
"Baiklah saya akan memanggil nama-nama yang diterima menjadi penjaga!" ucap anak buah Zanu.
Satu persatu nama orang yang diterima bekerja sebagai penjaga tambahan pun dipanggil.
"Sekarang giliran yang membantu didapur!" ucap anak buah Zanu.
Mereka juga dipanggil satu persatu. Ada beberapa dari mereka yang berjenis kelamin laki-laki meskipun yang wanita lebih dominan.
"Oke, yang terakhir yang ikut membersihkan rumah!" ucap anak buah Zanu.
Jantung Suli terasa deg-degan seperti siswa yang tengah menunggu nilai rapot setelah menyelesaikan ujian sekolah.
"Baiklah nama-nama yang diterima membersihkan rumah adalah, Santai, Ipeh, Rumina, Suminta, Rohaini, Putri, dan yang terakhir......" terhenti sejenak karena tulisan yang terakhir tidak bisa dibaca atau mungkin dia tidak bisa membacanya.
Tulisan tangan kepala bagian kebersihan ini seperti tulisan tangan dokter yang cukup coret-coret begitu. Mengetahui tuannya tidak bisa membaca nama terakhir, kepala bagian kebersihan pun maju dan membisikkan nama terakhir yang akan menjadi bawahannya.
"Oh, yang terakhir......Ratna!" ucap anak buah Zanu.
Ratna yang namanya disebutkan terlihat sangat senang. Tidak menyangka dirinya masuk dalam nama yang diterima padahal awalnya dia sudah minder tidak akan lolos karena mendengar dari pelamar lain mereka berpengalaman lama.
Mereka yang keterima bekerja maju kedepan sesuai bagian masing-masing untuk mendapatkan seragam baru mereka. Hari itu juga mereka langsung bekerja. Bagi mereka yang tidak lolos Zanu tetap memberikan mereka uang sebesar lima ratus ribu sebagai uang ganti ongkos mereka datang kesana.
Untuk bagian dapur dan bagian kebersihan mulai bekerja pagi pukul enam dan pulang pukul sembilan malam. Mereka bebas mengambil makanan atau minuman dari sisa para tuan dan nona muda.
Suli, dan teman-temannya yang juga baru bekerja dibimbing oleh kepala bagian bernama Bu Aya. Mereka berkeliling sebentar sembari membagi tugas kepada mereka. Suli mendapat bagian membersihkan kamar nona muda dilantai dua.
********
Disisi lain, Arul yang jail melambungkan bola voli tepat mengenai wajah Tomi yang tengah menatap kearah Shiren.
Dukkkk.....
"Aduhhh!!!!" teriak Tomi akibat ulah jail Arul.
"Tomi?!" teriak Shiren khawatir dan langsung berlari mendekati Tomi.
__ADS_1
"Tomi kamu tidak apa-apakan?" tanya Shiren khawatir.
"Akh, sedikit pening tapi tidak masalah!" ucap Tomi pura-pura.
"Hahahahahaaa, bisa-bisanya pria yang bisa menghabiskan puluhan musuhnya hanya dengan tangan kosong bisa tepar juga terkena bola!!!" goda Arul.
"Sayang, kamu nih jail banget sih! cepat minta maaf!" ucap Anisa sambil memukul bahu Arul.
"Sudahlah, Nisa tidak apa-apa! emm bantu aku berdiri!" ucap Tomi manja kepada Shiren.
Tentu saja Shiren langsung membantu Tomi berdiri. Sebenarnya Tomi hanya sedikit terkejut sih dengan kedatangan bola yang tiba-tiba itu. Tapi melihat reaksi Shiren terhadapnya, Tomi jadi punya ide untuk bermanja-manja kepada Shiren.
"Huuuu, dasar tukang drama, hahahaha!" ucap Arul tertawa lepas melihat tingkah Tomi.
"Sudahlah sebaiknya kita kembali ke rumah saja hari sudah semakin siang!" ucap Rohan.
Mereka pun kembali kedalam rumah. Para koki dan pekerja di dapur termasuk yang baru saja diterima bekerja langsung menyiapkan camilan untuk para tuan dan nona muda ketika mendengar mereka akan kembali ke rumah.
Sesampainya didalam rumah, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk mandi dan berganti pakaian. Rohan yang kehausan memilih menuju dapur lebih dulu untuk mengambil air.
Brukkkk.....
"Tidak apa-apa tuan! saya yang harusnya minta maaf karena tidak melihat jalan tadi, maafkan saya tuan!" ucap wanita itu.
Air kotor bekas mengepel tumpah membanjiri lantai.
"Emm, biar aku bantu! ini juga salahku!" ucap Rohan yang hendak mengambil pel lantai.
Begitu tidak beruntungnya Rohan ketika hendak mengambil pel lantai yang terjatuh di lantai dekat wanita itu tanpa sengaja dirinya terpeleset dan jatuh menimpa wanita itu.
"Akhhh!!!!" teriak wanita itu refleks karena Rohan jatuh menimpanya.
Bak adegan-adegan romantis di film-film mereka terpaut cukup lama dengan posisi tersebut. Begitu lekatnya Rohan menatap wanita yang memakai kain penutup wajah yang hanya menyisakan bagian matanya yang terlihat dan sangat indah.
Sejenak Rohan terbuai oleh lirikan mata wanita itu hingga dia tersadar dan langsung berdiri.
__ADS_1
"Emm, maafkan aku! aku benar-benar tidak sengaja, a...aku..aku terpeleset tadi!" ucap Rohan.
"Tidak apa-apa tuan!" ucap wanita itu malu.
"Aduhhh Ratnaaaa!!! kamu tuh gimana sih? masa ngepel gitu aja kamu nggak bisa?!!!" omel kepala bagian kebersihan yang datang entah darimana.
"Tuan Rohan maafkan dia ya, dia masih baru disini jadi mungkin belum terbiasa!" ucap kepala bagian itu membela Suli/Ratna.
"Oh tidak kok! ini juga salahku, aku yang menabraknya tadi. Jadi jangan salahkan dia ya!" ucap Rohan.
"Baik...baik tuan muda!" ucap kepala bagian menunduk hormat.
Rohan yang semula ingin membantu wanita yang dipanggil Ratna itu mengurungkan niatnya dan pergi dari sana menuju dapur.
"Aduhhh, kamu tuh gimana sih? dia itu tuan Rohan, dia seorang kepala polisi loh. Pokoknua jangan dekat-dekat dengan para tuan muda disini atau kau akan dapat masalah nanti, mengerti?" ucap kepala bagian menasehati Suli.
"Me...mengerti bu!" ucap Suli.
"Ya sudah cepat bereskan ini! sebentar lagi mereka akan keluar kamar untuk menikmati cemilan!" perintah kepala bagian.
Kepala bagian meninggalkan Suli membersihkan kekacauan yang tanpa sengaja dia ciptakan.
Wajah itu?? sepertinya aku pernah melihat wajah itu? matanya..... sepertinya aku pernah melihat mata itu, tapi dimana? batin Suli.
Disisi lain Rohan yang tengah meneguk air di dapur. Tentu saja hal itu menjadi pusat perhatian para pekerja wanita di sana terlebih pesona Rohan yang tidak kalah dari sahabatnya yang lain.
Mata itu...... sepertinya tidak asing bagiku? aku pernah melihat mata itu, tapi dimana? batin Rohan sembari meminum air dalam gelasnya hingga tandas.
Tidak peduli dengan bisikan para pekerja wanita yang memuji ketampanannya, setelah meminum air Rohan langsung keluar dari dapur menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Wanita tadi sudah tidak ada ya? emm, baguslah! semoga saja dia tidak mendapat masalah karena aku tanpa sengaja menabraknya tadi! pikir Rohan yang menatap kearah dia menabrak Suli tadi.
Rohan berjalan menuju kamarnya lalu mandi untuk menyegarkan badan. Ditempat lain, Darel dan Mentari mandi bersama. Tentu saja adegan romantis mereka lakukan di sana. Bahkan Mentari tidak bisa melepaskan kenikmatannya karena takut suaranya mengganggu kamar lain yang posisinya saling berdekatan dan bisa saja terdengar hingga kamar yang lain.
"Kau sungguh menggodaku baby!!!" ucap Darel disela kenikmatannya.
__ADS_1
"Jadikan aku milikmu seutuhnya, sayang, akhhh!!!" ucap Mentari parau.
"Dengan senang hati!" tersenyum penuh arti.