Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 38


__ADS_3

Kairo dan Hyuna telah sampai di bioskop. Yang awalnya mereka akan pulang dahulu baru nonton film akhirnya mereka tidak jadi pulang dulu. Setelah makan siang bersama anak-anak dan warga tadi, Hyuna dan Kairo sibuk belajar bersama anak-anak disana yang memang masih buta huruf. Kairo dan Hyuna dengan sabar dan telaten mengajari anak-anak itu mengeja dan membaca huruf hingga mereka lupa waktu. Sebelum ke bioskop, Hyuna dan Kairo memutuskan untuk membeli pakaian ganti karena pakaian yang mereka kenakan sekarang tidak sesuai untuk dibawa ke bioskop. Bukan maksud merendahkan atau bagaimana, tapi jika mereka mengenakan pakaian ini dan masuk ke bioskop, bisa-bisa mereka langsung diusir oleh penjaga keamanan. Pakaian yang diberi oleh warga tadi juga tidak serta merta mereka buang, melainkan mereka simpan dalam paper bag.


"Mau nonton film apa?" tanya Kairo.


"Terserah, aku ngikut aja." jawab Hyuna.


"Horor aja gimana?" tanya Kairo lagi.


"Boleh!" jawab Hyuna.


Setelah membeli dua tiket dan dua popcorn, Hyuna dan Kairo pun masuk ke dalam bioskop. Iwang, Shaki, Kaivan, Arya, dan Kaj ikut masuk ke dalam bioskop yang sama seperti Hyuna namun dalam jarak yang aman agar tidak ketahuan kalau mereka mengikutinya. Hanya berjaga-jaga tidak salah bukan?!


"Kak, kata teman-temanku nih yaa, bioskop itu tempat buat mesum loh! Jangan-jangan tuh cowok bawa Hyuna kesini buat gituan!!" bisik Kaivan pada Iwang dan Shaki yang berada di sisi kanannya.


Posisi duduk mereka adalah Kaivan berada di tengah sedangkan tempat duduk bagian kanan ada Iwang dan Shaki, dan Arya juga Kaj berada di tempat duduk sebelah kirinya.


"Jangan buat kakak takut!!" ucap Iwang panik.


Dia takut kalau apa yang dikatakan oleh adiknya itu benar.


"Aku nggak bohong kak! Soalnya temanku kalau kencan selalu ke bioskop dan dia sama pacarnya selalu gitu!" ucap Kaivan.


"Kak, apa perlu aku porak-porandakan bioskop ini?!" tanya Shaki.


"Jangan! Kita lihat aja dulu dari sini!" cegah Arya.


Bahaya juga kalau Shaki sudah mode serius begitu. Eh, bukannya dia juga selalu serius yaa?! Dah lah pusing author...


Pada pertengahan film, Kairo berteriak histeris karena ketakutan sedangkan Hyuna diam saja.


"Aaaa, hantuuu!!!!" teriak Kairo sekali lagi karena ketakutan.


"Kairo!!!" kesal Hyuna.


"Maaf ya, maaf!" ucap Hyuna meminta maaf pada pengunjung bioskop yang menatapnya sinis.


Hyuna merasa tidak enak karena ulah Kairo membuat orang lain jadi tidak bisa menikmati film ini. Hyuna pun membawa Kairo keluar dari bioskop.


"Duh, Kaiii!!! Kalau kamu takut kenapa kamu milih horor tadi?! tau gini kita nonton yang lain aja! Kasian kan orang lain pada nggak bisa menikmati filmnya gara-gara ulah kamu!" kesal Hyuna saat mereka telah keluar dari bioskop.


"Sorry! Emm, kita makan aja deh gimana? atau mau keliling mall dulu?" tanya Kairo.


"Makan aja deh, all you can eat ya!" ucap Hyuna.


"Siapp!!" ucap Kairo.


Mereka pun menuju ke salah satu restoran daging all you can eat. Setelah mengambil daging dan bumbu yang mereka inginkan , mereka pun membawanya ke meja yang masih kosong. Tidak lupa juga mereka mengambil sambal cocol, sayuran, dan juga buah sebagai pelengkap. Mereka memakan makanan itu dengan sangat lahap, hingga tidak tersisa sedikitpun. Kairo pun memanggil waiters untuk membayar semua makanan mereka yang hanya menghabiskan kurang dari satu juta rupiah.


"Ahh, kenyang banget rasanya! Udah makan ikan bakar yang enak pake banget, terus makan daging!!" ucap Kairo saat berada di dekat mobilnya.


"Gimana, seru kan?!" tanya Hyuna.


"Seru banget! Eh, kapan-kapan kalau mau ke tempat anak-anak tadi aku ikut yaa!?" ucap Kairo.

__ADS_1


Hyuna bisa melihat antusias dari Kairo.


"Eh Hyuna, sebentar..." ucap Kairo sambil mendekat ke arah Hyuna.


Hyuna terpaku saat Kairo semakin dekat dengannya. Semakin dekat!!! Semakin dekat!!! Bahkan saat ini Hyuna yakin kalau Kairo bisa mendengar detak jantungnya. Jarak mereka begitu dekat. Apa yang akan Kairo lakukan?! Beberapa adegan romantis muncul dalam pikiran Hyuna yang sialnya tidak bisa dia singkirkan dari otaknya.


Kini, wajah mereka hanya berjarak satu centimeter. Mata Hyuna membulat, menunggu apa yang akan Kairo lakukan.


Bukkkk.....


Hyuna terkejut melihat kedatangan kakak-kakaknya yang tiba-tiba menonjok Kairo hingga terhuyung ke belakang. Hidungnya bahkan mengeluarkan darah saking kuatnya tonjokan Iwang.


"Kak..." terpotong.


Hyuna menatap ke sampingnya dimana Shaki dengan tanpa ekspresi mencekal tangannya.


"Kak, lepasin tangan Hyuna!!! Kasian Kai!!!" ucap Hyuna memohon pada Shaki.


Sementara tidak jauh dari tempat Hyuna, Kairo tengah dihajar oleh Iwang dan Arya. Mereka mengira Kairo hendak mencium Hyuna maka dari itu mereka tidak bisa menahan diri dan menghajar Kairo. Sedangkan Kaj dan Kaivan berdiri tidak jauh dari mereka. Kairo tengah mengabadikan momen itu dengan ponselnya, merekam aksi kakak dan abangnya itu.


"Kak, bang!!! Berhentiii!!! Kasian Kaiii!!!!" teriak Hyuna namun sayangnya baik Iwang maupun Arya tidak mendengar teriakannya.


"Kak, Hyuna mohon lepas!!! Bantu Kairo, kak!!! Kasian diaaaa!!!" mohon Hyuna sampai menangis.


Shaki yang melihat itu sekali lagi dengan tanpa ekspresi menarik lengan Hyuna menjauh lalu memasukkan Hyuna kedalam mobil mereka. Kaj dan Kaivan pun juga masuk kedalam mobil. Kaj berada di belakang kemudi sedangkan Kaivan berada di samping kiri Hyuna dan Shaki berada disamping kanan Hyuna agar Hyuna tidak bisa lari.


"Kakk, biarin Hyuna keluarrr!!! Hyuna mau nolongin Kai!!" teriak Hyuna sambil menggebrak kaca mobil.


Tidak berselang lama, Iwang dan Arya memasuki mobil. Dapat terlihat oleh Hyuna, Kairo terduduk lemah memegangi perutnya yang sakit. Wajah Kairo telah babak belur dihajar oleh Iwang dan Arya.


Sepanjang perjalanan, Hyuna terus menangis. Dia merasa kasihan dengan Kairo yang tidak tahu apa-apa, tapi kakak dan abangnya ini malah memukulinya. Begitu sampai dirumah, Hyuna berlari memasuki rumah setelah Kaivan turun dari mobil.


"Sayang?! Kamu kenapa nangis?! Siapa yang bikin kamu nangis, jawab papi?!!!" tanya Darel saat melihat Hyuna berlari sambil menangis. Dibelakang Hyuna, Arya, Iwang, Shaki, Kaivan dan Kaj berjalan mendekat ke arah Darel.


"Ada apa ini?! Kenapa Hyuna menangis?!" tanya Darel pada mereka berlima.


Mereka diam saja membuat Darel semakin khawatir.


"Sayang, bilang sama papi siapa yang buat kamu nangis?!" tanya Darel lagi.


Hyuna mendongak, memperlihatkan mata sembabnya karena menangis sedari tadi.


"Jsyendk....jdydysbmmmhs..hsyenskai!!!" ucap Hyuna tidak jelas karena menangis.


Darel dan yang lain bingung dengan apa yang Hyuna katakan.


"Sayang, bicara yang jelas, papi nggak paham." ucap Darel.


"Jehshskb..mjeyywi....usuegska....." ucap Hyuna lagi.


"Hah?!" tanya Darel.


"Dia bilang kakak yang buat dia nangis!" ucap Kaj tiba-tiba membuat mereka semua menatap ke arah Kaj lalu ke arah Hyuna.

__ADS_1


"Hdgsiainsg....dndhgakajdkka...hsgfsjsoshs!!"


Mereka kembali menatap ke arah Kaj.


"Tadi dia dan Kairo makan di restoran terus kakak tiba-tiba pukul Kairo sampai babak belur."


"Waittt!!! Lo paham apa yang Hyuna bilang?! How?!!!!" tanya Arya kepada Kaj dengan wajah penuh kebingungan.


"Kamu keluar sama pemuda itu?!" tanya Darel.


Hyuna menganggukkan kepala.


"Kenapa kalian memukul pemuda itu?!" tanya Darel pada putra-putranya.


"Dia berusaha mencium Hyuna, yah! Aku nggak terima!" ucap Iwang.


"Lalu kau memukulnya?" tanya Darel.


Iwang dia saja.


"Dia enggak kok!!!" elak Hyuna.


"Enggak gimana?! Dia aja udah sedekat ini sama kamu!! Terus apa namanya kalau mau cium?" tanya Shaki sambil meletakkan telapak tangannya dihadapan wajahnya dengan sedikit jarak menggambarkan sedekat apa wajah Hyuna dan Kairo tadi.


"Hyuna..."


"Papi, dia nggak gitu kok!!! Kakak pasti salah paham!!! Kakak aja yang tiba-tiba datang pukul Kai!!! Mana mereka tinggalin Kai gitu aja!!" ucap Hyuna kembali terisak.


"Dengerin papi! Kakak sama abang buat seperti itu karena mereka sayang sama kamu. Mereka takut kamu kenapa-kenapa. Jadi papi mohon kamu maklumi itu yaa?" ucap Darel bijak.


"Tapi Kai baik, pi!" ucap Hyuna.


"Kita tidak tau isi hati seseorang, sayang! Kakak kamu hanya berjaga-jaga saja. Semenjak kejadian Alvaro...."


"Maaf pi, Hyuna salah!" ucap Hyuna mengerti arah pembicaraan Darel.


"Ya sudah kamu mandi saja dulu sana. Kamu udah makan malam?" tanya Darel.


"Sudah." ucap Hyuna.


"Ya sudah mandi lalu istirahat.


"Iya, pi!" ucap Hyuna.


Dia pun berlalu menuju kamarnya.


"Jadi?!" tanya Darel pada putra-putranya.


"Maaf, pi! Kami gegabah!" ucap Iwang.


"Papi mengerti kalian berniat melindungi adik kalian, tapi tidak harus se protektif ini. Biarkan dia menikmati masa mudanya namun kita juga harus tetap mengawasinya. Selagi itu tidak menyimpang, kita biarkan dia. Jaga dia dari jauh saja. Oh ya, masalah Kairo. Papi mau kalian minta maaf saja dia, kasian dia kalian tinggal gitu aja." ucap Darel.


"Baik, pi!" ucap mereka serentak.

__ADS_1


"Arya, saya mau bicara sama kamu. Berdua saja!" ucap Darel nampak serius.


Arya mengangguk lalu mengikuti langkah Darel yang berjalan menuju ruang kerjanya. Entah apa yang akan Darel katakan, yang jelas ini pasti sangat penting sekali mengingat ekspresi Darel tadi.


__ADS_2