Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 25


__ADS_3

Mobil Darel sudah hampir sampai dirumah Mentari.


"Kalian sudah bosan bekerja denganku ya?" ucap Darel sinis.


"Tidak, tuan!" ucap Adi dan Harri bersamaan.


"Kalau begitu tutup mulut kalian dan fokus ke depan!" kesalnya.


Dia ini tempramen banget sih! kayak cewek lagi dapet aja! batin Mentari.


"Tapi kami dari tadi diam saja tuan!" ucap Harri.


Cih, Harri! kau menggali lubang kubur mu sendiri kalau begini caranya! batin Adi.


"Kau berani membantahku, Harri? kalau aku mengatakan kalian salah berarti ya salah!" menatap tajam Harri.


Adi mengisyaratkan agar Harri diam saja. Mereka kembali diam. Hingga sampai didepan rumah Mentari.


"Terimakasih Adi, Harri sudah mengantarkan ku sampai kerumah!" ucap Mentari setelah mengambil belanjaan nya.


Kenapa dia malah berterimakasih sama Adi dan Harri? ini kan mobilku, harusnya aku yang mendapat ucapan itu! bukannya mereka, cih dasar!


"Iya, sama-sama Mentari! kami juga tidak akan berani mengantarmu pulang kalau tuan kami tidak mengijinkan!" ucap Adi melirik Darel yang kesal.


Sikapmu itu membuatku yakin kalau kau sedang jatuh cinta, tuan. Dan itu dengan Mentari, hehehehe. batin Adi.


"Iya sih, tapi ya sudahlah, aku masuk dulu. Sekali lagi terimakasih!" ucap Mentari tersenyum manis.


Dia ini senang menggoda lelaki apa gimana sih? setiap laki-laki pasti disenyumin gitu! gumam Darel lirih.


Mobil Darel pergi dari rumah Mentari, sedangkan Mentari masih menunggu mobil itu menghilang dijalanan.


Aku rasa dia tidak terlalu buruk, hanya saja emosinya itu yang tidak terkendali!


"Tapi dia sudah memarahiku tanpa alasan kemarin! mengataiku wanita peng****r lagi! baik darimana?"

__ADS_1


Tapi dia juga sudah menolongku beberapa kali sih!


"Tapi aku juga sudah menyelamatkan hidupnya kan, berarti sekarang kita impas! apalagi waktu dirumah sakit aku sendiri yang membayar semua tagihanku!"


Tapi mungkin saja dia tidak berniat melakukan itu padaku. Bisa saja dia hanya sedang kesal kan! yaaa dia pasti sedang badmood makanya dia marah-marah begitu padaku!


"Akhhhhh, tuan muda itu sudah membuatku gila!!!" teriaknya sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya ke tanah secara bergantian.


Mentari akhirnya memutuskan untuk masuk kerumahnya, meletakkan semua bahan-bahan yang baru dia beli ketempat yang sudah dia siapkan.


"Hemm, aku lapar nih, enaknya masak apa ya?" tanya Mentari pada dirinya sendiri.


"Kayaknya masak sayur sop enak nih! sudah lama juga aku tidak makan itu!"


Mentari akhirnya memutuskan untuk memasak sayur sop. Dengan cekatan dia memotong beberapa sayuran seperti wortel, brokoli, dan bahan-bahan lainnya.


Tidak butuh waktu lama, sayur sop itu pun siap disantap. Mentari menyendoknya dan diletakkan dimangkuk. Selain sayur sop dia juga memasak 2 telur dadar dan juga membuat es alpukat sebagai minumnya.


"Akhirnya bisa makan!" ucap Mentari didepan TV.


Dia menyantap makanannya sambil menonton kartun Disney di televisi.


Sesekali Mentari tertawa melihat tingkah tokoh dalam film itu. Dia sudah tidak parnoan lagi sekarang dan sudah lupa dengan film horor yang ditontonnya bersama Daniar.


********


Dua mobil sudah terparkir di halaman rumah sakit. Mereka segera membawa tubuh Zanu kedalam dengan menggunakan brankar yang dibawa salah satu suster yang melihat kedatangan mereka.


Dia membawa Zanu keruang pemeriksaan.


"Ada apa ini, Bagas? siapa dia?" tanya Angel menghampiri Bagas dan yang lainnya.


"Dia salah satu sahabat kami, tolong periksa dia dulu nanti aku menyusul!" ucap Bagas.


Angel tidak bertanya lagi, dia langsung menuju ruangan tempat Zanu dibawa tadi, sedangkan Bagas menuju ruangannya dan mengambil jas kedokteran miliknya kemudian menyusul Angel.

__ADS_1


"Jack apa kau sudah mengirimkannya pada Darel?" tanya Tomi setelah beberapa saat kemudian.


"Sudah pak tuan. Tapi sepertinya Tuan salju itu tidak memeriksanya, atau mungkin ponselnya dalam mode mati!" jelas Jack.


"Hem, kita tunggu sampai dia membuka rekaman itu biar dia tahu sendiri. Setidaknya itu akan mengurangi kekecewaannya pada Zen!" ucap Tomi.


"Aku setuju dengan mu!" ucap Arul menepuk pundak Tomi.


Mereka bertiga masih setia menunggu diluar ruangan pemeriksaan. Cukup lama Bagas dan Angel berada didalam hingga akhirnya mereka keluar dari ruangan itu.


Tomi dan Arul yang semula duduk langsung berdiri menghampiri Bagas dan Angel.


"Bagaimana dia?" ucap Tomi khawatir.


"Kalian tenang saja, dia sedikit lemah mungkin karena terlalu syok atau mungkin terlalu tertekan. Aku rasa semua ini membuat tekanan emosionalnya tidak stabil. Dan aku khawatir dia melakukan hal yang tidak kita duga karena depresinya itu!" jelas Bagas.


"Sebenarnya dia itu siapa?" tanya Angel membuka suara.


Please jelaskan semuanya padaku! aku sangat penasaran! batin Angel.


"Kita cerita diluar saja, biarkan Zen istirahat dulu. Aku sudah memberinya obat penenang tadi biar dia bisa tidur dengan tenang." ucap Bagas.


Merekapun mengangguk setuju dan keluar rumah sakit menuju restoran terdekat.


Zen? sepertinya aku pernah mendengar nama itu! tapi dimana? batin Angel berpikir.


Angel dan Bagas berada dalam satu mobil sedangkan Tomi, Arul, Rohan dan Jack berada dimobil lainnya.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Hallo kakak-kakak, jangan lupa VOTE LIKE DAN KOMEN ya, biar aku tambah semangat update nya😊


__ADS_2