mencoba menguatkannya untuk yang kesekian kalinya. Ini bukan kali pertama mereka kesini, tapi sedih ini masih saja menyelimuti hatinya.


********


Didalam kamar Darel. Darel berdiri menatap lukisan besar dari wanita yang begitu dia cintai. Mentari, gadis yang berhasil mencuri hatinya. Gadis itu juga yang memberinya gelar seorang ayah, walau karena itu dia harus mengorbankan nyawanya. Gadis yang tidak akan pernah tergantikan posisinya dihati Darel.


"Sudah bertahun-tahun, sayang!!! sudah bertahun-tahun kau pergi meninggalkanku! aku kesepian disini! putra-putri kita sudah tumbuh menjadi anak yang hebat!" ucap Darel menatap lukisan dihadapannya.


Sedih. Pilu. Sesak di dadanya mengingat hari ini. Setiap tahun, Darel tepat dihari kelahiran tiga anak kembarnya dan juga hari kematian istrinya, Darel akan pergi ke makam Mentari pada pagi harinya. Walau sudah bertahun-tahun tapi rasanya waktu berhenti kala hari itu. Hari dimana Tuhan dengan teganya merenggut nyawa istrinya. Nyawa ibu dari anak-anaknya.


Masih teringat jelas oleh Darel bagaimana dirinya menangis meraung didepan jenazah Mentari. Masih ingat juga saat Darel mengebumikan jazad istrinya. Setiap hari ditanggal ini, Darel akan meliburkan semua karyawannya untuk satu hari. Darel juga akan membagikan banyak sembako untuk masyarakat yang kurang mampu, memberi santunan kepada anak yatim-piatu di panti asuhan. Semua diwakilkan oleh anak buahnya, lalu pada esok harinya, acara ulang tahun pun akan digelar untuk anak kembarnya.


"Besok sudah awal puasa, sayang! hufttt, walaupun sudah bertahun-tahun kamu pergi tapi aku masih mengharapkan kamu untuk kembali ke sisi kami!!" ucap Darel menatap sendu lukisan Mentari.


Jika aku dilahirkan kembali, aku ingin kau menjadi istriku lagi, bersama kita menikmati masa-masa tua kita! melewati suka dan duka! batin Darel.


Darel menyeka air mata di pelupuk matanya, menghela nafas panjang lalu keluar dari kamar.


********


Seperti yang telah direncanakan, Darel beserta yang lain tengah berkumpul dirumah Rohan. Rumah dengan halaman yang luas itu dijadikan tempat barbeque an oleh Rohan dan sahabat-sahabatnya.


"Hyuna, sini nak!" panggil Daniar.


"Iya tante!" sahut Hyuna.

__ADS_1


"Ini kamu makan dulu, habiskan yaa!" ucap Daniar memberikan sepiring daging yang telah dimasak barbeque oleh chef.


Arul sengaja menyewa seorang chef untuk acara ini. Sebenarnya bisa saja mereka bakar-bakaran sendiri, tapi terlalu ribet dan waktunya pun terbatas karena sebentar lagi akan tarawih.


Hyuna menerima piring dari Daniar lalu memakannya dengan lahap.


"Tante, maaf ya aku belum bisa membebaskan kak Varo!" ucap Hyuna.


"Nggak apa-apa sayang! tante mengerti kok! ini juga biar jadi pengajaran untuk Alvaro!" ucap Daniar.


Sebenarnya jauh di lubuk hati Daniar, dia merasa sedih juga. Bagaimana tidak?! awal puasa tahun ini dia lewati tanpa putra tersayangnya yang kini berada dipenjara karena ulah bodo* putranya itu. Daniar begitu menyayangi sikap Alvaro yang seperti merendahkan harga diri seorang wanita.


"Eh, ayo foto dulu buat kenang-kenangan!!" ajak Bryan.


Mereka pun mulai merapat ke arah Bryan yang memegang tongkat dan diujungnya terdapat ponselnya.


"Satu.....dua.....tiga...cisss!!!" ucap Bryan.


"Cisss!!!" ucap semua orang.


Sebuah foto pun tercetak di ponsel Bryan. Foto yang terlihat sangat manis.


********


Sahur hari pertama. Hyuna berniat ingin memasak untuk sahur pertama. Dia bangun dari jam dua pagi dan bergulat di dapur rumahnya selama kurang lebih satu jam. Tentu saja dia dibantu dengan Azizah.


"Sayang, kamu udah bangun?" tanya Darel yang berjalan menghampiri Hyuna.


"Udah, pi! Hyuna sengaja bangun awal buat siapin sahur untuk kita!" ucap Hyuna.


"Wahhh, ini hebat anak papi!!!" puji Darel sambil mengacak-acak pucuk rambut Hyuna.


"Ihh, papii!!! rambut Hyuna jadi berantakan nihh!!" kesal Hyuna.


"Nggak apa-apa! masih cantik kok!" ucap Darel terkekeh gemas.


"Yasudah aku mau bangunin kakak dulu yaa!" ucap Hyuna.


Hyuna mulai mengetuk pintu kamar Iwang, Shaki, Kaivan, dan Juna secara bergantian. Naruka dan Zoe berbeda agama dengan mereka itu sebabnya Hyuna sengaja tidak membangunkan mereka.


"Kok aku nggak dibangunin sihhh!!" keluh Naruka saat semua orang sudah berada di meja makan.


"Kamu mau ikut sahur?!" tanya Hyuna.


"Iyalah!! aku juga lapar, apalagi lihat makanan ini, hmmm yummy!!!" ucap Naruka yang langsung duduk disebelah Hyuna.

__ADS_1


Mereka pun geleng-geleng kepala dengan tingkah Naruka. Sahur mereka diawali dengan membaca niat dipimpin oleh Darel lalu dilanjutkan dengan makan sahur.


********


Pukul 16.45 menit, keluarga Darel sudah tiba panti asuhan Amira. Panti asuhan ini yang dulunya dibangun oleh Darel dan sekarang sudah direnovasi menjadi lebih besar karena anak-anak yang bertambah banyak juga.


Amira menyambut mereka dengan bahagia. Suaminya, Lukas sudah mengatakan padanya kemarin bahwa Darel dan keluarganya ingin menghabiskan acara buka bersama di panti juga merayakan ulang tahun si kembar tiga.


"Tuan Darel!! terimakasih atas kunjungannya, saya merasa terhormat!" ucap Amira.


"Tidak perlu sungkan, Amira! kau sudah menjadi bagian dari kami!" ucap Darel.


Darel membawa banyak barang, mulai dari baju, makanan snack dan masih banyak lagi untuk dibagikan ke anak-anak panti. Terhitung sekarang sudah ada empat puluh orang anak yang ada di panti ini.


Saat mereka berjalan memasuki rumah, terlihat anak-anak panti itu berdatangan menyambut mereka dengan senyum lebar. Disini juga menerima donasi baik dengan uang, bahan pokok ataupun pakaian untuk anak-anak panti. Amira juga tidak sendirian, dia dibantu dengan tiga orang yang membantunya mengurusi panti.


"Maaf, mbak! ini baby nya nangis terus!" ucap nani, salah satu orang yang membantu Amira di panti sambil menggendong bayi yang tengah menangis kencang.


"Kok bisa?! yaudah sini biar saya gendong!" ucap Amira membawa bayi itu kedalam gendongannya.


"Loh, dia..." tanya Juna bingung.


"Ini adalah anak yang saya temukan di depan pintu panti beberapa hari yang lalu. Mungkin dititipkan disini oleh seseorang. Kasian sekali, saat saya menemukannya dia masih merah-merah dan menggigil kedinginan." jelas Amira.


"Yaampun, tega sekali membuang anak selucu ini!" ucap Hyuna mendekat.


"Tante, boleh aku gendong?" tanya Hyuna.


"Kamu mau coba gendong?" tanya Amira yang dibalas anggukan oleh Hyuna.


"Hati-hati yaa!" ucap Amira.


Amira memindahkan baby dalam gendongannya ke gendongan Hyuna. Beberapa saat setelah digendong oleh Hyuna, baby itu pun terdiam dari tangisnya.


"Eh, kok langsung diam?!" tanya Hyuna terkejut tapi juga tersenyum.


"Loh, padahal dia jarang loh langsung akrab sama orang baru! aku udah coba nenangin dia selama berhari-hari tapi ya begitu, diam sebentar terus nangis lagi. Tapi ini....dia langsung diem loh!" ucap Amira.


"Wahh, putri papi udah cocok jadi ibu kayaknya!" goda Darel.


"Ihhh, papiii!!! apaan sih!" ucap Hyuna dengan pipi memerah.


Semua orang tertawa dengan tingkah Hyuna apalagi setelah melihat rona merah diwajahnya yang begitu menggemaskan.


********

__ADS_1


"Aku telah kembali!!!" gumam seseorang.


__ADS_2