
Hyuna sampai dirumahnya dengan perasaan sedih. Seluruh dunia tengah mengecamnya saat ini.
"Loh, dek tumben jam segini udah pulang?" tanya Iwang.
Iwang hari ini memang tidak ada jadwal kuliah sehingga dia akan ke rumah sakit milik Zanu sore nanti. Hyuna sama sekali tidak memperdulikan pertanyaan Iwang dan terus berlari ke kamarnya. Iwang yang merasa khawatir pun akhirnya mengejar Hyuna sampai di kamarnya.
Dok...dok...dok...
"Dek!!! buka pintunya, dek!!! adekk!!! kamu kenapa?! cerita sama kakak!!!" teriak Iwang sambil menggedor-gedor pintu kamar Hyuna yang terkunci dari dalam.
"Dimana Hyuna, kak?!" tanya Shaki.
"Kalian kenapa pulang juga?! Hyuna ada didalam. Tadi pulang-pulang sambil nangis terus mengunci dirinya didalam kamar!" ucap Iwang.
"Dek!!! buka pintunya kakak mau bicara!!!" ucap Shaki menggedor pintu kamar Hyuna.
Nihil!! Hyuna sama sekali tidak merespon kedua kakaknya itu. Tidak lama kemudian Kaivan juga datang dengan tergesa-gesa.
"Kak, kenapa Ivan ditinggal sih?!" keluh Kaivan.
"Sebenarnya ini ada apa sih?! kenapa Hyuna pulang sambil nangis?! terus kenapa kalian juga pulang bukannya sekolah?!" tanya Iwang.
"Kakak belum tau video yang lagi viral?" tanya Shaki.
"Iya?!" tanya Kaivan.
"Video?n video apa?!" tanya Iwang bingung.
Dia tidak terlalu mengikuti sosial media karena menurutnya tidak ada manfaatnya. Lebih baik waktunya dihabiskan dengan membaca buku atau belajar akan lebih berguna buatnya. Namun bukan berarti Iwang tidak memiliki sosial media. Dia punya, namun sangat jarang di gunakan. Hanya sesekali saja.
"Nih! kakak lihat saja sendiri!" ucap Kaivan menunjukkan video Hyuna kepada Iwang.
Iwang melihat video yang lagi viral itu. Matanya membulat sempurna. Dia sangat syok terlebih saat melihat siapa wanita yang ada di video itu.
"Hyuna?! ini, Hyuna?!" tanya Iwang syok.
"Shaki, apa kamu tau sesuatu yang berkaitan dengan ini?" tanya Iwang langsung menatap Shaki.
__ADS_1
Shaki hanya menundukkan pandangannya, tidak berani menatap mata sang kakak.
"Shaki, jawab kakak!!! apa kamu tau sesuatu tentang video ini?! apa karena ini alasannya sampai kamu terus memperhatikan Hyuna saat makan malam kemarin?!" tanya Iwang.
"Maaf kak! Shaki salah karena telah menyembunyikan ini dari kakak! Shaki nggak tau kalau mereka telah berhasil merekam itu dan meng-upload nya ke sosial media!" ucap Shaki.
"Shaki!!! kakak kecewa sama kamu! kenapa kamu nggak bicara sama kakak?!" tanya Iwang.
"Karena Hyuna yang meminta!" ucap Shaki.
"Emm, maaf menyela! tapi baiknya kita hubungi Alvaro juga untuk menyelesaikan masalah ini!" ucap Kaivan menyela.
"Alvaro?! apa sangkutannya dia dengan video ini?" tanya Iwang.
"Karena dia ada disana!" ucap Kaivan.
Shaki telah bercerita pada Kaivan tadi saat disekolah sehingga Kaivan paham sedikit banyak cerita dari video itu.
"Jadi kalian berdua datang menyelamatkan Hyuna, tanpa berbicara pada kakak?!" tanya Iwang.
Iwang berpikir Alvaro bekerja sama dengan Shaki untuk menyelamatkan Hyuna. Tanpa dia ketahui bahwa Alvaro juga bagian dari orang-orang yang ingin melecehkan Hyuna.
"Jadi, ini alasan sebenarnya Hyuna memutuskan perjodohan dengan Alvaro?! karena Alvaro hendak melecehkan Hyuna?!" tanya Iwang berusaha mencerna perkataan Shaki.
Shaki hanya mengangguk disertai oleh Kaivan yang ikut menganggukkan kepalanya juga. Iwang merasa tubuhnya lemas. Kenapa Alvaro sekeji itu pada adiknya?! bukankah selama ini Alvaro terlihat sebagai lelaki baik-baik?!
"Kenapa kalian ada dirumah?!" tanya Darel yang muncul entah dari mana bersama Juna, Zoe, dan Naruka.
Naruka tampak ketakutan sambil dipeluk oleh Zoe, ibunya. Iwang berpikir kalau Darel sudah tahu mengenai video itu.
"Dimana Hyuna? papi menelepon Raisa katanya Hyuna tidak ada disekolah?" tanya Darel datar.
Iwang, Shaki, dan Kaivan sama-sama menoleh ke arah pintu kamar Hyuna yang terkunci. Darel, Juna, Zoe, dan Naruka ikut menoleh ke arah pintu kamar Hyuna dan mereka paham kalau Hyuna sekarang sedang berada didalam kamarnya.
"Nak!!! sayang, Hyuna?!! buka pintunya sayang!!! ini papi!!! Hyunaa?!!!" teriak Darel.
Darel merapatkan telinganya dipintu kamar Hyuna. Terdengar lirih olehnya sebuah isakan. Hyuna tengah menangis. Darel pun berusaha membuka pintu itu namun terkunci dari dalam.
__ADS_1
Dok...dok...dok...
"Hyuna bukan pintunya, sayang!!! papi mau bicara!!" teriak Darel.
"Princess nya uncle!! buka pintunya, princess, jangan mengurung diri dikamar!!! kami semua khawatir sama kamu!!" teriak Juna.
"Kak, baiknya kita dobrak saja pintunya! takut Hyuna kenapa-kenapa!" usul Juna.
Kenapa Darel tidak terpikirkan hal itu sedari tadi?! ah, dirinya terlalu panik sampai-sampai tidak bisa berpikir dengan jernih.
"Kalian semua minggir!!!" ucap Darel.
Semua orang pun mulai menjauh dari pintu kamar Hyuna.
BRAKKKKKK.....
Dengan satu tendangan, pintu itu berhasil dibuka oleh Darel.
"Sayang?!!!" Darel langsung masuk kedalam kamar Hyuna yang begitu gelap tanpa ada cahaya sedikitpun disusul yang lain. Darel merengkuh tubuh putrinya yang menangis sambil meringkuk itu. Pedih hati Darel menyaksikan anak kesayangannya diperlakukan seperti itu.
Juna segera menyalakan lampu kamar Hyuna dan terlihatlah olehnya tubuh meringkuk Hyuna dipeluk dengan erat oleh Darel. Isak tangis Hyuna masih terdengar oleh mereka.
"Jangan menangis, sayang!!! jangan!!! ada papi disini!!" ucap Darel ikut menitihkan air mata.
"Ma...afin Hyuna, papi!!! Hyuna selalu menyusahkan papi!!" ucap Hyuna ditengah isak tangisnya.
"Tidakk!!! Hyuna tidak pernah menyusahkan papi!!! jangan bicara seperti itu, hati papi sakit mendengarnya!!" ucap Darel.
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi?! kenapa Alvaro tidak menolongmu dan diam saja melihat kau diperlakukan begitu? apa ini alasanmu membatalkan perjodohan kalian?" tanya Darel.
Hyuna mengangguk. Dia pun mulai menceritakan semuanya kepada Darel tanpa ada yang ditutup-tutupi. Hyuna melihat raut wajah Darel yang menahan amarah ketika mendengarkan cerita darinya. Tentu saja Darel marah!! Darel tidak menyangka bahwa Alavro bisa berbuat seperti ini pada Hyuna. Padahal Darel merasa Alvaro adalah pria yang tepat yang bisa melindungi putrinya, namun rupanya Darel telah salah. Ibarat dirinya dengan sengaja memasukkan putrinya kedalam kandang harimau lapar untuk menjadi santapan sang harimau.
"Sudah!! hentikan tangismu!! pria seperti dia tidak pantas mendapatkan air matamu!! kamu benar karena telah memutuskan perjodohan ini!!! demi Alloh, jika papi tahu sikap dia terhadapmu sedari awal, papi tidak akan rela kamu menikah dengan pria seperti dirinya!!! kamu harta paling berharga yang papi punya!! papi besarkan kamu dengan kasih sayang dan serba kecukupan!! papi dukung kamu dalam setiap langkah, papi selalu mengharapkan kebahagiaan untuk kamu! dan dia?!! pria itu dengan teganya membuat hatimu hancur berkeping-keping?! papi akan memberi dia pelajaran!!" ucap Darel.
"Papi, jangan terlalu berlebihan padanya!! dia tidak bersalah!" ucap Hyuna masih ingin membela Alvaro.
"Tidak Hyuna!! jangankan papimu, uncle saja juga tidak rela kamu diperlakukan seperti ini!!! kali ini jangan coba-coba untuk membela dirinya, Hyuna!!! dia pantas mendapat hukuman atas kesalahan yang telah dia buat!" ucap Juna menahan amarah.
__ADS_1
Jika Juna telah berbicara serius seperti itu, Hyuna tidak berani membantah. Sudah pernah Hyuna katakan bukan kalau Hyuna lebih dekat dengan Juna?! Hyuna tidak bisa berkutik lagi sekarang. Dia tidak bisa membantu Alvaro kali ini.
Tuhan, tolong selamatkan kak Varo dari kemarahan papi dan uncle!!! Hyuna mohon!!! batin Hyuna memohon.