
Daniar kembali dari ruangan Wisnu menuju ruangannya. Semua tampak baik-baik saja, seperti tidak pernah terjadi sesuatu.
"Eh Niar, kenapa tadi pak Wisnu memanggilmu?" tanya Rasya kepo.
"Iya, kenapa?" timpal Ica.
"Oh tidak kok, hanya saja tadi pak Wisnu memanggilku karena ada urusan sebentar." ucap Daniar.
"Ohhh, begitu!!" ucap Rasya dan Ica bersamaan.
"Ehemmmm......kalau kalian kesini hanya untuk mengobrol lebih baik kalian keluar dari sini! ini bukan tempat untuk mengobrol!!!" sewot Wanda.
Rasya dan Ica langsung kembali ke tempat duduknya sedangkan Daniar kembali melanjutkan pekerjaannya.
Waktu berlalu dengan cepat, jam pulang kantor pun sudah tiba. Seperti biasa Daniar akan menunggu Zanu dipinggir jalan. Namun kali ini akan berbeda. Zanu dibuat seolah-olah dia datang terlambat, sehingga anak buah Broto bisa leluasa mengambil Daniar.
Benar saja, tidak lama dari itu sebuah mobil hitam datang dan langsung membius Daniar membuat Daniar pingsan. Lalu mobil itu melaju dengan sangat cepat diantara mobil-mobil lain.
********
"Emmhhhh, dimana akuu???" mulai sadar dari pingsannya.
"Hahahaha, kau sudah sadar ya nonaa?" ucap seseorang dari salah satu sudut ruangan.
"Kau? siapa kau? lepaskan akuuu!!!" berontak.
Tangan dan kaki Daniar sekarang sudah diikat di sebuah kursi hingga membuat Daniar tidak bisa berdiri dari duduknya.
"Kamu tenang saja! aku tidak akan macam-macam kok!" memainkan kumisnya.
"Kau ternyata sexy juga yaa?!" menatap penuh arti membuat Daniar takut.
"Kau akan aku lepaskan, asalkan kau mau memuaskanku!!" mendekati wajah Daniar dan ingin menciumnya.
"Cuihhhh!!! aku lebih memilih mati daripada harus melayani pria kotor sepertimu!!!" marah Daniar sembari meludahi wajah Broto.
"Wanita kurang ajar......Plakkkkk......"
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Daniar membuat pipinya terasa panas.
"Kau pikir kau siapa haa!" menjambak rambut Daniar dengan keras hingga kepala Daniar menatap keatas.
__ADS_1
"Auuu, sakittt!!!" meraung kesakitan.
"Jangan kau kira aku tidak bisa membunuhmu ya! aku akan dengan senang hati melakukannya!" menekankan setiap kata-katanya.
"Aku tidak takut padamu!!! sekalipun aku harus kehilangan nyawaku, itu lebih baik daripada aku harus merelakan diriku dijamah pria kurang ajar sepertimuuuu!!!!" menatap mata Broto dengan tajam seolah menantangnya.
"Dasar wanita tidak tahu diuntungggg!!!!!" melempar Daniar hingga tersungkur ke tanah dengan tubuh yang masih terikat di kursi.
"Bawa dia ke ruang tahanan, aku akan lihat seberapa tahan dia dengan siksaanku!" tersenyum licik.
Daniar dibangunkan dari jatuhnya, mulutnya disumpal oleh anak buah Broto dan kemudian dibawa ke suatu tempat.
"Hallo tuan?! ah baik, baik!! saya akan pastikan rencana kita aman dan lancar!" ucap Broto lewat telepon.
Ditempat lain yang tersembunyi, Rohan, Zanu, Tomi, Darel, Wisnu, dan anak buah Rohan sedang mengintai keadaan sekitar.
Sedari awal penculikan, Zanu terlihat sangat khawatir kepada Daniar. Ditambah lagi setelah sampai ditempat ini, Zanu tidak bisa langsung menolong kekasihnya karena arahan dari Rohan agar menunggu waktu yang tepat dan juga agar mereka mengetahui siapa bos dari Broto selama ini.
Melihat Daniar ditampar, dijambak, bahkan sampai mengeluarkan air mata membuat Zanu tidak tahan dan ingin langsung membenturkan kepala Broto ke dinding semen itu.
"Tahan, Zanu! jika kita menyerang sekarang kemungkinan mereka akan membawa Daniar lari dari sini! Darel, kamu sudah tahu kan apa yang harus kau lakukan?" tanya Rohan.
Tadi waktu Darel menerima telepon dari Rohan yang mengatakan bahwa mereka akan menangkap Broto dengan Daniar sebagai umpannya, awalnya Darel hendak menolak.
"Aku tahu! semua sudah siap, tinggal Tomi saja!"
"Aku sudah sangat tidak sabar memberantas mereka semua!" mengepalkan tangannya seolah seperti petinju yang siap meninju lawannya.
"Oh ya apakah Jack dan Lukas sudah bisa mendapatkan suatu informasi?" tanya Rohan.
"Entahlah, tapi kau tahu Jack bukan? jika dihadapkan dengan alat retasnya dia akan sangat bersemangat!" ucap Tomi mengingat Jack anak buahnya.
Semuanya berjalan sesuai rencana Rohan. Zanu dan beberapa anak buahnya akan menyelamatkan Daniar. Rohan, Darel, Tomi dan anak buah Rohan yang lain akan menangkap Broto beserta kaki tangannya. Lukas dan juga Jack akan mencari informasi apapun mengenai Broto dan bos misteriusnya yang baru.
Zanu dan sebagian anak buah Rohan mengendap-endap mencari keberadaan Daniar. Semua CCTV sudah dinonaktifkan oleh Jack sehingga mereka bisa leluasa menyerang.
Dilain sisi, Rohan, Darel, Tomi dan sisa anak buah Rohan menghajar anak buah Broto. Darel dikepung beberapa anak buah Broto. Seperti biasa, Darel menganggap mereka remeh seolah tidak ada apa-apanya. Sekali gerakan dari Darel berhasil menjatuhkan dua orang anak buah Broto.
Buk....bukkk.....buk.....
Adu tinju, pukulan, pitingan, dan tendangan keras satu persatu diterima oleh anak buah Broto. Tomi yang sedari tadi sudah tidak sabar ingin menghajar mereka juga tidak mau kalah. Banyak anak buah Broto yang jatuh karenanya. Rohan juga tidak kalah hebat. Meskipun terlihat sedikit kelelahan karena sudah lama dia tidak menghadapi penjahat sebanyak itu tetap bisa menjatuhkan banyak musuhnya hingga semua terkapar ditanah.
__ADS_1
"Tuan, Broto kaburrr!!!" teriak Jack dari luar.
Dengan segera mereka semua berlari keluar dan melihat sebuah mobil menjauh dari tempat itu dengan sangat kencang. Tidak lama dari itu Zanu dan beberapa anak buah Rohan ikut keluar. Namun mereka salah fokus dengan Zanu yang terdapat bekas goresan dilengannya.
"Zanu, kau tidak apa-apa?" tanya Rohan dan Tomi sedangkan Darel hanya diam saja namun raut wajahnya terlihat sangat tidak suka bila sahabatnya terluka seperti itu.
"Aku baik-baik saja! tapi Broto membawa Daniar pergi! dia tahu bahwa kita menyusup kemari!" ucap Zanu.
"Apa? Daniar ada di mobil itu?" tanya Rohan.
Ini semua tidak berjalan seperti yang Rohan harapkan. Mereka pun bergegas menuju mobil masing-masing dan mengejar mobil Broto dimana Daniar ada disana.
"Lepaskan aku, tolonggggg!!!!!! lepassssss!!!!" teriak Daniar.
Penyumbat di mulutnya sudah terlepas dan tentu saja Daniar berteriak meminta pertolongan.
"Diam kau wanita breng*ek!!!" marah Broto sembari memukul keras leher Daniar bagian belakang yang membuat Daniar pingsan seketika.
"Cepat jalankan mobil menuju dermaga!" ucap Broto memberi arahan kepada anak buahnya.
"Baik tuan!"
Disisi Darel....
Darel, Zanu, Tomi, Rohan, dan Jack dalam satu mobil dan berada didepan dengan Rohan sebagai pengemudinya. Jack bertugas untuk melacak nomor plat mobil milik Broto yang sudah diingat Darel tadi.
"Dapat!!!" ucap Jack senang.
"Kemana mereka pergi?" tanya Zanu khawatir.
"Celaka!!!" Jack panik.
"Ada apa? apanya yang celaka?" Zanu semakin khawatir.
"Hei bocah, cepat katakan ada apa!! jangan sampai tinjuku ini mendarat di pipimu lebih dulu yaaa nanti!!!" geram Darel.
"Mereka menuju dermaga dekat sini!!!" ucap Jack.
"Apa? dermaga? Rohan cepat susul mereka!!! jangan sampai Daniar dibawa pergi oleh merekaaa!!!!" teriak Zanu cemas.
"Baiklah!!!" ucap Rohan.
__ADS_1
Maafkan aku Daniar, maafkan aku!!!! maafkan aku yang telah menyeretmu kedalam masalah ini, maafkan akuuu!!!! batin Zanu menyesal.
Tidak akan aku biarkan kau melukai sahabat istriku, dan akan ku buat kau membalas atas apa yang kau lakukan pada Zen!!!! batin Darel.