Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 164


__ADS_3

Selesai sarapan pagi, Mentari langsung naik lagi ke kamarnya sedangkan Darel masih tinggal dimeja makan bersama Pretty.


"Adiii, ambilkan obat milik Pretty!!!" teriak Darel memanggil Adi.


Tidak lama berselang Adi datang dengan botol obat milik Pretty yang sudah diganti isinya dengan obat kemandulan.


"Ini, segeralah minum dan beristirahatlah!" ucap Darel.


Tanpa disadari Darel Mentari melihat perlakuan manis Darel kepada Pretty. Mentari tidak jadi masuk ke kamarnya tadi ketika mendengar teriakan Darel.


"Dasar cowok!!!! semalam berkata manis padaku, hari ini berkata manis sama cewek lainnn!!! awasss ajaa!!!" ucap Mentari memukulkan tangannya ke dinding rumah.


Dengan kesal Mentari memasuki kamar dan sengaja membanting pintu kamar dengan sangat kuat agar Darel meresponnya.


Setelah memastikan Pretty meminum obat itu, Darel yang memiliki perasaan peka terhadap Mentari langsung berlari memasuki kamar.


"Sayanggg!!!" panggil Darel ketika memasuki kamar.


"Apa!!!??? kenapa kesini???? mesra-mesraan saja sana sama mantan kamuu!!!!" jengkel Mentari.


"Jangan marah gitu dongg!!!" hendak membelai rambut Mentari namun langsung ditepis oleh Mentari.


"Jauhkan tangan mu yang kotor itu dari tubuhku yaa!!! aku tidak sudi pengaruh buruk mantanmu itu menyentuh tubuhku yang bersih!" ucap Mentari dengan juteknya.


Darel terkekeh melihat tingkah menggemaskan Mentari. Langsung saja Darel memeluk Mentari dari depan. Meskipun awalnya Mentari memberontak namun akhirnya Mentari luluh juga didalam dekapan hangat Darel.


"Jangan marah-marah dongg, mending kamu shopping aja sama Daniar gimana? kemarin kan kalian tidak jadi shopping!" ucap Darel.


"Tapi kan Daniar lagi kerja, mana mungkin aku mengajaknya sekarang?" cemberut.


"Kamu lupa ya aku ini siapa? aku ini Presdir ditempat Daniar bekerja! tinggal telfon Wisnu untuk mengijinkan Daniar pulang awal dannn selesai!!" ucap Darel sedikit sombong.


"Emang bisaa???" dengan nada menantang.


"Lihat aja sendiri!"


Darel mengeluarkan ponselnya dan menelepon nomor Wisnu.


"Hallo, selamat pagi tuan? apa ada yang tuan butuhkan?" tanya Wisnu ketika telepon tersambung.


"Aa, yaa! emm, Wisnu suruh Daniar datang kesini yaa sekarang! istriku lagi suntuk dirumah jadi aku memiliki ide untuknya menghabiskan uangku yang terlalu banyak ini!" sombong seperti biasa.


Cih, dasar tuan muda sombongg!!! batin Mentari.


"Oh, baiklah tuan! saya akan segera menyuruh Daniar menuju kesana!" ucap Wisnu.


Panggilan pun terputus.


"Selesaiii!!!" berbangga diri.

__ADS_1


"Dihh, dasar!!! punya suami sultan emang beda ya tsayyy!!!" ledek Mentari yang langsung berlari menuju ruang ganti tanpa melihat ekspresi gemas Darel.


"Wanita itu benar-benar gilaa!! tapi aku sukaa!!!" ucap Darel.


********


Dikantor, Daniar tengah mengerjakan proyek penting yang harus dia kumpulkan besok. Setelah penculikan yang dia alami kemarin Daniar sedikit trauma tapi dia bisa menghandle dengan baik.


"Daniar!" panggil Wisnu sembari menuju meja Daniar.


"Eh, iya pak Wisnu?" jawab Daniar terkejut.


"Tuan Darel memintamu menemani nona Mentari seharian ini jadi segeralah kesana!" ucap Wisnu.


"Mentari???" bergembira.


"Ya! kau akan tetap dihitung masuk seharian penuh ini bahkan kau akan dihitung menjalankan lembur dan akan mendapatkan bonus nanti!" ucap Wisnu lagi.


Sebenarnya Daniar juga senang mendengar bahwa dia akan mendapatkan bonus hanya karena menemani Mentari tapi yang lebih membahagiakan baginya adalah bisa menghabiskan waktu berdua dengan sahabatnya itu yang sempat tertunda.


"Ah, baiklah kalau begitu aku akan segera kesana!" ucap Daniar hendak mengemasi barang-barangnya.


"Oh ya tuan Lukas akan segera sampai menjemputmu jadi jangan memanggil taxi atau kendaraan yang lain!"


"Baiklah!" jawab Daniar.


Daniar mengirim pesan singkat kepada Zanu yang mengatakan bahwa dia akan keluar bersama Mentari hari ini. Zanu pun langsung membalas pesan dari Daniar agar memberitahu Zanu jika Daniar akan pulang biar Zanu bisa menjemputnya.


Tidak banyak percakapan yang terjadi diantara Daniar dan Lukas sampai mobil mulai memasuki halaman rumah Darel.


"Kenapa pakai ituuu?!!!" ucap Darel ketika melihat baju yang dikenakan Mentari.


"Kenapa? kan ini bagus! kau selalu menyukainya kan!"


"Itu aku, bukan orang lain, cepat ganti sana!!! jangan perlihatkan tubuhmu yang indah ini kepada pria lain atau jika tidak aku harus mencongkel mata mereka satu persatu!!!" ucap Darel cemburu.


Ucapan Darel membuat Mentari bergidik ngeri. Tentu saja dia memilih berganti pakaian kan?


Setelah beberapa saat Mentari keluar dari ruang ganti.


"Nahh, ini lebih bagus! ingat yaa, jangan terlalu banyak menggoda pria-pria diluar sana!" ucap Darel memperingati.


"Ya.. yaaa, aku tahuu!"


Tok....tok....tok....


"Permisi tuan muda, nona muda, ada nona Daniar menunggu dibawah!" ucap mbok Tini.


"Ah, iya baiklah aku akan segera kebawah!" ucap Mentari girang.

__ADS_1


Mbok Tini pergi meninggalkan kamar Darel.


"Baiklah, aku pergi yaa!" hendak melangkah pergi.


"Tunggu duluuu!!" meraih tangan Mentari yang membuat Mentari mendekat kearahnya.


Cupp...


Kecupan mesra mendarat di bibir Mentari. Mentari tersenyum menggoda hingga membuat Darel akhirnya mel***t bibirnya. Cukup lama mereka berciuman hingga Mentari bisa melepaskan diri dari Darel dan bergegas turun.


"Daniar maaf ya sudah menunggu lama!!" ucap Mentari sembari menuruni anak tangga.


"Tidak apa-apa, aku paham kok!" tersenyum penuh arti membuat Mentari salah tingkah.


"Apa?" tanya Mentari.


"Tiiidaakkk! tidak ada! ayo kita berangkat sekarang keburu siang loh!" ajak Daniar sembari berdiri dari duduknya.


Mereka pun pergi meninggalkan rumah Darel. Mentari dan Daniar duduk di mobil dengan Lukas sebagai sopirnya juga ada seorang pengawal yang bersamanya, sedangkan dimobil ke dua ada empat orang pengawal lain.


Lukas beralih menjadi sopir pribadi Mentari sekaligus kepala pengawal dirumah Darel. Jika Mentari hendak keluar rumah, maka tugas Lukas lah yang mengantarkan Mentari juga melindunginya dari bahaya apapun.


"Nona, kita mau kemana dulu sekarang?" tanya Lukas.


"Emm, kita kerumah Iwang aja dulu! oh ya kita mampir ke swalayan dulu ya beli sesuatu buat Iwang! Niar, gimana menurut kamu?" tanya Mentari.


"Aku sih ngikut aja! oh ya kamu tau nggak, cuma karena aku nemenin kamu keluar aku bisa dapat bonus dan dihitung lembur sekaligus bisa jalan-jalan sama sahabatku inii!" ucap Daniar.


"Oh ya? wahh, tau gitu aku tiap hari aja ngajak kamu jalan-jalan, hehehehe!!!"


"Jangan gitu juga kalii, pekerjaanku jadi menumpuk nanti!"


Sepanjang perjalanan menuju rumah Iwang dihabiskan Daniar dan Mentari untuk saling curhat dan berbagi cerita terkini.


"Kamu tau Sasa? dia mau menikah loh!" ucap Daniar.


"Apa? benarkah? kok aku nggak dikasih tau?" tanya Mentari.


"Sebenarnya masih dua atau tiga bulan lagi sih. Dia nggak mau mengganggu pasangan yang lagi dimabuk asmara terus minta aku buat kasih tau dulu, tapi aku lupa hehehe." jelas Daniar sambil cengengesan.


Kedua nona ini kalau lagi berdua gini kayak anak kecil aja! bukan kayak sahabat sih, lebih kayak adik kakak sendiri! batin Lukas memperhatikan dari kaca mobil.


"Ihh, Niar kamu nih selalu aja masalah penting dilupain!"


"Oh ya, sama siapa dia menikah? tunangannya kapan? kok aku nggak dikasih tau waktu pertunangannya?" tanya Mentari penasaran.


"Pertunangannya itu waktu kamu ada di Korea kemarin! kan kita nggak tau posisi kamu ada dimana, jadi yah meskipun dalam suasana yang tidak enak karena kamu ada masalah dan Sasa malah menggelar pertunangan!" jelas Daniar.


"Ohh, dan kak Candra? apa dia sudah pulang?" tanya Mentari.

__ADS_1


"Sudah!" jawab Daniar.


__ADS_2