
Naruka berjalan menghampiri meja Varo bersama seorang wanita. Entah siapa wanita itu karena posisinya membelakangi mereka.
"Naru, tungguu!!!" ucap Hyuna berlari mengejar Naruka.
"Jadi begini kelakuan kakak dibelakang tante Daniar dan uncle Darel?!" ucap Naruka melabrak Alvaro.
Alvaro yang semula tertawa langsung menatap terkejut ke arah Naruka yang tiba-tiba bisa ada dihadapannya, lebih tepatnya memergoki dirinya.
"Naru.....A... Amanda?!" ucap Hyuna terkejut saat melihat siapa wanita yang bersama Alvaro.
"Be, dia siapa?" tunjuk Amanda pada Naruka.
"Dia..."
"Kenalkan! aku Naruka, sepupu kak Hyuna, calon istri kak Varo!!" ucap Naruka memperkenalkan diri.
"Calon istri?!" ucap Amanda terkejut.
"Be, dengerin aku dulu! aku jelasin semuanya nanti yaa!" ucap Alvaro panik.
"Kenapa harus nanti?! kenapa nggak sekarang aja?!" hardik Naruka kepada Alvaro.
"Kakak belum tau ya kalau kak Varo sama kak Hyuna itu udah dijodohkan dan akan melangsungkan pertunangannya saat kak Hyuna sudah lulus SMA?! dasar pelakor!!! emang nggak ada cowok lain selain kak Varo!!" ucap Naruka.
"Eh, jaga ya mulut lo! Kalau mereka itu udah tunangan, kenapa Varo nggak anggap Hyuna itu tunangannya dan malah nembak gue buat jadi ceweknya?! mikir kali, Varo pasti malu buat ngakuin cewek nggak tau malu itu tunangannya!!!" ucap Amanda tidak terima dikatai pelakor oleh Naruka.
"Kalau ngomong tuh dipikir yaa!!! kak Hyuna tuh cantik, kaya, dan yang penting dia nggak murahan!!" bela Naruka.
"Nggak murahan lo bilang?! cewek mana yang bakal mau nembak cowok duluan berkali-kali apalagi udah ditolak mentah-mentah sama tuh cowok!! kalau dia nggak murahan terus apa namanya?!" ucap Amanda.
Hyuna hanya menatap Alvaro tidak percaya. Sebegitu jijik kah Alvaro padanya bahkan dia tega menyatakan cinta kepada Amanda padahal jelas-jelas mereka telah resmi dijodohkan. Apa kurangnya Hyuna?! kenapa tidak ada sesaat saja dirinya dimata Alvaro?!
"Dan satu lagi yaa!! suruh sepupu lo itu buat sadar diri kalau sekarang Alvaro milik gue!! jadi gue mohon jauh-jauh dari pacar gue!!" ucap Amanda.
"Jadi ini yang kakak pilih?! kakak lebih memilih cewek spek lontong sate ini daripada kak Hyuna? kayaknya mata kakak sekarang udah mulai rabun deh sampai nggak bisa bedain mana berlian mahal mana batu jalanan!!" sindir Naruka.
__ADS_1
Soal adu mulut, Naruka memang jagonya. Jangan tanya kalau dia sudah marah, kata-katanya akan terasa sangat menyakitkan.
"Apa lo bilang!! benar-benar ya nih anak!!!" ucap Amanda marah.
Amanda ingin melayangkan tamparan ke Naruka namun tangannya tertahan oleh Hyuna. Hyuna mencekal pergelangan tangan Amanda dengan kuat tepat beberapa centi sebelum mendarat di pipi mulus Naruka. Tatapan tajam dari Hyuna mulai mengintimidasi Amanda hingga membuatnya takut.
"Jangan sekali-kali lo sentuh dia!! atau lo bakal rasakan akibatnya!!!" ucap Hyuna menekankan setiap kata-kata yang dia ucapkan dengan tatapan tajam ke arah bola mata Amanda.
"Hyuna lepas!!!" ucap Alvaro berdiri.
""Aku bilang, lepas Hyunaa!!!" ucap Alvaro semakin meninggikan suaranya.
Hyuna pun menghempaskan tangan Amanda dengan kuat hingga Amanda terhuyung ke belakang. Beruntung dibelakangnya adalah kursi sehingga dia tidak sampai terjatuh ke lantai.
"Kalau kakak memang tidak menginginkan perjodohan ini, harusnya kakak bilang dari awal! jangan pura-pura menerima lalu kakak dengan seenaknya berpacaran dengan wanita lain! aku juga punya hati kak, aku juga bisa capek ngejar kakak!!! kenapa dia?!! kenapa dia yang kakak lihat?!! kenapa bukan aku?!!" ucap Hyuna.
Kenapa?! kata itu selalu berputar di kepala Hyuna jika sudah membahas tentang Alvaro. Kenapa Alvaro membencinya, kenapa Alvaro tidak mencintainya, kenapa Alvaro tidak pernah melihatnya, dan banyak lagi kenapa lainnya yang sampai sekarang belum juga ada jawabannya.
"Hyuna, sebaiknya kalian pergi aja dari sini!! jangan buat gaduh!" ucap Alvaro.
"Naru sudah cukup!! ayo kita pergi saja dari sini, makanan tadi kita bungkus saja!" ucap Hyuna.
"Tapi kak!!! mereka...."
"Naru! kakak kakak nggak mau bikin malu kamu, kita pergi yaa!" ucap Hyuna.
"Kalian tunggu saja yaa!!! kali ini kalau bukan karena kak Hyuna, aku tidak akan mengampuni kalian!!!" ucap Naruka saat tangannya ditarik menjauh oleh Hyuna.
Tidak disangka, Amanda berdiri dari duduknya lalu kembali mengejar Hyuna. Ditariknya rambut Hyuna dengan sangat kencang. Merasa terancam, Hyuna pun menendang perut Amanda hingga dia tersungkur ke belakang.
"Be, kamu nggak kenapa-kenapa?! Hyuna apa yang sudah kamu lakukan?!!!" bentak Alvaro.
"Kenapa kakak malah berteriak sama kak Hyuna?!!! kakak buta apa?! jelas-jelas dia duluan yang menjambak rambut kak Hyuna!!!" bela Naruka.
"Lo diam Naru!!! gue nggak bicara sama lo!!! Hyunaa, kalau sampai Amanda kenapa-kenapa, gue nggak bakalan maafin lo!" ucap Alvaro.
__ADS_1
"Ayo sayang kita pergi!" ajak Alvaro sambil memapah Amanda yang memegangi perutnya.
Saat melewati Hyuna dan Naruka, Amanda menunjukkan senyum kemenangannya lalu kembali meringis kesakitan.
"Dasar lontong sate nggak tau diri!!! awas kamu yaaa!!!" ucap Naruka hendak mengejar Amanda dan Alvaro namun tangannya ditahan oleh Hyuna.
"Kak, kok kakak diam aja sih?! dia itu akting kesakitan aja tadi biar menarik simpati kak Varo!!!" ucap Naruka kesal sendiri.
"Naru, ayo kita pulang!" ucap Hyuna.
Naru mulai melunak. Tanpa sengaja dia melihat setitik air mata jatuh dari mata Hyuna. Walaupun Hyuna menunduk karena tidak ingin orang lain tau kalau dia tengah menangis, tapi Naruka peka. Dia tahu kakaknya ini tengah terluka.
"Kak, maafin Naru ya!! yaudah ayo kita pulang!" ucap Naruka.
"Mbak!!" panggil Naruka pada pelayan restoran.
"Tolong pesanan kami tadi dibungkus aja yaa!" ucap Naruka.
"Baik kak!" ucap pelayan tadi.
********
Naruka dan Hyuna telah sampai dirumah.
"Sore papi, kakak!!! lihat nih, kita bawa makanan enak lohhh!!!" ucap Hyuna menyapa semua orang yang ada diruang tengah.
"Eh, kalian sudah pulang?! mandi dulu saja sana yaa! baru kita makan sama-sama!" ucap Zoe.
"Oke aunty!" ucap Hyuna sembari menampilkan wajah cerianya.
Lagi-lagi!! lagi-lagi wajah itu. Wajah ceria seolah tidak ada apa-apa padahal aslinya tengah tidak baik-baik saja. Bagaimana Hyuna bisa melakukannya sebaik itu?! kalau saja Naruka tidak melihat kejadian tadi, mungkin dia akan sama seperti yang lainnya. Tertipu oleh wajah ceria dari Hyuna.
Shaki terus memperhatikan adiknya juga Naruka. Naruka yang dikenal anak yang cerewet itu tiba-tiba terdiam juga wajah ceria adiknya yang dirasa berlebihan. Entah mengapa Shaki merasa sakit melihat senyum di wajah itu.
Apa lagi yang coba kau sembunyikan, Hyuna?!! batin Shaki.
__ADS_1