
Alvaro dan teman-temannya kembali ke basecamp dengan wajah penuh memar. Amanda yang melihat itu pun menanyai mereka.
"Kalian kenapa kok pada bonyok gitu?" tanya Amanda.
"Gara-gara Shaki!" ucap Alex.
"Shaki?! Shaki anaknya CEO Darel itu?! kok bisa?" tanya Amanda.
"Mana kita tau! tiba-tiba dia muncul entah darimana langsung gebukin kita gitu aja terus bawa Hyuna pergi!" ucap Aldian.
Alvaro hanya diam saja. Dia tahu identitas Hyuna yang sebenarnya dan dia juga sadar kesalahannya.
"Be, aku obatin luka kamu yaa?! sini!" ucap Amanda.
Amanda mengambil air kompres lalu mengompres luka Alvaro.
"Kok bisa sih Shaki kenal sama Hyuna?" tanya Amanda.
"Setau gue sih dari berita, Shaki itu orangnya pendiam loh." ucap Farel.
"Kayaknya Hyuna sama Shaki ada suatu hubungan ya nggak sih? karena kalau enggak, mana mungkin Shaki ngehajar kita sampai kayak gini?!" ucap Jeremy.
"Gue mau ke kamar dulu!" ucap Alvaro yang langsung pergi begitu saja.
Amanda merasa bingung dengan tingkah Varo yang menurutnya sangat aneh. Dia lalu tersadar dan menghampiri Jeremy.
"Lo dapat nggak apa yang gue minta tadi?" tanya Amanda.
"Nih! butuh perjuangan tau gue ngerekam beginian!" ucap Jeremy memberikan ponselnya.
Amanda melihat isi ponsel Jeremy lalu tersenyum dengan puas.
"Thanks yaa!! ini udah lebih dari cukup! sekarang tinggal kita upload!!" ucap Amanda.
"Lo serius?! kalau beneran Hyuna ada hubungan sama si Shaki, bisa mati berdiri kita! lo tau kan siapa backingan nya Shaki?!" ucap Alex.
"Udah kalian tenang aja!" ucap Amanda.
Teman-teman Alvaro satu persatu meninggalkan tempat itu menuju kamar mereka masing-masing dirumah itu. Kini tinggal Amanda dan Aldian saja yang berada disana.
"Ikut gue!" ucap Aldian menarik tangan Amanda.
Aldian menarik tangan Amanda menuju ke kamarnya yang berada paling ujung dirumah itu. Sengaja Aldian memilih kamar itu karena jaraknya dengan kamar lain lumayan jauh.
"Kenapa" tanya Amanda saat Aldian mengunci pintu kamarnya.
"Kamu nggak mau ngobatin luka gue?! baby?!!" ucap Aldian.
"Kamu juga mau aku obatin, baby?!" tanya Amanda dengan nada manjanya.
"Gue butuh obat!" ucap Aldian tepat di samping telinga Amanda.
"Mau obat yang mana?" tanya Amanda memancing.
"Ini, ini, ini, semuanyaa!" ucap Aldian menunjuk beberapa bagian di tubuh Amanda.
Rupanya, Amanda dan Aldian sudah berhubungan dibelakang Alvaro bahkan sebelum jadian dengan Alvaro.
Selesai memuaskan diri mereka, Amanda pun keluar dari kamar Aldian lalu kembali ke kamarnya yang juga ada di rumah itu.
********
Pagi itu Hyuna mengawali paginya dengan semangat yang baru dan hati yang baru. Entahlah, dia sendiri bingung apakah dia mampu menghapus nama Alvaro dari hatinya. Seperti biasa, Hyuna berangkat sekolah dengan mengendarai motornya.
__ADS_1
Setibanya di parkiran, Hyuna merasa aneh karena siswa-siswi yang ada disana menatapnya dengan tatapan tidak biasa. Awalnya Hyuna cuek saja, namun lama-kelamaan dia merasa risih juga.
"Hyunaa!!!" teriak Raisa dari arah belakang.
"Sa...." terpotong.
"Lo harus liat ini!" ucap Raisa menunjukkan sesuatu di ponselnya.
Hyuna yang kebingungan pun mengambil ponsel Raisa lalu melihat apa yang hendak Raisa tunjukkan padanya. Mata Hyuna membulat sempurna ketika melihat isi didalam ponsel Raisa. Sebuah Video dimana dirinya hampir dilece*kan oleh teman-teman Alvaro tersebar luas di grup-grup sekolah bahkan ada yang mengunggahnya ke media sosial lain hingga menjadi viral.
"Sa?!! ini...." Hyuna sampai kehilangan kata-kata karena nya.
"Gue udah cek, akun yang pertama kali mengunggah ini adalah akunnya Amanda!" ucap Raisa.
Tentu saja!!! pasti Amanda yang menyuruh seseorang untuk memvideokan kejadian kemarin. Dan tujuannya hanya satu, mempermalukannya.
Hyuna berjalan dengan cepat. Tidak dia hiraukan semua mata siswa-siswi yang mencemooh dirinya. Bahkan ada beberapa dari mereka yang mengatainya murahan dan kata-kata sejenisnya. Hyuna tidak perduli.
Ketika sampai didepan kelas Amanda, Hyuna menghampiri Amanda dan gengnya. Sontak saja Hyuna menjambak rambut Amanda dan menariknya dengan kuat.
"Aauuuu!!" teriak Amanda kesakitan saat Hyuna menarik rambutnya.
"Lepass!!!" teriak Amanda.
Hyuna menghempaskan tubuh Amanda hingga membentur ke dinding. Geng Amanda pun langsung menghampiri Amanda yang terlihat kesakitan.
"Mau lo apa sih?! bangga lo karena udah nyebarin berita beginian?! puas lo udah hancurin gue?!" teriak Hyuna.
Raisa bahkan sampai membuka mulutnya saking tidak menyangka bahwa Hyuna yang dia kenal bisa berbicara seperti itu.
"Apa sih?! kalau mau ngomong tuh dipikir dulu, emang ada buktinya kalau gue yang pertama kali nyebarin berita itu?!" tanya Amanda.
"Gue belum bilang kalau lo yang pertama kali nyebarin video itu!!! dan masalah bukti!" ucap Hyuna menatap Raisa.
"Ini akun lo kan?? jangan bilang kalau ini akun kena hack terus ada orang iseng ngepost video ini?!! alasan klasik tau nggak!! gue nggak bakal tinggal diem ya! gue udah cukup sabar, gue udah ngalah ngasih kak Varo sama lo tapi lo malah mau hancurin hidup gue, kehormatan gue, dan harga diri gue!! lo juga cewek, harusnya lo paham gimana rasanya gue di video ini!!" ucap Hyuna emosi.
"Hyuna!!!" teriak Alvaro.
Alvaro menghampiri Hyuna dan berdiri tepat dihadapan Amanda.
"Sayang aku takut!!!" ucap Amanda dengan nada manja.
"Tenang aja, dia nggak bakalan berani nyentuh kamu lagi!!" ucap Alvaro.
"Aku pikir setelah kemarin yang kalian alami kalian bakal sadar!! rupanya enggak!! kalian malah semakin menjadi!!" ucap Hyuna menantang kedua mata Alvaro.
Selama ini, baru kali ini Hyuna bersikap seperti ini pada Alvaro. Alvaro pun merasa heran yang mana biasanya Hyuna akan bertingkah sok lembut ketika ada dirinya.
"Video itu udah viral loh kak!! kalau kakak mau balas dendam ke aku, bukan gini caranya!! kakak cari mati namanya! kakak nggak takut kalau tante sama om tau kelakuan kakak sama aku??"
"Emang lo siapa sampai-sampai Alvaro harus takut sama lo?!"
"Eh diem ya mulut lo!!! gue nggak bicara sama lo!!" bentak Hyuna.
"Hyuna!!! dia pacar aku! kalau kamu kasar sama dia, berarti sama aja kamu kasar sama aku!" ucap Alvaro.
"Bagus deh, cocok! sama-sama brengse* soalnya!" ucap Hyuna lalu pergi dari sana menyisakan siswa-siswi lain yang menatap kepergiannya
"Bener kamu yang nyebarin video itu?" tanya Alvaro.
Alvaro tidak tahu kalau Amanda lah orang pertama yang menyebarkan video Hyuna. Alvaro baru tahu saat video itu telah tersebar luas di internet.
"Na, lo nggak apa-apa?" tanya Raisa.
__ADS_1
Saat ini mereka telah berada di lantai tiga, tempat ternyaman nya untuk melepaskan kesedihannya.
"Aku udah berusaha ngelindungi dia dari papi, tapi malah dia sendiri yang mengantarkan nyawanya ke papi! aku nggak tau apa yang bakal papi lakuin sama kak Varo saat dia tahu mengenai video itu, Sa!" ucap Hyuna.
"Lagian lo juga aneh kali, Na! harusnya lo biarin aja tuh si Varo babak belur sama bokap lo! sakit ati banget gue dia tega gituin lo! seolah-olah lo itu cewek murahan tau nggak!!" ucap Raisa.
"Gue khawatir sama nasib dia nanti!!" ucap Hyuna.
********
Ponsel Darel berbunyi saat dirinya tengah sibuk dengan file-file nya.
"Rohan?! tumben dia telepon?" gumam Darel saat melihat siapa penelepon itu.
Darel menggeser tanda menerima panggilan dari Rohan.
"Hallo, Rel!! lo udah tau beritanya belum?" tanya Rohan tanpa basa-basi.
"Berita? berita apaan?" tanya Darel.
Karena seharian ini Darel belum mengecek ponsel sama sekali akibat kesibukan nya meneliti file perusahaan.
"Lo buka pesan gue, sekarang!" ucap Rohan lalu mematikan panggilan.
"Ada apa sih tuh orang? nggak tau lagi sibuk apa!" ucap Darel kesal.
Darel pun membuka sebuah video yang dikirimkan oleh Rohan. Tampak wajahnya berubah seketika setelah melihat isi dari video itu.
"ADIIII!!!!!! HARRIIII!!!!!" teriak Darel.
"Iya tuan!!!" ucap Adi dan Harri.
"AKU MAU KALIAN MENGUSUT MASALAH INI!!! TIDAK ADA AMPUN BAGI MEREKA YANG MENGHINA PUTRIKUUU!!!!" ucap Darel marah.
Guratan di leher Darel bahkan sampai terlihat saking marahnya dia.
"APA SAJA TUGAS KALIAN HAAA!!! MENGAWASI PUTRIKU SAJA KALIAN TIDAK BECUSSS!!!" emosi Darel.
"LIHAT!!! LIHAT YANG MEREKA LAKUKAN PADA PUTRIKU!!" ucap Darel menunjukkan rekaman video Hyuna.
Adi dan Hari sangat syok melihat video itu. Mereka merasa telah gagal melindungi nona muda mereka.
"Maafkan kelalaian kami, tuan!! kami akan segera mengurus ini!!" ucap Adi.
"Harus!!!! kalian harus menghukum orang-orang ini!!!" ucap Darel.
"Tapi tuan! sepertinya bocah ini tidak asing?!" ucap Harri.
"Oh iya, ini seperti anaknya tuan Zanu, si Alvaro!!" ucap Harri lagi membuat Darel terkejut dan langsung merampas ponselnya dari tangan Harri.
Darel melihat lagi orang-orang yang ada direkaman itu. Dan benar saja, ada wajah Alvaro terpampang didalam rekaman itu walau wajahnya tidak terlalu terlihat dengan jelas.
"Kalau Alvaro ada di tempat itu saat Hyuna mengalami hal ini, kenapa dalam rekaman ini dia diam saja?!" tanya Darel.
"Apa itu sebabnya nona muda tiba-tiba memutuskan perjodohannya dengan Alvaro, tuan?!" tebak Adi.
Darel menatap Adi. Sedetik kemudian emosi kembali menyulut di tubuhnya. Alvaro!!! Alvaro ada dibalik ini semua!!!
"AKHHHH!!!! SIALA*!!!!! HUBUNGI ALVARO SAN KELUARGANYA UNTUK SEGERA KERUMAHKU!!!" perintah Darel.
"Apa tidak sebaiknya kita selidiki dulu tuan?"
"PUTRIKU TIDAK AKAN MEMUTUSKAN PERJODOHANNYA DENGAN ALVARO TANPA SEBAB, KARENA AKU TAU DIA SANGAT MENYAYANGI ALVARO!!! TIDAK KUSANGKA INI ADALAH ALASAN YANG SEBENARNYA MENGAPA DIA MEMUTUSKAN HUBUNGAN ITU!!!" ucap Darel sembari mencengkram kerah Adi sebagai pelampiasan emosi.
__ADS_1
"Baik tuan kami akan hubungi mereka juga menyelesaikan masalah ini!" ucap Adi.