
"Galih yang melakukannya!" ucap Darel membuat semua orang terkejut.
"Tidak mungkin!" tolak papa Daniar.
"Adi, tunjukkan pada mereka salinan rekaman videonya!" ucap Darel pada Adi.
Darel sudah menyiapkan semuanya, salinan rekaman suara Galih dan juga anak buah Galih yang tengah beraksi menyabotase pesawat semua terekam dengan jelas.
"Kalian semua pasti bertanya-tanya darimana aku mendapatkan semua bukti ini bukan?" tanya Darel ketika rekaman itu berakhir.
"Salah satu anak buahku berhasil menangkap salah seorang dari mereka!" ucap Darel sembari menunjuk kearah layar yang menampilkan beberapa orang dengan pakaian serba hitam.
"Anak buahku membuatnya pingsan, dan tanpa dia sadari sebuah alat perekam sudah terpasang ditubuhnya." jelas Darel.
"Jadi, kau sudahhh???" terka papa Daniar.
"Ya, aku sudah tahu semuanya dari awal. Aku pikir mereka belum berhasil melakukannya, tapi ternyata aku salah. Mereka sudah berhasil menyabotase pesawatku dan membuat kami hilang selama berminggu-minggu."
"Tapi kenapa kau tidak langsung menangkap Galih, jika kau sudah tahu dari awal?" tanya mama Daniar.
"Ma, Mentari sudah menganggap Galih kakaknya. Mungkin bukan itu tujuan Galih, tujuannya hanya aku! aku yang dengan lancang menikahi gadis pujaan hatinya, maka dari itu dia jadi seperti ini!"
"Galih mencintai Mentari?" orang tua Daniar terkejut.
"Apa kalian tidak curiga dengan sikap Galih terhadap Mentari yang kalian sendiri mengatakan Galih lebih menyayangi Mentari daripada adik kandungnya sendiri, Daniar?"
"Dia sudah mencintai Mentari sejak lama, maka dari itu dia tidak terima kalau aku merebut Mentari darinya. Dan waktu di Korea, kalian rasa kenapa Galih tidak cerita bahwa dia bersama Mentari?" tanya Darel.
Mereka terdiam.
"Karena Galih tidak ingin ada yang mengambil Mentari lagi darinya!" ucap Darel.
Tanpa mereka sadari, Mentari sedari tadi mendengarkan semua perbincangan mereka. Dua sangat terkejut, Galih yang sudah dia anggap seperti kakak sendiri malah mempunyai rasa lebih untuknya? Galih bahkan juga tega membunuh anak yang masih beberapa minggu berada diperutnya.
Apa kak Galih datang kesana untuk mencelakai Darel? Apa sebenarnya Darel lah sasaran kak Galih dan malah tanpa sengaja menabrak ku hingga aku keguguran? kak Galih, jika itu memang benar aku tidak akan memaafkan mu!!! batin Mentari.
"Galih tidak mungkin melakukan itu nak Darel, mama sangat mengenal dia!" ucap mama Daniar.
"Aku punya bukti yang memberangkatkan dirinya, ma! semuanya asli. Mama memang mengenal Galih dengan baik kecuali satu hal, mama tidak bisa melihat cinta dimata Galih untuk Mentari." ucap Darel.
Papa dan mama Daniar terbungkam dengan pernyataan Darel. Selama ini mereka mengira semua hal yang dilakukan Galih untuk Mentari hanya sebatas kakak dan adik saja, namun mereka salah. Bibit cinta sudah mulai tumbuh dihati Galih kecil dan bahkan terbawa hingga dewasa.
********
Daniar dan teman-temannya beranjak keluar dari kantor, sudah saatnya jam makan siang dan mengisi energi kembali.
"Eh, kayaknya kita nggak bisa makan bareng deh." ucap Daniar sedikit tidak enak.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Rasya.
Rasya dan Ica melihat kearah pria yang tengah bersandar disebuah mobil mewah.
"Haaaa, Daniar kamu mau makan sama tuan Zanu??!!!!" ucap Ica spontan.
"Ssstttt, Ica pelan-pelan dong nggak usah kencang-kencang gitu ngomongnya!" ucap Rasya ketika melihat Wanda dan Santi yang menatap dengan sorot mata penuh kebencian.
"Emm, gimana kalau kalian makan siang sama kami aja? makin rame makin seru kann??" ajak Daniar.
Daniar menggandeng tangan Ica dan Rasya menuju kearah Zanu.
"Zanu, mereka boleh makan siang bareng kita nggak? mereka teman-temanku disini, boleh yaa?" bujuk Daniar.
"Iya tuan putriku! apa sih yang nggak buat kamu!" ucap Zanu yang membuat pipi Daniar merah merona.
"Ouhhhhhh, cieee.....cieeee....." ucap Rasya dan Ica bersamaan.
Mereka pun menaiki mobil menuju resto dekat kantor untuk makan siang. Disisi Lain, Wanda meninggalkan Santi makan siang sendirian sedangkan dirinya pergi menemui pak Broto.
"Mas, kamu tahu tidak, ada anak baru yang sok banget deh sama aku! masa dia berani ngancem aku!" ucap Wanda didalam mobil pak Broto.
"Siapa sih yang berani-beraninya membuat bidadari ku cemberut seperti ini? bukannya biasanya kamu bisa mengatasi anak baru yang sok? kenapa sekarang nggak bisa?" tanya pak Broto.
"Iya, soalnya dia punya pelindung yang cukup berkuasa disana." kesal Wanda.
"Itu loh tuan Zanu! sahabatnya tuan Darel!"
Cittttt........
Tiba-tiba pak Broto mengerem secara mendadak hingga membuat mereka menatap mobil bagian depan.
"Aduhhh, mas!! sakit tauk! kenapa sih ngerem mendadak gini!!" ucap Wanda mengusap jidatnya.
"Iya, maaf-maaf tadi ada kucing nyebrang soalnya!" ucap pak Broto berbohong.
"Terus anak baru itu pernah bilang apa aja sama kamu?" mulai panik.
"Dia pernah bilang kalau mas itu pernah nipu keluarga tuan Zanu. Semua itu nggak bener kan?" tanya Wanda.
"Ya enggak lah, kamu kan tau aku tajir melintir begini masa dibilang nipu sih ada-ada aja!"
Wanda melirik sekilas pada pria yang sudah beristri disampingnya ini. Wajahnya terlihat panik dan mulai berkeringat. Namun Wanda menepis semua itu dan berpikir positif bahwa pak Broto sedang kepanasan aja.
Disisi lain Daniar, Zanu, Ica, dan Rasya mulai menyantap makanan mereka. Berbagai hidangan mewah dipesan Zanu untuk mereka bertiga.
"Wah, Daniar kamu beruntung banget ya dapet cowok tajir kayak tuan Zanu!" ucap Ica keceplosan.
__ADS_1
Rasya buru-buru menyikut perut Ica dan membuat Ica salah tingkah sendiri.
"Kalian bisa aja! udah makan aja sampai puas!" ucap Daniar.
Mereka dengan lahap menyantap makanan mereka.
********
Tomi dan Shiren semakin dekat setelah beberapa hari menghabiskan waktu bersamaan. Namun Shiren masih trauma jika diajak keluar apartemen Tomi, takut Bram akan muncul dan memukulinya lagi.
Hari itu, Tomi tengah ada urusan sebentar sehingga Shiren sendirian di apartemen. Beberapa anak buah Tomi ditugaskan untuk menjaga Shiren dan melarang siapapun masuk tanpa ijin dari Tomi.
Namun tanpa sepengetahuan pengawal itu, seseorang telah menyelinap masuk kedalam apartemen. Dia adalah Bram.
"Kau sudah membuatku babak belur dan kau sangat lancang meninggalkan ku sendirian!! aku mencintaimu, dan tidak akan aku biarkan orang lain menyentuhmu!" ucap Bram ketika melihat Shiren yang tengah tertidur.
Bram membius Shiren dan membuatnya pingsan. Dia pun membawa Shiren kabur dari apartemen itu melalui pintu belakang apartemen. Ketika hendak memasukkan tubuh Shiren ke mobil, Bram dipukul dengan keras dibagian punggungnya.
"Bawa nona Shiren ke dalam!" ucap Tomi.
Untung saja Tomi datang tepat waktu. Dia memasang CCTV diseluruh apartemennya berjaga-jaga kalau Bram datang dan dugaan Tomi benar. Disaat dia tidak ada di apartemen, Bram menyelinap dan hendak membawa Shiren kabur.
"Kau!!!" ucap Bram marah.
Buk.....buk....buk
Pukulan dan tinjuan mendarat di tubuh Bram. Tomi sudah sangat muak dengan pria seperti Bram yang hanya menjadikan wanita sebagai sarana hiburan dan pelampiasan hasrat saja.
Bram tidak sempat membalas serangan Tomi hingga dia jatuh tidak sadarkan diri. Tomi segera menelepon Rohan, menyuruhnya membawa Bram dan memasukkannya kedalam penjara.
Tidak berselang lama, Rohan dan anak buahnya datang ke apartemen Tomi dan membawa Bram yang masih tidak sadarkan diri. Tomi juga menyerahkan bukti catatan dokter milik Shiren dimana terdapat banyak bekas luka memar di tubuh Shiren, juga rekaman CCTV di apartemen Tomi dimana memperlihatkan Bram yang mencoba menculik Shiren.
Rohan pun membawa Bram ke penjara sedangkan Tomi masuk kedalam apartemennya melihat keadaan Shiren.
*
*
*
*
*
Hallo para reader, mungkin disini ada dari kalian yang bertanya-tanya kak kerjaan Rohan apa sih kok kayak santai banget? atau Kok part nya Rohan yang pas kerja nggak ada ya Thor?
Nah sekarang aku mau menjawab pertanyaan dari kalian. Jadi disini Rohan masih dalam karakter pendamping aja. Part Rohan yang pas bertugas bakal aku up saat mau ketemu sama jodohnya. Makanya disini aku buat karakter Rohan keluar pas ada hal-hal tertentu aja😊
__ADS_1
Buat para reader jangan lupa like, komen, vote + tips seikhlasnya ya😉 buat kalian yang udah like, komen, vote + tips aku ucapkan terima kasih 🤗