Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 4


__ADS_3

"Kan masih ada ayah, ada kak Iwang, kak Shaki, dan kak Ivan?!" ucap Iwang mulai melunak.


"Itu bedaa!!! Kalian kan laki-laki, Hyuna perempuan!! kalian aja nggak tau gimana rasanya datang bulan. Dulu waktu aku datang bulan untuk yang pertama kalinya aja kalian nggak tau harus ngapain, untung masih ada mbok yang membantu aku. Raisa juga gitu waktu datang bulan pertama, dia ada ibu yang memberitahu banyak hal tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat datang bulan. Hyuna juga mau kak, Hyuna iriii!!" ucap Hyuna menatap mata Iwang dengan mata yang telah mengembun.


Sekali lagi, Iwang menghela nafas panjangnya. Dia tidak boleh menangis dihadapan Hyuna sekarang, walau tidak bisa dia ingkari perkataan Hyuna barusan membuatnya sangat sedih.


Iwang melangkah mendekati adik perempuan satu-satunya itu, memeluknya dengan hangat. Hyuna yang diperlakukan seperti itu akhirnya menangis dipelukan Iwang.


"Maaf ya, kalau kami tidak mengerti banyak hal mengenai wanita. Mulai sekarang, kakak akan coba untuk memahami setiap detail dari wanita." ucap Iwang.


"Caranya?!" tanya Hyuna melepaskan pelukannya.


"Kan ada internet, ada buku juga, banyak lah yang memuat informasi itu. Udah kamu tenang aja!" ucap Iwang.


"Kita berdua juga akan ikut belajar!" timpal Shaki berjalan dengan kedua tangan berada di saku celananya


Rupanya Shaki dan Kaivan mendengar pembicaraan Iwang dan Hyuna sejak tadi. Sudah Hyuna bilang kan kalau sifat Iwang itu banyak yang menurun ke Shaki?! nah salah satunya ya itu tadi. Tidak ada yang bisa berbohong darinya.


"Aa ealah cil! lo cengeng amat jadi orang!!" ejek Ivan yang berdiri di samping Shaki.


"Kakakk lihat tuh kak Ivan!!!" rengek Hyuna kepada Iwang.


"Ivannn!!!"


"Huuu dasar pengaduuu!!"


"Biarinn!!"


"Udah sana kamu mandi dulu, ayah pasti udah nunggu kamu dari tadi." ucap Iwang.


"Eh iya astagaaa!!" ucap Hyuna.


Hyuna bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk mandi. Sementara itu, Iwang, Shaki, dan Kaivan masih berada disana.


"Jadi, kita mulai dari mana?" tanya Kaivan tiba-tiba.


"Ya dari mana ajaa!" jawab Shaki sekenanya.


Shaki dan Iwang berjalan meninggalkan Kaivan.


"Eh, kak tungguin!!!" teriak Kaivan.


********


Dirumah Daniar. Daniar mengetuk pintu kamar putranya, Alvaro.


Tok...tok...tok....


"Masuk!!" jawab Alvaro yang tengah asyik berbalas pesan dengan teman-temannya disebuah grup chat.

__ADS_1


"Sayang!!" panggil Daniar.


Alvaro melihat sebentar ke arah maminya itu lalu fokusnya kembali ke ponselnya.


"Ada apa mami? tumben ke kamar aku?" tanya Alvaro tanpa menatap ke arah Daniar.


"Mami cuma mau ngomong berdua aja sama kamu." ucap Daniar.


Alvaro langsung meletakkan ponselnya setelah mendengar ucapan Daniar.


"Apa ada masalah?" tanya Alvaro.


"Enggak! semuanya baik-baik aja kok!" ucap Daniar.


"Terus?"


"Kamu gimana hubungannya sama Hyuna?" tanya Daniar.


Lagi-lagi!! lagi-lagi nama itu yang selalu Daniar sebut. Nama yang selalu membuat Alvaro muak.


"Lumayan!" jawab Alvaro enggan.


Daniar menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Alvaro.


"Mami sama papi berencana untuk menjodohkan kamu, sama Hyuna sayang!" ucap Daniar.


"APA?!" tanya Alvaro terkejut.


Alvaro terdiam. Dia syok dan terkejut.


"Tapi aku masih SMA, mami?!" ucap Alvaro.


"Kalian bisa bertunangan setelah Hyuna nanti lulus SMA kok! Lalu menikah." ucap Daniar.


"Kamu mau kan memenuhi janji mami sama almarhum sahabat mami?" tanya Daniar lagi.


Ini yang Alvaro kesalkan. Pertanyaan Daniar seolah-olah memohon kepadanya, dan Alvaro tidak suka itu.


"Aku ikut mami aja!" jawab Alvaro setelah cukup lama diam.


"Pintarnya anak mami!! makasih ya sayangg!!" ucap Daniar.


Daniar memeluk Alvaro dengan penuh kehangatan lalu pergi dari kamar Alvaro.


Sial!!! masa gue harus menikah sama tuh cewek?! batin Alvaro.


Alvaro meraih jaket kulitnya, lalu keluar kamar.


"Loh mau kemana sayang?!" tanya Daniar saat melihat putranya keluar kamar.

__ADS_1


"Mau ke luar sebentar!" ucap Alvaro langsung pergi begitu saja.


"Hati-hati yaaa!!" teriak Daniar agar didengar oleh Alvaro.


"Sudah lah sayang, putramu itu sudah dewasa! jangan kau perlakukan seperti anak-anak gitu dong!" ucap Zanu.


"Mau sampai kapan pun, dia itu tetap seorang anak bagiku!!" ucap Daniar.


"Kalau ibu boleh saranin nih yaa, baik kalian punya anak lagi jadi Alvaro punya teman disini. Toh usia Alvaro sudah cukup dewasa untuk punya adik lagi!" celetuk mama Daniar.


"Wahh, ide yang bagus itu maa!" jawab Zanu penuh semangat.


Sementara Daniar menatap suaminya dengan tatapan kesal sedangkan yang ditatap malah cengengesan.


********


Alvaro mengendarai motor sport hitam miliknya menuju ke markas. Sebenarnya itu adalah rumah lain Bryan. Orang tua Bryan yang memang seorang pengusaha ekspor impor itu memang memiliki beberapa rumah, namun hanya satu yang ditinggali dan yang lainnya akhirnya dijadikan kos-kosan karena memang tempatnya berada di pusat kota. Hanya satu rumah itu saja yang tidak dijadikan kos-kosan, sehingga Bryan menjadikannya markas.


"Oii broo, kusut amat tuh muka?!" tanya Jeremy.


"Gimana gue nggak kesel coba?! masa nyokap gue mau jodohin gue sama tuh cewek!!" kesal Alvaro sambil duduk di sofa yang ada disana.


"Cewek?! siapa?" tanya Alex.


"Ya Hyuna lah, siapa lagii!!" ucap Alvaro semakin kesal.


"Waittt!! nyokap lo mau jodohin lo sama Hyuna?! kalian kan masih SMA?!" tanya Brian yang datang membawa minuman.


Alvaro mengambil satu gelas minuman lalu meminumnya beberapa teguk.


"Nyokap bilang nanti kalau tuh cewek udah kuliah tunangannya!" jawab Alvaro.


"Terus, masalahnya dimana??" tanya Farel.


"Lo tau kan segimana bencinya gue sama dia?!" ucap Alvaro.


"Gue tuh bingung deh sama lo! Hyuna tuh cantik, pinter, dan kayaknya cinta mati sama lo! bokap nya juga kaya, bisa lo pelototin!" ucap Aldian yang memang suka memacari gadis kaya hanya untuk dikuras hartanya.


"Bokap gue juga kaya kalii!! lagian gue juga udah jijik sama dia, dari gue kecil tau nggak!!" ucap Alvaro.


"Hati-hati, Ro! jangan terlalu benci sama orang, benci sama cinta itu beda tipis doang!!" celetuk Farel.


"Apa sih loo!! dah ah, gue mau tidur aja disini. Pusing gue kalau dirumah!!" ucap Alvaro menuju kamarnya.


Dirumah itu memang ada beberapa kamar tidur dan kamar mandi lengkap dengan perabotannya karena memang Bryan suka sekali memasak. Terkadang juga mereka nongkrong di rumah ini sampai pagi dan tidur di kamar mereka yang ada dirumah ini.


Alvaro merebahkan tubuhnya telentang menghadap langit-langit kamar. Pikirannya melayang kemana-mana.


"Kenapa dari sekian banyaknya cewek, harus dia yang dijodohin sama gue?!!" gumam Alvaro.

__ADS_1


"Hyuna, gue semakin benci sama loo!! lo udah ngambil kasih sayang mami dari gue sejak gue masih kecil. Sampai sekarang pun, mami selalu menomorsatukan lo daripada gue, bahkan sekarang dia mau jodohin lo sama guee!!!"


"Gue benci lo Hyuna!!! gue benci looo!!!" kesal Alvaro.


__ADS_2