Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 55


__ADS_3

Berita mengejutkan datang dari seorang model senior asal Belanda bernama Zoe yang rupanya berselingkuh dengan suami kakak iparnya sendiri tuan Rangga. Dari perselingkuhan itu lahirlah seorang perempuan bernama Naruka yang juga seorang model terkenal. Berikut bukti-bukti perselingkuhan Zoe dengan Ra**ngga.


Fakta-fakta model Zoe dan pebisnis Rangga yang telah berselingkuh belasan tahun lamanya.


Kenali saat suami berselingkuh. Berikut ciri-cirinya.


Naruka, model cantik yang rupanya putri dari hasil perselingkuhan. Berikut wajah model Naruka yang dibandingkan dengan Hyuna putri Darel Sanjaya.


Beberapa artikel muncul setelah beredarnya perselingkuhan Zoe dan Rangga di televisi tadi. Arya tidak pernah main-main, dia benar-benar menghancurkan nama dan ketenaran Zoe, Rangga dan Naruka dalam sekejap mata.


Dirumah Darel setelah kejadian tadi, Arya berada di kamar mamanya. Randita tidak menyangka suami yang terlihat bucin dan romantis kepadanya itu bisa berkhianat bahkan hubungan perselingkuhannya sudah berlangsung puluhan tahun lamanya. Randita terus menangis sampai air matanya kering.


"Ma, jangan menangisi pria itu lagi! Dia tidak pantas mendapatkan air mata mama. Dia terlalu bajinga*, ma!!!" ucap Arya.


Arya berjongkok dihadapan Randita, menatap mata mamanya yang bengkak dan sembab. Randita sendiri duduk di pinggir ranjangnya.


"Mama tidak menyangka. Mama kira papamu sangat mencintai mama, rupanya dia juga mencintai perempuan lain." isak Randita lemah.


Tenaganya telah terkuras habis kala menghajar Zoe dan Rangga tadi.


"Apa perlu aku menghabisi pria itu untuk mama?! Aku tidak masalah jika harus mendekam dipenjara asal aku bisa membalaskan rasa sakit hati mama!" ucap Arya dengan tatapan berapi-api.


"Tidak! Jangan lakukan itu, nak! Bagaimanapun juga, dia adalah papa kandungmu! Mama telah mengambil keputusan. Mama akan menggugat cerai papamu. Biarkan hukum karma berlaku untuknya dan perempuan jalan* itu!" ucap Randita.


Dia mengusap matanya dengan kasar. Tidak ingin kembali menangisi pria yang telah melukai hatinya. Randita mencoba bangkit demi dirinya, dan putranya.


"Mama tidak sendirian! Mama masih punya aku! Aku akan selalu di samping mama, mendukung mama!" ucap Arya memeluk Randita.


Randita mengusap lembut rambut putranya. Putra yang dia rawat sedari dalam kandungan hingga tumbuh sebesar ini.


"Anak mama sudah besar, yaa!" ucap Randita yang lalu mencium pipi kiri dan kanan Arya.


"Mama ingin sendiri dulu boleh? Mama ingin istirahat." ucap Randita.


"Baiklah, tapi janji jangan nangis lagi ya, ma? Aku tidak suka melihat mama menangis." ucap Arya.


"Mama tidak akan menangis lagi, sayang! Mama janji!" ucap Randita tersenyum.


Arya pun keluar dari kamar Randita membiarkan mamanya itu beristirahat juga memberi ruang mamanya untuk sendiri. Disisi lain, Juna juga merasakan kesakitan yang Randita rasakan. Juna tidak mengira putri yang selama ini dia besarkan, dia sayangi dan dia berikan apapun yang Naruka minta, rupanya dia bukan putri kandungnya.


Juna merasa kacau. Otaknya tidak bisa berpikir jernih hingga disinilah dia. Dia pulang ke rumahnya dan menenggak alkohol yang berada dalam bar didalam rumahnya. Dalam keadaan mabuk, Juna menangis meraung-raung.

__ADS_1


"KAU KEJAM, ZOEEE!!!!!! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMUUJ!!! KAU MENYAKITIKU, MELUKAI HATIKU! HATIKU YANG KECILLLL SEKALI!" ucap Juna.


Beberapa asisten Juna menatap nanar ke arah Juna. Disana juga ada Adi dan Nakala. Mereka ditugaskan untuk menemani Juna karena Darel takut Juna melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya. Adi dan Nakala sendiri melihat Juna dari jauh bersama asisten Juna.


"Lalu, dimana nona Naruka sekarang?" tanya asisten Juna.


"Entahlah! Setelah kejadian tadi dia langsung pergi. Lukas dan Adi tengah mencarinya." ucap Adi.


"Mungkin dia lari ke diskotik atau tempat semacam itu." ucap asisten Juna.


"Mengapa dia kesana? Bukankah Naruka itu gadis baik-baik?" tanya Adi karena kelihatannya Naruka seperti itu dulunya sebelum masalah dengan Kaj dan Hyuna ini terjadi.


"Hahaha, dia tidak sebaik itu! Kalian telah tertipu keluguan gadis itu rupanya!" ucap asisten Juna yang justru tertawa mendengar pertanyaan Adi.


"Maksudmu?" tanya Adi bingung.


"Dia itu wanita malam juga." ucap asisten Juna.


"Wanit* mala*?!" tanya Adi dan Nakala terkejut.


"Iya, sejak berada di Belanda juga sudah seperti itu. Walau tidak berhubungan se* dengan kliennya, tapi nona Naruka sering tidur atau sekedar saling memuaskan bersama lelaki. Aku pernah mendengar pembicaraan nona Naruka dengan seorang pria. Intinya nona meminta namanya masuk dalam nominasi di sebuah acara bergengsi. Nona akan membayar mahal dan dia juga menawari sesuatu pada pria itu. Kalian tahu apa yang dia tawarkan?!" tanya asisten Juna membuat Naruka dan Adi menggelengkan kepalanya.


"Jangan bilang kalau dia menyogokmu dengan...." tanya Adi menebak-nebak.


Asisten Juna tersenyum penuh arti membuat Adi menganggukkan kepalanya. Walau tanpa ucapan, tapi senyuman itu telah mengartikan bahwa apa yang Adi pikirkan mengenai pertanyaannya tadi adalah benar. Naruka seliar itu rupanya.


"Apa kau mencintai nona Naruka?" tanya Adi.


"Aku mencintainya. Tapi aku sadar diri, jadi aku memilih memendam perasaanku saja. Kini aku akan bertunangan dengan seorang gadis baik-baik bulan depan. Aku juga telah meminta ijin pada tuan Juna bahkan setelah ini aku akan berhenti dari pekerjaanku dan berbahagia dengan tunangan ku. Lagi pula tabunganku sudah lebih dari cukup." ucap asisten Juna.


"Kalau begitu aku akan memberitahu rekanku dulu untuk mencari nona Naruka di diskotik atau bar atau tempat semacamnya." ucap Adi.


Adi menelepon Lukas, namun ponselnya tidak aktif. Kemungkinan saat ini Lukas tengah menyetir sehingga ponselnya dinonaktifkan. Adi beralih menelepon Harri. Untung saja pada deringan pertama Harri langsung mengangkat teleponnya. Adi pun memberitahu apa yang asisten Juna beritahukan. Adi dan Nakala sendiri juga akan ikut mencari sedangkan asisten Juna tetap di sana untuk menjaga Juna.


********


Disebuah bar. Seorang gadis menarik perhatian semua orang karena pakaiannya yang sangat minim dan bagian dadanya yang menyembul keluar. Tubuh gadis itu juga berisi, tinggi, kakinya jenjang dan berkulit putih.


"Berikan aku minuman khusus!" ucap seorang pria kepada bartender sembari memberi lima lembar uang berwarna merah sebagai sogokan.


Bartender itu menganggukkan kepala paham dan mengambil uang dari tangan pria itu dan memasukkannya kedalam saku celananya. Bartender itu membuat dua minuman sesuai permintaan pria itu dimana yang satunya diberi sebuah obat.

__ADS_1


"Ini, tuan!" ucap bartender memberikan pesanan pria tak dikenal itu.


Pria itu berjalan mendekati Naruka yang sibuk menari erotis. Tubuhnya meliuk-liuk seiring dengan musik yang dimainkan oleh sang DJ.


"Hai gadis cantik, aku bawakan ini untukmu!" ucap pria itu.


Naruka menoleh. Karena sedikit mabuk, Naruka dengan mudahnya menerima minuman itu lalu meneguknya setengah.


"Perkenalkan namaku Rama!" ucap Rama memperkenalkan diri.


"Naruka!" jawab Naruka.


"Kau sendirian disini?" tanya Rama.


"Iya!" jawab Naruka.


Mereka berbicara sambil berteriak karena musik dari DJ itu terdengar sangat keras.


"Bolehkah aku menemanimu? Aku juga sendirian disini." ucap Rama.


"Tentu saja!" ucap Naruka.


"Ayo minum lagi, habiskan minumannya!" ucap Rama.


Mereka melakukan cheers (bersulang) lalu meminum minumannya. Naruka dengan sekali teguk menghabiskan minumannya yang tadi masih sisa setengah. Rama yang melihat itu menyunggingkan bibirnya. Tepat setelah Naruka menghabiskan minumannya, tubuhnya merasakan sesuatu.


"Aku pergi dulu!" ucap Naruka sempoyongan.


Naruka pergi ke pinggir, tepat di sofa yang dia pesan tadi. Rama juga mengikuti Naruka dibelakangnya.


"Kamu kenapa?" tanya Rama pura-pura tidak tahu.


"Aku tidak tahu! Tiba-tiba kepalaku pusing, dan aku merasa panas sekali!" ucap Naruka.


"Aku memesan kamar disini, ada AC nya, kau mau kesana sekedar mendinginkan tubuhmu?" tanya Rama.


"Tidak-tidak, aku pulang saja!" ucap Naruka hendak berdiri.


Namun Rama malah langsung menarik pinggang Naruka mendekat di tubuhnya. Karena pakaian Naruka yang minim membuat kulit tubuhnya bersentuhan dengan lengan Rama. Nafs* Naruka tiba-tiba saja melonjak karena sentuhan kecil itu membuat Naruka mengerang. Rama menyeringai lalu membawa Naruka kedalam kamar yang sengaja dia pesan sebelumnya.


"Malam ini kita akan bersenang-senang, sayang!!" bisik Rama tepat di samping telinga Naruka membuat Naruka bergidik geli.

__ADS_1


__ADS_2