Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 106


__ADS_3

Proses pencarian masih terus dilakukan. Tuan Ardi mengerahkan seluruh anak buahnya dibantu anak buah Dendley, dan juga tim SAR. Rekan kerja tuan Ardi dan Darel juga banyak yang membantu dalam pencarian Darel dan Mentari, namun tidak sedikit juga yang senang dengan kabar kecelakaan pesawat tersebut. Bahkan mereka berdoa agar Darel dan Mentari tidak selamat.


Wartawan terus menerus meliput tempat kejadian, televisi terus menayangkan perihal kecelakaan itu. Seluruh negeri menjadi gempar akan menghilangnya anak triliuner Ardi Sanjaya.


"Kalian harus selamat Darel, Mentari! kalian harus selamat!!!" ucap tuan Ardi disela pencariannya.


"Tuan ada saksi mata yang melihat pesawat itu sudah meledak saat masih diudara. Mungkinkah....." prediksi seorang anak buah.


Plakkkk.....


"Kau pikir anak ku bisa mati dengan mudah begini haaa??!!!! dia anak ku, anak Ardi Sanjaya!!!! jika kau mengatakan hal buruk lagi aku pastikan kau tidak akan bisa melihat dunia ini lagi!" ucap tuan Ardi menekankan kalimat terakhirnya.


"Baik, baik tuan! maafkan saya!" ucap anak buah itu ketakutan.


********


Di tempat lain......


"Bodohhhh!!!! bodoh kalian!!!" maki seseorang pria.


Diruangan rahasia beberapa orang berdiri ketakutan. Mereka tampak tengah dimarahi oleh tuannya.

__ADS_1


"Hanya tugas kecil...... hanya tugas kecil saja kalian tidak bisa melakukannya dengan becuss!!!!!!! keluarrr!!!!!" ucap pria itu.


Mereka pun keluar dengan ketakutan. Padahal mereka sudah melakukan seperti yang diperintahkan, namun kenapa malah disalahkan? batin mereka.


********


Di markas besar Drago Mark, ketua mereka tengah membuat perkumpulan besar-besaran dengan dihadiri seluruh anak buahnya tanpa terkecuali.


"Kalian sudah dengan berita yang menimpa Darel?" tanya ketua Drago Mark kepada anak buahnya.


"Sudah tuan!" ucap anak buah Drago Mark serentak.


"Bagus, ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk menghancurkan bisnis keluarga Sanjaya! sebagian dari kalian akan menyamar menjadi kepolisian untuk bisa melakukan pencarian. Dan ingat! jika kalian menemukan Darel dan istrinya itu langsung habisi saja mereka berdua! mengerti??!!!" ucap ketua Drago Mark.


Setelah selesai kumpulan itu, mereka pun melakukan tugasnya masing-masing. Ada sekitar tiga puluh anak buah Drago Mark yang ditugaskan menyamar menjadi pihak kepolisian yang bisa leluasa mencari keberadaan Darel dan memastikan kematian Darel dan Mentari.


"Habislah riwayatmu sekarang bocah tengik!!!! seperti lilin ini yang huuuffftttfff.....padammm!" ucap ketua Drago Mark sambil meniup sebuah lilin dihadapannya.


"Tuan, apa kecelakaan ini atas perintah anda?" tanya Dendi.


"Aku sedih jika harus mengatakan kalau bukan aku yang menyebabkan kejadian besar ini!" ucap ketua Drago Mark berakting seolah sedang bersedih.

__ADS_1


"Tapi aku akan sangat senang jika ini bisa mengantarkan Darel ke peristirahatan terakhirnya, hahahaha!" ucap ketua Drago Mark tertawa senang.


"Hahaha, tuan kau benar-benar kejam!" puji Dendi.


"Jika aku tidak kejam maka aku tidak akan menjadi pimpinan kalian!" ucap ketua Drago Mark sombong.


"Tentu saja tuan! anda memang yang terbaik!!" puji Dendi.


********


Laila yang baru saja mendengar berita kecelakaan yang menimpa Mentari dan Darel itu pun terlihat sangat syok. Memang dirumah Laila tidak ada televisi karena sedang diperbaiki, dia tahu dari Harri yang menelponnya tadi.


Laila langsung terduduk lemas, bagaimana bisa orang sebaik Mentari mendapat kemalangan seperti ini? pikir Laila saat itu.


Orang tua Laila paham betul apa yang dirasakan anaknya, terlebih Mentari yang memang sudah sangat sering membantu mereka terutama dalam urusan finansial. Bahkan jika bukan karena kebaikan hati Mentari, mungkin rumah Laila tidak akan terlihat sebagus ini sekarang.


"Nak, kita doakan saja supaya nona Mentari dan tuan Darel bisa selamat dari kecelakaan itu!" ucap ibu Laila.


"Kenapa begitu tragis nasib orang sebaik Bu Mentari? dia bahkan baru saja menikah dan tengah berbahagia di Paris! tapi kenapa takdir begitu kejam padanya!!" ucap Laila sambil berlinang air mata.


Tenggorokannya seperti tercekal, dadanya terasa sesak mengingat banyak kebaikan yang sudah dilakukan Mentari untuk keluarganya.

__ADS_1


Mereka hanya bisa pasrah dan berdoa, semoga Darel dan Mentari segera ditemukan dalam keadaan selamat. Dengan berlinang air mata Laila menuju kamarnya, dan menangis sejadi-jadinya disana. Perasaan tidak adil muncul dihatinya, kenapa bisa Tuhan begitu tidak adil pada orang sebaik Mentari? kenapa begitu tragis Tuhan mengambil nyawa Mentari dari orang-orang yang menyayanginya bahkan tanpa bisa mengucapkan salam perpisahan, pikir Laila.


Untuk sekejap hati Laila dipenuhi prasangka-prasangka buruk tentang Tuhan. Laila segera beristighfar, dan berdoa untuk keselamatan Mentari dan Darel.


__ADS_2