Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 1


__ADS_3

Hyuna sangat ketakutan. Air matanya tidak berhenti keluar. Tuan Boy perlahan demi perlahan mulai mendekati Hyuna. Seringai di bibirnya dan tatapan buas di matanya sangatlah mengerikan. Hyuna tidak henti-hentinya memohon pada Sang Pencipta agar dapat membantunya.


Siapapun....tolong Hyunaaa!!!! batin Hyuna.


Dok....dok...dok....


"Ah, sia*!!! siapa sih ganggu ajaa!!!" umpat tuan Boy saat ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan itu dengan cukup keras.


Tuan Boy mengenakan kembali celananya yang hampir terlepas itu lalu membuka pintu ruangan tersebut.


BUKKK.....


Tuan Boy tersungkur ke belakang akibat tendangan keras dari seseorang. Hyuna yang posisinya masih tidur terlentang dengan tangan dan kaki yang terikat dapat melihat dengan jelas ada seorang pria yang berdiri di depan pintu.


"KURANG AJARR!!! BERANINYA KAU MENGGANGGU KESENANGANKUUU!!!" marah tuan Boy.


Tuan Boy mulai mengerang pria asing yang tidak tahu dari mana datangnya itu. Hanya dengan beberapa tendangan dan tinjuan saja, tuan Boy telah berhasil dilumpuhkan. Dia telah pingsan dengan beberapa darah segar mengalir dari hidung, pelipis, dan sudut bibirnya.


Pria itu kemudian menghampiri Hyuna.


"Be...berhenti!!! jangan sakiti Hyunaa!!!" teriak Hyuna.


"Aku tidak akan berani menyakitimu nona muda!!" ucap pria asing itu.


"No...nona muda?" tanya Hyuna terheran-heran.


"Hufttt, akhirnya kami menemukanmu!!! cukup susah tadinya melacak keberadaanmu karena setelah kami mendapat sinyal dari alat pelacak mu, sinyal itu kemudian menghilang. Maaf karena baru datang!" jelas pria itu sambil melepaskan ikatan di kaki dan tangan Hyuna.


"Jadi kamu kenal papiku?" tanya Hyuna setelah ikatan di kaki dan tangannya terlepas meninggalkan bekas jeratan disana.


"Perkenalkan, saya Abdi! salah satu kepala kelompok anak buah tuan Darel di tempat ini. Saya mendapat perintah oleh tuan untuk mencari anda." ucap Abdi memperkenalkan diri.


"Paman Abdi?? lalu, papi?" tanya Hyuna.


"Mari!" ucap Abdi tanpa menjawab pertanyaan dari Hyuna.


"Hyuna!! kamu baik-baik saja kann??" tanya Artha dan yang lain yang juga telah bebas.


Rupanya Abdi tidak datang sendirian. Dia membawa banyak anak buah untuk mengepung tempat itu guna menyelamatkan Hyuna.


"Hyuna sayanggg!!!" Teriak Darel yang baru datang.


"Papiiii!!!" teriak Hyuna.


Darel langsung memeluk permata hatinya itu dengan sangat erat, begitu pun dengan Hyuna.

__ADS_1


Darel mengabsen setiap inci dari tubuh Hyuna, dilihatnya banyak bekas memar di tubuh putri kesayangannya itu. Amarah Darel kian memuncak melihatnya.


"Abdi!!" ucap Darel dengan tatapan tajam mengarah pada bekas memar di tubuh Hyuna.


"Mereka sudah kami tawan, tuan! tinggal menunggu eksekus* dari anda!" jawab Abdi yang mengerti maksud perkataan Darel.


"Baiklah, bawa Hyuna dan anak-anak lain ke tempatmu! aku akan menyusul!" ucap Darel berdiri.


"Tapi papi mau kemana?" tanya Hyuna.


"Sayang, papi ada urusan sebentar disini! Hyuna ke markas om Abdi dulu yaa? nanti papi menyusul!" ucap Darel dengan lembut.


"Iya papi!" jawab Hyuna.


Hyuna dan anak-anak lainnya dibawa oleh Abdi menuju markasnya. Sedangkan Darel, Adi, Lukas, Nakala, Harri, Rohan, Zanu, dan anak buah Darel yang lain masih berada ditempat itu.


"Dimana mereka?" tanya Darel pada Adi dan Harri.


"Ada diruangan depan, tuan!!" ucap Adi.


Darel berjalan lebih dulu ke tempat yang dimaksud Adi dimana disana Jafar, Rumini dan anak buahnya telah didudukkan di kursi dengan tangan terikat di belakang kursi. Tuan Boy yang masih pingsan dan anak buahnya juga ikut diikat seperti Jafar.


"Tuan Darel ampuni kami tuan!!! maafkan kamii!! kami bersalah tuann!!!" mohon Jafar.


"Maaf?? setelah kau menculik, memukul dan berniat menjual putriku?!! ku rasa maaf saja tidak akan cukup bukann??" tanya Darel menatap tajam ke arah Jafar dan yang lainnya.


"Sepertinya akan sangat menarik!! mereka telah membangunkan singa yang telah lama tertidur, dan sekarang singa itu sangat kelaparan!!" ucap Zanu.


"Benar sekali tuan!! mereka sudah salah memilih anak kecil untuk diculik!" timpal Harri.


"Eh, tuan Rohan! apa main hakim sendiri itu diperbolehkan?? secara seorang aparat saat ini tengah duduk santai disini??" tanya Harri kepada Rohan.


"Heh, saat ini yang ada disini bukan seorang aparat, Harri!! yang ada disini sekarang adalah sahabat dari Darel Sanjaya. Dan sebagai sahabatnya, aku harus mendukungnya bukan?! lagian aku juga setuju dengan apa yang akan Darel lakukan, itu sama saja mengurangi beban ku untuk menangkap penjahat!" jelas Rohan.


"Hahaha, anda ini bisa sajaa!!" tawa Harri sedangkan Lukas, Nakala, dan Adi hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah Harri. Walaupun sudah memiliki istri dan anak, tingkah Harri tidak banyak berubah dari dulu sampai sekarang.


"Kalian akan berghibah saja apa mau membantuku mengurus kutu-kutu ini?!" hardik Darel.


"Lanjutkan saja, Dwi!! kami membantumu dari belakang!!" ucap Zanu.


"Cih!!" Darel berdecih.


"Tuan, ampuni kami tuan!!! maafkan kamii!!!" rengek Rumini.


"Bagian tubuh mana yang kau gunakan untuk menganiaya putriku haaa?!!" tanya Darel kepada Jafar.

__ADS_1


"T... tidak...aaakhhhhh!!!" teriak Jafar kesakitan.


Darel menancapkan pisau ke telapak tangan kanan Jafar membuat Jafar berteriak kesakitan.


"JAWAB PERTANYAAN KU DENGAN BENAR, ATAU...." Darel semakin dalam menancapkan pisau itu ke tangan Jafar membuat Jafar semakin teriak kesakitan.


"Kaki..... aaakkkhhh, bagian kaki tuannn!!!" jawab Jafar ditengah kesakitan nya.


"Ohh, kaki yaaa!!!" ucap Darel mencabut pisau yang tertancap di tangan Jafar membuat darah keluar dari sana dengan sangat banyak.


Darel berjalan ke belakang dimana sudah ada beberapa alat tersedia disana. Darel meletakkan pisau kecil tadi diatas sana, lalu mengambil gergaji mesin.


"T...tuan.. apa yang akan anda lakukan, tuan?!" tanya Jafar ketakutan.


"Bukankah kau bilang kaki mu yang telah kau gunakan untuk menganiaya putriku??? akan aku bersihkan kakimu dari dosa itu!!" ucap Darel.


Darel berjalan semakin dekat ke arah Jafar membuat Jafar berkeringat dingin karena ketakutan.


"Ampuni saya tuan!!! saya tidak akan mengulanginya lagi!! maafkan saya tuann!!!" mohon Jafar.


Darel membunyikan gergaji mesin itu. Suara darinya nyaring terdengar diruangan itu membuat Jafar dan yang lain semakin ketakutan.


"Tidak....tidak....jangan....ampun tuann....ampunnn...aaaakkkkhhhhhhhh!!!!!" teriak Jafar.


Darel memoto** kaki kiri Jafar hingga terputu*. Darah segar pun mengalir deras dari sana. Jafar kembali berteriak kesakitan saat gergaji itu kembali memoto** kaki kanannya hingga putus lagi.


Bukan hanya itu, Darel kembali meletakkan gergaji itu lalu mengambil pedang. Diteba" nya tangan kanan Jafar hingga putus sampai ke siku. sekali lagi, Jafar berteriak kesakitan. Bahkan kalau seperti ini jadinya, Jafar lebih memilih langsung mati saja agar sakitnya tidak terlalu terasa.


Selesai bermain dengan Jafar, Darel berjalan menghampiri Rumini. Rumini yang telah melihat siksaan yang diterima suaminya itu mendadak pias saat Darel menghampirinya.


"Ampuni saya tuan!!! maafkan saya!!! saya janji akan berubah!! saya janji tidak akan menculik anak-anak lagi setelah ini!!! ampuni saya tuann..." mohon Rumini sambil mengeluarkan air mata buayanya.


Darel tidak bisa dikelabui. Dia membuka paksa mulut Rumini lalu dikeluarkannya lidahnya.


SRETT....


"Aaaaaaaa....aakhhhhhh!!!!" teriak Rumini.


Dalam satu tebasan, Darel telah memoto** lidah Rumini hingga terputus setengahnya. Bukan hanya itu, Darel mengambil tang besar lalu Darel mencabut kuku-kuku tangan Rumini hingga tercabut semua dan mengeluarkan banyak darah. Rumini kembali berteriak saat satu per satu kukunya dicabut dengan paksa oleh Darel.


"Lempar yang lainnya ke kandang harimau lapar!!! biarkan mereka menjadi santapan lezat untuk harimau-harimau itu!!!" perintah Darel.


"Baik tuan!!" ucap Anak buah Darel.


Darel tidak menghukum Lula, karena dia tidak ingin menyiksa anak kecil yang juga seorang korban keegoisan kedua orang tuanya. Darel hanya menawan gadis itu, entah sampai kapan.

__ADS_1


Setelah melakukan aktivitas gelap itu, Darel mandi dengan sabun di tempat itu agar aroma amis tidak tercium dari tubuhnya. Dia juga mengganti baju karena baju yang sebelumnya telah terkena noda darah lalu dia pun menuju markas Abdi, dimana putrinya telah menunggunya.


__ADS_2