
Buka puasa hari pertama di adakan di panti asuhan milik Amira. Anak-anak panti sangat senang dengan kehadiran keluarga Darel. Hyuna dan Naruka sibuk bergantian menggendong bayi mungil yang baru saja ditemukan Amira di depan panti. Anja. Nama bayi laki-laki itu. Badannya sudah tampak lebih berisi dari saat pertama kali Amira menemukannya.
"Ya ampun dia lucu banget!!" ucap Naruka sambil menggendong Anja.
"Oh iya, Amira! apa tidak ada yang mengadopsi dia?" tanya Randita.
"Belum, nyonya! saya juga ingin sekali anak ini mendapatkan rumah dan kasih sayang orang tua!" ucap Amira mengelus pipi Anja dengan lembut.
"Siapa sih yang tega membuang anak se lucu ini?!" ucap Naruka kesal.
"Naru, kamu jangan gitu! kita nggak tahu latar belakang Anja. Siapa tahu orang tuanya dalam keadaan yang susah." ucap Hyuna.
"Ya kalau susah nggak usah buat lah!! daripada buat ehh pas udah jadi malah dibuang, kan kasian dia! lihat! dia aja nangis terus dari tadi, bisa tenang paling sebentar doang!" ucap Naruka.
"Udah diam! nanti dia bangun lagi denger suara kamu yang kayak rombeng itu!" goda Kaivan.
"Ihhh kak Ivan, enak ajaa!!" ucap Naruka memanyunkan bibirnya.
"Eh, ayo kita ke ruang makan sambil menunggu buka, masih ada lima menit lagi nih!" ucap Amira sambil melihat ke arah jam dinding.
"Oh iya ayo!" ucap Randita.
Mereka semua berjalan menuju ruang makan. Disana sudah digelar karpet dan juga berbagai macam makanan tersedia disana. Mereka memilih makan dengan lesehan.
Tidak lama kemudian, suara adzan berkumandang. Mereka mengucap hamdalah bersama-sama. Salah satu dari anak panti memimpin doa berbuka puasa dilanjutkan dengan doa sebelum makan. Menu takjil hari ini adalah es kelapa kopyor dengan tambahan buah semangka, melon, alpukat dan juga agar-agar.
Anak-anak panti terlihat sangat bahagia menyantap makanan yang bagi mereka sangat mewah itu. Ayam bakar, sate kambing dan beberapa makanan lainnya mereka ambil dengan tertib sesuai porsi mereka. Tidak ada yang rakus disana.
********
Darel dan yang lain pulang dari panti setelah melaksanakan sholat tarawih di masjid didekat panti. Setelah pulang, mereka tidak langsung ke kamar masing-masing melainkan berkumpul di ruang tamu.
"Eh, Juna tadi kemana ya?" tanya Randita yang menyadari putranya tidak ada.
"Oh iya, tadi Juna bilang mau menjemput temannya, tante!" ucap Iwang.
"Dasar anak itu!" ucap Randita.
"Oh iya Iwang! kamu apa sudah punya kekasih?" tanya Randita membuat Hyuna yang saat itu tengah meminum minuman pun menjadi tersedak.
"Loh, Hyuna! kan aunty tanya sama Iwang, kok malah kamu yang tersedak sih?" ucap Randita.
"Eh, enggak aunty! silahkan dilanjutkan pertanyaannya!" ucap Hyuna sembari cengengesan.
Hyuna tahu kalau kakak pertamanya ini baru saja ditolak cintanya oleh gadis pujaannya.
"Masih belum tante!" jawab Iwang malu-malu.
__ADS_1
"Apa perlu tante kenalin kamu sama anaknya teman tante? dia baik loh!" ucap Randita.
"Kak!" panggil Darel.
"Ya?" menatap ke arah Darel.
"Biarkan mereka memilih pasangannya! aku trauma dengan perjodohan, apalagi setelah kejadian Hyuna kemarin! aku tidak ingin salah mengambil keputusan lagi!" ucap Darel.
Mereka terdiam. Sungguh, Darel benar-benar tidak menyangka Alvaro yang dia kenal sebagai pria yang baik dan yang dia kira mampu menjaga putri kesayangannya rupanya tidak lebih dari seorang berandal.
"Papi..." panggil Hyuna sendu.
"Tidak sayang!!! papi tidak sedih kok!" ucap Darel seolah tahu isi hati Hyuna.
"Eh, sayang! emangnya Juna nggak bilang sama kamu dia mau jemput siapa?" tanya Randita kepada suaminya.
"Dia bilang sih temannya!" ucap Rangga.
"Cewek apa cowok?" tanya Randita lagi.
"Aunty nih kepo banget sih!" ucap Naruka.
"Ihh, Naru! bukan kepo, tapi pengen tau aja! siapa tau kan abangmu itu bawa pulang calon buat aunty!" ucap Randita.
"Sama aja kali aunty!!" ucap Naruka.
********
Juna telah menunggu di pintu keluar bandara, menanti seseorang.
"Lo pakai mobil warna merah?" tanya seseorang yang ditelepon oleh Juna.
Juna melihat kesana-kemari. Terlihat olehnya seorang pria dengan mengenakan jaket tebal panjang sampai ke lutut, kaos berwarna hitam dengan celana yang serupa. Topi yang menutupi sebagian matanya, kacamata hitam dan juga masker yang menambah kesan misterius pria itu.
"Hai! selamat datang kembali ke Indonesia!! bagaimana kabar lo, lama banget nggak ketemu!" ucap Juna merangkul pria itu.
Untuk beberapa saat mereka saling berpelukan melepas rindu sesama teman.
"Gue baik! jadi, kita langsung ke apartemen gue?" tanya pria itu.
"Ngapain ke apartemen lo? malam ini lo nginep dirumah paman gue! ayo!" ucap Juna.
Mereka pun memasuki mobil Juna lalu melaju meninggalkan bandara.
Butuh waktu yang lumayan lama untuk sampai ke rumah Darel.
"Ayo masuk!" ajak Juna.
__ADS_1
Juna membukakan pintu rumah Darel, mempersilahkan pria itu masuk. Naruka yang saat itu hendak mengambil air minum di kamarnya penasaran karena abangnya pulang malam.
"Abang kok baru pulang?! tadi dicariin aunty tuh!" ucap Naruka.
"Abang jemput teman dulu! oh ya, kenalin ini anak dari adiknya mama, Naruka!" ucap Juna memperkenalkan Naruka.
"Naruka Felicia, model terkenal dari Belanda?!" ucap pria itu memperjelas ucapan Juna.
"Kok lo bisa tau?" tanya Juna bingung.
Pria itu pun melepaskan topi dan kacamatanya. Seketika Naruka membulatkan matanya terkejut sekaligus tidak menyangka bahwa pria itu ada dihadapannya.
"K...kau.... Mr. K?!" tanya Naruka.
"Ya, aku Mr. K!" ucap Mr. K.
Naruka berteriak histeris membuat semua orang menghampiri Naruka. Saat Hyuna berlari turun dari tangga, mata Mr. k tidak lepas darinya. Seolah matanya hanya terfokus pada Hyuna saja.
"Naru ada apa?! kenapa teriak?!" tanya Hyuna khawatir.
Hyuna tidak menyadari bahwa ada orang lain bersama Naruka dan Juna.
"Enggak kok, tadi dia kaget saja sama temannya abang!" ucap Juna.
Barulah saat Juna berbicara, Hyuna menoleh ke arah Mr. K.
"Kaj!" ucap Kaj memperkenalkan diri.
Tangannya terulur ingin berkenalan dengan Hyuna.
"H...Hyuna!" jawab Hyuna menyambut uluran tangan Kaj.
"Senang berkenalan denganmu!" ucap Kaj.
"Kau juga!" ucap Hyuna.
Entah mengapa Hyuna merasa tidak asing dengan Kaj.
Sepertinya dia tidak asing bagiku?! apa kami pernah bertemu sebelum ini?! batin Hyuna.
Kenapa dadaku berdetak kencang sekali? rasanya aku tidak asing dengan gadis ini, siapa dia?! batin Kaj.
"Emm, abang antar Kaj ke kamar tamu dulu ya! ayo Kaj!" ucap Juna.
Kaj tidak bergeming. Dia masih menatap ke arah Hyuna dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kaj?!" panggil Juna lagi.
__ADS_1
"Oh iya, maaf saya permisi!" ucap Kaj.
Dia pun menghampiri Juna. Baru beberapa langkah, Kaj menoleh ke belakang bertepatan dengan Hyuna yang menoleh ke arah Kaj hingga tanpa sadar kedua mata mereka saling bertatapan.