Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 21


__ADS_3

"Hem, ya baiklah! aku akan kesana nanti!" menutup sambungan teleponnya.


Ada hal penting apa sampai dia memintaku segera datang kemarkasnya?


Darel menatap karyawan yang memberontak lagi dengan tatapan tajamnya. Semua orang disana merasa ketakutan.


"Kalian masih bertanya salah kalian apa? kalian tidak tahu apa pura-pura tidak tahu, bodoh!!" tanya Darel meninggikan nada suaranya.


Karyawan yang dipecat dan memberontak tadi tidak berani bicara atau mungkin mereka juga tidak bernafas saking takutnya, hehehe.


"Kalian ini dibayar dengan gaji yang sangat-sangat lebih tinggi dari perusahaan lainnya, seharusnya kalian semua bersyukur!!! bukan malah bertindak seenaknya!! aku, Presdir di perusahaan ini memang jarang berada dikantor karena ada hal yang harus aku kerjakan!!!" menatap tajam sekelilingnya.


"Tapi bukan berarti kalian bisa seenaknya absen diluar ketentuan perusahaan!! kalian pikir aku bodoh, tidak akan tahu kelakuan kalian disini, bang*at!!!!" maki Darel semakin marah.


Memang bayaran bekerja di perusahaan Darel lebih tinggi dari perusahaan lain. Bahkan sampai 5 kali lipat dari gaji biasanya. Pantas saja jika Darel marah, selain mereka bertindak seenaknya, mereka juga tidak merasa bersalah diawal pertemuan tadi bahkan menciptakan keributan hingga ada beberapa bodyguard yang dia bawa mengalami luka-luka baik ringan maupun berat akibat serangan brutal mereka.


"Mulai sekarang aku tidak mau melihat wajah kalian diperusahaanku lagi! keluar!!!" marah Darel.


Mereka masih berdiri ditempatnya membuat Darel semakin marah.


"KELUARRRR!!!!!!!" teriak Darel marah sambil menunjuk pintu keluar.


Karyawan itu berebut ingin keluar dari aula secepatnya.


Benar-benar masih sama seperti dulu! sampai kapan anda akan berubah, tuan! batin Wisnu.


Darel merapikan pakaiannya lagi. Kemudian menatap karyawan yang masih tersisa.


Apa Presdir mau melakukan sesuatu pada kami semua? batin seluruh karyawan yang tersisa.

__ADS_1


"Kalian jangan takut! aku akan bersikap baik jika kalian patuh pada peraturan yang sudah aku buat, dan sebaliknya aku akan bersikap seperti tadi jika kalian membuat kesalahan. Kalian bisa pergi sekarang, sudah saatnya jam makan siang!" ucap Darel lembut.


Huh, tuan Darel ini seperti tuan Ardi, galak diluar tapi aku sangat yakin segalak-galaknya dia, dia pasti punya sisi kebaikan juga. ucap karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan bahkan ketika masih dipimpin oleh ayahnya.


"Tuan!" Wisnu ingin bertanya tapi mengurungkan niatnya.


"Wisnu, kau catat mereka berada di bagian apa, kemudian buat lowongan pekerjaan sesuai dengan yang keluar hari ini. Dan untuk karyawan yang masih tersisa suruh mereka merangkap 2 kerjaan milik rekannya yang keluar. Nanti aku akan menambah gaji mereka dan akan menambah bonus mereka!!" ucap Darel.


Wisnu mendengarkan setiap ucapan Darel. Kini mereka sudah berada diluar perusahaan.


"Baiklah tuan, saya akan mengerjakan apa yang anda minta!" ucap Wisnu.


"Hem, aku pergi dulu!" memasuki mobil mewahnya.


"Anda mau kemana tuan?" tanya Wisnu.


"Baik tuan, hati-hati!" menutup pintu mobil.


Mobil itu melaju dengan kencang dijalankan beraspal.


Aku tahu kau adalah orang yang baik,tuan! hanya saja kau merasa kesepian dan kecewa makanya kau melampiaskan amarahmu pada orang lain! aku berharap kebahagiaan bersamamu selalu! batin Wisnu.


Cukup lama Wisnu berdiri diluar sampai-sampai mobil Darel sudah hilang sedari tadi. Dia memutuskan untuk makan siang di restoran dekat perusahaan.


********


Pagi itu Mentari dan Daniar bangun kesiangan. Mereka masih merasa takut akibat film yang mereka tonton semalam hingga membuat mereka tidak bisa tidur dan bangun terlambat.


Setelah membantu mama Daniar didapur dan makan bersama keluarga Daniar, Mentari memutuskan untuk kembali kerumahnya.

__ADS_1


Sebenarnya keluarga Daniar tidak setuju tapi Mentari terus memohon agar diijinkan pulang, mereka pun mengijinkan nya.


"Sayang, kamu jaga diri baik-baik ya, kan kamu baru saja sakit. Kalau perlu jangan ke toko saja dulu, nanti biar Daniar yang mengawasi toko kue nya, kamu istirahat saja, ya." ucap mama Daniar lembut.


"Iya ma, Mentari janji akan istirahat saja hari ini. Besok baru kembali ke toko." jawab Mentari tersenyum.


Taxi yang dipesan Mentari sudah datang, dia pun berpamitan pada orang tua Daniar. Daniar mengantar Mentari sampai taxi.


"Makasih ya! kamu udah bantuin aku banyak banget!" ucap Mentari dari balik jendela mobil.


"Yaelah, kali tuh kayak sama siapa aja, Tar! santai aja kali!" ucap Daniar.


Mentari tersenyum membalas ucapan Daniar.


"Jalan, pak!" ucapnya pada sopir taxi.


Taxi pun keluar dari pekarangan rumah Daniar menuju rumah Mentari.


*


*


*


*


*


Hallo kakak-kakak, jangan lupa VOTE LIKE DAN KOMEN ya, biar aku juga semangat nulisnya😊 aku ucapkan terimakasih untuk kalian yang sudah komen dan like🤗😗 tunggu kelanjutan ceritanya ya😉😉

__ADS_1


__ADS_2