
Benar sekali tebakan mereka, selang beberapa jam setelah Daniar dan Zanu, Hyuna datang ke kantor polisi.
"Hai, uncle Rohan!!" sapa Hyuna saat memasuki kantor polisi.
Kebetulan saat itu Rohan tengah berbincang dengan Abu di depan pintu masuk.
"Hai! kamu sama siapa?" tanya Rohan celingukan.
"Sendirian, uncle!! Hyuna bosen dirumah. Lagian papi belum bolehin Hyuna ke sekolah karena masalah kemarin!" ucap Hyuna.
"Tentu Darel akan melakukannya!" gumam Rohan.
"Apa uncle?" tanya Hyuna yang tidak terlalu mendengar gumaman Rohan.
"Ah, tidak kok! kamu mau jenguk Varo?" tanya Rohan.
"Iya! oh ya, tadi Hyuna iseng bikin kukis, uncle cobain yaa!" ucap Hyuna.
"Wahhh, kebetulan sekali! makasih yaa!" ucap Rohan.
Setelah cukup lama berbincang dengan Rohan, Hyuna pun pergi ke ruang tunggu untuk menunggu Alvaro. Tidak berselang lama, seorang polisi datang membawa Alvaro.
Alvaro berjalan dengan diam, lalu duduk tepat dihadapan Hyuna. Mereka sama-sama diam, bergulat dengan pikiran masing-masing.
"Jadi?! apa kau kesini untuk membebaskan kami?" tanya Alvaro.
"Membebaskan?! untuk apa aku membebaskan kalian?! orang-orang yang egois yang hanya mementingkan kepuasannya sendiri tanpa berpikir mengenai orang lain?!" sarkas Hyuna.
Deg....
Alvaro terkejut!!! Hyuna yang dia kenal tidak seperti ini?! Hyuna gadis pemaaf, tapi ini?! dihadapannya ini seperti bukan Hyuna yang selama ini mengejarnya, melainkan orang lain namun menyerupai Hyuna.
"Aku tidak sengaja bertemu tante Daniar dan om Zanu tadi di cafe sebelum kesini. Mereka cerita banyak hal, termasuk kalian yang tidak merasa bersalah meski telah mendekam disini dua hari lamanya! awalnya aku memang berniat mencabut laporan itu dan membebaskan kalian! tapi setelah aku mendengar dari tante Daniar tadi, aku menjadi berpikir ulang!!" ucap Hyuna tenang, setenang air.
Gila!!! ini benar-benar bukan Hyuna yang Alvaro kenal. Alvaro sampai tidak berkedip menatap Hyuna. Sifat yang ditunjukkan padanya kali ini terlalu membuatnya terkejut.
"Lalu untuk apa kau kesini?! untuk mengolok-olok kami??!! kami tidak butuh itu!!! kami ingin bebas!!!" ucap Alvaro.
"Tenang kak, keep calm, okey?!! semuanya sudah diurus oleh papi!! kalian akan menanggung semuanya, se-mu-anya!!" ucap Hyuna menekan kata terakhirnya.
"Apa maksudmu?" tanya Alvaro bingung.
"Papi telah mencabut semua investasi dari perusahaannya ke perusahaan milik teman-teman kakak. Kakak tau kan seberapa besar impact papi dalam dunia bisnis ini?! beberapa dari mereka juga telah di blacklist dan siapa saja yang berani bekerja sama dengan perusahaan itu, maka sama artinya dengan melawan perusahaan papi!! isomasi ini papi umumkan langsung, kemarin! tapi kakak tenang saja, uncle Zanu aman kok!" jelas Hyuna.
__ADS_1
Alvaro melemas seketika. Dia tahu. Dia tahu sebesar itu pengaruh Darel, tapi ini terlalu besar dari apa yang dia pikirkan.
"Kalau kakak selama ini berpikir aku adalah gadis lemah yang bodoh! maka kakak salah!!! akan aku tunjukkan siapa Hyuna yang sebenarnya!!" ucap Hyuna lalu berdiri untuk pergi.
"Oh ya, aku sudah bersepakat akan membiarkan kalian mendekam disini selama satu bulan!! kurang lama sebenarnya! tapi cukup lah buat jadi mainan polisi!" ucap Hyuna sebelum dia pergi.
"HYUNAA, KEMBALI KAMUUU!!! BEBASKAN KAMIII!!!! HYUNAA!!!! BEBASKANNN KAMIIII!!!" teriak Alvaro.
Polisi yang tadi membawa Alvaro langsung menahan Alvaro dan membawanya kembali ke sel tahanan.
"Ro, gimana?! itu tadi Hyuna kan?!" tanya Jeremy.
"Iya!" jawab Alvaro dengan nada yang masih kesal.
"Terus-terus, dia bilang apa?! dia pasti bakal cabut tuntutan kita kann?!" tanya Alex.
"Boro-boro cabut tuntutan!! kita malah disuruh mendekam disini selama satu bulan! dan dia juga kasih tau kabar buruk buat kalian." ucap Alvaro.
"Kabar buruk?! kabar buruk apaan?!" tanya Farel.
"Keluarga kalian terancam bangkrut karena papi Hyuna mengisomasi semua perusahaan, siapapun yang berani bekerja sama dengan perusahaan keluarga kalian berarti berurusan dengan om Darel!" ucap Alvaro.
"Lo bohong kan?!!!" tanya Jeremy.
Aldian menatap ke arah sel Alvaro dengan penuh amarah.
"Tenang, Di! tenang!!!" ucap Alex.
"Gimana gue bisa tenang coba!! sehari gue disini aja gue udah mau gila rasanya, apalagi sebulan!!! kalau tuh anak jujur sama kita, nggak bakal kita ada disini!!!" ucap Aldian.
"Gue minta maaf, tapi sekarang nggak ada lagi yang bisa kita lakuin selain pasrah!" ucap Alvaro.
Mereka semua merasa sangat frustasi. Berada disel ini membuat mereka merasa sesak karena satu sel harus dihuni lima orang. Belum lagi kerja paksa yang harus mereka lakukan saat siangnya. Belum lagi makanan disini yang tidak layak makan.
********
Hari ini, Darel telah mempersiapkan pengumuman bahwa Hyuna adalah putri yang selama ini dia sembunyikan identitasnya. Sebenarnya, Darel ingin melakukannya kemarin-kemarin, namun karena Hyuna meminta waktu untuk itu, Darel pun tidak memaksa. Hyuna telah didandani dengan sangat cantik dengan balutan dress selutut dengan atasan yang dibiarkan terbuka. Hyuna benar-benar tampak seperti seorang princess dengan dress itu ditambah high heels yang menambah kesal anggun dirinya.
"Hari ini, saya, Darel Sanjaya memanggil kalian semua hadir disini untuk meluruskan beberapa hal sekaligus memperkenalkan putri bungsu saya yang selama ini belum diketahui media!" ucap Darel.
Awak media sibuk menyimak hal apa yang akan Darel sampaikan sembari merekam dan memvideokan acara ini.
"Baiklah, tanpa berlama-lama lagi. Sayang!!!" panggil Darel menatap ke arah tangga.
__ADS_1
Semua orang langsung menatap sisi kanan mereka tepat ke atas tangga, karena memang posisinya saat ini ruang depan digunakan untuk pertemuan ini.
Hyuna telah berada diujung tangga itu. Dengan sangat anggun, Hyuna mulai menuruni satu demi satu anak tangga. Setiap langkah Hyuna tidak lepas dari potretan kamera dari para wartawan. Mereka tidak menyangka bahwa Hyuna, gadis dalam video yang tengah viral baru-baru ini adalah putri sulung dari Darel Sanjaya.
"Dia adalah putri saya, Hyuna Kailee Isvara!" ucap Darel memperkenalkan Hyuna.
"Tuan Darel, apa benar dia adalah wanita dalam video yang viral baru-baru ini?" tanya salah satu wartawan.
"Ya! putri saya telah dijebak, dan para pelakunya juga telah ditahan di kantor polisi saat ini." jawab Darel.
Darel dan Hyuna sibuk menjawab beberapa pertanyaan dari para wartawan. Hingga kurang lebih lima belas menit kemudian, sesi pertemuan pun telah usai. Para wartawan itu ingin segera kembali ke kantor dan mencetak hasil dari wawancara hari ini.
"Sayang, papi udah buat rencana. Kita akan mengadakan pesta untuk kamu nanti malam, gimana?" tanya Darel.
"Aku nggak mau, pi! papi tau kan aku paling nggak suka dengan pesta?" ucap Hyuna.
"Baiklah, tapi harus ada gantinya! kamu mau apa?" tanya Darel.
Hyuna berpikir sejenak.
"Hmmm, gimana kalau kita ke panti asuhan tante Amira aja, pi? Hyuna udah lama banget rasanya nggak kesana!" ucap Hyuna.
"Ide yang bagus! kita akan pergi besok yaa!" ucap Darel.
"Jangan lupa ajak kami juga donggg!!!" sahut Randita yang baru tiba.
"Aunty!!!!" teriak Hyuna.
Hyuna langsung berlari memeluk Randita dengan penuh kerinduan. Maklumlah, sudah lama Randita tidak pulang ke Indonesia.
"Ouhhh, sayanggg!! aunty kangen banget sama kamu!!!" ucap Randita lalu menghadiahkan banyak ciuman di wajah Hyuna.
"Hyuna juga kangen sama aunty! uncle Rangga nggak ikut aunty?" tanya Hyuna.
"Ada di belakang, sama Arya!" ucap Randita.
"Haii, adik abang yang paling cantikkk!!! kangen sama abang nggak?!" tanya Arya sambil menenteng banyak paper bag di tangannya.
"Abanggg!!!" teriak Hyuna.
Hyuna berhambur memeluk Arya. Hyuna memang terbiasa memanggil Arya dengan sebutan abang.
"Ini, oleh-oleh dari abang buat kalian!" ucap Arya.
__ADS_1
Arya memang masih kuliah namun dia juga telah memulai bisnis cafe. Tentu saja modal awal berasal dari Juna, namun itu dihitung sebagai hutang dan dalam waktu kurang dari enam dua bulan saja, Arya berhasil mengembalikan uang milik Juna. Sebenarnya bisa saja Juna memberikan secara cuma-cuma toh dia bekerja juga untuk anak dan istrinya. Namun jika begitu, Arya tidak akan belajar bertanggungjawab dan hanya mengandalkan uangnya saja. Terbukti dalam waktu enam bulan saja, Arya sudah berhasil membuka dua cafe cabang lagi.