Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 26


__ADS_3

Mobil Darel sudah memasuki halaman rumahnya yang sangat luas.


"Tuan, apa tuan membutuhkan yang lain?" tanya Adi sebelum Darel memasuki rumah.


"Tidak, kalian pergilah! oh ya awasi terus Erik! aku yakin dia tidak sendiri melakukannya!" ucap Darel.


Aku akan sangat senang bermain-main denganmu, Erik!


"Baik, tuan! kami permisi dulu!" ucap Adi.


Darel masuk kedalam rumah, sedangkan Adi dan Harri pulang ke tempat masing-masing.


Harri pulang dengan membawa mobil Darel, sedangkan Adi pulang dengan naik motor sport nya.


Darel langsung naik ke lantai dua, menuju kamarnya dan langsung mandi dengan air dingin.


Guyuran air dari shower mendinginkan pikirannya yang sudah sangat kacau. Darel menghabiskan waktu cukup lama dikamar mandi, hingga akhirnya dia keluar dengan hanya menggunakan handuk berbentuk jaket.


Derttt...derrrttt....derrrttt......


Ponsel Darel berbunyi.


"Ada apa lagi, pa?" tanya Darel spontan setelah mengangkat panggilan yang ternyata dari papanya.


"Papa cuma mau mengingatkan kalau 3 hari lagi kamu akan bertemu dengan wanita yang papa jodohkan waktu itu! dan kamu tidak bisa menolaknya!" ultimatum papa Darel.

__ADS_1


"Ya nggak bisa gitu dong, pa! kenapa harus aku sih yang berkorban? kenapa nggak Juna aja yang dijodohin?" ucap Darel tidak suka.


"Juna itu masih kecil, Darel! umurnya baru 23 tahun! kalau kamu kan sudah 25 tahun hampir 26, jadi kamu yang pantas menikah dulu! apa kamu tidak mau berumah tangga seperti kakakmu?" ucap papa Darel tenang namun penuh penekanan.


"Terserah papa aja deh, Darel ikut aja kemauan papa sama mama!" ucap Darel pasrah.


"Ya sudah kalau begitu, itu baru namanya anak papa! jangan sampai lupa 3 hari lagi, mengerti!"


"Ya aku mengerti!"


Panggilan berakhir.


Sial!!! kenapa jadi begini sih! dijodohkan? hah, yang benar saja!


********


"Bagaimana pa? apa dia setuju?" tanya nyonya Ardi.


"Tentu saja, ma! dia anak ku! dia mungkin keras kepala, tapi papanya lebih keras kepala!" menyunggingkan senyuman dibibirnya.


"Hahaha, pa kalian berdua ini sangat mirip sekali!" nyonya Ardi tertawa lepas.


"Tentu saja, dia anak ku!" ucap tuan Ardi bangga.


Tuan dan nyonya Ardi tertawa bersama. Sekeras kepala apapun Darel dia tetap kalah dengan keras kepala tuan Ardi dan kalah dengan kelembutan nyonya Ardi.

__ADS_1


********


"Sial!!! masa iya aku harus nikah karena perjodohan? yang benar aja! masa Darel Dwi Sanjaya, bos mafia terkenal harus nikah karena dijodohin? kan nggak lucu!" ucap Darel kesal setelah melempar ponselnya kesembarang arah.


Lagian teman papa yang mana sih sampai-sampai papa bersikeras gitu menjodohkan aku sama anak temannya?


********


Adi sudah memarkirkan motornya di halaman apartemen nya. Setelah membuka pintu kamar apartemen, Adi langsung merebahkan tubuh lelahnya di sofa.


Nona Mentari itu sangat menarik ya! sudah cantik, baik lagi! apalagi kalau rambutnya terurai begitu! sangat cocok dengan tuan Darel yang urakan, galak, dan dingin! batin Adi sambil menatap langit-langit apartemen.


Adi mulai membayangkan jika Mentari dan Darel menjadi sepasang kekasih. Untuk beberapa saat dia tertawa sendiri.


"Pasti akan lucu jika tuan Darel dan Mentari pacaran! sifat acuh tuan Darel bertemu sifat keras kepala Mentari dan wajah menggemaskannya pasti akan sangat menarik untuk dilihat, hahahaha!" tertawa geli membayangkannya.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Hallo kakak-kakak, jangan lupa VOTE LIKE DAN KOMEN ya 😊 biar aku tambah semangat up nya😉


__ADS_2