
Pagi itu terlihat sangat sibuk. Banyak orang beraktivitas, mulai dari olahraga pagi, memasak untuk makanan keluarga, hingga yang sibuk bekerja kantoran.
Hari ini Daniar diterima diperusahaan tempatnya melamar pekerjaan beberapa saat yang lalu dan ini adalah hari pertamanya bekerja.
Daniar belum memberitahukan ini pada Mentari, dia ingin merayakannya nanti dengan sahabat terbaiknya itu.
Pukul 06.30, Daniar sudah siap untuk berangkat. Jarak perusahaan tempatnya bekerja lumayan jauh, dan Daniar berangkat dengan taxi. Tentu saja dia tidak ingin terlambat dihari pertama dia bekerja bukan.
Ditempat lain, dijam yang sama...
Mentari baru bangun tidur. Dia bergegas menyiapkan makanan.
Tidak butuh waktu lama, makanan lezat pun sudah tersaji dimeja makan. Mentari dengan lahapnya memakan sarapan buatannya.
Setelah kenyang, Mentari langsung mandi dan bersiap. Perayaan ditokonya dimulai pukul 10.00.
Setelah bersiap, Mentari langsung berangkat menuju tokonya dengan naik sepeda motor kesayangannya.
Sesampainya di toko, Mentari dan karyawannya mempersiapkan semuanya. Makanan dan minuman sudah tersaji, tinggal dekorasinya saja yang tinggal sedikit.
Pukul 9.50 pagi, semua sudah selesai didekorasi.
"Terimakasih ya semua! semoga acara hari ini berjalan dengan lancar, amin!" ucap Mentari yang disambut baik oleh karyawannya.
"Aminnn!" jawab mereka serempak.
Pukul 10.00 tamu yang diundang mulai berdatangan. Mentari dan karyawan lain melayani tamu dengan sangat baik.
acarapun dimulai. Diawali dengan sambutan dari Mentari serta puji syukur karena acara ini berjalan lancar.
"Sebelumnya terimakasih saya ucapkan kepada tamu undangan serta mitra-mitra saya, karena atas dukungan kalian toko kue 'Mentari' bisa sukses dan maju seperti sekarang. Tidak lupa saya ucapkan puji syukur atas kehadirat Allah swt. dimana atas anugerah-Nya lah saya bisa membangun toko ini sampai berkembang seperti sekarang." ucap Mentari memberi sambutan.
Setelah itu, sampailah pada acara inti perayaan.
"Untuk toko 'Mentari' sukses selalu!!! bersulang!!" ucap mereka semua serempak.
Hari ini perayaan untuk seperti selamatan untuk tokonya. Karena dahulu toko ini memang diselameti ala kadarnya saja, mengingat modal untuk mendirikan toko ini masih menggunakan milik keluarga Daniar.
Mentari sangat bersyukur dan tak henti-hentinya memanjatkan doa karena Alloh masih memberinya nikmat yang tiada tara, meskipun setelah dirinya menelan bulat-bulat kepahitan terbesar dalam hidupnya sebelum datang ke kota ini.
Perayaan ini sebenarnya atas usul para karyawannya mengingat omset toko yang semakin meningkat ditambah maka dari itu mereka memutuskan untuk menyelamati tokonya lagi.
Sebenarnya bukan hanya untuk menyelamati toko sih, namun juga untuk memperkenalkan toko baru ditoko ini, bernama kue pukis. Salah satu makanan tradisional yang dimodifikasi menjadi agak kekinian dengan berbagai toping.
Sebenarnya Mentari juga ingin membuat resep yang diajarkan kakak Daniar, Galih waktu di P. Namun dikarenakan ada beberapa resep yang sulit akhirnya mereka memutuskan untuk menunda membuat resep itu.
"Selamat ya, bu Mentari! toko kue anda berkembang dengan pesat!" sapa seorang mitra perempuannya.
__ADS_1
"Terimakasih bu Sefy, saya juga tidak percaya bisa sampai dititik ini. Silahkan dinikmati hidangannya!" ucap Mentari ramah.
Banyak orang yang datang ke tokonya, termasuk orang tua Daniar yang sudah seperti orang tuanya juga.
"Mentari sayang, selamat ya atas perayaan toko mu! kami turut senang dan bangga padamu!" ucap mama Daniar.
"Terimakasih, ma!" jawab Mentari tersenyum.
"Selamat ya Mentari, papa juga bangga padamu!" ucap papa Daniar yang menyusul dari belakang.
"Terimakasih, karena tanpa kalian toko ini tidak akan pernah ada." ucap Mentari yang mulai berkaca-kaca.
"Sedahlah, kami hanya membantu sedikit sisanya tetap kamu yang mengembangkan. Mama yakin toko ini akan berkembang kalau kamu yang mimpin." ucap mama Daniar lalu memeluk Mentari.
Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti diluar. Tamu undangan langsung mencuri pandang pada mobil mewah itu.
Karena penasaran, Mentari dan kedua oran tua Daniar juga ikut melihat kearah pintu yang sudah dipenuhi orang-orang.
"Permisi, maaf saya mau lewat! permisi!" ucap Mentari sambil menerobos keluar.
Saat sampai diluar toko, Mentari terkejut mihat siapa pemilik mobil itu.
"Tuan Darel?" tanya Mentari.
"Kamu kenal sayang?" tanya mama Daniar yang mendengar ucapan Mentari tadi.
"Selamat siang nona Mentari?" sapa Adi dan Harri.
"Eh, si...siang. K...kalian?" ucap Mentari tidak tahu mau bicara apa.
Jari telunjuknya menunjuk ke arah Darel berharap matany-a ini sedang menipunya.
Apa itu benar tuan Darel? batin Mentari.
Darel mendekat kearah Mentari, saat melihat mulut wanita itu terbuka lebar saking terkejutnya.
"Tutup mulutmu nanti bisa tersedak lalat loh!" ucap Darel pelan disamping telinga Mentari.
Spontan Mentari langsung menutup mulutnya dan Darel sudah berada didekatnya.
Apa aku sedang mimpi? dia....dia datang? ke toko ku?
"Apa kau tidak akan mengajakku masuk?" ucap Darel membuyarkan lamunan Mentari.
"Eh, mm maaf-maaf. Ayo masuk, tuan Adi, tuan Harri mari masuk!" ajak Mentari.
Para tamu yang datang sempat berbisik dengan kedatangan Darel. Bagaimana tidak, seorang pengusaha sukses bisa mengenal Mentari yang hanya pemilik toko kecil? itu terlalu aneh bagi mereka.
__ADS_1
Banyak dari mereka yang bahagia bisa bertemu Darel, pria tampan yang kaya raya. Tidak sedikit juga yang menjodoh-jodohkan Darel dengan Mentari.
Darel dan Mentari berjalan memasuki toko, disusul Adi dan Harri yang celingukan sedang mencari seseorang.
"Harri!" panggil Adi lirih.
"Apa sih!"
"Jaga sikapmu, kita kesini untuk menjaga bukan untuk pacaran!" ucap Adi mengingatkan tugas mereka.
"Iya-iya aku ingat!" jawab Harri menjadi lesu.
Mentari, Darel, Harri dan Adi menuju meja dimana hidangan tersedia.
"Apa semua itu kue yang dijual ditokomu?" tanya Darel memecah keheningan diantara mereka.
"Iya, ada kue baru loh kamu mau coba?" tanya Mentari antusias.
"Boleh!" jawab Darel singkat.
Tanpa pikir panjang Mentari menuju hidangan penutup yang berisi kue yang dijual ditokonya dan mengambil beberapa kue pukis untuk Darel.
Dia mengambil 6 rasa masing-masing 1 untuk dicoba Darel.
"Ini silahkan! sekalian kritiknya ya hehehe!" ucap Mentari memberikan sepiring kue pukis.
"Baiklah, kalau ini enak aku akan jadi pelanggan kue mu!" ucap Darel.
"Sungguh?" tanya Mentari berbinar.
"Tentu saja, Darel tidak pernah mengingkari janjinya!" ucap Darel lalu menyendok kue pukis itu.
Mentari terlihat deg-degan menunggu kritikan dari Darel, meskipun banyak dari tamu undangannya yang menyukai kue satu ini.
"Bagaimana?" tanya Mentari tidak sabar.
"Ini sangat enak!" ucap Darel.
"Benarkah?" tanya Mentari sambil tersenyum.
Darel menganggukkan kepalanya dan langsung memakan kue pukis itu lagi. Adi dan Harri juga menikmati hidangan yang tersedia.
"Nona Mentari, kue ini sangat enak!" ucap Harri menunjuk lada kue pukis rasa coklat.
"Kau benar, aku lebih suka rasa durian ini. Duriannya sangat terasa dan aromanya juga enak!" jelas Adi memberi komentar.
"Wahh terimakasih banyak ya!" ucap Mentari sangat senang.
__ADS_1
Apa hatinya mulai luluh sekarang? batin Mentari menatap Darel yang sedang sibuk memakan kue pukis dipiringnya.