Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 38


__ADS_3

Mentari selesai mandi. Dia menghabiskan waktu hampir satu jam lamanya.


Benar-benar kayak lagi di hotel deh, udah alat mandinya lengkap banget, terus wangi-wangi banget lagi! batin Mentari sambil mencium tangan dan rambutnya yang mengeluarkan aroma wangi.


"Tapi sayang sih, yang punya rumah tempramental, galak, dingin banget lagi kayak es bal...." terpotong.


Mentari dikejutkan dengan kedatangan seorang pembantu yang tiba-tiba saja masuk kekamar itu.


"Akkhhhh!!!" teriak Mentari terkejut.


"Ehhh maaf-maaf non, bibik ngagetin ya?" ucap pembantu itu yang sebenarnya juga ikut terkejut.


"Ah, tidak juga kok, hehehe! emm ada apa,bik?" tanya Mentari yang asal memanggil karena tidak tahu memanggil dengan sebutan apa.


"Panggil mbok aja non!" ucap wanita paruh baya itu sambil tersenyum.


"Emm, baiklah kalau begitu!" ucap Mentari.


"Nona sudah ditunggu tuan dari tadi dibawah. Sebaiknya nona cepat datang sebelum nona kena marah nanti!" ucapnya ketika mengingat apa yang membawanya datang menemui Mentari.


"Oh astaga, aku rasa dia akan memakan ku nanti!" ucap Mentari panik.


Mentari langsung menuju meja makan mengekor dibelakang mbok Tini.


Dari sudut meja makan ada sepasang mata yang menatap kearah mereka dengan tatapan tajam. Mentari menjadi ketakutan dan dengan refleks memainkan ujung bajunya.


Setelah sampai dimeja makan, mbok Tini pamit ke dapur meninggalkan tuan dan tamunya sarapan pagi.


Dimeja makan suasana menjadi hening. Tidak ada yang ingin memulai obrolan baik Mentari maupun Darel.


"Apa kau tidak dengar perkataan ku tadi untuk cepat turun!!" ucap Darel tenang dengan menyantap makanannya namun raut wajahnya terlihat sangat marah.


Mentari menjadi sangat gugup.


"M...mm..maaf ak...aku tadi terlalu lama mandi jadi aku lupa." ucap Mentari terbata.


Darel hanya mendengarkan ucapan Mentari, tidak berniat menjawabnya.


"Apa kau tahu dikamar mandi itu ada banyak jenis shampoo dan sabun bermerek. Aku merasa seperti sedang dihotel tadi, dan apa kau tahu disana juga ada body scrub yang baunya harummm banget!" ucap Mentari bersemangat.


Tanpa Darel sadari sebuah senyuman terukir dari bibirnya mendengar curhatan Mentari.


Dasar gadis bodoh! sudah jelas-jelas aku tahu kan ini rumahku masih saja dia menceritakannya!

__ADS_1


Mentari yang melihat senyuman dibibir Darel juga ikut tersenyum.


"Kau harus lebih banyak berlatih tersenyum. Kau terlihat sangat tampan saat sedang tersenyum begitu!" puji Mentari santai


Darel langsung menatap Mentari sedangkan yang ditatap sedang asyik menyantap makanan dipiringnya.


Apa benar yang dia katakan itu? apa dia sedang memujiku? batin Darel.


********


Pagi itu Wisnu datang kekantor lebih awal. Pukul 07.00 dia sudah sampai didepan kantor.


"Nurul kau sudah mempersiapkan semua jadwalnya bukan?" tanya Wisnu ditelepon kepada asisten nya sambil berjalan.


"Sudah, pak! saya sedang dalam perjalanan sebentar lagi saya akan sampai!" ucap Nurul.


"Hem, baiklah! nanti kau langsung keruanganku saja, kita bahas untuk interview hari ini!" ucap Wisnu kemudian mematikan panggilan.


Sesampainya diruangannya, Wisnu langsung mencari beberapa berkas yang sudah disiapkan Nurul kemarin. Sebuah map hijau berisi data diri para calon pelamar sudah ada ditangan Wisnu.


Wisnu memilah beberapa orang yang cocok dengan kriteria perusahaan. Dengan jeli dia mengamati setiap rincian yang ada pada data diri tersebut.


"Hari ini tidak akan cukup untuk menginterview semua pelamar ini. Sebaiknya aku bagi menjadi 2 atau 3 ronde saja biar lebih mudah!" ucap Wisnu sambil membolak-balikkan data diri calon pelamar.


Tidak butuh waktu lama, Nurul sampai diruangan Wisnu dengan menenteng tas kantor berisi beberapa map dan laptop itu.


"Maaf tuan saya terlambat!" ucap Nurul yang tidak enak hati.


"Tidak masalah! kau bantu aku untuk memilih beberapa pelamar yang tersisa ini. Dan yang sudah kau pilah kemarin apa sudah kau informasikan untuk interview hari ini?" tanya Wisnu sambil membaca data diri calon pelamar.


"Sudah tuan! sesuai perintah anda!" ucap Nurul yang juga sibuk memilah beberapa calon pelamar yang tersisa.


"Sudah semua?" tanya Wisnu.


"Sudah tuan! nanti jam 07.30 sesi interview akan dimulai. Apa pak Presdir akan ikut menyeleksi?" tanya Nurul penasaran.


Sama halnya dengan wanita lain, Nurul juga terkesima dengan kharisma yang dimiliki Darel. Bukan hanya wajah tampannya saja yang memikat hatinya namun juga tubuh atletis dan sikap wibawa yang selalu melekat pada diri Darel yang memabukkan setiap wanita yang melihatnya.


Semua saja aku bisa beruntung memiliki jodoh seperti pak Presdir! batin Nurul sambil pipinya memerah.


"Apa kau baik-baik saja? pipimu merah sekali?" tanya Wisnu yang melihat rona pipi Nurul yang berubah menjadi merah bal tomat yang sedang masak.


"Ah, tidak kok pak, saya baik-baik saja!" ucap Nurul malu-malu.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, kita atur dulu ruangan untuk tempat interview biar saat waktunya interview semua sudah siap!" ucap Wisnu berdiri.


Nurul mengikuti langkah Wisnu menuju ruangan yang disediakan khusus untuk sesi interview calon karyawan baru.


Karena tempat itu sudah jarang digunakan alhasil banyak debu yang berserakan dimana-mana.


"Nurul, panggil petugas kebersihan untuk membersihkan ruangan ini!" perintah Wisnu ketika melihat ruangan yang penuh debu itu.


"Baik tuna!" ucap Nurul.


Nurul segera keluar mencari petugas kebersihan sesuai perintah Wisnu.


Petugas kebersihan itu..... sepertinya ada yang aneh padanya! batin Wisnu yang mengingat petugas kebersihan wanita yang beberapa hari lalu dia temui.


*Flashback on*


Wisnu keluar ruangan dengan terburu-buru, sebentar lagi ada meeting yang harus dia datangi.


Dengan menenteng tas berisi laptop dan beberapa map bahan meeting Wisnu berlari keluar gedung perusahaan.


GUBRAKKK......


Tanpa sengaja Wisnu menabrak seorang OB wanita.


"Maaf-maaf, aku sedang buru-buru tadi!" ucap Wisnu memunguti mapnya yang terjatuh.


Untung saja laptop yang dibawa Wisnu dengan cekatan ditangkap oleh OB itu sehingga baik-baik saja.


"Maafkan saya tuan!" ucap OB wanita itu.


"Tidak apa-apa, aku yang seharusnya meminta maaf padamu karena aku sudah menabarakmu tadi! oh ya maaf aku sudah terlambat, aku pergi dulu!" ucap Wisnu sambil menuju mobilnya.


Wanita itu menatap punggung Wisnu yang berlari menjauh.


Pria yang sempurna! batin wanita itu.


*Flashback off*


"Tidak mungkin kan dia hanya seorang OB sedangkan dia dengan cekatan menangkap laptop ku yang terjatuh waktu itu. Apa dia salah satu mata-mata yang dikirim untuk memata-matai perusahaan ini? tapi untuk apa dia dikirim kesini?" tanya Wisnu pada dirinya sendiri.


Wisnu berusaha memikirkan beberapa hal yang kemungkinan menjadi incaran para pesaing bisnis, namun tetap saja hal itu ditampik oleh fakta bahwa dokumen perusahaan ada ditangan Darel dan disimpan dengan aman olehnya.


Lalu untuk apa dia dikirim kesini? batin Wisnu.

__ADS_1


__ADS_2