
Jo menatap ke depan tepat dimana senyum adik perempuannya terukir sejak pagi tadi. Dalam hati dia berjanji apapun akan dia lakukan selagi membuat adiknya bahagia.
Mom! dad! lihatlah Sharina kecil kita! dia sudah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik! cantik sekalii! hari ini aku menyaksikannya bersatu dengan pria yang dia cintai. Aku yakin pria itu akan sangat membahagiakan Sharina kita! aku bisa melihat binar cinta dimata pria itu begitu besar, hingga kadang aku iri padanya yang bisa lebih tahu Sharina daripada diriku, kakaknya. Mom! Dad! kalian tenanglah diatas sana! jaga kami dari tempat kalian! i love you, mom and dad! batin Jo.
Tak terasa air mata seorang Jo menetes begitu saja. Pak Farhan yang juga merasakan apa yang Jo rasakan pun mendekati pria yang tampak garang itu.
"Shiren tampak sangat cantik ya!" gumam pak Farhan saat sudah berada di samping Jo.
Jo mengusap air matanya kasar. Tidak ingin ada yang melihat sisi lemahnya.
"Pria itu kodratnya memang lebih kuat dari wanita. Wanita bisa memperlihatkan air matanya sedangkan pria tidak bisa. Tapi aku tahu apa yang kau rasakan. Aku juga seorang ayah yang menyayangi putri sulungnya. Mari, kita berjanji untuk selalu melindungi dan membahagiakan dirinya?"
Jo menatap binar ke arah pak Farhan. Pria itu berbicara sedikit namun langsung mengena di hati. Jo menjabat tangan pak Farhan. Jo berjanji akan selalu ada untuk Adi perempuannya mulai saat mereka bertemu dulu.
Selesai bersalaman dengan para tamu, pak Farhan dan Jo menampilkan sebuah nyanyian untuk Shiren. Sebuah lagu yang berjudul akad. Para tamu yang datang di acara ini ikut mendengarkan persembahan pak Farhan dan juga Jo. Sedangkan diatas pelaminan, Tomi dan Shiren saling tersenyum menatap ke arah ayah dan kakak mereka.
"Ternyata suara Jo tidak terlalu sumbang yaa!" kelakar Tomi sambil tertawa.
"Husttt!! jangan gituu!" ucap Shiren.
Rohan membawa Suli untuk berdansa mengiringi lagu yang dinyanyikan oleh pak Rohan dan Jo, diikuti Arul, Zanu, Bagas, dan Darel.
Zanu dengan hati-hati berdansa bersama istrinya karena memang usia kandungan Daniar sudah lima bulan lebih.
"Sayang, capekkk!!!" keluh Daniar saat baru tiga menit berdansa.
"Ayo duduk disana! Kamu mau makan apa? biar aku ambilkan?" tanya Zanu penuh kelembutan.
"Aku mau makan buah aja deh! kayaknya seger!" ucap Daniar.
"Siap, tuan putri!" gurau Zanu lalu meninggalkan Daniar untuk mengambil beberapa potong buah-buahan yang tersedia disana. Zanu kembali dengan sepiring penuh buah-buahan lalu memberikannya kepada Daniar. Daniar menerimanya dengan mata berbinar dan dengan lahap menyantapnya hingga habis.
Acara berlangsung sampai malam. Dimalam ini hanya acara hiburan saja yang menampilkan banyak artis terkenal. Mentari dan Darel juga Iwang ikut duduk disalah satu meja bersama sahabatnya sedangkan Tomi dan Shiren sibuk mengabadikan momen indah ini dengan menyewa beberapa fotografer yang handal.
"Seneng banget kayaknya si Tomi itu yaa!" cerocos Arul sambil menggendong putranya yang terlelap.
"Iya tuh! kamu kapan, Han?" tanya Zanu.
"Iyaa! jangan lama-lama takutnya nanti nggak nahan! kan kalian tinggal satu rumah!" goda Arul.
"Bagas juga tuh! jangan cuma kerja aja loo! nikah juga perlu!" ucap Arul melempar pandangan kepada Bagas.
"Gue ragu sama Angel!" ucap Bagas lirih ditengah ramainya acara.
"Apa? kenapa? ragu gimana maksud lo?" tanya Arul.
Semua mata kini tertuju kepada Bagas, menanti dirinya bercerita.
"Beberapa minggu yang lalu, gue lihat dia jalan sama cowok di mall! mereka menenteng banyak barang." ucap Bagas terpotong.
"Ya elah! bisa aja dia tuh sodara atau siapanya kan? pikir positif aja kalii!" ucap Arul.
"Gue juga awalnya mikir kayak gitu. Terus gue iseng telpon dia ada dimana. Terus dia malah bohong sama gue. Dia bilang kalau lagi dirumah pamannya! hari itu emang dia off. Gue yakin kalau dia menyembunyikan sesuatu." ucap Bagas tertunduk lesu.
"Apa mereka terlihat mesra?" tanya Zanu hati-hati.
Bagas menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Enggak! mereka jalan biasa aja! tapi yang gue permasalahin adalah kenapa dia harus bohong!" ucap Bagas.
__ADS_1
"Terus dia dimana? kayak nggak kelihatan Angel sejak siang tadi?" tanya Rohan.
"Dia bilang ada urusan mendadak! aku yakin kalau itu pasti dengan pria yang sama. Gue udah suruh orang kepercayaan gue buat buntutin dia." ucap Bagas.
Hingga semua tamu pulang, Bagas masih belum mendapatkan kabar tentang Angel. Tomi yang menyadari kegundahan hati sahabatnya itu pun mendekatinya meskipun dirinya sudah sangat lelah hari ini.
"Ada apa, man?" tanya Tomi yang baru datang diikuti Shiren dan Jo dibelakangnya.
"Enggak kok! nggak ada apa-apa!" sahut Rohan.
Sahabat Tomi tidak ingin Tomi khawatir dengan keadaan Bagas. Apalagi ini malam pertama mereka yang harusnya dibuat bahagia.
"Kalian menyembunyikan sesuatu dari gue? gue ini masih sahabat kalian kann? ada apa, Gas?" tanya Tomi lagi.
Bagas menatap keempat sahabatnya yang lain, dan yang lain pun melakukan hal yang sama. Bagas pun mulai menceritakan keluh kesahnya. Awalnya Tomi juga berpikir bahwa pria itu adalah saudara atau teman Angel, namun lagi-lagi Bagas mengatakan bahwa kenapa harus bohong kalau itu kerabat atau teman?
"Udah kamu selidiki siapa pria itu? jangan sampai kamu salah langkah. Aku lihat Angel wanita yang baik kok." ucap Tomi.
Ting...
Satu buah pesan masuk di ponsel Bagas. Bagas membuka ponselnya yang ternyata pengirimnya adalah orang kepercayaan yang disuruh untuk membuntuti Angel.
"Ada di hotel?!!" ucap Bagas terkejut.
"Siapa?" tanya sahabatnya yang lain serempak.
"Angel!" jawab Bagas lirih sambil menatap kelima sahabatnya bergantian.
"Kita kesana sekarang! buktikan siapa pria itu. Ayo!!" ajak Zanu.
"Ehh, gue ikut!!" ucap Tomi.
"Sayang..." Tomi beralih menatap Shiren yang berdiri didekat Jo.
"Pergilah! hati-hati yaa! biar Anisa, Daniar dan Mentari disini dulu." ucap Anisa.
Tomi berlari menuju Shiren, lalu mengecup keningnya dengan penuh cinta
"Oke! makasih sayang!! aku akan kembali secepat mungkin!" ucap Tomi kenangkup wajah Shiren.
"Jo! kami titip istri kami yaaa!" teriak Arul yang dibalas anggukan kepala oleh Jo.
Mereka pun bergegas menuju hotel yang dimaksud oleh orang suruhan Bagas. Alamatnya lumayan jauh dari tempat berlangsungnya acara Tomi. Sekitar satu jam baru mereka sampai disana.
"Ini hotelnya?" tanya Arul saat mereka baru saja tiba.
"Iya! sama kayak yang dikirim lokasinya!" jawab Tomi.
Mereka masih belum turun dari mobil, menatap sekilas ke arah hotel yang tidak terlalu mewah itu.
"Ayo turun!" ajak Bagas tidak sabaran.
Mereka mengikuti langkah Bagas memasuki lobby hotel.
"Selamat malam ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis ramah.
"Saya mau mencari pengunjung dengan nama Angel apakah ada?" tanya Bagas.
"Maaf dengan siapa yaa?" tanya resepsionis itu.
__ADS_1
"Saya suaminya! istri saya pergi dari rumah karena saya tidak membelikannya es krim." jawab Bagas sekenanya.
Resepsionis itu agak tidak percaya cuma karena melihat cincin nikah melingkar di jari Bagas membuat resepsionis itu berpikir bahwa memang Bagas sudah menikah. Padahal cincin itu adalah milik Zanu yang dia pinjamkan saat akan turun dari mobil tadi.
"Oh, nona Angel ada di kamar 204!" ucap resepsionis memberikan informasi kamar Angel.
"Baiklah terimakasih!" ucap Bagas.
Mereka segera menuju kamar yang dimaksud. Begitu sampai didepan kamar, mereka mendengar suara pria dan wanita seolah tengah berbicara serius. Memang tidak terlalu jelas sih, tapi Bagas yakin kalau itu adalah suara Angel.
Brak.....
"B...Bagas?" tanya Angel terkejut.
Bagas yang telah mendongkrak pintu kamar masuk kedalam diikuti yang lain. Mereka melihat pria asing duduk di sebelah Angel. Baik Angel maupun pria itu terlihat sama-sama terkejut.
"Bagas, kamu kenapa kamu ada disini?" tanya Angel terkejut.
"Oh!! jadi ini rumah pamanmu? begitu tega kamu membohongiku, Angel!! apa aku kurang dibandingkan pria ini? apa kurangkuuu?" tanya Bagas tidak percaya dengan penglihatannya.
Bagas sangat murka kali ini. Namun sakit hatinya lebih besar dari amarahnya.
"Sayang, dengarkan aku dulu! aku bisa jelaskan!" ucap Angel meraih tangan Bagas.
Bagas langsung mengibaskan tangan Angel yang menyentuh tangannya.
"Sayang dengarkan aku dulu! kamu salah paham terhadapku!" ucap Angel yang sudah berlinang air mata.
"Sudah bermain berapa lama kalian dibelakang ku? SUDAH BERAPA LAMA AKU TANYAAA!!!!" teriak Bagas meninggi saat tidak ada jawaban dari Angel maupun pria itu.
"Bro, kamu salah paham terhadap dia! dia bukan wanita seperti itu. Kami...." terpotong.
"Oh, salah paham? ingat saat aku meneleponmu dihari liburmu, menanyakan dimana posisimu? aku melihatmu berjalan dengan pria ini di mall!!" ucap Bagas membuat Angel kembali terkejut.
"Dan kau tahu apa yang aku dapatkan? sebuah kebohongan!!! kebohongan Angell!!! kenapa kau berbohong padaku?? kalau kau mencintai pria ini, akan aku lepaska dirimu!!!" ucap Bagas menggebu-gebu.
"Tenang dulu, bro!! ini tidak seperti yang kau pikirkan!!" lerai pria itu.
Angel menatap prianya dalam-dalam. Air matanya sudah mengalir membuat aliran deras dipipinya.
"Ayo kita pergi!!" ajak Angel menarik tangan pria itu.
Bagas sangat murka dengan tindakan Angel. Dia menarik kerah pria itu sebelum mereka keluar dari kamar lalu menghadiahkan tinjuan di area perut dan pipinya hingga menggoreskan luka di pelipis dan bibir pria itu.
"Bangsa* kauuu!!! kau sudah mengambil Angel ku!!! terima iniii!!!" ucap Bagas kesetanan.
Bagas secara membabi-buta terus melontarkan tinjunya kearah pria itu. Pria itu yang memang minim ilmu bela diri pun hanya bisa pasrah saat Bagas mendaratkan pukulannya ke tubuhnya.
"Bagas hentikannn!!!! stopppp!!!" teriak Angel histeris.
"Kenapa? kau membelanya??? apa yang sudah dia berikan padamu hingga cintamu begitu besar untuknya??? kau terus membelanya bukan?? maka aku akan menghabisinya!!!" ucap Bagas kembali memukuli pria yang sudah babak belur itu.
Darel dan yang lain mencoba memisahkan Bagas dari pria itu. Tampak banyak sekali luka dan darah segar mengalir dari tubuh pria itu.
"Kau baik-baik saja?" tanya Angel menghampiri pria itu.
Terlihat dari wajahnya bahwa Angel sangat khawatir terhadap pria itu membuat Bagas kembali meronta ingin memukuli pria itu. Untung saja Darel, Tomi, dan Arul mengunci tubuh Bagas atau jika tidak dia bisa kembali memukuli pria ini.
"Jawab aku siapa dia Angell!!!! apa dia selingkuhanmu?!!!! JAWAB AKUUU!! APA DIA SELINGKUHAN MUUU!!!" teriak Bagas.
__ADS_1
"YAAA!!!" teriak Angel menatap tajam ke arah Bagas.