Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 124


__ADS_3

Api balas dendam kembali membara didada Dendi. Semangatnya kembali tersulut dengan besarnya ketika mengingat keluarganya yang hancur akibat ulah keluarga Sanjaya.


Saatnya aku balasan dendam kalian semua, aku berjanji pada kalian!!!! Darel, tunggu pembalasanku!!! batin Dendi.


Pembalasan dendam atas kejadian belasan tahun yang lalu kini sudah didepan mata. Dendi tersenyum sinis mendapati jam-jam terakhir kejayaan keluarga Sanjaya.


********


Ditempat lain, Darel dan yang lain sudah sampai didepan markas Drago Mark. Mereka berjalan kaki kurang lebih 1 km dan meninggalkan kendaraan mereka disana agar musuh tidak bisa mendeteksi kedatangan mereka.


"Sial, CCTV ini terlalu banyak dari yang aku pikirkan!" ucap Arul.


"Bagaimana ini selanjutnya?" tanya Zanu.


"Jack!"


"Iya pak salju!"


Menatap Jack dengan tatapan membunuh sedangkan yang ditatap sudah bergidik ngeri.


Apa?! memang benar kau pak salju kok! dinginnnn sedingin es!


"Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?" tanya Darel.


Jack mengangguk dan mengeluarkan peralatan meretasnya kemudian dengan sekejap CCTV itu sudah dimatikan semuanya.


"Beress!!" ucap Jack berbangga diri.


"Cih dasar anak ingusan!" ucap Darel.


Harri dan Adi datang membawakan pistol cadangan kepada Darel dan sahabatnya. Darel sudah merencanakan semuanya karena dia tahu tidak akan mudah mengalahkan pimpinan Drago Mark saat ini.


Salah hitungan ketiga mereka pun mulai menyerang markas itu.


1......2.......3........


Anak buah Drago Mark yang sudah diwanti-wanti akan kehadiran Darel dan yang lain juga sudah bersiap dengan senjata mereka.


Darel memukul, meninju dan menjatuhkan banyak lawannya. Bahkan dia tidak sedikitpun merasa kehabisan tenaga. Anak buah Drago Mark sama sekali bukan lawan Darel.


Adi dan Harri juga tidak kalah. Harri yang lebih mahir dalam bermain pistol dengan cepat melumpuhkan musuh-musuhnya yang mendekat. Begitu juga dengan Adi, sikap dinginnya membelasah habis setiap lawan yang mendekat meskipun dengan tangan kosong.


Baru beberapa menit anak buah Drago Mark sudah dikalahkan semuanya.

__ADS_1


"Cihhh, hanya segitu ternyata kemampuan kaliannn!!! dasar kepa**t!!!!" ucap Tomi emosi.


"Sepertinya ada yang tidak beres!" ucap Zanu.


"Aaaaaaaaaaaaa!!!!!!" teriak mereka semua.


Sebuah bom kecil meledak ditengah-tengah mereka membuat mereka tidak sadarkan diri.


"Bawa mereka semua!!!" ucap ketua Drago Mark.


********


Ditempat lain, Laila dan Lukas tengah sibuk mencari Mentari yang menghilang entah kemana setelah ijin ke toilet umum.


"Apa kau menemukannya?" tanya Lukas pada Laila.


"T...tidak tuan! bagaimana ini? bagaimana kalau nona Mentari dalam masalah!" ucap Laila cemas.


Baru saja Mentari keluar dari masalah kecelakaan pesawat dan sekarang dia malah pergi entah kemana. Firasat Laila mengatakan kalau Mentari dalam bahaya terlebih lagi tas yang dibawa Mentari tergeletak begitu saja didepan toilet umum.


"Hallo! retas CCTV di alamat ini sekarang!!! nona sepertinya diculik! Aku akan mengirimkan alamatnya sekarang!" ucap Lukas sambil mematikan sambungan telepon.


Lukas mengirimkan lokasinya ke seseorang. Butuh waktu lumayan lama untuk mengetahui apa yang terjadi pada Mentari. Setelah mendapat balasan dari anak buahnya Lukas segera menyadari bahwa Mentari dalam bahaya. Lukas mengantarkan Laila dulu kembali ke toko kemudian kembali ke rumah utama untuk memberitahu tuan Sanjaya mengenai kondisi Mentari.


********


Prokkkkk.......prokkkkkkkk.....pokkkkk.....


"Tuan muda keluarga Sanjaya, Darel Sanjaya.... maaf kalau cara penyambutanku kurang baik ya, hahahaha!" ucap ketua Drago Mark.


"Bajingan!! kalau kau memang berani lawan aku breng**k!!!" ucap Darel tersulut emosi.


Kini yang lain terlihat mulai sadar dari pingsannya.


"Hei Jack, kenapa kau tidak bisa mendeteksi kalau ada bom disana ha??!!! ini semua karena kesalahanmu kau tahu ituu!!!" maki Darel.


"Aku ini kan peretas profesional, bukan pengamat bom profesional! lagi pula kan yang handal dalam hal bom itu kau tuan salju, kau kan suka meledakkan sesuatu!!" jawab Jack tidak ingin disalahkan.


"APAA KAU BILANGGGG!!!!"


"Sudahlah kalian berdua, ini bukan saat yang tepat untuk saling menyalahkan!" ucap Zanu melerai.


"Lepaskan kami bang**t!!!! kalau kau berani hadapi aku dengan tangan kosonggg!" teriak Tomi.

__ADS_1


"Hahahaha, aku semakin mencium aroma kekalahan dari kalian! Oh ya Darel, aku ada hadiah spesial untukmu!" ucap ketua Drago Mark sambil tersenyum penuh arti.


Tiba-tiba Dendi datang membawa seseorang dengan wajahnya yang sudah lebam akibat pukulan keras dari Dendi.


"Mentariiii!!!" ucap Darel.


"Nona Mentariii!" ucap Adi dan Hari.


Bedebah!!!! Lukas aku akan menghukummu karena kelalaianmu menjaga istrikuu!!! batin Darel.


Mentari sudah didudukkan kesebuah kursi dengan tangan yang terikat pula sama seperti yang lain dihadapan Darel dan yang lain.


"Sebenarnya aku sudah mengincar wanita ini sedari lama" terhenti.


"Tapi karena bayang-bayangmu selalu ada disekitarnya membuatku susah untuk mendekatinya. Tapi ternyata mangsaku sendiri yang datang menemui ku, hahahaha!!!!" tertawa senang karena mengira sudah berhasil mengalahkan Darel dan mendapatkan Mentari.


Mentari terus meneteskan air matanya dengan menatap lekat wajah Darel, begitu juga dengan Darel. Melihat wajah Mentari penuh luka membuatnya seakan ingin berlari dan memeluk Mentari, menenangkan wanita itu.


Maafkan aku Mentari, maaf!! seharusnya aku melarangmu pergi dari rumah tadi!!!! aku....aku tidak berdaya di hadapanmu jika kau seperti ini!! batin Darel.


Ketua Drago Mark melihat hal ini, dia pun langsung mendekati Mentari dan menjambak rambutnya dengan sangat kuat.


"Apa kau sudah mulai mencintai pria kotor ini haaa???" tanya Dendi dengan tangannya yang semakin kuat menarik rambut Mentari.


"Berani kau sentuh istriku lagi, aku pastikan tanganmu akan lepas dari tempatnyaaaa!!!" marah Darel.


"Istrimu?" tanya ketua Drago Mark melepaskan tangannya dari rambut Mentari.


"Apa istri ini yang kau maksud, yang kau tinggalkan dimalam pertama dan memilih bersenang-senang dengan para ******???" sindir ketua Drago Mark.


Darel langsung membungkam, bagaimana dia bisa tahu hal itu pikirnya saat ini. Sedangkan Mentari yang mendengar hal itu terkejut dan setengah tidak percaya.


Bukankah dia bilang ada urusan penting saat itu? lalu, apa maksudnya dengan bermain dengan para ******? batin Mentari berusaha mencerna kalimat itu.


"Upppsss kau tidak tahu ya rupanya? apa suamimu tersayang ini tidak memberitahumu?" tanya ketua Drago Mark memanas-manasi Mentari.


Mentari menatap Darel, seolah meminta jawaban dari apa yang sudah dikatakan pria yang dia tidak kenal disampingnya ini.


"Baiklah, Dendiii! bawa kesini rekamannya! biarkan para tamu spesial ini melihat kebenarannya!" ucap ketua Drago Mark.


Dendi pun datang membawa sebuah rekaman yang diminta ketuanya.


"Kau?? kau masih hidup ternyata haaa!!!!" teriak Darel berusaha melepaskan diri.

__ADS_1


"Yaa, aku masih hidup! dan sebentar lagi aku akan membalaskan dendam ku padamu atas apa yang sudah kau dan keluargamu lakukan pada keluargakuuu!" ucap Dendi berapi-api.


__ADS_2