Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 43


__ADS_3

Apa aku harus menerima takdirku untuk menikah dengan wanita itu? batin Darel yang bingung dengan perasaannya sendiri.


Darel sebenarnya nyaman saat berada di dekat Mentari, namun untuk hal-hal kecil membuatnya tersulut emosi dan akhirnya dia dan Mentari bertengkar sama seperti dua pertengkaran sebelumnya yang terjadi karena emosi Darel yang tidak terkendali.


Apa memang dia jodoh yang terbaik untukku? apa dia mau dijodohkan denganku hanya karena status dan hartaku? apa dia akan sama seperti Pretty waktu itu? batin Darel semakin bingung.


********


Ozan dan Erik bertemu dengan anak buah Drago Mark disebuah markas Drago Mark.


"Apa yang kalian inginkan?" tanya Dendi, tangan kanan pemimpin Drago Mark.


"Kami ingin bergabung dengan kalian!" jawab Ozan yakin.


Erik hanya diam, dia membiarkan Ozan yang mengambil alih semuanya dan dia tinggal mengikuti saja.


"Hahaha apa kau pikir aku tidak tahu kalau kalian ini anak buah Dendley, ha!!" bentak Dendi memicingkan matanya menatap tajam pada anak buah Darel itu.


"Kami memang anak buah Dendley, tapi kami tidak pernah suka dengan dia!" jawab Erik tiba-tiba.


Perkataan Erik membuat Dendi menyandarkan tubuhnya kekursi mengisyaratkan untuk mereka melanjutkan perkataannya.


"Kami jngin bergabung dengan kelompok Drago Mark, kami rasa kelompok ini lebih mewakili kami yang menyukai dengan dunia hitam!" jelas Ozan berusaha menarik perhatian Dendi.


"Apa yang membuatku harus mempertimbangkan kalian untuk masuk ke kelompok ini?" tanya Dendi berusaha memancing lebih dalam.


Ozan dan Erik saling menatap, kemudian memberikan selembaran undangan.


Dendi mengambil undangan itu dan senyum licik terukir dari bibirnya.


"Itu adalah undangan pernikahan Darel, aku harap kalian bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik!" ucap Ozan.


Dendi sangat senang dengan harta karun yang diberikan Ozan dan Erik.


"Baiklah kalian pergi saja dulu, aku akan membicarakan ini dengan ketua. Aku akan menghubungi kalian lagi nanti!" ucap Dendi.


Ozan dan Erik pergi meninggalkan markas mereka dikawal oleh anak buah Drago Mark yang lain. Dalam hati mereka, mereka yakin akan diterima masuk ke kelompok ini.


"Aku yakin kita akan diterima masuk ke kelompok ini!" ucap Ozan yakin 100%.


"Aku harap juga begitu, karena kalau Darel tahu kita berkhianat entah apa yang akan terjadi lada kita nanti!" ucap Erik sedikit takut.


"Tenang saja, itu tidak akan mungkin terjadi!" ucap Ozan berusaha mengusir kegelisahan yang sebenarnya juga ada pada dirinya.


Aku rasa Darel si**an itu tidak tahu, karena jika dia tahu pasti dia akan menghukum kami dari dulu, tapi itu tidak dia lakukan yang artinya dia tidak tahu! batin Ozan menghibur dirinya sendiri.

__ADS_1


Ozan dan Erik tidak tahu kalau Darel mengetahui gerak-gerik mereka dan bahkan sudah bisa menebak pergerakan mereka selanjutnya.


********


Darel baru saja tiba dirumahnya. Ketika hendak memasuki rumah, Lukas berdiri dibelakangnya. Darel tahu sikap Lukas yang begitu artinya ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengannya. Darel langsung menuju ruangan pribadinya dan Lukas mengikuti langkah Darel dari belakang.


Sesampainya diruangan pribadinya.


"Katakan apa yang ingin kau bicarakan!" ucap Darel yang sebenarnya sudah bisa menebak dari raut wajah Lukas bahwa ini mengenai anak buahnya, Ozan Dan Erik.


"Tuan, baru saja mata-mata kita mengatakan mereka melihat Erik dan Ozan bertemu dengan anak buah Drago Mark lalu mereka dibawa ke suatu tempat." jelas Lukas.


"Hemm, benar dugaan ku, mereka akan lari kelompok itu. Lukas awasi terus kelompok dan kedua penghianat itu, terlebih saat pertunangan dan pernikahanku nanti. Aku tidak ingin kedua acara penting itu dirusak oleh mereka!" jelas Darel yang memperhitungkan kemungkinan yang mungkin terjadi.


Apa yang akan terjadi saat pertunangan dan pernikahan tuan Darel nanti? apa Drago Mark akan menyerang saat kedua acara itu berlangsung? batin Lukas.


Lukas merasa kebingungan namun tidak berani bertanya. Dia memilih untuk undur diri dan menelaah lagi perkataan Darel tadi.


"Oh ya, Lukas suruh mbok membawa makananku kemari saja, aku sedang ingin berada disini!" perintah Darel pada Lukas yang hendak pergi.


"Baik tuan!" jawab Lukas.


Tidak butuh waktu lama, mbok Tini datang dengan membawa makan siang Darel. Mbok Tini langsung pamit setelah meletakkan makanan itu dimeja.


Wanita itu akan benar-benar membuatku gila! bagaimana bisa aku memikirkannya saat makan pagi tadi! sadar Darel!! jika tidak kau bisa kehilangan akal karenanya! batin Darel berusaha mengusir wajah Mentari dari ingatannya.


Setelah menyantap makan siangnya, Darel memutuskan untuk ketamannya. Para penjaga sedikit heran dengan kedatangan Darel ditempat itu yang mereka anggap tidak biasa. Lukas langsung menghampiri Darel dengan tergesa-gesa saat melihatnya datang.


"Tuan, apa anda butuh sesuatu?" tanya Lukas sedikit ngos-ngosan.


Darel melihat tamannya itu sangat gersang. Tidak ada tanaman lain yang tumbuh selain rumput St. Augustine. Meskipun terlihat hijau dan indah karena adanya rumput segar itu, namun tetap saja ada yang kurang dari tamannya yang indah tersebut.


"Lukas, kau pergilah ke toko dan beli beberapa benih bunga untuk kau tanam ditaman sekeliling rumah!" perintah Darel.


Lukas dan penjaga lain yang mendengar tercengang dengan perkataan tuannya barusan yang mereka anggap sangat aneh. Pasalnya selama rumah ini berdiri baru sekarang Darel memperhatikan taman yang gersang itu.


"A...apa anda yakin tuan?" tanya Lukas tidak yakin.


Darel menatap Lukas.


"Ya, belilah benih bunga mawar merah, mawar putih, melati, bunga lily putih, lily biru, dan krisan biru. Oh ya jangan lupa anggrek yang paling indah untuk ditanam disini! dan ini kartu tanpa limit, pakailah untuk membayar pesanku itu!" perintah Darel sambil memberikan black card kepada Lukas.


Lukas mencatat pesanan Darel tadi dalam ponselnya agar dia tidak lupa setelah mengambil kartu itu dari tangan Darel. Setelah selesai mencatat, Lukas dan beberapa anak buahnya pergi membeli benih bunga sesuai perintah Darel.


Kenapa tuan tiba-tiba ingin merombak taman ini menjadi penuh bunga? apa karena calon istrinya yang kemarin datang? batin Lukas yang bingung dengan apa yang terjadi pada tuannya itu.

__ADS_1


Kenapa aku sangat memperdulikan keinginan wanita itu? kenapa aku tiba-tiba ingin rumahku terlihat seperti yang dia sukai? taman penuh bunga? hais sepertinya aku benar-benar kehilangan akal!! batin Darel yang juga bingung dengan apa yang terjadi padanya.


*******


Sesampainya Lukas dan yang lain ditoko bunga, Lukas langsung membeli benih-benih bunga yang diminta Darel.


"Oh ya, dan benih bunga anggrek yang paling indah!" ucap Lukas menyebutkan nama bunga terakhir.


Pemilik toko itu kebingungan mendengar pesanan Lukas yang terakhir. Lukas yang peka dengan tatapan pria paruh baya itu pun bertanya.


"Ada apa pak?" tanya Lukas tidak mengerti.


"Tuan, apa tadi anda menyebutkan benih bunga anggrek?" tanya pemilik toko itu mengulang perkataan Lukas berharap dia salah mendengar.


"Oh itu, benih anggrek yang paling indah, pak!" jawab Lukas mengulangi pesanannya.


"Hahahahaha... tuan, bunga anggrek jarang sekali ditanam dengan bibit, orang lebih memilih beli langsung yang sudah besar baik yang sudah berbunga ataupun yang belum!" jelas pria itu tertawa.


Lukas menjadi salah tingkah mendengar penjelasan pemilik toko, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kalau anggrek yang paling cantik itu namanya anggrek bulan biru, tuan! banyak yang cari karena memang paling indah dari yang lain. Kalau benihnya tidak ada yang jual, paling-paling yang sudah tumbuh daun ataupun sudah berbunga" jelas pemilik toko lagi.


"Ha iya, beli itu saja!" ucap Lukas.


"Tapi maaf, saya tidak menjual bunga itu. Harganya terlalu mahal. Kalau ingin membelinya lebih baik datang kealamat ini, disana sangat banyak bungan anggrek bulan biru." ucap pemilik toko sambil memberikan selembaran kartu nama.


"Cahaya Garden." ucap Lukas membaca nama yang ada dikartu nama itu.


"Itu milik anak saya, pak. Dia sangat menyukai bunga anggrek bulan biru dan menjualnya juga, anda bisa mencobanya mungkin dia masih punya anggrek itu." jelas pemilik toko.


"Baiklah, terimakasih!" ucap Lukas.


Setelah pemesannya yang lain sudah siap, Lukas langsung membayarnya dan pergi menuju tempat yang ada dikartu nama pemberian pemilik toko tadi.


*


*


*


*


*


Hallo kakak-kakak, jangan lupa like, vote , dan komen ya biar aku tambah semangat up ceritanya 😊😉

__ADS_1


__ADS_2