Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 166


__ADS_3

Mentari dan Daniar sudah kembali kedalam rumah saat matahari terbenam. Seharian ini dia habiskan bersama dengan Daniar mulai dari berkunjung kerumah Iwang, shopping, menonton bioskop, makan siang di cafe dan ditutup dengan berjalan-jalan santai di taman.


Sesampainya dirumah Darel, Daniar langsung menghubungi Zanu untuk menjemputnya. Agenda Daniar setelah ini adalah kencan dengan Zanu kekasihnya. Hampir setengah jam Daniar menunggu sambil meminum teh bersama Mentari hingga Zanu datang.


"Terimakasih ya Niar untuk hari ini!" ucap Mentari dengan tangan Darel yang melingkar mesra di pinggangnya memamerkan kemesraan didepan umum.


"Iyaa-iyaa! udah sana, suamimu udah nggak sabar tuhh!" goda Daniar.


"Niarr!! kamu tuhh!!!" kesal tapi malu.


"Daaaaa!!!!" melambaikan tangan melalui kaca mobil.


Mobil Zanu perlahan menjauh dari rumah Darel. Begitu mobil Zanu tidak terlihat, Darel langsung menggendong Mentari.


"Aku sudah menunggu sangat lama! dan sekarang aku mau menuntut imbalanku!" tersenyum menggoda.


Wajah Mentari memerah mendengar ucapan manis Darel. Dengan mesra Mentari pun melingkarkan tangannya ke leher Darel. Seperti biasa adegan romantis mereka pun kembali terjadi. Bahkan sekarang Darel tidak membiarkan Mentari beristirahat terlalu lama dan langsung memulai kembali permainan mereka.


Para pelayan juga diminta untuk tidak mendekat ke kamar Darel, jika tidak...yaaa tau sendiri lahh!!😂


Malam semakin larut, jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Darel dan Mentari baru saja keluar dari kamar mereka karena kelaparan. Tenaga mereka juga sudah terkuras habis karena permainan Darel barusan.


Para pelayan pun menghidangkan makanan yang masih panas diatas meja makan.


"Besok-besok jangan begitu lagi yaa!! capek tauu!" omel Mentari.


"Hahahaha, tapi kamu suka kan?" goda Darel sambil tertawa.


"Ihhh, aku seriuss!!!" ucap Mentari sembari mencubit paha Darel.


"Jangan nakal yaa, nanti ada yang bangun lagi lohh!!" goda Darel lagi.


"Sayangggg!!!!" semakin kesal.


"Hahahaha, sudah-sudah makanlah! nanti setelah ini kita sambung lagi yaa!" mengedipkan sebelah matanya.


Ucapan Darel membuat tubuh Mentari menjadi panas dingin. Mengingat betapa hebat Darel dalam memuaskannya.

__ADS_1


ahh, kenapa aku jadi salah tingkah begini sihh? batin Mentari.


********


Ditempat Tomi, kedekatan mulai terjalin diantara Shiren dan juga Tomi. Jack yang tahu tuannya ini tengah dimabuk asmara memilih untuk tidak menggangu dan akan datang jika diperlukan saja. Sebenarnya sedari awal melihat Shiren, Tomi merasakan hal yang berbeda dari yang sebelumnya. Tomi memang suka menggoda wanita tapi bukan untuk serius hanya sekedar bercanda. Tapi dengan Shiren, dia merasakan hal yang berbeda. Ada rasa ingin memiliki didalam lubuk hatinya.


"Jangan buka dulu matanyaa!" ucap Tomi.


Malam ini Tomi berniat mengungkapkan perasaannya kepada Shiren. Dia merencanakan sebuah candle light dinner mewah di tangah taman yang dikelilingi bunga nan indah. Tidak lupa juga lilin-lilin kecil yang tersusun disetiap tempat.


"Awas! ke kanan sedikit, yakk lurus teruss!" ucap Tomi mengarahkan Shiren yang matanya ditutup oleh kain.


"Ihhh, kita mau kemana sih?" ucap Shiren deg-degan.


"Udah tenang aja, sebentar lagi kamu juga tau sendiri kok!" ucap Tomi.


"Nah, udah sampai!!!" berhenti di tengah-tengah lilin dan bunga mawar yang berbentuk hati.


"Udah sampai? boleh aku buka sekarang?" ingin melepas ikatan kain di kepalanya.


"Eitss, jangan dulu dong! aku hitung sampai tiga yaa! satu......dua....ti....gaaaa!!!"


"Wahhhh, indah bangettt!!!!" ucap Shiren mengedarkan pandangannya ke setiap sudut.


"Kamu suka?" tanya Tomi.


"Suka banget!! kamu yang buat ini semua?" tanya Shiren terkagum-kagum.


"Iya dong, ayo duduk!" ucap Tomi mempersilahkan Shiren duduk di meja yang sudah disediakan.


Tidak lama berselang seorang pramusaji menyajikan makanan mewah untuk mereka berdua.


"Tomi, ini benar-benar hari paling indah dalam hidupku!" antusias.


"Kamu tahu tidak, dulu aku pernah bermimpi dilamar dengan romantis seperti ini. Tapi setelah melihat sifat asli Bram, aku rasa itu tidak akan pernah terwujud!" bersedih.


"Kenapa tidak?" sedikit berteriak.

__ADS_1


"Hah maksudnya?"


Tomi langsung bersudut dihadapan Shiren, membuat Shiren terkejut dan tidak mengerti maksud Tomi seperti itu dihadapannya.


"Tomi, kamu apa-apaan? ayo berdiri!!" berusaha membangunkan Tomi dari sujudnya.


"Shiren, please! dengerin aku sebentar ajaa!!" mode serius.


Shiren pun tidak lagi bicara dan membiarkan Tomi mengungkapkan apapun yang ingin dia katakan. Disisi Tomi, Tomi mengambil sebuah kotak cincin dari saku jasnya yang sudah dia persiapkan sebelumnya dan menunjukkannya kepada Shiren.


"Hahh, Tomi...ini..!?" terkejut.


"Shiren, mungkin ini terdengar sedikit gila. Tapi aku tahu perasaanku padamu bukan untuk coba-coba. Saat pertama kali melihatmu di taman waktu itu entah mengapa aku merasa ingin melindungimu!"


Shiren terdiam, bingung mau mengatakan apa. Dia memilih menunggu Tomi menyelesaikan kata-katanya lebih dulu.


"Saat kita tinggal satu atap, aku merasakan sesuatu yang lain jika bersamamu! dan aku tahu, itu adalah perasaan cinta. Cinta yang tulus dari dalam hatiku untukmu! aku tahu ini mungkin terdengar seperti lelucon bagimu. Orang asing yang baru saja saling mengenal bagaimana mungkin bisa jatuh cinta. Tapi percayalah! ini memang nyata!" menatap Shiren dengan serius.


Terpancar jelas dalam sorot matanya betapa dia menginginkan wanita dihadapannya ini menerima cintanya. Pernyataan tulus dari seorang ketua mafia kepada wanita biasa.


"Tomi....a...aku....aku rasa....aku juga menyukaimu!" sedikit ragu dengan perasaannya.


"Aku tidak tahu kapan dan bagaimana perasaan ini tumbuh, yang jelas perasaan ini muncul begitu saja. Aku merasa nyaman dan aman ketika di dekatmu. Aku sedikit ragu sebenarnya, apa benar itu yang dinamakan cinta. Yang jelas aku merasakan hal berbeda juga jika bersamamu! bahkan rasa yang tidak pernah aku rasakan kepada Bram sebelumnya!" jelas Shiren yang juga mengungkapkan perasaannya.


"Jadi, kamu menerima pernyataan cintaku?" tanya Tomi ragu.


Shiren tidak menjawab pertanyaan Tomi namun hanya mengangguk lalu menunduk malu.


"Yesss!!!! akhirnyaaaa!!!!" teriak Tomi bahagia dan langsung berdiri dari berlututnya.


"Aaa, Tomi turunkan akuu!!! turunkan aku Tomi!!!!" teriak Shiren.


Tomi menggendong Shiren saking bahagianya. Sedangkan Shiren merasa takut bila nanti jatuh atau lebih tepatnya dia tidak mau Tomi mengetahui bahwa wajahnya sekarang merah padam karena tersipu malu.


"Aku sangat bahagia hari inii!!!" menurunkan Shiren lalu memeluknya erat-erat.


"Emmmuaahhh!!!" mencium kening Shiren lalu kembali memeluknya.

__ADS_1


D imomen itu, tiba-tiba saja muncul kembang api di langit. Kemunculan kembang api itu juga termasuk dalam rencana Tomi yang dilakukan oleh Jack dan anak buahnya.


Dari kejauhan Jack dan anak buahnya ikut bahagia melihat tuan mereka sudah tidak jomblo lagi. Tapi di satu sisi mereka juga bersedih karena nasib mereka yang masih belum mendapatkan pasangan.


__ADS_2